Takdir Bintang Kembar

Takdir Bintang Kembar
gurita


__ADS_3

Gurita itu keluar dari goa ukuran nya yang sangat besar membuat Sun dan Moon berfikir sejenak.


"bagaimana bisa gurita sebesar itu berada pada gua yang 3 kali lebih kecil dari ukuran nya?"


"Itu yang ada di kepala mu sekarang!?"Tanya balik Tofan heran sebenarnya apa isi kepala kedua gadis itu.


"tentu saja, itu tidak masuk akal"



"apa gurita ini bisa bicara?"Tanya Moon membuat Sun memegangi dagu nya lalu bertanya pada gurita itu tetapi tidak ada respon apapun.


"zrash!"Sun memotong kembali salah satu tentakel gurita itu membuat Gurita itu menjerit "Sialan!"


" yap... dia bisa berbicara"Jawab Sun memotong diangguki oleh Moon.


"apa rencana nya?"Tanya Sizie membuat Moon menutup mulut nya "ssttt... Jangan bergerak atau pun bersuara..."


"kalian pikir aku tidak dapat melihat kalian...."


"tidak kenapa kau berfikir seperti itu?"


"pikirkan ini baik-baik Jika makhluk itu dapat bicara ia pasti memiliki darah makhluk kuno di dalam dirinya dan pasti dia bukan lawan yang bisa dianggap remeh"Jelas Moon membuat mereka mengangguk mengerti.


"begitukah?"


"ya... Karena mahluk itu mamiliki aura kegelapan yang melekat kuat dalam diri nya 'yang berarti dia bukan mahluk yang baik' kita harus membunuh nya dengan sekali serang"


Sun menyiapkan pedang nya dengan cepat Sizie berada di hadapan nya berusaha menghentikan diri nya.


"ada apa?"


"Jangan sakiti dia aku yakin dia adalah mahluk yang baik"


"em.. apa kau yakin?"


"ten--"


Sizie tertangkap membuat Sun bergumam


"haih... ini sangat berat"


"hi.. hi.. kalian anak-anak memang sangat polos..."


"ha.. ha.. trimakasih"tawa Moon dingin mengepalkan Tangan nya seketika air di tangan nya membeku membentuk Tombak.


"Oh! kekuatan.. elemen"


gurita itu berubah menjadi seorang wanita setengah gurita dari rambut hingga pinggul nya afalah manusia sedangkan dibawah nya afalah tentakel membuat Hikari,Kuro,Sun juga Moon menghela nafas Ini akan sulit.


"perkenalkan anak-anak aku adalah Usula Ratu Gurita yang--"


"Jahat"sambar Tofan membuat suasana menjadi hening.

__ADS_1


"kalian anak-anak...."


Usula mengeratkan cengkraman nya membuat Sizie kesakitan ia tak dapat bernafas


"ukh.... to.. long.."


"yang.. sangat nakal...."


Moon melemparkan tombak es nya tepat mengarah pada kepala Usula tetapi tongkat itu terhisap ke dalam kalung emas yang menggantung di leher Usula membuat Usula tertawa.


"haih.. trimakasih makanan nya"


Mereka terkejut benda itu menyerap Tombak Es membuat Hikari mengerti "benda itu menyerap kekuatan khusus dan qi"


"tunggu berarti..."Ragina menoleh kearah Sizie yang kelihatan nya sudah kehabisan tenaga pantas saja ia tidak memiliki tenaga untuk meminta pertolongan.


"serang!"Seru Rose mengarahkan Tangan nya pada Usula membuat Tanaman laun merambat mengikat tubuh nya membuat Usula terkejut.


"ah.. kaliatan nya ia tidak bisa menyerap elemen yang tak murni dari tubuh kita"


"tetapi... Yang dapat mengendalikan energi dimensi ini hanya..."


"aku mengerti"ucap Ragina mengangkat tangan nya ke atas perlahan ia kelihatan kesulitan mengendalikan tangan nya membuat Moon membantu menopang tangan Ragina menyalurkan qi.


Ragina tertegun tubuh nya saat ini penuh dengan


dengan Energi Lingkaran qi nya juga bertambah 2 kali lipat membuat nya melirik menatap Moon heran gadis itu tidak terlihat kehabisan qi atau kelelahan sama sekali.


"lakukan"


"Lihat! aku melakukan nya aku tidak kelelahan sedikit pun"


"Rose.."


"dimengerti"


"florest on the sea"


Rose memejamkan mata nya sejenak lalu dengan cepat membuka nya warna hijau Yang sangat jernih bersinar di pupil mata nya membuat Rin wang kagum.


Tanah bergetar membuat mereka terkejut Akar pohon misterius muncul tiba-tiba dari bawah tanah menutupi penjara batu Ragina hingga tak terlihat celah sedikit pun diantara nya membuat Ragina membatu.


"baiklah ayo pergi..."Ajak Sun membuat mereka tersentak.


"tapi Sizie!?"


"biarkan saja kita tunggu sebentar lalu pergi bersama, lagi pula keadaan akan baik-baik saja"Jawab Sun bersamangat sekaligus heran kenapa mereka tampak khawatir?.


"em.. sebenar nya--"


Moon mencoba menjelaskan tetapi kata-kata nya di potong Oleh Ragina.


"aku tidak bisa percaya kau meninggalkan nya!?" seru Ragina marah membuat Sun terkejut.

__ADS_1


Arisu Menepuk Jidat nya kesal betapa bodoh nya teman nya itu sedangkan Rin wang dan Hikari menghela nafas.


"Kak Ragina Ini tidak seperti yang dibayangkan" Rose mencoba ikut menjelaskan tetapi tak dihiraukan.


"aku tidak--"


"Kau monster!"teriak Tofan membuat keadaan menjadi hening membuat Moon menghela nafas "dasar bodoh" tak lama tanah bergetar pelan lalu akar keluar.


Akar itu perlahan masuk kedalam tanah lalu melepaskan seseorang didalam nya membuat Tofan dan Ragina terkejut.


Rupanya Sizie keluar diantara akar itu tersenyum lemah tetapi berkat akar yang dapat menyalurkan qi itu Sizie kembali normal dan berenang ke arah mereka.


"fiuh... tadi itu hampir saja rencana mu memang bagus Sun"Ucap Sizie bernafas lega membuat keadan menjadi hening.


"dia sudah mengatakan pada kalian untuk menunggu sebentar lalu pergi tetapi kalian terlalu bodoh untuk mengerti kata-kata itu"tambah Moon dingin.


Sun terkekeh pelan lalu memiringkan wajah nya


"pasangan yang sangat serasi"puji Sun menyeringai membuat mereka semua merinding.


"ha.. ha.. sangat naif"


Usula dengan mudah menyerap akar Rose dan Penjara batu Ragina lalu menatal kearah mereka sembari menjilati seluruh bibirnya.


"kalian lebih memiliki menyelamatkan teman dari pada menyegel ku padahal satu pengorbanan nyawa sangat sedikit untuk menyegelku" Usula berubah menjadi gurita raksasa menyebarkan tinta di sekitar mereka.


"tapi.. kami.. mengi.. ra"Seketika Ragina dan Tofan tergagap membuat Sun mengeluarkan pedang nya.


"ha.. ha.. tak apa... "Jawab Sun tersenyum menatap mereka wajah tak terlihat sedikit pun kemarahan membuat mereka semua terkejut


"bukan kah.. seharus nya kau marah!?"tanya Ragina membuat Sun mengangkat kedua bahu nya "entahlah..."


Sun menghunuskan pedang nya tanpa arah menyebabkan semua tinta itu menghilang membuat Tofan menelan ludah kasar.


"kau.. bagaimana"


Sun manatap pedang nya lalu senyum di wajah nya menghilang menjadi datar...


"Akan kutunjukan arti monster yang sebenarnya"


"apa ada yang berniat menjadi monster bersama ku.."Tanya Sun datar membuat Moon tersenyum dingin membekukan air disekitarnya menjadi busur..


"ck.. tentu saja..."


Api biru menyelimuti kaki nya membuat... Rin wang membuka lebar kedua matanya


"zahs..."


panah dilontarkan tepat mengenai kedua mata Usula membuat nya menjerit keras suara yang dapat membekakkan telinga itu membuat gelombang air yang dapat mendorong beberapa diantara mereka terpental jauh.


"Hidup/mati?"Tanya Moon membuat Sun berfikir sejenak.."


.

__ADS_1


hmm... hidup saja"


__ADS_2