Takdir Bintang Kembar

Takdir Bintang Kembar
bunga...


__ADS_3

Melihat keakraban mereka Ariel terkekeh mengusap air mata nya memegangi bunga itu.


"Seorang putri tak seharus nya menangis"Ucap Rose Imut mengusap air mata Ariel membuatnya merasa lebih baik.


"haih.. kau memiliki kepribadian aneh"


Ragina mengambil bunga yang berada di tangan Ariel membuat nya terkejut.


"haih.. bunga tidak bisa hidup lama tanpa tanah" Ucap Ragina menempelkan bunga di tangan nya membuat pot yang berisikan tanah bersih.


"ettt... bunga tidak bisa hidup juga...."Tofam meraih bunga itu lalu menghilangkan Air di sekelilingi nya gelembung yang di penuhi udara segar menyelimuti bunga itu membuat Tofan tersenyum bangga.


Hikari menghela nafas lalu memberikan secercah cahaya yang juga mengelilingi bunga itu bagai kunang-kunang.


"Cahaya dapat menyegarkan Tanaman itu..."


"Bunga juga perlu teman!"seru Rose meniup tangan nya membuat bibit masuk kedalam tanah "nanti dia akan memiliki teman..."


"bunga Juga butuh ketenangan"


Sizie menandungkan sedikit nada membuat suasana menjadi sedikit lebih tenang.


"itu akan membuat Bunga lebih tenang dan dapat bertahan dari kebisingan air disekitar nya"


Sizie memberikan bunga itu pada Arisu membuat mengangguk "kalian ini bunga ini akan mengering Tanpa Air bersih Air disini semua nya mengandung Garam Jadi...."


Arisu menyirami tanaman itu dengan Air nya yang Jernih membuat Tofan berdecih.


Bunga itu melayang ke arah Moon membuat semua tatapan mereka mengarah pada nya.


"terkadang bunga bisa bertahan karena semua hal itu tetapi tidak semua itu benar"


Moon menyentuh lapisan gelembung udara membuat Seluruh isi nya membeku membuat semua terkejut terkecuali Sun ia menghela nafas.


"Bunga sangat amat mirip dengan manusia..."


"ia harus diberi makan.. minum tempat tinggal bahkan teman dan ketenangan tetapi tanpa hati yang kuat mereka akan hancur meski semua itu sudah menjadi milik mereka..."


Sun mengambil Bunga itu pada Ariel "kau harus menjadi seperti bunga ini memiliki hati yang beku.. tetapi dapat di cairkan dengan ketulusan orang di sekitar mu selalu berhati-hati di setiap langkah mu"


"tetapi kenapa kau dan dua orang lainnya tidak ikut menambahkan sesuatu pada bunga ini?"tanya Ariel membuat Ruangan itu hening seketika.


"yah...."


"Api... Racun dan kegelapan hanya bisa menghancurkan apapun yang disentuhkan"


"maka Jika tiga hal itu bersatu salah satu nya mereka bisa menjadi Gila... saa.... ngaat gila.."Ucap Sun menjelaskan membuat Kuro menghela nafas seperti ia sudah tau hal itu sebelum nya.


"apa kau serius?"pertanyaan itu membuat Sun terkekeh lalu tersenyum bodoh "Tentu saja tidak itu di karenakan Moon sudah membekukan Bunga itu Jadi kami tak bisa menambahkan apapun deh..."Jelas Sun menggaruk Kepala nya yang tidak gatal membuat Ariel tertawa "begitu ya..."


"Astaga itu saja tidak tau dasar putri bodoh"ledek Tofan membuat Ariel kesal "apa kau bilang!"

__ADS_1


"ha.. ha.. ha.."


Sun tertawa girang membuat yang lain ikut tertawa seolah apapun yang sebelum nya terjadi tidak terjadi.


Mereka tertawa gembira membuat seseorang merasa lega di balik pintu "haih.. ternyata mirip juga tak kusangka..."


"apa yang kau ingin sampai kan pada ayah mu?" tanya Sun menaikan sebelah alis nya tersenyum membuat Ariel berdiri tegak di Kasur.


"Aku akan mengatakan pada nya bahwa..."


"Ayah aku bukan putri mu yang manja lagi aku adalah seorang Calon putri mahkota aku pasti akan membuat seluruh lautan di dunia tertunduk dan bertekuk lutut di hadapan ku"Seru Ariel dengan percaya diri membuat mereka semua tertawa.


"baik apapun perintah mu Ratu ku..."Balas Tofan menundukan Badan nya lalu membuat seluruh Jendela dan pintu kamar terbuka.


"bag!"


Pintu Kamar tak sengaja mengenai Poseidon membuat Sun tertawa


"puft... semoga beruntung Kawan"batin mereka mencoba menahan tawan membuat Tofan kesal mereka tidak tau sepanik apa diri nya saat ini.


"siapa?"Tanya Poseidon Tiba-tiba masuk dengan wajah yang amat dingin membuat Sun tertawa.


"Hamba mu ini yang mulia"Ucap Sun melompat kehadapan Poseidon tanpa berlutut atau pun menatapnya dengan tatapan Gentar membuat mereka semua Seketika terkejut.


"seperti nya kau perlu di hukum"


"Ayah-"


"ssttt..." Moon menutup mulut Ariel lalu bertanya apakah akan diberikan hukuman Jika seseorang mendengar pembicaraan pribadi yang harus nya ia tidak dengar?.


"Ck.. ck... ck.."Moon turun dari dari kasur lalu berenang kesebelah Sun menyenderkan sebelah tangannya pada Bahu Sun.


"mohon maaf yang mulia Jika anda tidak berada di depan pintu menguping pembicaraan sebelum tidak mungkin pintu itu mengenai kepala anda"


"sungguh pintar---"


"tidak kami tidak pintar tetapi anda saja yang kurang mengerti atau berpura-pura tidak menyadari nya?"Tanya Sun dan Moon membuat keadaan menjadi hening.


"kalia--"


"trimakasih kalo begitu kami pamit"Potong Ragina menoleh ke arah Jendela membuat Kuro menjatuhkan diri nya tapi tentu saja mereka sedang didalam air gravitasi sangat kecil di sini Jadi mereka mengkuti cara Kuro dan berenang melewati Jendela membuat Poseidon menatap Ariel.


"Kita harus berbicara ayah.."


"hm...?"


>>>>>>>>>


"Wow... kau..hmm...."Tofan berhenti sejenak ia lelah berenang kesana kemari.


"kenapa kalian sangat berani?"Tanya Arisu membuat mereka tediam "entahlah?"

__ADS_1


"oh!!"


"lihat!"Tofan menunjuk salah satu gua disana membuat mereka menoleh ke arah gua itu.


"ha.. ha... dasar bo-"


"zaahs!"


"doh..."


tentakel besar keluar dari gua itu membuat Tofan berkeringat dingin.


tentakel itu menarik nya perlahan ke dalam gue membuat Tofan menoleh ke arah teman-teman nya "he.. he.. kita teman bukan?"tanya Tofan membuat Sun menahan tawa sedangkan yang lain hanya menahan nafas lalu berenang perlahan menjauh membuat Tofan berteriak.


"hei! kelian membiarkan ku mati!"


"Kalian Tega!!"


Tofan terus berteriak layak nya orang gila tetapi tak di hiraukan oleh mereka.


"apa sudah sampai?"tanya Sizie sedikit khawatir.


"tenang saja kelihatan nya gurita itu tua ia menyeret si bodoh itu sangat lambat"Jawab Ragina santai.


"Hei!! aku akan mati!!!"


"lalu?"


"kita teman bukan?"


"Tidak..."Jawab mereka bertujuh membuat Tofan memasang raut wajah cemberut.


"zaahs!"


tiba-tiba gurita itu menarik tofan sangat cepat Moon menatap Sun membuat nya mengumpat


"hais...."


"zrash!"


tentakel itu terpotong membuat Tofan terlepas dan menatap mereka dengan wajah kesal.


"haih... merepotkan"


Sun menancapkan pedang nya ketanah "aku mau pedang ku kembali..."Gumam Sun menatap pedang baja biasa menangis ia seharus nya tak menyerahkan pedang nya pada Demon kembar itu sebelum nya.


Note author:


silahkan baca chapter demon kembar jika ingin tau apa yang terjadi 😁


"ddrrrr"

__ADS_1


goa itu bergetar dan hancur membuat Sun mengumpat...


"Masalah apa lagi ini..."


__ADS_2