Takdir Bintang Kembar

Takdir Bintang Kembar
manusia racun 3


__ADS_3

mendengar hal itu semua merasa lega.


"wah... masa lalu nya lumayan... mencekam"


"lumayan.... kau bilang lumayan!"


moon hanya tersenyum miring masa lalu di dimensi modern mereka lebih parah dari ini.


"yah... kenapa?"


"kau aneh sun"cibir tofan kesal.


"eh.... aku serius ada lebih dan sangat parah dari itu"


"contohnya"


"yah.... anak yang setiap hari di kurung di tempat gelap selalu di cambuk juga di paksa memakan racun tikut setiap hari sampai anak itu selalu ingin bunuh diri"ucap sun tersenyum paksa dan memakai nada bercanda membuat semua tercengang moon hanya diam membisu.


"apa kau yakin ada kisah seperti itu?"


"tentu aja aku tau kisah lengkapnya apa kalian ingin dengar"


"mau!"ucap mereka serempak.


"tapi boong aku tak ingin menceritakan itu pada kalian terlalu menyakitkan!"


"ah.... sakit cerita apa? dan kenapa kepala ku sakit sekali?"


"em...."


"prang!!!"


tofan melempar kayu yang dari tadi di pegangnya membuat rin wang melotot curiga.


"bagaimana keadaanmu rin wang?"


tanya Ragina membuat rin wang kaget.


"dari mana kau tau namaku"


"kami membobol pikiranmu"


"eh...."


semua merasa kesal tidak dapat mendengar cerita sun berulang kali.


"hais.... kalian... masih kesal lihat sudah malam besok ada pertandingan yang harus kita ikuti"


"ah.. baiklah"ucap mereka keluar dari ruangan.


"eh... kalian ingin kemana"


"ke rumah"


"kalian punya rumah?"tanya moon bingung.


"eh....."


"EH!!!"


"puft.... ha... ha.. ha.. aku sudah pesankan kamar di penginapan kalian menginap di sana dulu ya dan rin wang ikut kami ya.."

__ADS_1


"dan rose kau ikut dan tidur dulu dengan kakak zisie dan kakak Ragina ya..."


"baiklah...."


"jangan khawatir manis kakak akan bacakan dongen yang seru untukmu tidur"


mereka lalu pergi ke penginapan yang di pesan oleh moon kecuali rin wang.


"apa kau sudah bisa mengendalikan racun yang ada di dalam tubuh yang sudah mendarah daging itu"


"belum racun itu keluar sesuai emosi"


"apa kau punya buku turun-temurun atau semacamnya"


"ada ini! tapi aku bingung hanya satu kalimat dan aku tidak mengerti artinya"


rin wang menyerahkan buku ungu gelap buku itu langsung diambil oleh moon dengan cepat moon membaca satu-satunya kalimat yang ada di buku itu tulisan ini adalah tulisan china kuno pantas saja rin tidak mengetahui apa artinya dalam kalimat itu bertuliskan.


"hanya darah keturunan murni "


moon mengangguk lalu dengan cepat melukai rin wang lalu meneteskan darah nya pada buku itu rin wang kaget tapi tidak protes dia memiliki darah penyembuh dalam dirinya jadi luka itu menutup tanpa bekas.


sudah lama mereka menunggu tapi buku itu tidak bereaksi apa-apa membuat merela bingung.


"aneh... apa bukumu rusak"


"itu tidak mungkin buku itu sudah beribu-ribu tahun ti- eh... kau benar buku ini sudah berusia ribuan tahun bisa jadi buku itu rusak"


moon hanya diam merenung lalu menyerahkan buku itu kepada sun.


"sun"


"bakar!"


"hei... apa kau yakin meskipun buku ini rusak tapi ini bukan buku sembarangan loh?"


"bakar!!"


mau tidak mau sun membakar buku itu hingga hangus hingga abunya berserakan di tanah.


sekali lagi moon melukai rin wang hingga beberapa liter darah jatuh mengenai abu buku itu tak lama abu itu terangkat berubah menjadi tulisan china kuno berwarna ungu lalu masuk kedalam seluruh tubuh rin wang membuat rin wang kaget.


dengan cepat rin wang berteriak ke sakitan tak berapa lama setelahnya rin wang pingsan meninggalkan tulisan kuno yang menempel pada tubuhnya.


moon menghela nafas lega lalu menelankan pil pada rin wang membuat rin wang perlahan membuka.


"ah... sakit...."


rin wang melihat tubuh kaget tapi dengan cepat tenang tanda ini persis seperti tulisan yang ada di punggung ibunya.


"baiklah kau bisa memindahkan tanda ini kemana pun ke seluruh tubuhmu tapi tidak bisa menghilangkannnya.


rin wang mengangguk lalu memfokuskan semua tanda itu pada tangannnya membuat semua tulisan itu berpindah pada kedua tangannya lalu ia melapisi dengan kain langsung di hentikan oleh moon.


"gunakan ini saja ini di sebut sarung tangan"


rin wang mengangguk lalu sun memasangkan saring tangan itu pada tangannya ia terkejut sarung tangan ini menyembunyikan semua tandanya tanpa harus membuatnya tidak nyaman.


"bagaimana?"


"Trimakasih!"

__ADS_1


"ingat lepas saat ingin mandi atau mencuci tangan sama... kau sekamar dengan tofan"


"baik!"


lalu rin wang pergi menuju kamar yang dimaksud oleh moon.


"hah... memang ya... kita menemukan teman baru dan semua memiliki kekuatan unik"


"yah... begitulah"


"sun apa kau berniat untuk melatih kekuatan yang di berikan guru"


"tak usah latihan lagi aku sudah menguasainya"


sun melempar koin emas lalu koin itu melayang lalu berubah menjadi cair dan mengelilingin sun lalu koin emas itu menyatu seperti semula membuat moon terkagum-kagum.


"wah... ajari aku dong!!"


"ok deh pertama kau harus bisa merasakan kehadiran koin perak dalam sakumu apa kau merasakannya?"


"ya.."


"sekarang keluarkan dari sakumu lalu lempar ka atas kau harus bisa merasakan setiap stuktur pada koin perak itu baru kau bisa mengendalikan wujud nya sesuka hati"


moon mencobanya berulang-ulang kali tapi selalu gagal hal itu membuatnya kesal lalu membanting keras koin perak itu.


"sun! bagaimana cara kau menguasainya sebenarnya"


tanpa menjawab sun melempar koin perak itu ke luar jendela membuat moon kaget.


"woi rugi...."


moon mengarahkan tangannya ke arah jendela lengsung koin perak itu kembali ke tangannya membuat sun melipat tangannya di dada bangga.


"wah... akh berhasil!"


"tunggu jangan bilang..."moon langsung melotot menatap sun membuat sun tersenyum.


"benar koin emas ku pernah hampir jatuh ke dalam sungai saat aku berjalan-jalan dengan kuro juga kau bisa tanya kuro di kan sedang mengintip di luar bersama yang lani"ucap sun bangga membuat moon menghela nafas.


"heh... kalian jangan sampai kalian beritahukan ini pada siapa pun"ucap moon dingin membuat mereka semua terjatuh kecuali kuro.


benar!! orang-orang kepo seperti mereka tak mungkin mengiyakan untuk pergi dengan mudah.


"em... kami bisa jelaskan!"ucap Ragina dan tofan bersamaan.


"yah.. yah... cepat kembali kami ingin latihan"ucap sun kesal membuat mereka bingun kecuali rose.


"kakak... aku ingin ikut kalian latihan"


ucap rose imut membuat semua gemas.


"baiklah... aku akan duluan bersama rose ya sun"


moon langsung menghilang dengan rose membuat semua kaget.


"ada apa? kalian ingin ikut latihan?"


semua mengangguk membuat sun menaikkan sebelah alisnya.


"maaf tidak bisa... sekarang kalian kembali ke kamar kalian bye..."ucap sun lalu menghilang membuat mereka sedih lalu berjalan ke kamar masing-masing.

__ADS_1


__ADS_2