Takdir Bintang Kembar

Takdir Bintang Kembar
Masalah jiangshi tamat


__ADS_3

"em... rose..."


"iya?"


"sejak kapan mereka ada di sana?"


"kakak bercanda? mereka sudah ada disini sejak tadi"


"glup..."


"katanya Kakak Sun dan Moon jika bertemu hancurkan lah kepala mereka karena mereka masih bisa hidup walau tanpa kepala"


"astaga!! mahluk apa itu!?"


"kan sudah di katakan nama nya jiangshi!"balas Rose kesal.


>>>>>>>>>


"jadi... kau ingin aku keluar?"


"dan kamu iblis.."


"dan kamu ingin aku keluar.. "


"dan kamu--"


"berhenti!"malika kesal.


"hm.. baiklah..."


"katakan lah pada diri mu sendiri"


"seberapa terang dan apa yang kau lihat jika menutup mata..."


"pertanyaan macam apa itu? tentu saja tidak ada apapun dan gelap"


"tidak.."


"jika kau baik kau akan ketakutan dan mengingat semua keburukan mu.."


" dan jika kau lelah maka kau akan merasa nyaman juga akan membayangkan sosok yang yang selalu ada untuk mu"


"aku tidak mengerti apa hubungan nya dengan apa yang kau alami"


"entahlah..."


seketika ruangan tu menjadi gelap.


"apa yang!?"


"kau mengatakan kau sudah menyerap semua iblis hati yang berada pada diriku?"


"kau salah..."


gumpalan hitam berkumpul di atas kepala Sun.



"mereka akan selalu ada pada diriku"ucap Sun datar segera cairan itu berusaha menarik nya bagaikan banyak tangan yang menyeret nya.



Sun menghela nafas membuat Malika panik tetapi ia tetap tak bisa bergerak dari tempat nya.


cairan itu menggerogoti tubuh nya hingga menghilang secara perlahan.



"kurasa aku akan istirahat,ku berikan kendali tubuh ini pada mu"ucap Sun tersenyum.


"Lindungi teman dan kembaran ku ya..."


"Sebentar saja...."


"Zzzzngg!!"


"hah!!"



Malika terkejut menyadari bahwa ia mengendalikan tubuh seseorang untuk pertama kali nya.


"ini..."


malika menatap tubuh Sun mencari cermin.


"Tubuh tuan.."


"jadi begini rasanya menjadi manusia.."


"aku harus senang atau..."


"Jaga teman dan kembaran ku ya.."sontak kata-kata Sun terngiang di benak nya membuat malika berjanji pada diri nya sendiri.


"baiklah!"


"kau tidak akan mengecewakan mu..." Malika menutup mata nya.



"Tuan!"

__ADS_1


"tak! tak! tak!"suara langkah kaki mendekat.


"SUN!"teriak Moon senang memeluk nya erat.


"aku bukan--"


"tunggu dulu tuan pasti tidak akan senang jika saudari sedih karena aku bukan dia"


Malika menghela nafas "ya.. ini aku..."


"syukurlah! kau baik! aku sangat amat mengkhawatirkan mu"


"em.. boneka kelinci mu hangus,entah kenapa.."


"oh.. ya.. tak apa"jawab Malika bingung.


"aku mengambil kekuatan pengendali emas mu" Ucap Moon membuat Malika seketika shock tetapi tetap memasang wajah senyum nya.


"astaga...,apakah tuan marah jika mengetahui hal ini?"


"iya.. tak apa..."


"bagus! sekarang ayo keluar kau tidak tau semenjak 2 tahun kepergian mu banyak yang telah berubah!"seru Moon semangat.


"2 tahun?"tanya Malika pura-pura tak mengetahui apapun yang terjadi.


"akan ku tunjukan pada mu dunia luar"


"astaga.. *kalau saja tuan di sini dia pasti mengatakan"


"em.. aku sudah tau dunia luar seperti apa*.." batin Malika terkekeh.


>>>>>>>>


"waa!! buka pintu nya!!"teriak Tofan panik membuat Arisu kesal.


"jika kita membiarkan nya disini bagaimana?"


"tidak mungkin kata nya jiangshi itu suka memakan otak--"


"diam.. rose aku sudah mengerti"sambar Rin wang menghela nafas kecewa.


"jadi... apakah guru besar akan menyelamatkan kita?"


>>>>>>>>>


"Kau.. APA!?!?"


"ya.. itu benar".


"kau mengirim anak-anak ke sana dan..."


"argh!!"Pride kesal hampir mengeluarkan cakarnya.


"hm.. sekarang aku mengerti kenapa Semua orang mengatakan mu pak tua"Ther menarik nafas.


"itu karena cara pikir mu yang terlalu kuno hingga sangat sulit di terima di zaman ini"tambah nya menghela nafas.


"Aku bahkan tidak di perbolehkan kesana"Ucap Amfrite .


"yap.. aku tau,itu sebabnya ini satu-satu nya pilihan agar tak ada yang membatu mereka"


"kalau kau bukan dewa aku pasti akan memukul mu"ancam Nisa.


"oh.. kalau begitu aku akan melepas jabatan ku selama 3 de--"


"buak!!"Ther,Eredhel,Pride dan Nisa memukul secara bersamaan.


"Astaga..."gumam Amfrite terkekeh.


"kalian gila?!"protes dewa waktu kesal.


"kau yang lebih gila!!"balas Nisa.


"tetap keputusan ku bulat kita tak akan membantu mereka"


>>>>>>>>


"tidak mungkin"jawab Rose.


"ayah ku tak mungkin menyelamat kan kita jika dalam misi ini tak ada satu pun manfaat yang kita dapat kan"tambah nya serius.


"aku penasaran kenapa jiangshi itu tidak menyerang padahal kita sudah berisik?"tanya Sizie.


"oh! sebenarnya mereka sudah mati, aku sudah membunuh mereka dengan akar yang secara tidak langsung menghancurkan isi kepala mereka"


"tetapi mereka masih diam"


"ya... itu karena tulang mereka masih ada"


Arisu memberanikan diri mendekat tetapi ia langsung di serang oleh mahluk itu membuat nya dengan cepat mundur.


"kok!?"


"benar kan"Rose sombong.


"benar apa nya!?"protes Arisu kesal.


"aku bisa mengendalikan nya hanya dalam jarak tertentu"jawab Rose mengangkat sedikit jari seketika semua jiangshi menggerakan tangan nya.


"wah..."

__ADS_1


"sekarang kita harus keluar kita tak bisa diam disini selama nya"ucap Sizie.


"tapi bagaimana? di depan sana ada Jiangshi besar.."tanya Ragina.


"graass"


suara aneh terdengar tiba-tiba darah hitam masuk melalui sela-sela pintu membuat mereka sangat ingin muntah.


"hoekk!!"Tofan Muntah membuat yang lain nya ikut muntah membuat Rose heran.


pintu terbuka mereka melihat orang yang tak terduga menyelamat kan mereka.


"Sun?!"


"ya?"jawab Malika canggung.


"kakak!"Rose memeluk tubuh Sun membuat Malika hanya menghela nafas mengelus kepala nya.


"ikuti aku"ucap nya membuat mereka semua mengangguk.


Malika berlari setiap ia berjalan satu kobaran api menerangi jalan mereka membuat Sizie kagum.


"zrass!"dengan mudah dia menebas jiangshi di hadapan nya membuat Arisu malu entah kenapa ia kalah dengan seorang perempuan.


"ini terlalu mudah"gumam Malika ini bahkan lebih mudah dari pada saat Di kerajaan tanah.



merasa terganggu penglihatan maupun kenyamanan Malika mengenyampingkan Yopeng nya membuat Rose memperhatikan nya.



"wajah nya datar"gumam Rose sedih.


"wajahnya datar?"ucap Hikari bingung memperhatikan mereka.


"bukan kah itu mata iblis?"


dalam beberapa menit mereka dikepung oleh Jiangshi membuat Ragina panik "bagaimana ini?"


"Moon.."panggil nya membuat Moon muncul langsung membekukan jiangshi yang mengepung mereka agar dengan mudah dapat di hancurkan oleh nya.


"Moon!"


"tunggu.."


"Moon?"mereka heran biasa nya Moon tak ingin berurusan dengan mereka.


"jangan salah paham aku hanya membantu saudari ku"ucap Moon dingin membuat Tofan kesal.


"kau sudah membekukan jiangshi,jangan kau dinginkan suasana juga"protes Tofan kesal.


"diamlah apa yang kau tau hanya merusak perpustakaan"Ucap Moon dingin tak lama es mengangkat mereka naik ke atas jurang membuat Ragina kagum ia tak menyangka es akan bisa di kendalikan seperti ini.


>>>>>>>>>


"itu mereka datang"ucap Amfrite menatap bawah jurang.


"ha.. ha.. lucu sekali"


"kau lupa Amfrite tak pernah bercanda?"tanya Nisa.


"tunggu apa!?"


melihat semua murid nya datang di atas bongkahan es membuat nya menghela nafas.


"kalian di bantu?"


"iya.."jawab rose.


"kalian hanya lari?"


"iya.."jawab Ragina.


"kalian hanya berteriak?"


"...."


"pak!"Rin wang memukul Tofan.


"apa!?"


Dewa waktu menatap nya tajam membuat Tofan tergagap "i-ya.."


"dan kalian hanya santai menonton.."


"tentu saja"jawab Hikari tersenyum sedangkan Kuro tidak peduli.


"haih... dan kau mencoba menenangkan"


"iya.."jawab Rose dan Sizie bersamaan.


"*apa yang akan dilakukan tuan di situasi ini?"


"aha*!"


"dan--"


"Stop!"


"jangan bertanya jika sudah tau jawaban nya" ucap Malika membuat Suasan hening.

__ADS_1


"puft..."


Nisa tertawa di susul oleh guru lain nya membuat Dewa waktu kesal.


__ADS_2