
"sebenarnya aku khawatir bagaimana keadaan sun ya?"
>>>>>>>
"yah... kau sekarang teman kami aku akan antarkan kau menemui teman barumu apa kau ingin ikut"
"tentu saja!"
"baiklah ayo Dark kita kembali"
sun merangkul tangan Darkside menuju ke tempat berkumpul.
"brak!!"
"hai.... aku kembali!!!"
sun membuka pintu dengan semangat tapi saat melihat semua sedang mengelilingi seorang pria membuatnya berpikiran yang aneh-aneh.
"sun jangan berpikir yang aneh-aneh"
"eh...."
sun bingung harus berkata apa hanya diam lalu duduk di lantai bersila Darkside hanya mengikuti sun membuat semua tercengang.
"baiklah teman-teman berkumpul kemari"
semua langsung mendekat kearah sun ikut bersila membentuk lingkaran.
"kalian ingin kabar baik atau kabar buruk"
"kabar bu-"
"baik.. lah!"sambar tofan membuat semua melotot kearahnya.
"kabar baiknya kita mendapat teman baru namanya zisie intinya kita mendapat anggota baru"
"kabar buruknya"
ucap semua serempak membuat sun kaget.
"kabar buruknya adalah......"
semua mendekat untuk mendengar dengan jelas.
"tak ada aku tak mendapat kabar buruk"
semua melotot ke arah sun tidak senang yah.... siapa juga yang ingin dipermainkan seperti itu.
"oh ya... aku ingin mengganti namanya menjadi kuro itu lebih bagus bukan"
semua mengangguk setuju sedangkan Darkside hanya diam.
"apa kau setuju?"tanya sun tersenyum bodoh Darkside mengangguk setuju.
"baiklah... sekarang namamu kuro"
"oh ya... sun bagaimana kau bisa tidak takut dengan kuro"tanya Arisu hati-hati
takut menyinggung sun.
"gimana bagaimana aku hutang cerita pada kalian dulu aku akan ceritakan yang lain"
"TIDAK!! aku ingin tau!"
__ADS_1
teriak tofan membuat suasana hening tofan hanya tersenyum canggung dia hanya penasaran saja melihat sun diam dia mulai merutukki perkataannya.
"baiklah kalau begitu... aku akan ceritakan"ucap sun serius membuat suasana mencekam.
"ah... dimana aku"
tiba-tiba pria yang tadi terluka parah bangun membuat suasana kembali normal.
"hai... bagaimana keadaanmu? apa kau baik-baik saja? siapa namamu? dari mana asal mu?"
pertanyaan itu keluar dari mulut Ragina
bertubi-tubi membuat pria itu bingung.
"dasar gadis bodoh kau menanyakan banyak pertanyaan sampai pria itu tidak bisa menjawabnya"cibir tofan kesal karena sun tak jadi menceritakan cerita yang sangat ingin dia ketahui.
"baiklah siapa namamu"
tanya Arisu memegang pundak orang itu.
"nama.... aku tidak ingat"
"HAH!!"
"tidak ingat aduh...."moon memegangi kepalanya pusing.
"dasar untuk apa tadi kita menyelamatkannya"tambah tofan kesal.
Hikari menghela nafas.
"hah.... ini akan merepotkan"
Arisu ikut memegangi kepalanya pusing.
"dia... dia... PEMBOHONG"
ucap zisie memegangi kepalannya sakit.
"heh... ada apa denganmu?"
tanya moon khawatir gadis itu terlihat kesakitan.
"dia... pembohong dia... pembohong..."
"ada apa?"tanya Hikari mulai curiga dengan lelaki yang baru di temui itu.
"dia ingat semuanya.... dia berbohong dia hanya ingin mengincar dan membunuh kita... dia.. dia di bayar...
AAHKK....."
belum selesai mengatakan itu zisie jatuh pingsan tapi untuknya sun dengan cepat menangkapnya agar kepalanya tidak terbentur ke lantai.
segera semua menjauhi lelaki misterius itu.
setelah di jauhi laki-laki itu tertawa cekikikan mebuat semua menyiapkan senjata mereka.
langsung asap ungu kehitaman keluar dari tubuhnya menjalar ke seluruh ruangan moon gagal cepat semua sudah menghirup asap itu lalu jatuh ke lantai.
moon panik lalu menelankan pilnya ke semua orang dengan cepat.
"khu... khu... khu.. ada dua gadis manis dan satu lagi seorang lelaki yang tidak terpengaruh oleh obatku"gumam laki-laki itu tertawa.
"yah... mari kita coba ini"
__ADS_1
asap yang keluar semakin banyak moon langsung menutup ruangan dengan lapisan es nya agar racun itu tak keluar dari ruangan membuat lelaki itu tersentak kaget.
"baiklah kuro apa kau bisa membuatnya tidak bergerak"tanya sun mengepal tangannya kuat.
kuro tidak merespon langsung bayangan hitam melilit keras lelaki itu membuatnya meringis kesakitan.
moon mendekat lalu menotok tubuh lelaki itu segera asap di ruangan itu menipis terserap kembali ke dalam tubuh laki-laki itu.
moon segera menghampir rose membaringkan di pangkuannya lalu mengusap lembut wajahnya.
sun kesal anak ini berani membuat adik kesayangannya pingsan dia harus di beri pelajaran.
"hei... kau!"
sun menekan kekuatannya hingga titik terakhir lalu memukul anak itu
bertubi-tubi membuatnya mengeluarkan seteguk darah dari mulutnya.
"hei... berikan penawar atau pergi dari dunia ini"
"baik! baik! aku berikan"
segera ruangan itu di penuhi kabut putih membuat semua bangun memegangi kepalanya sakit.
"heh... ternyata benar"
"hei... kau aku sangat kesal denganmu apa kau ingin berduel denganku"ucap tofan mengarahkan tangannya kearah lelaki itu.
"apa kau sengaja melakukannya"tanya moon dingin mengelus kepala rose yang masih tidak sadarkan diri.
"dia sengaja! dia ingin mendapat penawar dari tubuh racunnya makannya dia mau mengikuti perlombaan dan mau di lukai seperti tadi"
ucap zisie memegangi kepalanya kesakitan.
langsung jeruji es mengelilingi lelaki itu agar ia tak kabur kemanapun.
"diam! disini...."
ucap moon dingin sehu ruangan menurun drastis kalau bukan karena sun menaikan suhu sudah pasti mereka membeku di sana.
"sizie apa yang terjadi"
"aku tidak tau kepalaku sakit! sangat sakit...."lirih sizie lalu pingsan sun langsung memberikan pil penghilang rasa sakit agar rasa sakitnya tak terasa.
setelah di berikan pil itu sizie merasa lebih baik perlahan membuka matanya pandangannya buram membuatnya menyipitkan matanya untuk melihat sekitar dengan jelas memang pil penghilang rasa sakit membuat pengguna nya tidak merasakan sakit tapi lukannya belum tentu hilang ini cara yang paling efektif untuk mati perlahan tanpa merasakan sakit sedikitpun.
"katakan"
"em.... kau tau saat aku dikatakan pencuri"
"iya... lalu..."
"aku saat itu bertemu bandit yang sedang menjarah makam kuno bandit itu yang sudah kau bunuh tadi,aku mengikuti mereka lalu melihat apa yang dibawa mereka tanpa kusadari sebuah buku lusuh melesat dan masuk kedalam kepala ku lengsung aku bisa membaca pikiran dan ingatan orang lain tapi hidupku tak akan bertahan hingga lebih dari seminggu jika aku tak bisa mengendalikan kekuatan itu"jelas sizie pandangannya semakin memburam ia merasa kantuk menyerangnya lalu ia tertidur.
"baik.... lah"
sun menggaruk kepalanya yang tiba-tiba gatal.
"harusnya dia pingsan tapi karena pengaruh pil penghilang rasa sakit dia hanya tertidur"
tofan memukul-mukul jeruji es agar dapat mengahajar manusia racun itu moon diam tak berkutik ia tak berencana melepaskan lelaki racun itu dalam waktu dekat.
suhu udara kembali menurun moon melotot kearah tofan membuat tofan merinding tapi tetap memukul-mukul jeruji es moon.
__ADS_1
agar keadaan nya tidak semakin memburuk Arisu dan Hikari terpaksa menahan tofan agar tidak mengacaukan keadaan.