
akhirnya setelah beberapa kali tembakan panah rose dengan cepat menguasai teknik panahan.
"yea... akhirnya aku bisa"
"baiklah sekarang kita tidur"
"tapi hoam... aku tidak mengantuk"
"kau sudah menguap ayo"
sun mengangkat paksa tubuh rose membuat rose memberontak tetapi tak bisa #perbedaan terlalu jauh.
"kak sun aku tidak lelah aku bisa latihan lagi"
"kau sudah mengantuk bukan sekarang tidur tak baik berlama-lama latihan nanti kekuatan mu menurun karena kelelahan "ucap moon tegas.
"begitu ya"
tak menahan rasa kantuk nya lagi rose tidur di gendongan sun.
"aw.... adik kita sangat lucu"
"aku tidurkan di kamarku dulu ya moon kau tunggu di sini"
setelah menidurkan rose di kamarnya sun bergegas menuju keruang latihan.
"kau lama sekali"
"he.. he.. maaf"
"siap!"
"selalu"
"sisi!"
"luck!"
"iya tuan"
"iya nona"
"naikkan tekanannya menjadi 10 kali lipat"ucap sun dan moon bersamaan
"baik"
tekanan yang sangat besar hampir membuat mereka terjatuh bahkan beberapa tulang mereka remuk tetapi itu tidak membuat kedua gadis itu kesakitan malah membuat seringai di wajah mereka.
"ha... ha.. jadi ingat dulu ya"
"he.. he.. kau benar sun"
langsung mereka berlari mengelilingi lapangan yang seluas lapangan sepak bola itu meskipun beberapa liter darah lolos dari mulut mereka.
sisi dan luck memandang itu dengan datar meskipun sebenarnya mereka sangat takjub dengan tuan dan nona mereka.
"kau tau orang tua mereka bahkan tak pernah berlatih"
"itu karena mereka sudah kuat lagi pula orang tua mereka tidak mati hanya kehabisan qi dalam beberapa abad dewa matahari juga dewi bulan akan kembali ke wujud aslinya kan"
"iya kau benar"
sudah 50 kali mereka mengelilingi lapangan lalu mereka berhenti baju mereka sudah di penuhi keringat dan darah.
"luck berikan dua racun mematikan kesini"
langsung luck memberikan racun yang diinginkan sun langsung tanpa ragu suny dan moon menelan racun itu tetapi bereaksi apa-apa.
__ADS_1
"eh.... kenapa ini"
"kau lupa kalau guru meracik racun kuno pasti sekarang sudah tidak ada"
"jadi sekarang kita harus meracik racun sendiri tapi...."
"mager...."ucap mereka bersamaan.
"begini saja kita konsumsi racun itu dalam jumlah besar"
"ya....kurasa kau benar"
akhirnya mereka menelan banyak racun akhirnya tubuh mereka bereaksi membuat seringai kembali menghiasi wajah mereka.
lalu mereka bertarung satu sama lain ronde pertama menggunakan busur dan panah ronde kedua menggunakan pedang semua hasil nya seri.
tubuh mereka kini berlumuran darah lalu mereka jatuh terduduk dilantai.
"hosh... aku hosh... jadi ingat hosh... guru"
"he... he.. hosh... aku juga"
lalu mereka pingsan kerena kelelahan seharian berlatih.
>>>>>>
"hoaam...."
secara kebetulan sun bangun duluan lalu menuju perpustakaan di susul oleh moon ikut ke perpustakaan mereka tak perlua mandi karena sisi dan luck sebelumnya sudah memandikan dan menidurkan mereka di kamar moon.
entah kenapa yang membuat sisi dan luck bingung buku-buku di perpustakaan menurut jika ingin di baca padahal sebelumnya dewa matahari saja tidak ingin di turuti.
sudah berjam-jam mereka membaca buku lalu berhenti lalu menengok rose di kamar sun.
saat mereka sampai mereka melihat rose yang melompat-lompat di atas kasur.
dengan cepat moon menangkap rose membuat rose cemberut.
"jangan nanti kau jatuh lukamu cukup lama untuk sembuh kecuali menggunakan pil rose"
" iya iya"
"baiklah apa kau lapar kakak buatkan kau masakan"
"ah.. benarkah hore..."
akhirnya rose menunggu di meja makan sementara sun dan moon memasakan
moon memanggang kue sedang sun membuat daging ayam pedas manis.
juga nasi modern sudah lama mereka tak makan nasi lezat.
"wah... kakak aromanya sangat enak"
"tentu makanlah"
akhirnya rose makan dengan lahap membuat sun juga moon senang selesai makan piring-piring kotor itu menghilang kembali ketempat asal.
"kakak aku ingin latihan"
"oh... baiklah tapi tunggu dulu nanti kau muntah jika sehabis makan banyak bergerak"
"baik"
mereka menuju ruang latihan setelah sampai rose langsung terjatuh tetapi dengan cepat di tangkap oleh moon.
"eh... kau masih belum terbiasa dengan perubahan tekanan ya"
__ADS_1
"luck-
"tunggu kak aku bisa atasi ini"
rose berdiri kakinya bergetar dia berjalan sehingga beberapa putaran akhirnya dia terbiasa setelah selesai memutari lapangan....
"kak.. aku kan belajar menggunakan pedang"
"baiklah ambil pedang ini dan seranglah aku"
"baiklah kakak"
rose menyerang sun terus menerus tetapi dengan mudah dapat di tangkis oleh sun.
hal itu membuat rose kesal lalu dengan kekuatannya dia menyangga kaki sun dengan sulur tanaman dengan mudah dapat di koyak oleh sun.
beribu cara dilakukan rose tetapi semua cara itu tidak dapat melukai sun sama sekali rose jatuh terduduk lelah.
"he... he... pegangan pedangmu kuat tetapi berpedang juga membutuhkan strategi jadi kau harus mempelajari kelemahan lawanmu dengan baik"
"tapi kakak tidak mempunyai kelemahan"
"baiklah akan keberitahu kelemahanku adalah.... adalah... em... moon apa aku memiliki kelemahan"
"tidak kata guru kita tak memiliki kelemahan kecuali pada orang yang lebih kuat seperti guru kita dan orang tua kita"
"tapi kita memiliki satu kelemahan lagi"
"ya... aku tau..."
"orang yang kita sayangi"batin mereka bersamaan.
sun menghela nafas lalu mengangkat boneka besar di ruangan itu menyeretnya kehadapan rose boneka itu semacam robot setelah sun mengaktifkan boneka sun menyuruh rose menyerang.
boneka itu dengan cepat menyerang rose membuat rose kaget lalu membalas serangan boneka itu dengan cepat.
10 menit kemudian kepala boneka itu menggelinding di lantai lalu rose terjatuh dengan luka di sekujur tubuhnya.
dengan cepat moon memberikan pil penyembuh hingga lukanya pulih seperti semula.
"baiklah.... sekarang kita latih kekuatan elemen mu"
"baiklah"
"serang aku!"ucap moon tegas diangguki oleh rose.
langsung sulur muncul dengan cepat dari tanah dengan mudah dapat dihindari moon terus menerus sulur itu mengejar moon tetapi tak berhasil mengenainya.
lalu banyak sulur muncul dari bawah menangkap moon membuat moon tersenyum lalu membekukan semua sulur itu hingga hancur berkeping-keping.
"kau hebat rose semangat kau harus lebih mengendalikan dan mengkohkohkan sulur-sulur yang kau dapat kendalikan juga menumbuhkan tumbuhan berbahaya untuk melindungi diri"
"aku bisa lihat ini"
rose menyentuh tanah lalu tumbuhan pemakan daging bergigi runcing muncul dari bawah tanah.
"baiklah bisa hilangkan itu dulu"
rose menyuntuh tanaman itu lembut lalu tanaman itu mengangguk lalu masuk kembali ketanah.
"sisi apakah ada buku elemen alam"
"tidak ada nona semua di simpan rapat oleh dimensi peri juga penjaga hutan lapisan keempat"
"rose apakah kau sudah menguasai semua ilmu turun temurun bangsamu"
"sudahkak semua tersimpan dengan baik dalam ini"ucap rose menunjuk kepalanya.
__ADS_1