Takdir Bintang Kembar

Takdir Bintang Kembar
mulai mengakhiri pelatihan 22


__ADS_3

"**kenapa kau...?"tanya blaze kesal.


"kau tau kau hampir saja menjadi serpihan es berantakan"jawab shadow cepat.


"kenapa bukankah xiao mon bukan tuan kalian kenapa kalian juga memanggil nya tuan??"tanya frost heran.


"dengarkan kami kekuatan mereka itu sama kuatnya harusnya mereka bisa melebihi kita tetapi pada saat ini kekuatan mereka belum terasah dengan baik mereka juga yang memerintah kami agar kami memanggil mereka dengan julukan yang sama kalau tidak salah satu dari kalian akan menjadi ayam panggang atau es beku rapuh kalian mengerti"ucap winter berhasil membuat blaze dan frost bergidik ngeri dan mengangguk mengerti**.


*****


"baiklah kita sampai lihat ini ayah dan ibu kita lebih tepatnya ayah dan ibu tubuh ini"ucap xiao mon menunjuk dua lukisan yang berada di dinding.


"mereka keren"ucap xiao sun tersenyum bangga sedangkan xiao mon menangis.


karena xiao mon menangis tak terasa air mata xiao sun ikut mengalir membuat xiao mon bertanya kenapa ia menangis.


"karena aku bisa merasakan apa yang kau rasakan"ucap xiao sun memengang bahu xiao mon membuat xiao mon langsung memeluk xiao sun dan terus menangis terisak-isak.


setelah xiao mon mulai tenang xiao sun merencanakan mengambil kedua lukisan yang di pajang itu.


"kamu ngapai??"


"ayo kita bawa lukisan ini untuk kenang kenangan"ucap xiao sun langsung diangguki oleh xiao mon langsung xiao mon mengambil lukisan dewi bulan dan xiao sun dewa matahari.


langsung saat lukisan itu di tarik terdapat jalan rahasia di masing masing lukisan langsung xiao mon dan xiao sun saling bertatap dan kemudian tertawa


langsung xiao mon merapikan lukisan dan berjalan ke jalannya sedangkan xiao sun diam melihat punggung xiao mon menghilang di kegelapan jujur xiao sun sangat khawatir dia mulai memikirkan yang aneh aneh tentang xiao mon seperti diculik mahluk kegelapan juga ada jebakanlah bla bla bla terus begitu sampai xiao sun menaruh lukisan tanpa merapikannya dan pergi ke jalannya.

__ADS_1


*****


"hem.... tak segelap yang ku bayangkan" ucap xiao mon melihat sekeliling lalu merasa menyentuh sesuatu langsung ruangan mengeluarkan cahaya sehingga seluruh ruangan terlihat jelas


membuat xiao mon terkagum-kagum


melihat interior ruangan kuno modern


itu tiba tiba pandangannya berhenti melihat kalung giok biru dia berfikir sebentar ingin mengambil nya atau tidak.


setelah beberapa saat berfikir xiao mon memutuskan untuk mengambilnya saat tangan xiao sun mendekat langsung ada satu belati yang tiba-tiba melukai tangannya membuat xiao mon kaget darahnya mengenai giok biru itu membuat giok itu bersinar terang lalu mengeluarkan bayangan seorang perempuan membuat xiao mon tergagap "i.. i.. ibu" xiao mon tak terasa air matanya mengalir.


*****


"hah...?"xiao sun mengusap pipinya lalu menghela nafas "huft... dia sedang menangis" gumam xiao sun didengar oleh seorang pria di sampingnya.


"siapa?"


"eh sudah jelas kau yang menangis kenapa kau malah mengatakan saudarimu yang menangis?"


"perasaan kami terhubung pak tua"cibir xiao sun menatap sinis pria itu.


"hei aku ini ayahmu hormatilah ayahmu"bentak orang yang mengaku sebagai ayah xiao sun melihat hal itu xiao sun tersenyum sinis.


"kau sudah tau anakmu sudah mati aku ini roh yang berpindah ke tubuh anakmu"ucapan itu membuat pria itu kesal sambil menepuk pelan jidatnya.


"kau ini dengarkan ceritaku baru kau akan mengerti jadi diam dan dengarkanlah baik baik jangan memotong mengerti "ucap pria itu tegas diangguki santai oleh xiao sun.

__ADS_1


"jadi....


*****


"begitulah ceritanya....."ucap dewi bulan memangku xiao mon yang sedang menangis histeris lalu memeluk dewi bulan dengan erat.


"sudahlah berhenti menangis"ucap dewi perak menepuk nepuk punggung xiao mon.


"hiks.... akhirnya hiks.... a... a... aku dapat melihat... wajah hiks... ibuku... yang... sebenarnya..... apa.... hiks.. ibu.. tidak tau betapa... hiks.. kesepiannya diriku.."


ucap xiao mon terisak memeluk erat dewi bulan.


"ibu tau anakku susah untuk hidup di dunia itu tanpa orang tua tapi lihat sekarang kau berhasil sekarang simpan kekuatan ini untuk membela kebenaran juga bawaklah terus giok ini dengan begitu ibu akan selalu berada di sisimu" ucap dewi bulan lalu berubah menjadi cahaya berwarna biru lautan dan memasuki tubuh xiao mon.


hal itu membuat xiao mon berteriak kesakitan rasa ini lebih menyakitkan dari pada berendam di kolam neraka es


rasanya seperti paru-paru,jantung dan juga ginjalmu di bekukan dan di hancurkan berkeping-keping juga kepalamu seakan di benturkan kuat ke dinding hingga hancur sakit sangat sakit batin xiao mon terus berteriak kesakitan.


*****


"jadi seperti itu...."ucap dewa matahari santai.


"oh...."


"bugk..."xiao sun menendang kaki dewa matahari membuatnya meringis kesakitan.


"hei apa masalahmu?"

__ADS_1


"dasar ayah bodoh!!"ucap xiao sun menundukan kepalanya dan mengepal kuat tangannya.


"apa.....


__ADS_2