Takdir Bintang Kembar

Takdir Bintang Kembar
Kebangkitan kekuatan


__ADS_3

"DAR!"


moon mendorong Ariel dan Rose masuk kedalam dan dengan cepat menutup pintu membuat Demon itu menyeringai "kau..."


"lebih mementingkan nyawa mereka dari pada dirimu sendiri? Naif sekali..."


"jleb..."


punggu demon itu tertusuk belati kecil membuat nya terkekeh menengok ke arah kebelakang rupanya sun sudah melempar belati dengan tofan yang ketakutan di sebelah nya.


"rupanya kembar rasa kalian pasti akan sangat lezat"


"sial! aku tidak bisa bernafas"batin Sun mengumpat tenaga nua seakan terkuras ditambah dengan menahan udara untuk tetap berada di dalam paru-paru nya membuat nya tidak memiliki tenaga untuk bergerak dari tempat nya saat ini.


"tapi...."


"hap!"


tofan sudah berada dalam cengkraman demon itu membuat kedua gadis itu terkejut


"ce-cepat sekali"


"hmmm!!"


tofan berusaha lepas dari cengkraman itu tetapi sia-sia lehernya tergores membuat nya merintih kesakitan tak sengaja membuka mulut nya hingga membuat paru-paru nya mulau dipenuhi air.


kesadaran nya mulai menghilang...


"apa aku akan mati disini....."


flashback:


(tofan)


aku selalu.. diremehkan...


"ha.. ha. lihat! dia anak selir terbuang "


selalu diacuhkan...


"kakak lihat aku bisa menggunakan pedang"


"pergilah! aku sedang belajar!"


karena itu aku selalu mengacau.. dan membuat kerusuhan..


"ha.. ha. kau bodoh lihat aku!!"


agar..


semua orang memperhatikan diri ku....


tapi?


"hai pembuat masalah aku Sun mau kau menjadi teman kami?"


mereka datang semua nya.. teman-teman? keluarga?.


"dasar bodoh!"teriak Ragina membuat tofan menutup telinga nya "wek!"


"kau!"


"sudahlah... kalian ini"


aku iri sangat iri... mereka sangat berkembang aku juga menyadari bahwa diriku berkembang tetapi aku merasa jauh.. dari mereka..


flashback off:


"TIDAK AKU TIDAK MAU SEPERTI INI!"batin tofan menggenggam erat tangan demon itu berusaha melepaskan cengkraman nya dari lehernya.


"AKU MEMILIKI TEMAN!"


cengkraman itu terlepas mata tofan dipenuhi cahaya tiba-tiba permukaan laut berputar, arah angin mulai saling berlawanan membuat semua yang berada disana terkejut.


__ADS_1


angin itu menyebabkan pusaran air yang kian membesar terus kebawah menyentuh dasar laut membuat demon itu tertawa.


pusaran air itu mengelilingi tofan membuat air didalam nya menghilang.



"kau..."


Tofan menunjuk Demon itu menyebabkan seluruh angin itu dengan cepat memutari dan mengekang demon.


"ha...."


"HA.. HA.. HA!!"


Demon itu tertawa membuat Tofan semakin marah.


"benar kata tuan mengatakan bahwa di dalam dimensi ini aku akan mendapat banyak kekuatan" ucap Demon itu seketika angin yang mengekang nya meledak berubah menjadi gelembung-gelembung kecil membuat mereka semua terkejut.


"dan sekarang aku bisa makan..."


demon itu mengarahkan tangan nya ke arah tofan membuat kedua gadis itu tersentak.


"JANGAN!"


Demon itu bergerak sangat cepat menangka leher....


"kretek..."suara retakan tentu bukan berasal dari tofan membuat pupil mata Sun bergetar.


"Moon!"


"uhuk! aku... tidak apa--"


"oho.. sangat naif aku jadi teringat seseorang..." gumam demon itu heran kabut gelap keluar dari tangan nya berusaha menggapai moon membuat moon sekuat tenaga melawan tetapi gagal.



"lepaskana dia!"seru tofan berlari ke arah demon tetapi dicegat Posaidon membuat nya marah.


"kau bisa mati hany dengan disentuh oleh kabut itu"


Sun menelan pil lalu dapat bernafas dengan bebas di bawah air "Aku tidak percaya..." ucap sun api biru mengelilingi nya membuat pupil Posaidon bergetar "kau..."


ia dengan cepat ia menghampiri demon itu tetapi di halangi oleh kabut gelap.


"Pergi dari jalan ku..."ucap Sun kabut itu terbelah oleh api biru nya membuat mata Tofan terbukan lebar.


Sun kali ini tidak berada dalam kendali tatapan matanya kosong hanya ada parasaan ingin membunuh.


"seperti nya aku harus mengeluarkan rantai"


demon itu mengarahkan tangan nya yang lain dasar laut sektika rantai gelap muncul melilit seluruh tubuh sun membuat nya tak dapat bergerak.



"lepaskan dia..."ucap sun matanya dipenuhi dengan rasa membunuh membuat Demon itu memiringkan kepala "sangat familiar...."


Demon itu menusuk leher Sun dengan cakar nya membuat Sun berteriak kesakitan rasanya ada sesuatu yang menggerogoti lehernya.


"baiklah..."


Demon itu melepaskan Moon yang sudah hampir tak sadarkan diri lalu menghampiri sun.


"hm... siapa kau gadis?"


kesadaran Sun kembali pulih membuat nya terkekeh "aku juga tidak tau.. kenapa kau bertanya?"


"karena..."


Demon itu menjabak Rambut sun membuat Moon mengepal tangan nya kuat.


"kau sudah kutanamu kegelapan mungkin sebentar lagi kau akan mati..."


"oh.. ya?"ledek Sun terkekeh.. kabut hitam mengelilingi nya membuat Demon itu mundur kabut itu bukan milik nya!?.


leher sun menghitam rambutnya memutih pupil matanya berubah menjadi merah darah membuat mereka semua terkejut.

__ADS_1



"he.. he.."


mendengar moon terkekeh demon itu berbalik terkejut.



Rambut berubah menjadi berlian bersinar menyebabkan kabut hitam menghilang membuat Amfrite menutup mulutnya ia tidak percaya dengan apa yang dilihat nya.


"demon kecil..."panggil kedua gadis itu membuat demon itu mundur ia heran seperti ada yang mendorong nya mundur.


"keluar"perintah kedua gadis itu seketika keem0at hewan kontrak mereka keluar dan langsung menyerang semua kabut dan musuh yang ada disana membuat para prajurit membatu.


"kau sungguh merasa kami lemah..."


"kau harus menanggung akibatnya..."


"Karma mu sudah datang...."


"adik ku memang benar...."tambah seseorang gadis menyentuh pundah kedua gadis itu membuat mereka terkejut.


"KARMA MU SUDAH DATANG"



"kakak..."panggil mereka bersamaan tanpa sadar membuat gadis itu mencubit pipi mereka gemas.


"kalian sangat lucu...."


"deku.."


dengan cepat pria dengan dengan rambut hijau muncul di hadapan mereka dengan aura yang sangat kuat membuat mereka pusing.


"astaga! tuan--"


"lakukan kuberi 5 menit"ucap gadis itu datar membuat pria itu cemberut baik tuan....


pria itu berubah menjadi seekor burung hijau membuat mereka semua kagum "pheonix!"


"ya.. benar pheonix racun..."


"tuan..."


demon itu tergagap "kenapa... TUAN!"


"kau... diperintahkan dia bukan...."


"pergi aku tidak ingin menyakiti mu..."ucap KARMA membuat demon itu terdiam...


"aku akan laporkan ini pada tuan..."ucap demon itu dengan raut wajah sendu lalu menghilang.


"Kai..."


"ada apa tuan"ucap seorang pria muncul di depan gadis itu juga dengan aura kuar mengelilingi nya.



"untuk apa kau membawa mawar?"


"untuk mu tuan"ucap Kai memberikan mawar tapi lebih dulu hancur oleh pheonix hijau itu.


"ka-kau!"


"sudah lah.. kai urus beberapa kabut kecil itu"


"baik tuan...."


Kai berubah menjadi air raksasa membuat seluruh prajurit disana menjatuhkan senjata mereka ketakutan



"siapa?"


"dia kai sang lautan penjaga lautan..."jelas gadis itu membuat Sun teringat sesuatu.

__ADS_1


"bukan kah kita pernah bertemu dengan nya?" tanya sun pada moon membuatnya berfikir keras.


__ADS_2