
"bagus sekarang duduk dengan tenang"
"baik..."
kedua mahluk itu duduk dengan tenang membuat yang lain nya membeku.
"hei.. apa seluruh keluarga Ameera menyeramkan?"bisik prime membuat ther kesal "kau sudah melihat nya berkali-kali masih tidak percaya"
melihat kedua jenis bintang-- maksud nya kedua mahluk berbeda ras yang tidak akur itu berhenti bertengkar ruangan menjadi hening.
"jadi... apa rencana mu?"tanya Nisa membuat Dewa waktu memasang wajah serius "aku ingin kalian menggunakan 10% kakuatan kalian dalam pertarungan besok"jawab Dewa waktu membuat mereka semua tersentak.
"kau tau.. mereka bahkan tidak akan bisa bertahan dalan 1 menit jika itu terjadi"
"aku.. tau ther.. tetapi white magic mencuri ramalan di dimensi Dewa Takdir.. dan.. dia mengatakan mungkin akademi ku akan memiliki murid yang berbakat.. dan.. dia juga mengatakan sangat sulit menerjemahkan ramalan itu.. hanya Dewa Takdir yang mengetahui semua nya"
"kau.. yakin aku merasa kelima murid itu lemah.."ledek ther ia sudah merasakan.. mental bahkan pikiran beberapa anak itu belum terbentuk.
"siapa?"tanya prime membuat ther kesal"Arizu,Tofan,Ragina,Sizie,Rin wang".
"em.. apa kau tidak berencana memberikan mereka marga atau nama keluarga terlalu mencurigakan jika mereka hanya memiliki 1 kata dalam nama mereka lagi pula di dimensi ini bukan hal yang wajar tidak memiliki nama keluarga" jelas.. prime membuat Dewa waktu tersedak teh nya sendiri.
"haih.. kau memang payah soal nama putri mu sendiri bahkan di berikan nama oleh kedua gadis yang berusia 10 tahun dan nama itu bagus dan cocok dengan sikap nya sangat... jauh berbeda dengan mu yang sudah hidup berabad-abad tetapi tidak bisa membuat satu nama pun yang bagus"ledek amfrite membuat yang lain menahan tawa.
"astaga... kalian tau aku ini berperan besar dalam menyelamatkan seluruh dimensi"
"....."
"kenapa kalian iri?"ledek dewa waktu membuat mereka semua tertawa.
"astaga.. kau melupakan bahwa kita semua juga melakukan hal yang sama"
"mata ku bahkan menjadi seperti ini karena perang besar itu"Ucap Nisa menunjuk matanya yang sudah di tutupi penutup mata membuat suasana menjadi hening.
"hey.. cmon.. kalian ini aku hanya bercanda lagi pula aku baik-baik saja.. prestasi yang sangat besar sebagai manusia modern dapat selamat dari perang itu"
>>>>>>>>
"aku kangen...."gumam Rin wang menatap langit tak menyadari ada yang mendekat ke arah nya.
"kangen siapa hayo..."
"Sizie!!"
"bagaimana keadaan mu Rin wang.. kau masih lemah..."
"kau juga.."
"bukan kah kau tadi bersama tofan dan Ragina?"tanya Rin wang membuat Sizie berkeringat dingin.
"em... lupakan kau mau latihan bersama?"
"ck.. kau bisa mati akibat racun ku"
"sombong sekali..."
"aku bisa membaca pikiran mu loh..."
__ADS_1
"oh... ya?"
Rin wang mengangkat kedua tangan nya membuat Sizie kaget dengan cepat menjauh.
"zras..."gumpalan asap racun tebal keluar dari kedua tangan itu membuat Rin wang terkekeh geli.
"tarnyata benar..."
>>>>>>>>
di tempat lain...
"hosh.. hosh..."
"ka..u... ke.. liha.. tan lelah.."cibir sun menyeringai membuat moon terkekeh geli "ka..u ti.. dak meng...atakan.. ha.. l i..tu pada.. diri mu.. sendiri" balas moon dengan nafa terengah-engah.
kini kedua gadis itu pun tidak dapat mengatur nafas mereka sendiri.
"i..tu.. berarti.. ki.. ta... seri..?"tanya sun menyeringai berusaha mengatur nafas nya
"ti.. dak"
mereka memasang.. langkah lalu berlari mendekati satu sama lain memasang tinju yang sudah di lapisi dengan sisa qi yang mereka miliki...
"Bug!!"pukulan tepat mengenai perut mereka membuat mereka memuntahkan 2 liter darah dan terjatuh di tempat.
arena yang menjadi tempat mereka berbaring sekarang sudah hancur tak berbentuk menyadari hal itu membuat mereka terkekeh bersamaan.
"ok.. waktu nya bangun"ajak Sun berdiri lalu menarik tangan moon "gendong..."pinta moon memelas mambuat Sun heran "astaga..."
"kau sudah berumur berapa?"
"jadi... sekarang aku tidak punya alasan untuk menggendong mu seperti dulu lagi"
"bye..."tambah sun lalu pergi meninggalkan moon yang menggerutu kesal tetapi tetap tidak berpindah tempat.
sun menengok ke belakang tidak ada perubahan atau pun pergerakan dari saudari nya membuat nya mengumpat "ugh! fine..."
dia kembali membuat moon terkekeh geli "aku tau kau tidak akan membiarkan saudari mu yang malang ini.. sendiri..."ledek moon membuat sun terkekeh "tentu saja.. aku akan selalu menjagamu" lirih sun sangat pelan tidak dapat di dengar oleh moon.
"baiklah..."
sun dengan cepat memindah kan moon berada di atas punggung nya "hap!"
"ayo pergi..."seru moon membuat sun tertawa kecil lalu berlari secepat-cepat nya menuju akademi.
>>>>>>>>>
"syat..."
"syat..."
pisau angin dengan cepat menuju ke arah Ragina dengan cepat ia mengangkat sebelah tangan nya menyebabkan dinding tanah terbentuk tepat di depan nya.
"ugh...."
Ragina memegangi kepala nya pusing ia sudah hampir ke habisan lingkaran qi.
__ADS_1
"ha.. ha.. ha.. kau masih bersembunyi dasar tikus!"ledek tofan yang kini berada 7 kaki diatas kepala nya membuat Ragina terkejut.
"rasakan ini!"teriak tofan menaikan kedua tangan nya.
tak lama terbentuk pusaran angin membuat Ragina berkeringat dingin.
"syung..."
pusaran itu menimbulkan bunyi yang lumayan keras membuat Ragina semakin khawatir mempersiapkan pertahanan nya.
pusaran angin itu semakin dan semakin besar lalu....
"poof!"
pusaran itu menghilang disertai dengan angin yang mengangkat tofan membuat nya membatu lalu terjatuh ke tanah rupanya ia terlalu banyak menggunakan Lingkaran qi tetapi tetap di paksa kan oleh nya untuk membuat pusaran angin.
"bug!"
"he.. he.. kita anggap ini seri..."tawar tofan membuat Ragina tersenyum jahat mengangkat sebelah tangan nya membuat beberapa tanah berkumpul di atas tangan nya.
"em.. Ragi.. kita bisa bicara kan ini baik-baik"
"oh.. ya.."
>>>>>>>>>
"....."
kuro hanya diam.. tidur di dahan pohon yang rindang menikmati setiap desiran angin yang menerpa wajah nya.
begitu juga hikari yang ikut tertidur di bawah pohon yang sama...
mereka tampak sangat tenang tidak ada perkelahian ataupun perdebatan---
"CRAK!"dahan pohon yang tepat berada di sebelah Kuro tumbang membuat nya dengan cepat bangun lalu menyerang dengan bayangan nya di ikuti Hikari yang ikut menyerang membuat orang melintas dengan cepat menghindar.
"ops... maaf!!"
"Hikari maaf mengganggu tidur mu!"seru moon menoleh ke belakang membuat Hikari menghela nafas.
"kau juga Kuro! maaf!!!"tambah sun ikut menoleh ke belakang membuat moon kaget
"perhatikan jalan mu..."
"ok.. ok.."
"maaf!"ucap kedua gadis itu bersamaan membuat kedua lelaki itu masih menatap mereka menjauh.
mereka tersentak bersamaan menyadari baju dan tubuh kedua gadis itu di penuhi darah dengan cepat menyusul mereka.
Note author:
ok... kenapa author jarang up..
karena...
Tugas author banyak.. bat kayak misi di game among us hiks...
__ADS_1
jadi.. mungkin pas tugas nya sedikit minipis author bakal update seperti biasa...