Takdir Bintang Kembar

Takdir Bintang Kembar
mengakhiri pelatihan 23


__ADS_3

"apa...


secara tiba tiba xiao sun


mengeluarkan sayap yang dipenuhi kobaran api dari punggungnya lalu terbang mendekatkan wajahnya ke depan dewa matahari membuat wajahnya terlihat jelas.


dewa matahari sedikit terkejut dengan wajah marah xiao sun mata yang dipenuhi kobaran api tapi dengat cepat tenang lalu tersenyum kecil dia merasa seperti melihat dirinya sendiri.


"kau tau apa yang terjadi pada aku dan mon disana jika kami tidak menjadi mesin pembunuh kami akan mati seketika"


ucapan xiao sun menggema keseluruh


ruangan sedangkan dewa matahari menatap itu dengan datar.


"kau tau di dunia ini pun kau tetap harus menjadi mesin pembunuh untuk bertahan hidup"ucap dewa matahari tersenyum sinis menatap xiao sun membuat kamarahan xiao sun melonjak


kobaran api mengelilinginya semakin besar.


"KAU.....


"tapi yang aku katakan benar bukan?" tanya dewa matahari masih memasang tampang senyum sinisnya.


tiba tiba mata xiao sun kembali normal kobaran api berkurang dan xiao sun jatuh perlahan bersamaan dengan sayapnya menghilang lalu menghela nafas kasar.


"ya kau benar apa hukum itu berlaku ke seluruh dimensi?"tebak xiao sun tersenyum sendu.


"Ya kau benar aku tak pernah ada dimensi yang tak memiliki hukum itu tetapi setiap dimensi memiliki cara yang berbeda-beda"jawab dewa matahari diangguki lemah xiao sun.


"baiklah sekarang apa maumu"


"sekarang terima giok ini dan tingkatkan kekuatan kalian perang besar menunggu kalian,masa depan dunia ada di tangan kalian juga lindungi saudarimu dia itu lemah lembut seperti ibumu lindungi dia agar seseorang tidak memanfaatkan kebaikannya"ucap dewa matahari menyerahkan giok berwarna merah darah kepada xiao sun langsung menjadi gumpalan cahaya emas terang dengan cepat memasuki tubuh xiao sun.

__ADS_1


"AAAHHKK....."teriak xiao sun matanya mengeluarkan darah rasanya lebih menyakitkan dari pada berendam di kawah gunung neraka api rasanya seperti kanker menggerogoti dengan cepat dari dalam xiao sun tak kuasa menahan lagi setelah selesai ia langsung pingsan terkapar di lantai ruangan.


*****


xiao mon bangun melihat keatas sesekali mengerjapkan mata untuk menyesuaikan cahaya xiao mon lalu menutup mata,matanya terasa dingin sekali xiao mon sekuat tenaga berdiri dengan sempoyongan dia berjalan keluar ruangan saat di luar xiao mon tidak kaget xiao sun belum keluar memang anak itu selalu datang terlambat.


xiao mon bersandar di dinding menunggu xiao sun keluar xiao mon tertidur sebentar saat bangun xiao mon sangat kaget melihat xiao sun keluar dengan menutup mata pipinya berisikan darah seakan sehabis menangis darah.


entah kenapa melihat hal itu xiao mon mendapat tenaga lalu dengan cepat menghampiri xiao sun langsung memapah xiao sun untuk duduk.


"apa yang terjadi padamu sun??" tanya xiao mon sangat khawatir.


xiao sun hanya tersenyum


"aku bertemu ayah dia keren tapi menyebalkan entah kenapa setiap perkataannya benar"


"iiiisss... apa yang terjadi pada matamu"


"coba buka matamu"


xiao sun membuka matanya langsung kaget melihat mata xiao mon dan sebaliknya xiao mon kaget melihat mata xiao sun.


"ma... matamu"ucap mereka bersama menunjuk mata satu sama lain.


langsung xiao mon mengeluarkan kristal dan membentuknya menjadi kaca mereka sama sama terkejut melihat mata masing-masing lalu kembali tenang.


mata xiao mon berwarna biru lautan juga memiliki pupil bulan sabit sedangkan xiao sun berwarna merah darah memiliki pupil matahari hitam di dalamnya.


setelah beberapa saat memperhatikan warna mata mereka kembali normal membuat mereka menghela nafas lega.


"kukira ini permanen syukurlah"

__ADS_1


"iya tapi boleh jujur lumayan keren sih"


"baiklah ayo keluar keempat hewan itu menunggu kita"ucap xiao mon menarik xiao sun keluar.


sampai diluar mereka langsung dipeluk erat oleh winter setelah berpelukan beberapa saat akhirnya winter melepaskan pelukannya.


"tuan majikan kalian membuat kami khawatir"


"ah maaf ya emang kalian menunggu berapa lama"tanya xiao mon.


"baru beberapa saat yang lalu tidak lama cuman naga putih itu yang terlalu khawatir"jawab shadow santai.


"tuan sedang apa di dalam?"tanya winter penasaran.


"yah... kami me-"dengan xiao mon membungkam mulut xiao sun.


"APA???"batin xiao sun.


"masa kau beri tau bisa-bisa mereka mati karena terkejut jadi diam biar aku yang jelaska"batin xiao mon penuh percaya diri sedangkan xiao sun memutar matanya malas.


xiao mon melepaskan bungkamannya


"sebenarnya kami hanya melihat lukisan saja tidak lebih dan tidak kurang baiklah mari kita kembali ke goa"ucap xiao mon merangkul tangan xiao sun,merekapun berjalan pulang diikuti keempat mahluk ilahi itu mereka berjalan hingga berhanti di tengah perjalanan.


"kenapa berhenti mon.....


NOTE author:


"ekhem aku mau nanya sebenarnya cerita gak seru ya? kenapa like berkurang? mohon maaf jikalau ceritanya gak seru tapi jika ceritanya seru menurut kalian mohon bantuannya di like.


MOHON MAAF SEKALI LAGI

__ADS_1


jika ceritanya tidak seru


__ADS_2