
"murid sialan ekspresi macam apa itu!!"
"kami terharu sudah kami bilang kan?"
"kalian seperti menatap ku dengan pandangan curiga aekspresi terharu tidak seperti itu!!!"
"eh... kami sangat terharu loh..."
rose memeluk moon sedih"apa kakak akan pergi?"tanya rose memeluk moon membuat sun ingin menangis ia seperti angin yang tak terlihat hanya bisa di rasakan.
moon tersenyum lalu membelai wajah rose "kami akan baik-baik saja..."
"pak tua menurut perkiraan mu berapa lama kami bisa menyelesaikan misi kali ini"tanya sun membuat dewa waktu mendengus"2 bulan belum lagi akan ada masalah yang kalian temui di jalan" jawab dewa waktu cuek membuat rose semakin sedih "aku akan merindukan kakak"
"setelah di pikir-pikir 3 bulan tidak masalah"ucap sun membelai wajah rose membuat dewa waktu kesal "kalian kira akademi itu apa misi bisa kalian perpanjang sesuka hati batas waktu nya 2 bulan tidak boleh lebih titik!!!"
"eh... kau marah seperti cewek saja"cibir sun membuat dewa waktu semakin kesal "BAIKLAH!! PERGI!!" dewa waktu menggunkan tenaga qi nya membuat kedua gadis itu terpental jauh hingga melewati kerajaan atas awan.
beruntung kedua gadis itu mendarat dengan baik membuat mereka mengumpat dalam hati mereka bahkan belum mendapat ciuman pipi rose terpaksa mau tidak mau mereka melanjutkan perjalanan mereka.
"hah!! pak tua sialan itu jika sampai aku kembali teman-teman ku semua tak bernyawa aku akan menghajar nya!!" ancam sun kesal membuat moon menghela nafas pak tua itu sangat sulit mengerti kata normal karena ia sudah biasa menyiapkan latihan itu bagi muridnya tak heran kenapa banyak murid yang keluar dari sana dalam keadaan tak bernyawa.
"sun... menurut peta ini kalo tak salah desa ini berada pada puing-puing bangunan karajaan tanah tak heran di sana terdapat desa mati..."
"wah... apa kah di sana terdapat banyak barang berharga akusedang mecari zirah perang!!"
"em... kurasa sangat sulit tempat itu memiliki banyak jebakan entah siapa yang membuatnya?"
"em... moon jika di pikir kembali ini misi tingkat tinggi pak tua itu memberi kita misi setinggi ini untuk balas dendam bukan!!"geram sun kesal diangguki setuju oleh moon "tapi.. dengan kemampuan kita yang sekarang mungkin kita bisa menyelesaikan misi ini"ucap moon memperkirakan apa rencana mereka.
"tapi.. bukan kah dia kanibal butah makanan manusia bukan? apa ada manusia di dalam reruntuhan kerajaan tanah?"
"em... kalo secara pemikiran ku yang membuat dia bermutasi itu karena memakan mayat manusia tapi... harusnya tumpukan mayat itu mengalami pembusukan dan sudah menjadi tulang sekarang"jelas moon membuat sun mengerinyit heran apa mahluk aneh itu memakan tulang? bukan kah itu seperti anjing??.
"jika begitu... berarti dia keluar dari desa itu mencari mangsa dengan merusak desa lain itu lah sebabnya kaisar langit sendiri tak tinggal diam..."tebak sun diangguki setuju oleh moon jika memang seperti itu tapi.. kenapa tetua tak ikut turun tangan dalam masalah ini.
"yah... begitulah mau mampir sebentar untuk makan?"tawar moon langsung membuat mata sun berbinar segera menarik tangan moon untuk makan bersamaan.
"eh... tunggu dulu..."sun merasa ia menginjak sesuatu langsung menoleh ke arah kaki nya.
mereka terkejut mereka menginjak tumpukan maya bagaimana bisa dari tadi mereka tak menyadari nya!.
"em.. mayat apa ini kurasa ini baru saja di bunuh masih hangat..."ucap moon menyentuh wajah mayat itu.
"wah.. hebat juga kira-kira ini berjumlah 50 orang juga berada di kultivasi yang tidak bisa di anggap remeh cukup hebat seseorang bisa membunuh semua nya seorang diri"puji sun dingguki pelan oleh moon ia merasa aneh harusnya si pembunuh masih ada di sini mengngat mayat ini baru saja di bunuh.
mereka bergidik ngeri tapi tetap berusaha tenang seseorang mengawasi mereka.
"kau menyadari nya?" batin moon diangguki pelan oleh sun mereka menyatukan punggung mereka berputar saling mengamati keadaan sekitar.
mereka mengeluarkan sejata mereka dan mengarahkan nya ke segala arah sebagai persiapan menyerang.
"krass.."
"tar!"panah moon langsung mengenai sasaran tapi.. bukan itu yang mereka ingin kan panah nya mengenai batu menyebabkan batu itu hancur.
"ini akan sulit"batin sun kesal.
terdengar suara tarikan anak panah moon yang memiliki insting dan pendengaran yang tajam langsung menembaki asal suara itu.
"akh...."
terdengar suara kesakitan seseorang membuat mereka langsung berlari kearah suara .
"em... kurasa kita salah dengar"ucap sun mengorek telinga takut bermasalah membuat moon kesal"hei.. itu tidak mungkin salah..."
"lalu di mana?"
"aku di sini dasar anak-anak bodoh!!" teriak seseorang di sebelah mereka membuat mereka kesal tak ada yang boleh memanggil mereka seperti itu kecuali orang terdekat saja.
dengan sekali tebasan saja kepala seseorang sudah tergeletak di tanah diikuti dengan senyum kepuasan kedua gadis kecil berumur 10 tahun.
"ha... h kurasa bukan dia terlalu lemah" ucap sun tak percaya di angguki oleh moon mungkin orang itu sudah pergi mungkin suatu kewajaran seorang yang hebat bertindak cepat.
__ADS_1
"yah... ini membosankan ambil senjatanya dan kita pergi jangan mengotori pedang mu"ucap moon dingin menatap mayat itu lalu mengambil plangkat khusus di pinggang nya "yah... seperti nya kerajaan angin sudah repot-repot menyewa seseorang untuk mengawasi kita..."ucap moon tersenyum dingin membuat sun tertawa lepas.
"memang mereka terlalu meremehkan kita.. sangat lucu..."
"baiklah... aku berubah pikiran mari kita lanjutkan perjalanan soal makanan kita bisa tidak makan lebih dari satu minggu bukan"
moon hanya mengangguk lalu mereka melanjutkan perjalanan dengan santai tak seperti anak pada umumnya yang akan berlari ketakutan melihat mayat sepanjang jalan.
"hem... aku rasa ini hal yang aneh.."
"kenapa?"tanya sun heran mereka melihat mayat pasti ada yang membunuh nya apa ada hal aneh lain selain melihat mayat sepanjang jalan dan semua mayat itu masih dalam keadaan hangat alias baru saja di bunuh.
"kenapa pembunuh tidak menggunakan pelarut mayat?"
"kau melupakan sesuatu moon kita bukan di dimensi modern wajar saja... orang-orang di sini berfikiran kuno..."
"hem... ya.. tapi.. di sini bisa menggunakan racun khusus..."
"mungkin pembunuh itu bodoh..."
"yah... mungkin saja di sini lebih menggunakan kekuatan fisik dari pada mental tak seperti di dimensi modern"
"yah... setiap dunia berbeda-beda"ucap sun membuat moon mengingat kehidupan lalu mereka yang keras.
"setelah di pikir-pikir hidup di sini tidak buruk"ucap moon mengangkat tanganya ke atas lalu menghirup uadara segar "yap... kau benar di sini tak ada asap polusi tak seperti di dimensi modern"balas sun melipat kedua tangan nya di kepala.
tanpa mereka sadari tiga orang sedang manatap mereka penuh keheranan
"astaga kedua gadis itu berjalan di antara mayat seperti berjalan di taman yang penuh bunga..."ucap seorang penjaga berbaju putih penuh keheranan.
"diamlah tuan bisa mendengar hal itu kita tinggal membunuh kedua gadis itu maka masalah akan selesai"ucap pemuda penjaga berbaju hitam santai.
"heh! mereka hanya gadis kecil apa kau tega!!"ucap pemuda putih itu tak terima kedua gadis polos itu di bunuh membuat pemuda hitam itu memutar matanya malas "toh juga kita bisa membantu tuan membawa lebih banyak arwah ke alan baka pekerjaan kita menumpuk tau!!"
"justru karena itu kita tak boleh membunuh kadua gadis itu!!"
"YIN, YANG DIAM DAN LAKUKAN TUGAS KALIAN!!"teriak seorang berjubah hitam membawa sabit di punggunya.
"baik!"
"wush..."satu panah mengenai jubah nya tapi panah itu menembus melesat kedepan membuat orang itu kaget.
"eh.. moon kau memanah apa?"
"entahlah tadi aku mendengar suara.."
"aku mengerti aku tadi juga mendengarnya tapi... mungkin itu roh hutan.."
"eh... benar juga mungkin aku kurang beristirahat hingga sekhawatir ini"ucap moon meraba keningnya membuat sun tertawa lucu mereka tak peduli dengan suara panik yang berada di dekat mereka.
"astaga! apa kedua gadis itu melihat kita!!"ucap pemuda putih itu panik membuat pemuda hitam ikut panik!!
"aku tidak tau jelas tadi dia memanah tuan!!"
"sstt.. moon coba diam..."batin sun membuat keadaan hening.
"eh... apa yang terjadi!!"ucap pemuda putih bingung.
"sstt.. mereka tau...."
"bo!"teriak sun di belakang mereka membuat kedua pemuda itu kaget serasa melihat hantu.
"hei... kalian para roh sanga aneh mengapa di tempat seperti ini?"tanya moon halus membuat pria berjubah itu maju kehadapan nya menatap kedua gadis itu tajam menusuk tapi itu malah membuat kadua gadis itu menatap aneh kearah nya.
"eh... paman kau aneh.."cibir sun membuat kedua penjaga itu kaget setengah mati ada juga setelah ber abad-abad seseorang mengatai tuan mereka pada saat tuan mereka sedang serius.
"oh... aku aneh ya....?"
"tepat sekali..."jawab kedua gadis itu membuat kedua penjaga itu ingin mati jika bisa.
"puft...."pria berjubah itu terkekeh geli membuat kadua penjaga nya ingin mati rasanya apa dunia sudah berubah atau mereka sedang berhalusi nasi.
"kalian kenapa bisa di sini gadis kecil seperti kalian tidak wajar berada di hutan..."tanya pria berjubah itu bingung di balas gelak tawa sun yang membuat mereka bertiga bertambah bingung.
__ADS_1
"astaga anda terlalu meremehkan kami"
ucap sun tertawa sedangkan moon merubah raut wajah nya"benar anda terlalu meremehkan kami lagi pula tujuan kami itu kerajaan tanah jadi... tolong jangan menghalangi kami"tambah moon tersenyum dingin membuat kedua penjaga itu merinding kedua anak kecil ini memiliki latar belakang yang tidak mudah.
"bolehkan aku bertanya siapa orang tua kal-"
"TIDAK!"
sun dan moon berpegangan tangan lalu menghilang dari sana membuat kedua penjaga itu berseru "ilmu teleportasi!!"
"wah... aku tak menyangka ini kedua anak kecil itu bisa melakukan ilmu yang rumit seperti itu!!"puji pemuda putih itu membuat pemuda hitam itu kesal.
"em... anak-anak yang menarik"gumam pria berjubah itu tersenyum miring ia seperti di cibir oleh teman lamanya.
"tuan kita harus menuju dimensi peri untuk mengantar semua arwah peperangan di sana"ucap pemuda hitam itu membuat pria itu tersentak kaget dimensi peri sudah mengalami peperangan!.
"baiklah setelah ini kita akan menuju kesana"
"baik!"
>>>>>>>
"ah... orang aneh..."gerutu sun sembari menghentak-hentak kan kakinya menyebabkan retakan pada tanah.
moon menghela nafas"sudahlah lagi pula kita hanya perlu melanjutkan perjalanan"
"TOLONG!!"
"ah!! sekarang apa lagi!!!"umpat sun kesal terpaksa mereka munuju arah suara itu.
terlihat seorang wanita dalam keadaan tidak bisa di sebut baik baju nya sobek juga di kelilingi oleh bandit.
"ah... harus kah kita bantu?"tanya moon membuat sun ikut berfikir"mungkin..."
"he.. he.. kemarilah..."
"tidak!"
"ayolah!!"bandit itu menjambak rambut wanita itu.
"tugas wanita hanya menurut dan bersujud di bawah kaki pria!!"tariak bandit itu lalu menjatuhkan dan menginjak-injak kepala wanita itu membuat sun dan moon tersenyum dingin "tugas wanita hanya bersujud di bawah kaki pria huh!"teriak sun kesal membuat semua bandit menatap kearah mereka.
"wah... tuan! kedua anak itu cantik kalo diapa-apain gapapa kan..."ucap salah satu bandit menatap wajah moon dengan pandangan berkabut.
"cih... pedofil"
moon mengeluarkan jarum nya membuat semua bandit itu tertawa"mau ngapain ingin menjahit? di rumah saja!"
moon tersenyum dingin tak lama semua bandit itu terjatuh tak bisa bergerak membuat mereka berteriak tapi tak bisa menimbulkan suara apa pun.
"kau..."sun menunjuk wanita itu "pergi" segera wanita itu berdiri membungkuk berterimakasih lalu berlari menjauh membuat kedua gadis itu senang.
"kalian bilang apa tadi wanita berada di bawah kaki pria..."ucap moon dingin lalu menginjak kepala salah satu bandit itu membuat mereka mengumpat dalam hati.
"sekarang kalian berada di bawah kaki anak kecil dan itu W.. A.. N.. I.. T.. A..!" moon tersenyum dingin menekan kan kakinya lebih kuat membuat kepala bandit itu pecah berserakan
kemana-mana membuat temannya yang melihatnya berkeringat .
"wah... kelihatan nya seru!!"seru sun membuat mereka ketakutan bahkan ada yang pipis di celana bagaimana bisa ada anak semenyeramkan ini.
sun dengan santai menginjak satu persatu kepala bandit itu membuat banyak otak berserakan di mana-mana membuat sisa nya berteriak bahkan menangis ingin tetap hidup.
mereka manghabisi semua bandit itu dengan cara yang sama menyisakan ketua mereka.
"hem... jika di bunuh dengan cara yang sama sangat di sayangkan kerena itu terlalu cepat"ucap moon dingin diangguki setuju oleh sun.
"bagaimana kalau menghilangkan keturunan nya?"tanya sun membuat bandit itu berusaha bergerak dia terlihat sangat pucat dan katakutan.
"em... ini sulit bagaimana jika potong tangan dan kakinya dulu?"tambah moon santai membuat bandit itu semakin katakutan.
"juga setelah itu potong lidah nya lalu telinga, hidung lalu mencongkel kedua matanya?"tambah kembali sun membuat bandit itu menangis ketakutan ia sangat menyesal tapi... sayang nya itu sudah sangat terlambat sudah ada 2 gadis yang sangat menginginkan kematian nya.
kedua gadis itu mengeluarkan belati nya juga moon mencabut jarum nya agar mulut bandit itu bisa di gerakan jika tidak bagaimana cara mereka memotong lidah nya?.
__ADS_1
"baiklah ini dia.."kedua gadis itu tersenyum jahat membuat bandit itu berteriak ketakutan tapi tetap tak bisa menggerakan tubuhnya.
"AKHH!!!!"