
"........"
suasana hening seketika membuat rose bingung.
"kakak.... ada apa?"
"ah... rose tak apa"jawab moon dan sun bersamaan.
"jadi... kau tak ingin tau siapa putri mu.."
"ah! tidak mungkin! aku... aku..."
"aku tidak tau~"sambar moon dengan nada mengejek membuat sun tertawa.
"jadi apa kau ingin tau...?"tanya moon dingin langsung diangguki pak tua itu.
"bagaimana kita gunakan panggilan formal saja seperti~"
"dewa waktu....."ucap sun membuat semua kaget setengah mati termaksud kakek itu.
"da-"
"istri mu yang memberi tau"ucap moon memotong perkataan kakek itu.
"apakah anak ini anak ku?"tanya kakek itu ingin menyentuh rose tapi rose dengan cepat menghindar lalu menghampiri sun ketakutan.
"ka... ka.. kakak ka.. kek.. itu aneh!"
ucap rose ketakutan membuat kakek itu sakit hati .
"{°×°}".
"oh... baiklah... mata mu jeli juga padahal kami ingin mengataimu jika kau tak mengenal anakmu sendiri"ucap sun menggendong rose yang ketakutan.
"em... maaf kami tidak tau kenapa rose takut padamu"ucap moon menggaruk kepalanya yang tidak gatal.
"oh... baiklah..."ucap kakek itu lesu... lalu berlalu pergi keluar akademi membuat sun saling bertatap.
"pes! kau saja"batin sun kesal moon menatapnya.
"tidak! kau saja bukankah kau pandai membujuk orang dengan sikap ayah yang ada padamu kau pasti bisa membujuknya!"batin moon tak mau kalah.
"cih! sifat ayah apanya karena ke arogannya jadi mereka dapat mengenali kita sebagai anak nya"
"tapi! itu juga karena kau! memiliki sifat arogan itu!"
"eh..."
batin off:
"ah... kurasa aku harus menghiburnya"
sun menghela nafas kalah tak ada yang bisa kalah debat dari moon bahkan dirinya.
akhirnya sun menurunkan perlahan rose lalu pergi dari sana meninggalkan akademi dewa dewi mengajar kakek tua yang malang itu.
sun terus mengikuti kakek yang berjalan lesu itu sampai ke pinggir danau indah yang terkenal di kerajaan atas awah yang membuat sun bingung adalah kenapa danau itu sepi apakah karena turnamen masih berlanjut.
kakek itu duduk di bawah pohon yang rindang lalu melempar batu satu persatu tak ada satu pun batu yang mencapai sisi lain danau sun tak heran kakek itu tak menggunakan tenaganya sama sekali.
sun melompat ke atas dahan pohon yang menjadi tempat senderan kakek itu terlihat kakek itu nampak tidak peduli dengan suara berisik di atasnya jujur sun merasa sedikit sangat sedikit kasihan dan sisanya mengatakan "mamam tu karma siapa suruh ninggalin anak ama istri gak
jenguk-jenguk lagi!"
sun berani taruhan bahwa moon lebih tidak kasihan meskipun melihat kakek itu menderita yah... mau bagaimana lagi anak dan istri di tinggalkan tanpa kabar tak pernah mengirim atau memberikan pesan bahwa ia masih hidup atau
baik-baik saja, ya! sudah pasti orang yang mendengar cerita itu sangat ingin membunuh si suami tipe seperti ini.
sun tersenyum miring lalu melempar batu dengan 20 persen kekuatannya ke dalam danau membuat semua air danau keluar membasahi seluruh tubuh kakek itu membuat kakek itu menoleh ke atas pohon.
kakek itu terkejut melihat sun berjongkok di dahan pohon memandanginya dengan senyun mengejek.
"hei pak tua!"Panggil sun lalu melompat lalu duduk di samping kakek itu.
"apa yang kau inginkan..?"tanya kakek itu lesu membuat sun mengangkat sebelah alisnya.
"hem... apa ya.. bagaimana kalau mengataimu habis-habisan"
jawaban sun membuat kakek itu terkekeh geli sun kesal lalu memukul salah satu pohon disana membuat 15 pohon di belakangnya ikut hancur membuat kakek itu kaget seharusnya anak kecil seumuran sun tak mempunyai kekuatan sekuat itu.
"hei... pak tua! jangan membohongi dirimu sendiri!"ucap sun kesal membuat kakek itu membatu.
"apa kau tau masalahmu!"
kakek itu menggelengkan kepala membuat sun bertambah kesal.
"KAU TERLALU TUA UNTUK MENJADI SEORANG AYAH!"
ucapan sun membuat kakek itu bagaikan tersambar petir di siang bolong seseorang dulu mengatakan hal yang sama padanya.
lalu kakek itu tertawa terbahak-bahak membuat sun bingung ada apa ini! saat dia memberikan semangat dan motivasi kenapa semua orang malah tertawa.
"kau...ha.. ha.. benar.. benar mirip... seperti.. ha... ha.. dia"
__ADS_1
"ah... dia lagi apa ayah ku sepopuler itu di kalangan para dewa aneh sekali dia haruskah aku mengubah sifatku"gumam sun kesal dapat didengar oleh kakek itu bertambah shock.
"apa... apa.. kau anak dewa matahari" tanya kakek itu membuat sun kesal.
"TIDAK!"teriak sun tegas membuat kakek itu kaget lalu terkekeh geli.
"jadi kau sudah memiliki anak bahkan 2 anak yang hebat"gumam kakek itu menatap matahari lalu dengan cepat kembali ke pandangannya semula lalu mengumpat ia tak bisa lama menatap matahari itu membuat natanya sakit meskipun seseorang memiliki mata khusus ia tetap tak akan bisa menatap lama matahari melihat kakek itu mengumpat, sun bingung apa yang di lakukan kakek anah itu lagi.
"baik... lah aku sudah sembuh mari kita kembali ke akademi menemui putri ku yang imut"ucap kakek itu bersemangat langsung di hentikan oleh sun.
"ada apa?"
"sudah kubilang... kau terlalu tua menjadi seorang ayah bahkan semua orang akan menganggap mu kakek rose setidaknya minuk pil pemuda dan hal yang sejenisnya"
kakek itu terkekeh geli lalu dalam beberapa menit wajahnya memuda kerutan di wajahnya hilang dan tubuhnya seperti manusia berumur 27 tahun.
"wah.. Bagaimana mana cara mu melakukannya?"tanya sun
terkagum-kagum.
"sudah kubilang aku dewa waktu jadi panggilah diriku dengan namaku! bagaimana wajah masa muda ku tampan bukan?"tanya dewa waktu penuh percaya diri membuat sun beefikir sambil menatap wajah dewa waktu.
"tidak... juga ayahku jauh lebih tampan meskipun aku tak ingin mengakui hal itu"jawab sun mengangkat dagunya sambil menghel nafas membuat kakek itu kesal.
"ya.. ya.. ayahmu itu memang tampan" ucap dewa waktu malas membuat sun ingin muntah.
"kau memuji ayahku tampan huek!"
"ei! bukankah kau tadi yang memujinya!"
"sudah kubilang aku juga tak ingin mengakuinya!"elak sun kesal akhirnya perdebatan sengit pun terjadi hingga mereka masuk ke akademi penjaga yang membukakan pintu hanya mengangkat bahu tak tau apa yang terjadi bagaimana tidak! dewa awalnya berjalan keluar dewa wajah tua dan lesu sekarang dia berjalan kembali dengan wajah muda dan juga berdebat sengit dengan sun.
tentu saja saat masuk pun dewa emas dan dewi perak bingung apa yang sebenarnya terjadi dan... siapa lelaki yang berada di sebelah sun terlihat muda apa jangan-jangan.....
"sun apa yang kau lakukan di sini dan... siapa yang berada di sebelahmu?"
"kau... bertanya kenapa aku di sini ini akademi ku moon la-"
"aku gurumu dasar murid bodoh!"
seketika rahang dewa emas mengeras dasar guru sialan mana mungkin dia mengenalnya bukankah sejak awal bertemu di selalu memakai wujud kakek tua!!.
"hem... yah.. kemungkinan rose takut karena wajah anehnya itu jadi.... aku sarankan dia merubah wajah"
"oh... begitu apa yang kalian perdebatkan tadi.."
"em... ini moon kami memperdebatkan soal siapa yang lebih tampan ayah atau dia-"
dewa emas yang mendengar pernyataan moon sangat ingin tertawa tapi di tahan sekuat tenaga sedangkan dewi perak menatap dewa emas dan dewa waktu bergilir.
"ada apa?"tanya dewa emas disadari dari tadi ada yang menatapnya.
"kau jauh lebih tampan..."ucap dewi perak tanpa sadar membuat wajah dewa emas memerah.
dewa perak hang baru sadar dengan apa yang dikatakannya langsung menghilang dari sana.
"em... okay... jadi... bagaimana?"tanya dewa waktu membuat mereka bingung.
"bagaimana apa nya?"
"wajah ku!"
"lumayan"ucap sun dan moon bersamaan membuat dewa waktu kesal.
"rose!"panggil moon dengan cepat rose sudah ada di sebelah moon.
"ada apa kak?"
"aku kenalkan ini ayahmu"
"em.. ayah?"rose lalu berfikir lalu manatap marah dewa waktu.
"AKU BENCI AYAH!!"
"blar!"lagi-lagi dewa wakti seperti di sambar petir di siang bolong.
"kenapa kau membecina?"tanya moon mensetarakan tingginya dengan rose.
"ayah tak pernah pulang! ayah tak pernah datang di hari ulang tahun ku! ayah tak pernah bermain dengan ku! ayah membuat ibu sedih!"ucap moon marah mengembungkan pipinya meskipun imut tapi... masalahnya
kata-kata....
"jleb!,jleb!"
semua kata-kata rose tepat sasaran membuat dewa waktu kembali murung lalu berjalan kembali ke luar akademi membuat penjaga kembali bingung apa lagi yang terjadi sehingga dewa waktu terus menerus merubah moodnya.
langsung sun menyenggol moon lalu memberikan selembar surat daun pada moon membuat moon bingung.
"giliranmu"batin sun diangguki moon kesal.
moon lalu berjalan mengikuti dewa waktu kembali menuju danau yang sama.
saat sedang santai bersandar di bawah pohon dia kaget melihat moon sudah berada di depannya dengan tatapan dingin nan tajam menatapnya.
__ADS_1
"kau... pantas mendapatkannya"ucap moon dingin membuat dewa waktu seakan tertusuk belati.
"apa kau tak membayangkan bagaimana perasaan istri mu di tinggal tanpa kabar lalu ia hamil dan membesarkan anaknya sendirian tanpa naungan seorang ayah"
perkataan moon membuat dewa waktu merenungkan kejadian di masa lalu.
"ck! pada saat aku kemari melihatmu dalam keadaan senang tanpa beban itu membuatku muak!"
"sekarang lihat dirimu bukannya membujuk anakmu kau malah bersatai untuk menghilangkan rasa sedihmu meskipun kau tau itu tak akan hilang"
lalu moon tertawa dingin membuat dewa waktu menatap sendu tanah di bawahnya.
"lucu sekali aku sedang menasehati seseorang yang sudah hidup di awal zaman"ucap moon sambil tertawa dingin menertawai kebodohan seseorang yang kalian tau pasti siapa orangnya.
dewa waktu tanpa dia sadari air mata membasahi pipi nya membuat moon tersenyum miring dewa ini
benar-benar lebih cengen di bandingkan dirinya.
"ck.. apa kau menyesal sekarang"ucap moon berlalu pergi tapi kembali lagi lalu menyerahkan selembar daun membuat dewa waktu bingung.
"eh... ini surat dari istri mu"ucap moon memberikan selembar daun kepada dewa waktu lalu pergi.
dewa waktu perlahan membuka surat itu lalu membacanya isinya semua protesan istrinya tentang dirinya menghilang selama ini membuatnya terkekeh geli menghapus air matanya lalu kalimat di baris terakhir membuat air mata nya mengalir kembali.
"apa kau baik-baik saja?kurasa tidak kelihatannya putri kita membenci mu sekarang yah... tapi aku masih mencintaimu"
segera dewa waktu bangun mengusap air matanya matanya yang sembab kembali seperti semula seolah tak pernah menangis lalu menghilang dari sana.
tak lama dewa waktu muncul kembali membuat moon menghela nafas lalu tersenyum melihat reaksi moon sun tersenyum miring menatap kesedihan di mata dewa waktu melihat rose yang menatapnya dengan tatapan benci.
"halo.. aku ayahmu"
"aku sudah tau!"
"em... apa kau mau bermain bersamaku"
"TIDAK!"teriak rose membuat keadaan menjadi canggung.
"baiklah akan kuberikan permen"
lalu dewa waktu mengeluarkan tunghulu dari cincin penyimpanan nya membuat wajah rose berbinar.
"aku.. aku.. mau"ucap rose mengarahkan kedua tangannya pada tunghulu di tangan dewa emas.
hal ini membuat sun dan moon aaling bertatap sangat mudah membujuk anak kecil ya....
"et... katakan ayah"
"em..."
"Ayah..."ucap moon imut membuat semua jantung di sana terasa di tembak imut sekali apa ini anak ku!? pikir dewa waktu memberikan tanghulu lalu mengangkat rose tinggi.
"apa kau masih marah pada ayah?"
"iya! ayah tak pernah mau main dengan ku!"
"maka sekarang setiap hari kau bisa main dengan ayah"ucap dewa waktu menyatukan pipinya dengan pipi tembam rose.
"benar kah!"ucap rose dengan mata berbinar membuat dewa waktu senang anaknya tidak membencinya.
"ayah setiap hari ibu menangis apa itu karena ayah?"
seketika keadaan hening membuat moon mendekat kearah rose sambil tersenyum lembut.
"iya itu memang karena ayahmu..."
"hump!"langsung rose mengalihkan pandangannya dari dewa waktu.
"tapi... ayah sudah jadi baik maka ibumu tak akan menangis lagi"tambah moon membuat rose senang lalu memeluk dewa waktu.
membuat dewa waktu menangis begini rasanya mendapat pelukan dari anak sendiri harusnya ia menjenguk istrinya sering maka hal ini tak akan terjadi rutuk dewa waktu menyesal.
melihat dewa waktu merenung sambil memeluk rose membuat moon memutar matanya malas.
"hais... sakarang kau menyesal baiklah... mulai saja dari awal apa salahnya"ucap moon malas membuat dewa waktu tersenyum.
"HEI PAK TU...."seorang pria tampan berambut merah darah yang memiliki aura kemarahan dan membunuh yang pekat tiba-tiba datang memanggil dewa waktu.
"......"
"MANA PAK TUA ITU!"ucap lelaki itu melirik kekanan dan kekiri lalu pandangannya terpaku pada seorang pria yang sedang memeluk gadis kecil.
"OH! SEKARANG KAU MENGGUNAKAN WUJUD MUDA MU HAH!"teriak orang itu membuat sun dan moon menutup kedua telinganya.
"TAPI SAYANGNYA AKU MASIH DAPAT MENGENALIMU!"teriak orang itu sambil tersenyum sinis lalu melepaskan semua auranya yang dapat di lihat oleh sun dan moon berwarna merah darah
segera aura tekanan yang kuat membuat rose terjatuh lalu pingsan membuat sun,moon dan dewa waktu menatap tajam kearah pria itu.
***NOTE AUTHOR:
JIKA KALIAN INGIN AUTHOR RAJIN UP DAN CRAZY UP MAKA VOTE LAH NOVEL INI SEBANYAK-BANYAKNYA DAN JANGAN PROTES KALO AUTHOR AGAK LAMA UPDATE KERENA KALO UPLOAD CHAPTER INI JUGA BUTUH KOUTA!.
AH... JANGAN LUPA MAMPIR DI NOVEL "4 SAHABAT SETIA" DISANA BERISIKAN PENGALAMAN NYATA AUTHOR DAN KETIGA SAHABAT BAIK AUTHOR OK***!
__ADS_1