Takdir Bintang Kembar

Takdir Bintang Kembar
latar gelap jurang


__ADS_3

"ctak! ctak!"


"apa yang kau lakukan!?"


"membuat api"jawab Sizie tak berhenti menggesek kan keras dua batu membuat Ragina heran.


"gunakan saja qi..."


"kita tidak tau bahaya yang menunggu kita jadi kita haru--"


"ctasss"


"teman! teman! aku membuat api"Seru Tofan bangga membuat Hikari mengusap kasar wajah nya.


"kenapa dia harus menjadi teman ku.."gumam Rin wang kesal.


"hei! lihat ada berlian!"seru Tofan bersemangat mengambil berlian yang menempel pada dasar jurang.


"Tofan jangan!"


"tak!"berlian itu tercabut membuat Tofan mengangkat kedua bahu nya "ups?"


"TANG! TANG! TANG!"


Dinding jurang bergetar dan tanah perlahan turun membuat mereka berteriak "TOFAN!"


"maaf!"


"AAAAaaaa!!"


"KYAAAAA!!"


>>>>>>>>>


"kau mendengar suara?"tanya Lily.


"hm..."


"tidak.."Jawab Moon santai memakan buah apel.


"sepertinya aku harus pergi sebentar"Ucap Lily lalu menghilang dari sana.


"huh?"


"aneh..."


"seharusnya apel hitam ini memberi kan ku kekuatan" Ucap Moon terus mengunyah apel berwarna hitam dengan corak emas mengelilingi nya.


NOTE AUTHOR:


baca chapter "sampai ke kerajaan tanah" jika ingin tau tentang apel hitam.🤣


>>>>>>>>>>


"hm.. aku merasa agak aneh..."Gumam Moon menatap ke bawah pohon terkejut "ini aneh... kenapa ... aku.. merasa....."


"sreet..."


Moon terjatuh dari atas Pohon segera di tangkap oleh pria asing.


"hm... kita apakan dia?"


"entah lah? tuan hanya memerintahkan kita untuk menculik nya"


"hm~, kau benar"


"bagaimana cara kau mengganti apel nya?"


"dengan sedikit ilusi, lagi pula meski dia anak dewa dia bahkan belum menerima gelar itu jadi... kekuatan nya jauh di di bawah kita"


>>>>>>>>>


.


.


"Waaaa!!"


"Ragina berhenti berteriak..."pinta Tofan lelah.


"Waaaa!!"


"RAGINA!"bentak Sizie membuat mereka membeku.


"kau barusan mem--"


"krauss.. krauss.."

__ADS_1


"wah! suara apa--"


Arisu dengan cepat membungkam mulut Rose "Sssshhhh...."


"WAAAAAAAAA!!"


Ragina di tarik menjauh membuat Tofan panik dengan cepat menangkap nya.


"Jangan di lepas!"


Rin wang ikut memegangi Ragina membuat Ragina menangis "lepas.. saja..."


"Kenapa!?"


"kaki ku.. sakit... seperti nya robek"


Kuro hanya memutar mata malas mereka bahkan belum sehari berada di dasar jurang ini.


"hmp! hmp!!"Rose memberontak dengan terpaksa Arisu melepas bungkaman nya.


"JAUHI KAK RAGINA!"Teriak Rose mengeluarkan lalu melempar Boneka serigala dari cincin penyimpanan nya.


"Hisshhh!!!"suara desis san aneh muncul tepat di belakang Ragina membuat nya dengan sekuat menahan tangis tetapi ia juga merasa lega karena tak ada yang menarik nya lagi.


"bau darah?"Gumam Hikari tak lama benda kecil melesat cepat di depan nya menuju Rose.


"rose!?"


"hap! dapat!"


Rose tersenyum memeluk boneka yang berlumuran darah itu membuat Arisu merinding.


"Ini hewan kontrak ku.."Jelas Rose ia ingat pernah menggunakan boneka ini untuk menyerang ther.


Tofan ingin bertanya tetapi Ragina sedang dalam keadaan lemah dengan cepat mereka mencoba menyembuhkan Ragina.


"minumlah pil ini.."


Ragina meminum pil penyembuh membuat Sizie lebih tenang, tak lama luka nya pulih perlahan membuat mereka semua bernafas lega.


"astaga.. kita bahkan belum satu jam berada di sini"Gumam Rin wang khawatir dengan bahaya selanjutnya.


"apa Moon dan Sun pernah mengambil misi!?" Protes Tofan membuat mereka terdiam.


"aku pernah bertanya pada guru besar dan... dia mengatakan Sun dan Moon mengambil misi paling berbahaya menghadapi Ribuan mayat hidup dan berhadapan langsung dengan pemimpin mereka yang bisa di bilang 4 kali lipat kekuatan kita sekarang"Jawab Sizie tanpa jeda membuat Tofan mengumpat "kenapa mereka tak ikut bersama kita"


"Waaaa!! siapa itu!?"


"Ini aku Lily.."


"oh... kenapa kau ikut turun?"


"Moon memerintahkan ku menjaga kalian"Jawab Lily tanpa ragu membuat mereka tersentak.


"aku.. pikir dia tak akan peduli"Gumam Arisu.


"ternyata dia masih sama dan baik seperti dulu" tambah Sizie tersenyum.


"Jangan bilang kalian di tendang oleh pak tua itu ke dasar jurang ini?"tebak Lily diangguki mereka kecual Rose,Ragina juga Sizie.


"ah.. soal kalian pasti anak nya yang mengajak"


"astaga.. boneka itu benar, ini mulai menyeramkan sekarang"


"puft.. aku pernah membaca di perpustakaan"


Seketika di sekeliling mereka muncul array pelindung membuat Rose kagum "bukan kah sangat sulit membuat Array"


"yap! tapi jika niat pasti bisa!"


"baiklah diatas sudah malam aku akan bacakan kalian dongeng"


"ish.. kami bukan anak kecil lagi"tolak Tofan kesal.


"oh~"


"pada suatu hari~"


"Aku bilang ti--"


dalam cerita:


"kruuk.."


"aku.. sangat lapar.."


"Jiangshi! aku bawakan kau sayur"

__ADS_1


"ah... sayur lagi!"


"kamu tu jadi istri carikan daging dong!"


"tapi bukan kah itu tugas--"


"Udah! Udah aku makan"


"hiks.."wanita itu menangis membuat membuat pria itu kesal.


"Diam!"


"baik.."


>>>>>>>>>


"cih.. gimana cara nya dapet banyak koin emas dan perak!"teriak Pria itu di depan Jurang kesal.


"ho.. ho... manusia yang serakah..."


dalam sekejap spirit berwarna hitam pekat muncul di hadapan pria itu membuat nya jatuh berteriak ketakuatan.


"s-siapa.. apa mau mu!?"


"bukan kah kau ingin kaya?"


"Iya! apa kau bisa beri tahu bagaimana cara nya!?"


"***korban kan 50 manusia dalam satu minggu, lakukan lalu dorong mereka semua ke jurang, maka kau akan mendapat banyak koin emas-"


"tidak!,bahkan Kerajaan yang megah dengan kau, sebagai raja nya***"


"bagaimana jika aku gagal?"


"hm.. maka semua arwah orang yang kau habisi akan masuk dan menggerogoti organ maupun jiwa mu"


pria itu terlihat tak yakin memikirkan resiko yang terjadi bila ia gagal sudah membuat nya enggan lebih baik ia makan sayur setiap hari.


"aku tidak--"


"manusia... apa kau ingin kaya?" bisik sesuatu di belakang nya.


"***kau akan di sembah...."


"hidup.. raja jiangshi.. hidup!"


"ayolah.. manusia kesempatan ini tak akan datang 2 kali***.."


"b-baik! aku terima"Balas Jiangshi terhanyut di bawah godaan mahluk gelap itu.


"bagus... aku akan menunggu mu..."


>>>>>>>>>>


Sudah hari ke-enam dan semua penduduk di desa sudah ia dorong menuju jurang membuat Desa yang sebelum nya tenang dan asri menjadi runyam tak berpenghuni seperti makam.


hanya tinggal satu orang tetapi Jiangshi bingung siapa lagi yang harus ia korban kan.


tetapi hanya ada satu pilihan....


istri satu-satunya..


"apakah.. harus?"Jiangshi bertanya pada dirinya sendiri.


"Argh!!!"


Jiangshi mulai frustasi meski harus mencari orang lain tetapi, dimana? desa sangat jauh dengan desa terdekat bahkan butuh berhari-hari untuk sampai sedangkan batas waktu hanya tinggal sehari.


"Harus kah? TIDAK!"


>>>>>>>>>


"Suami ku? tidak kah kau sadar desa kita sudah sepi tak berpenghuni?"


"ish.. paling mereka pindah ke kerajaan atau wilayah yang kebih subur"Jawab Sang suami sedikit cuek tetapi sebenarnya ia sedang berkeringat dingin sekarang.


Istri nya mulai curiga, ketika melihat suami nya ketakutan sudah pasti suami nya ada hubungan nya dengan ini.


"Tetapi..."


"Aku merasa kau berhubungan dengan semua hal ganjal disini..."


***NOTE AUTHOR:


bantu like dan vote OK!!


"THANKS***..."

__ADS_1



__ADS_2