Takdir Bintang Kembar

Takdir Bintang Kembar
Tahanan bawah air


__ADS_3

"em... kenapa kita di bawa ke sel tahanan"tanya Suzie ia sangat taku melihat manusia setengah ikan dengan rupa aneh dan menyeramkan.


"untuk pelatihan pertama kalian...."


"hm...."


"apa yang harus kami lakukan?"tanya Ragina membuat Posaidon tertawa keras membuat mereka merinding.


"hal.. yang amat mudah...."


>>>>>>>>>


"Jadi.. sepuluh anak itu datang ke dalam dimensi duyung untuk latihan... berenang..."ledek seorang pria salah satu duyung disana memandang rendah mereka membuat Tofan kesal.


"em... ya.. jangan kau meremehkan mereka"


"karena....."


"zrassh...."


kepala pria itu sudah mengambang di atas dinding tahanan tempat dia berada membuat seluruh tahanan terkejut.


"haih... pelatihan macam apa ini? ini lebih seperti kau ingin kami membunuh mereka semua"ucap sun mengayunkan pedang nya menghilangkan darah yang menempel pada pedang itu.


"yah... mereka sudah tidak di perlukan jadi... bagus untuk pelatihan kalian agar terbiasa melihat darah"


"kyaaaa..."Sizie berteriak memeluk Rin wang erat membuat Moon terkekeh "tenang saja...."


"toh.. juga bukan kita yang di bunuh...."tambah moon tersenyum membuat sun berdoa dalam hati ia lupa bahwa saudari nya bisa mendengar nya.


"kau..."Moon mencubit sun keras membuat aun kaget.


"oh.. ya Raja em.. dewa?"Arisu bingung harus memanggil orang yang di hadapan nya ini dengan sebutan apa.


"panggil saja..."


"Paman..."


seketika Sun dan Moon serasa tersedak membuat yang lain nya merasa bingung.


"tidak ada lanjutkan saja..."


"Jadi... kalian harus terbiasa dengan darah dan mayat.. karena tujuan kalian akan di penuhi kabut berdarah..."


penjelasan itu membuat mereka merinding kecuali empat anak disana hal itu membuat Poseidon heran ia merasa keempat anak itu sangat tidak normal untuk anak seusia mereka.


"Jadi... kamu hanya tidak ingin mengurusi para tahanan ini tetapi akan sangat tidak adil jika anda membunuh mereka lalu memerintahkan kami membunuh mereka lalu membuat alasan yang masuk akal begitu?"tebak moon membuat poseidon tersentak.


"sial! bagaimana anak itu tau"batin Poseidon berusaha tenang "ya.. itu benar"


"wow..."


"tapi... alasan nya... akan lebih masuk akal jika..."


Poseidon menggerakan jari nya seketika seluruh sel disana terbuka membuat mereka kaget.


"Para tahanan lari bersamaan lalu terpaksa di bunuh alasan keamanan kota Atlantis..."


"Jadi..."

__ADS_1


"syung..."


Poseidon sudah berada di pintu keluar membuat mereka semua mengumpat dalam hati.


"bye.. bye.. anak-anak semoga kalian kembali dalam keadaan hidup"


"dar...."suara pintu batu tertutup membuat mereka memasang posisi siaga apakah latihan ini wajar untuk melatih seorang anak kecil berumur 10 tahun.


"em.. apakah baik-baik saja saja?"tanya Sizie ia sedikit panik sekarang.


"dalam keadaan seperti ini kita haru tenang--"


"AAA! KITA AKAN MATI!!!"teriak tofan panik membuat mereka semua kesal.


akibat teriakan itu beberapa hebat keluar mengelilingi mereka membuat Tofan bertambah panik.


"waaaaaaaaaa!!!"


"PLAK!"tamparan tepat di pipi nya membuat tofan terpental dan pingsan mengambang di dalam air.


"kau! diam disana!"seru Ragina kesal ia bahkan tidak bisa berkonsentrasi akibat mahluk aneh sekarang ditambah teriakan orang bodoh hal ini bisa membuat nya gila.


"apa recana nya?"


"Ragina"panggil moon membuat Ragina menoleh ke arah nya.


"kau bisa mengendalikan batu ini agar kembali mengurung mereka?"


"tentu"


Ragina melafalkan beberapa mantra menyebabkan batu di sekitar bergetar kembali memenjarakan para tahanan.


"em.. seperti nya ia tidak bisa mempertahan kan nya untuk waktu yang lama"ucap Sizie khawatir terlihat Ragina sangat kelelahan mengendalikan batu-batu itu.


"baik... kalian semua menyerang bersamaan!"seru moon membuat mereka bertujuh langsung menyerang setiap tahanan disana.


hanya Sizie yang berdiam sendiri... ia bahkan bingung harus melakukan apa? yang ia bisa hanya membaca pikiran orang lain tidak lebih dari itu.


"wow.. mereka hebat..."lirih Sizie... ia menundukan kepala nya "SIZIE!"teriak seseorang membuat nya kaget.


"zras!"


hampir saja jika terlambat sedikit saja Sizie bisa saja kehilangan kepala nya.


"kyaa!!"


"BERHENTI!"


teriakan itu membuat seluruh tahanan itu berhenti di tempat mereka membuat sun memiringkan kepala nya.


"apa mereka takut akan suara mu?"tanya Arisu heran sekaligus merasa lega.


moon berbalik ia mencium bau darah dalam air membuat nya memiliki firasat buruk.


"sizie?"panggil sun Ragina ia terkejut melihat darah tak berhenti keluar dari hidung dan mulut Sizie.


"astaga.. masalah apa lagi ini"batin Sun heran ia dari awal sudah tau bahwa tubuh ataupun roh gadis itu sangat lemah.


dengan cepat moon berenang memberikan pil dan mencoba menekan beberapa titik untuk memberhentikan darah agar berhenti mengalir.

__ADS_1


"haih.. kenapa serepot ini..."


mendengar sun yang terus mengoceh dalam hati moon menghela nafas ia tidak bisa marah saat ini.


"jika darah nya menyebar banyak hewan laut akan terangsang dan malah lebih kuat akibat rasa haus darah"


"ya.. ya.. mari--"


"eh...?"


seluruh tahanan itu lenyap tanpa bekas membuat mereka heran.


"Arisu? Hikari? dan... Kuro? bukan kah kalian melihat sesuatu?"tanya sun membuat Arisu dan Hikari menggelengkan kepala.


"Kuro?"


Kuro hanya diam ia mengalihkan pandangan nya seperti nya anak iti tidak ingin berkata apapun.


"oh.. baiklah ayo pergi!"seru sun tanpa dasa curiga menarik tubuh Sizie yang melayang sedangkan moon hanya ikut saja.


mereka semua heran kenapa kedua gadis itu terlihat sangat tenang malah menikmati setiap keadaan.


"sssttt...."


"《☆¿•*@;@(!^♤•¡♤•{"


mereka mendengar suara gumanan yang sangat aneh mereka semua tidak mengerti bahasa apa itu.


hanya 2 orang di ruangan itu yang mengerti dan raut wajah mereka tidak tampak senang.


"*mereka.. anak nya... kekuatan... kekuatan... para tumbal... lahir hanya untuk hari itu... mereka hanya memiliki 2 pilihan... bertaha*n.. atau menghilang.... roh.. mereka tak akan tersisa atau menemui sang raja...."


"lalu... kau apakan tahanan tadi?"tanya sun tanpa ragu membuat keadaan mendingin.


"itu bukan aku"ucap moon menaikan tangan nya.


"gadis... kau penasaran...."


"tidak jadi deh..."balas Sun ia merasa ia tidak ingin mengetahui hal itu.


"mereka hanya seonggok pasir yang digunakan untuk pijakan sang agung...."


"okay...."


"Duar!!"


Sun memukul tembok tahanan hingga berlubang "cepat!"


moon memeluk Rose dan Ragina dengen cepat kaluar di susul oleh Ragina yang digendong oleh Arisu yang lain nya keluar dengan cepat.


Sun ingin pergi tetapi melihat tofan masih pingsan mengambang dia air membuat nya mengumpat "anak sialan itu!"


Sun mengendalikan air menyeret tubuh tofan tak lama ruang tahan itu itu runtuh beruntung tofan sudah berada pada gendongan nya dengan cepat mereka pergi ke kerajaan.


"dan.. ini permasalahan di tahu--"


"PAMAN!"


teriak Ragina dengan terengah-rengah di pintu aula kerajaan membuat Posaidon berdiri mengangkat Trisula nya.

__ADS_1


__ADS_2