Takdir Bintang Kembar

Takdir Bintang Kembar
terlalu kuat...


__ADS_3

"ha.. ha.. ha.."


sun merangkul leher moon lalu berbalik menghadap belakang "kau gila kita bahka--"


"sudahlah mereka harus tau apa arti serius"sambar moon menutup mulut sun lalu kembali menghadap depan.


"kalian tau jika tidak latihan sekarang maka besok kalian akan tinggal nama"


"tapi.. mereka terlalu kuat!"protes sizie heran ia bahkan tidak bisa lihai menggunakan senjata.


"lalu?"


"kenapa pikiran kalian seaneh itu?"tanya moon kembali membuat beberapa dari mereka kesal.


"kalian juga tau lebih memalukan gagal tanpa berusaha dan malah bersembunyi"sambar sun menyerah ia juga harus turun tangan dalam masalah ini "itu sangat memalukan"


kata-kata sun membuat Tofan dan Ragina menundukan kepala mereka tidak tau hal itu.


"eh.. kalian tidak tau?"tanya sun diangguki pelan oleh semua.


"astaga.., apa yang pak tua itu ajarkan selama ini.." batin kedua gadis itu kesal.


mereka bisa memaklumi itu dulu karena mereka anak yang selalu di kucilkan juga pendidikan mereka tidak di pedulikan tapi jika sekarang ini sudah keterlaluan.


moon menghela nafas "baiklah kalian... bentuk menjadi 5 kelompok cari pasangan kalian.."perintah moon membuat mereka bingung mereka tidak terlalu akrab satu sama lain kecuali....


"aku tidak mau satu kelompok dengan mu!!"teriak Ragina membuat sun menyeringai "he.. he.." tawa sun dalam hati membuat moon mengerutkan kening nya apa lagi yang di pikirkan saudari nya.


"huh! aku juga tidak ingin aatu kelompok dengan mu kepala tanah!"sambar Tofan tidak mau kalah.


kedua insang itu salang meneriaki satu sama lain terus-menerus membuat moon kesal "Diam..." ucap moon pelan suhu udara di sekitar mulai menurun membuat kedua orang itu berhenti dan berdiri tegak.


"bagus.."puji sun lalu menormalkan suhu sekitar membuat suasana kembali tenang.


"baiklah rose a...yo..?r"ajak moon lalu terdiam... dimana rose? "oh.. jika dia tidak ada pasti berlatih dengan guru besar"jawab Arisu membuat sun tersedak bukan karena berlatih bersama dewa waktu tapi...


"kalian memanggil nya apa?"tanya sun berusaha memastikan telinga nya yang mungkin sedikit tersumbat.


"guru besar.."jawab mereka membuat moon itu ingin sekali tertawa "astaga...."gumam sun kesal ia tidak ingin mereka memanggil pak tua itu dengan sebutan apalah guru besar.


"kenapa?"


"sudahlah.. lupakan"jawab moon santai membuat mereka heran kedua gadis itu memang sangat sulit di mengerti.


"bagus.. sekarang kita bagi menjadi 3 kelompok yang beranggotakan 3 orang jadi--"


"TIDAK!!"teriak Tofan,Ragina dan sizie bersamaan membuat yang lain nya heran "ada apa?"tanya Arisu bingung membuat Tofan kesal "kau tidak ingat sun dan moon itu sangat kuat kita bisa mati jika berlatih dengan nya!!"seru Tofan kesal membuat suasana menjadi hening.

__ADS_1


"oh..."


"kalau begitu kalian latihan saja sendiri"ucap moon dingin lalu menghilang membuay suasana menjadi semakin runyam.


"em.. baiklah.. aku pergi dulu semoga beruntung teman-teman"seru sun tersenyum melambaikan tangan nya lalu menghilang.


"TOO... FAANN!!!"


"em.. apa aku mengatakan sesuatu yang salah?"tanya Tofan berkeringat dingin membuat mereka terdiam.


"bagus.. bagus.. sekali kau baru saja membuat masalah dengan kata-kata bodoh mu"cibir Ragina membuat Tofan terdiam "huh! aku hanya mengatakan yang sebenarnya"elak Tofan membuat mereka kesal.


kuro terdiam seperti biasa nya lalu berjalan pergi ia tidak peduli apapun disini ia bahkan tak tau kenapa ia bisa mau bersama dengan orang-orang ini.


"aku akan latihan sendiri"ucap Hikari lalu ikut pergi membuat Arizu mengatakan hal yang sama lalu ikut pergi.


"memang.. akan sulit akrab jika kau ada disini"cibir Ragina lalu pergi "eh.. tunggu!"panggil sizie mengikuti Ragina membuat Tifan mendengus kesal.


"Huh! siapa butuh mereka aku bisa menang sendiri!"


>>>>>>>>


"wow.. jurus yang bagus kau membuat mereka semua terpecah belah"


"aku tau aku memang hebat"


"tentu dewa dia memang hebat"


>>>>>>>>


"mereka terlalu kuat!"


"kita akan mati di tangan mereka!"


kata-kata itu terus terngiang di benak moon yang hanya terus berjalan melintasi hutan kematian.


tidak ada satu pun binatang pun yang berani mendekati nya wajah nya tidak terlihat baik.


dia juga memustuskan komunikasi nya dengan pagoda kematian itu membuat sisi sangat sulit mencari nya.


tetapi ada satu komunikasi yang tidak akan mampu dia putuskan...


"moon..."panggil sun lembut membuat moon berbalik menatap nya "aku baik.. kau bisa pergi..."usir moon membuat sun menunduk menatap tanah.


"kau tau ini bukan salah mu..."


"aku tau.. ini salah takdir yang membawa kita seperti air yang kebingungan mencari arah lautan"ucap moon dingin suhu di sekitar nya menurun drastis bahkan tanaman mulai membeku dan hancur membuat sun tersenyum kecut.

__ADS_1


"hei... kau tau.. takdir kita tidak begitu buruk"


"oh ya? kita bahkan mati saat menginjak usia 14 tahun"balas moon dingin membuat sun terkekeh geli


"tapi kita menjadi seorang jenius termuda juga ketua organisasi pembunuh paling di takuti di dunia"


"tapi kau tidak ingat penyiksaan yang kita lalui pada saat itu..."


"itu menyakitkan kita bahkan hampir kehilangan apa yang di sebut perasaan"tambah moon membuat sun tersentak sejenak.


"ya... aku tau..."


"aku benci.. tidak ada yang bisa di percaya..."


"kau ingat saat kita pertama kali bertemu?"tanya sun membuat moon berhenti melangkah "maksud mu saat kita menjadi kelinci percobaan..."jawab moon membuat sun tersentak ia salah berbicara.


"em... lupakan ingat saat kita bertemu Jinmi?"


note author:


bagi yang tidak tau silahkan baca chapter 3


"em.. ya.. dia dari sel dna yang sama dengan mu"


"kau ingat,itu lah sebabnya kita memanggil nya dengan sebutan adik"


"tapi.. dia di suntikan semacam serum pengembang yang membuat nya tumbuh seperti anak yang berusia 17 tahun juga mengalami rasa yang menyakitkan sama seperti kita.. tetapi kita lebih parah"tambah moon membuat sun terdiam...


"tapi, hei kita punya orang tua ingat?"


"oh.. mati"jawab moon membuat sun membisu dia tidak punya alasan lagi untuk menenangkan saudari nya.. ia juga.. merasa....


gelap...


"em.. kau benar... tapi...."


"pug..."


sun memeluk moon erat membuat sun kaget


"kau masih memiliki diriku... tidak.. kita saling memiliki kau adalah...."


moon tenang... ia merasa lebih baik... itu juga berpengaruh pada sekitar nya,es nya mulai mencair dan beberapa tumbuhan kembali mekar.


"es batu ku yang paling keras kepala"tambah sun bergumam dengan cepat melepas pelukan lalu berlari dengan cepat memanjat setiap dahan pohon melarikan diri.


"k.. kau..."

__ADS_1


moon kesal mulai berlari mengejar membuat sun tertawa keras tetapi.. dia juga tersenyum kecut.


__ADS_2