
"APA!"seru mereka membuat sun menutup telinganya sakit.
"diamlah aku akan jelaskan!"ucap sun kesal membuat suasana hening.
"hem... aku dan moon sudah merasakan auranya meskipun sangat tipis tapi itu terasa pekat terasa oleh kami yah... aura nya memang unik sih.... kami masih bisa mengingat aura unik itu"
"seperti apa auranya?"
"seperti singa yang mangaum... memimpin kelompok"ucap moon membuat semua bingung.
"jika kalian bisa merasakan aura setipis itu jadi aura kami bagaimana?"tanya sizie membuat moon tertawa kecil.
"kalian belum memiliki aura... hanya rasa haus.. darah dan kebencian saja yang dapat di rasakan dari diri kalian jika ingin membangkit aura kalian harus... bagaimana aku menjelaskannya ya... harus di tempat khusus atau berada dalam suatu keadaan yang mengancam"ucap moon menjelaskan membuat mereka mengangguk mengerti.
"apa kalian sudah membangkitkan aura kalian?"tanya tofan membuat moon dan sun berfikir.
"sudah tapi.... kami kami akan berfikir 2 kali jika ingin melepas aura itu kalian tau sangat sulit menyembunyikan aura kami jadi kami tak akan mau mengeluarkan nya"ucap moon dingin membuat semua mengangguk mengerti.
"em... yah soal besok aku bisa mengendalikan kertas yang akan di ambil pak tua itu dengan angin ku apa kalian ingin atau siap bertarung besok"
tawar tofan membuat semuanya menyeringai jahat.
"siapa yang ingin membalas dendam duluan"tanya tofan membuat semua berfikir.
"aku belum memikirkan rencana aku balas dendam nanti saja"ucap Ragina berfikir diangguki oleh semua.
"apakah pemimpin kita ingin balas dendam duluan"tanyan tofan menyeringai di balas senyuman dingin moon dan senyum bodoh sun.
"boleh mari kita mulai pertunjukannya" ucap moon dan sun bersamaan sambil menyeringai jahat.
>>>>>>
"BAIKLAH SEKARANG KITA AKAN UNDI SIAPA YANG AKAN MELAWA KELOMPOK KARMA KEMBALI" ucap pengawas itu memasukkan tangannya dalam kotak pengawas itu merasakan sesuatu lalu menyeringai.
"elemen angin huh!"gumam pengawas itu menatap tofan membuat tofan tersentak tapi langsung tenang.
"YAH... KELOKPOK KARMA MELAWAN KELOMPOK PEMENANG"
mendengar nama kelompok itu semua merasa jijik merasa sekali kelompok itu akan menang.
__ADS_1
mereka memasuki arena terlihat lawan mereka xiao ping dan beberapa anak dewasa lainnya yang sudah mencapai tahap pemula hal itu membuat merasa itu curang.
"hei.... putri dari kerajaan awan itu curang!"
"iya... mana bisa ada tingkat pemula di kelompok!"
"ih... ini menjijikkan"
semua cibiran itu membuat xiao pin bangga.
"huh! jika iri bilang saja"ucap xiao ping sombong membuat semua merasa manatap sangat jijik ke arahnya sudah kelihatan sangat curang sombong pula.
semua lalu melirik kearah raja wei membuat keluarga raja wei sangat malu termaksud kakak lelaki di sana sangat ingin menampar adik sombomgnya itu.
saking malunya keluarga kerajaan angin menundukkan pandangannya.
semua akademi memang tau itu curang bahkan tidak sedikit dari mereka yang tidak akan menerima xiao ping di akademi mereka lain hal nya dengan 5 pemimpin akademi yang terkenal
4 akademi terkenal karena kehebatannya dan satu lagi terkenal karena latihannya yang dapat membunuh semua murid yang masuk ke dalam akademi tersebut.
"MULAI"
setelah semua pingsan mereka mundur membiarkan moon dan sun maju.
moon dan sun maju mendekati xiao ping dengan senyum dingin menghiasi wajah mereka dengan perlahan selangkah demi selangkah mereka mendekati xiao ping.
xiao ping menggigil ketakutan ia ingin lari tapi entah kenapa kakinya terasa lemas.
moon langsung menotok leher xiao ping membuat xiao ping kaget tapi dia lega karena tak merasakan sakit.
tapi dia melirik kearah sun yang suda memegangi belati kecil sambil tersenyum jahat saat itu lah xiao ping ingin mengatakan "menyerah" tetapi suara itu tak kunjung keluar dari mulutnya membuatnya sangat ketakutan ia merasakan sangat ketakutan ia melirik kearah raja wei yang merasa sangat khawatir dan marah.
"wah... dia menotok xiao ping agar tidak bisa mengatakan menyerah"
"wah... dia tak di beri ampun ya"
"pertunjukkan yang seru"
ucap penonton mengobrol
__ADS_1
terang-terangan membuat raja wei dan kerajaan angin merasa khawatir.
moon tersenyum iblis menatap xiao ping yang gemetar ketakutan bahkan sampai celananya basah membuat penonton tertawa putri kerajaan angin benar-benar di permalukan kali ini.
"apa ini.. yang kau banggakan ping-ping wajah polos nan lugu yang membuat raja wei percaya padamu"ucap sun menggores wajah xiao ping dengan pisau membuat xiao ping kesakitan ia merangkak mundur lalu berdiri mengambil cambuknya lalu dengan tangan bergetar dia mengarahkan cambuknya kearah moon.
moon hanya menyeringai jahat lalu menangkap cambuk itu dengan mudah dengan cepat moon menarik cambuk itu membuat xiao ping terjatuh cambuk telah berpindah tangan.
moon hanya tersenyum lalu mengarahkan cambuk di tangan nya pada xiao ping membuat xiao ping berteriak kesakitan.
teriakan itu bagaikan melody lagu indah bagi moon dan sun tapi bagaikan malapetaka bagi keluarga kerjaan angin.
"ber.. ber... berhenti!"ucap raja wei tergagap melihat putrinya berteriak kesakitan.
tapi ucapan itu hanya membuat sun tertawa terbahak-bahak lalu tersenyum mengejek menatap raja wei.
"BERHENTI!"teriak raja wei membuat moon berhenti mencabuk xiao ping lalu melempar cambuknya membuat raja wei lega mengira moon sudah akan membiarkan xiao ping pergi.
sun lalu mendekat kearah xiao ping mengarahkan tangannya lalu menampar xiao ping membuat xiao ping terpental ke pinggir arena.
moon lalu tersenyum mengejek menatap raja wei lalu mendekati xiao ping lalu meletakkan kakinya didada xiao ping.
xiao ping memberontak tapi tetap dia kalah kuat oleh moon, moon hanya tersemyum sinis melihat xiao ping memberontak lalu menendang xiao ping jauh keluar arena membuat suasana hening seketika.
"PEMENANG NYA ADALAH KELOMPOK KARMA"
"XIAO MON!,XIAO SUN!"geram raja wei turun lalu mendekat kearah sun ingin menamparnya tapi itu ditangkis oleh moon dengan mudah menendang raja wei hingga membuat raja wei terjatuh keras ketanah.
"JANGAN SEKALI-SEKALI MEMANGGIL KAMI DENGAN MARGA BODOH MU ITU!!"teriak moon membuat seluruh turnamen hening.
"KAMI TIDAK AKAN PERNAH MENGGUNAKAN MARGA BODOH ITU LAGI!"teriak sun membuat temannya di belakang tercengang.
"wih... mereka keren!"bisik tofan membuat seluruh temannya menatap tajam kearahnya.
"ada apa?"bisik tofan bingung.
"diamlah!"ucap Arisu membungkam mulut tofan.
"kenapa apa kau marah karena putri bodoh mu itu"ucap sun dengan nada bercanda membuat raja wei bertambah geram.
__ADS_1