
"em... itu... anak-anak itu suka menggigit di saat seperti ini-"
"tak apa"
"ugh... baiklah jika kalian memaksa ikut aku"
xiao mon dan xiao sun mengikuti harimau itu dari belakang hingga berhenti di satu goa yang sangat gelap
saat mereka masuk xiao sun tak bisa melihat apa-apa menyalakan api di tangannya.
"jangan-"
sebelum menyelesaikan kata-katanya xiao sun sudah di kerumuni 6 harimau hingga membuatnya terjatuh.
"aduh... aduh geli... hentikan"
harimau-harimau itu terus menggigiti dan menjilat xiao sun terus menerus.
lalu ibu dari harimau itu mengaum pelan anak-anak itu langsung menghentikan aksinya dan berbaris rapi.
langsung goa itu mengeluarkan cahaya memperlihatkan seluruh isi goa tak ada yang spesial yang menarik perhatian hanya keenam anak harimau yang berbaris rapi membuat xiao mon sangat gemas.
"aw..... lucunya"
xiao mon sangat gemas lalu mengelus salah satu kucing imut itu.
harimau itu hanya mendengkur merasa nyaman dengan belaian xiao mon.
kucing lainnya merasa iri ingin juga dibelai oleh xiao mon mereka mengerubungi xiao mon membuat xiao mon kaget hingga terjatuh.
xiao sun tertawa keras dalam hati yang pasti didengar oleh xiao mon.
"DIAM"batin xiao mon kesal.
"ok ok"
xiao mon hanya bisa mengelus 3 harimau itu bergantian sedangkan harimau lain terluhat cemberut.
xiao sun tersenyun hangat melihat ketiga harimau itu ia mendekati dan membelai mereka dengan lembut.
ibu harimau hanya terpana kenapa tidak
anak harimau putih sayap perak sangat ganas dan brutal kecuali pada ibu mereka baru kali ini ada seseorang bisa sangat akrab dengan harimau sayap perak.
setelah mereka merasa sudah lama bermain dengan harimau itu xiao mon teringat tujuan mereka lalu mengingatkan xiao sun.
xiao sun hanya mengangguk setuju lalu izin pergi ke pada harimau sayap perak dewasa itu tentu saja itu membuat harimau itu terkejut.
"kalian ingin pergi secepat ini"
"hm... kami ada urusan pribadi jika sudah selesai kami akan kembali kesini menjenguk anak-anak manis ini"
harimau itu menghela nafas
"baiklah ingatlah sering-sering berkunjung"
"pasti daa..."
xiao sun lalu berlari keluar goa diikuti oleh xiao mon lalu menghilang.
>>>>>>
"**huh... sudah 11 bulan bagaimana keadaan kedua gadis itu ya"ucap monster salju terduduk di salah satu batu di hamparan es itu.
"apakah mereka mati"monster itu mulai panik**.
"uhuk! uhuk!"
monster itu kaget lalu berdiri mencari asal usul suara tersebut dia menengok ke kanan dan kekiri tetapi tak menemukan apa-apa.
"hei... monster besar kami disini"
__ADS_1
monster itu menundukan kepalanya melihat xiao sun melambaikan tangannya dan disampingnya xiao mon
hanya tersenyum.
monster kaget tetapi juga sangat senang lalu duduk agar dapat melihat kedua gadis itu dengan jelas.
melihat moster itu duduk xiao sun dan xiao mon ikut duduk.
"jadi apa yang akan kalian lakukan selanjutnya"
"kami harus mencari guru baru untuk memperkuat kekuatan kami"
"jadi.... apa kalian sudah memilih guru"
"sudah!!! kalau gak salah namanya.... namanya.....
"ck... guru tanpa nama"sambar xiao sun.
"ah... benar guru tanpa nama"
"gu.. gu.. guru tanpa nama"monster itu menggigil.
"heh... aku kita kau tahan dengan cuaca sedingin ini"sindir xiao sun tersenyum miring.
"BUKAN!!! kurasa aku tau dimana dia"
"wah.... benarkah dimana??"tanya xiao mon bersemangat.
"ho... ho.. kalian beruntung dia akan muncul di turnamen yang terjadi 10 tahun sekali yang berarti tinggal satu bulan lagi"
"wah.... apa yang dia lakukan disana"
"entahlah aku hanya mendengar kabar burung"
"kabar burung itu berarti sulit di percaya dong..."
"tidak... maksudku kabar dari burung merpati es yang biasa aku buat untuk melihat dunia"
"ada di tingkatan berapa kalian sekarang"
"em.... kasi tau gak ya...."goda xiao sun membuat monster itu kesal.
"KASI TAU!!!"teriak monster itu membuat xiao sun merasa senang.
"balas... dendam.."batin xiao sun membuat xiao mon menggeleng-gelengkan kepala.
"tingkat 4 langit"gumam xiao mon pelan tetapi dapat di dengar monster itu.
"**TINGKAT 4 LANGIT"monster itu shok menatap kedua anak di depannya.
"hiiyy kurasa memang pantas mereka memiliki anak seperti ini"batin monster itu ngeri.
"jadi... bagaimana ujian langitnya"tanya monster mengharapkan sesuatu yang normal**.
"lumayan itu menghancurkan setengah tubuh kami yah... salah kami sih tak membuat perisai yang kuat"jawab xiao sun cepat.
monster itu tersedak mendengar kata lumayan itu.
"baiklah kami akan pergi bye... nanti kami akan sering-sering berkunjung"
langsung xiao sun dan xiao mon menghilang dari pandangan monster salju itu.
*****
mereka muncul di gurun pasir.
"hm... sebaiknya kita lanjutkan saja perjalannya kalajengking itu nampak tidak bisa berteman"saran xiao sun malas.
"hei... kau ini aku yakin di itu baik tau"
segera setelah mengatakan itu ada getaran kecil dari bawah pasir lalu kalajengking muncul perlahan dari bawah pasir menatap tajam kearah xiao mon.
__ADS_1
xiao sun memutar bola matanya malas
"baiklah kami pergi ayo mon"
xiao sun menarik tangan xiao mon siap berteleportasi kembali.
"TUNGGU"
"apa?"
"kalian ingin kemana"
"jelas... ingin mencari calon guru kami"
langsung xiao sun menghilang xiao mon hanya tersenyum
"kami pasti akan kembali lagi"
lalu ikut menghilang.
"huh... aku sendirian lagi"
>>>>>>
"byur!!!"
"sial... aku lupa lapisan ini dipenuhi air dan buaya menyebalkan seukuran bis"xiao sun berenang menuju daratan lapisan kelima.
xiao sun menengok ke belakang melihat buaya sialan itu mengejarnya
lalu mempercepat tempo renangnnya.
tetapi tetap saja buaya itu dapat dengan cepat menyusulnya yah... sudah jelaskan air itu wilayah kekuasaannya.
saat buaya itu membuka mulutnya bersiap menggigit xiao sun tiba-tiba dia terpental jauh.
xiao sun bingung apa yang membuat buaya itu terpental.
"hei... apa yang kau lamunkan cepat naik"xiao mon menjulurkan tangannya meskipun kaget xiao sun langsung meraih tangan xiao sun lalu duduk di kristal es miliknya.
"kau bingung bukan"
ucap xiao mon hanya di balas anggukan oleh xiao sun.
"kau lupa apa yang dikatakan sisi dan luck"
xiao sun mengingat-ngingat kembali lalu memukul kepalanya.
"is.... aku lupa apa aku terlihat bodoh"
"ya sangaaat"ucap xiao mon penuh tekanan.
"mooon..... kau tega"
"ya aku tega"
"cih..."
"lihat buaya itu datang lagi"
xioa mon menunjuk buaya yang sedang membuka mulutnya lebar-lebar ingin memangsa mereka.
lagi-lagi buaya itu terpental xiao mon hanya memutar bola matanya malas lalu mengendalikan air di sekitar lalu meyekap buaya itu dalam penjara air.
"APA SALAHKU HAH..."teriak buaya itu tegas membuat xiao sun naik pitam.
"DASAR BODOH EMANG SIAPA YANG TADI MEMBUKA MULUT LEBAR-LEBAR UNTUK MEMANGSA KAMI"teriak xiao sun tak kalah tegas dengan mata tajam menatap buaya itu.
teriakan xiao sun membuat nyali buaya itu ciut.
"yaampun sejak kapan gadis ini mirip seperti dia..."batin buaya kesal.
__ADS_1