
"wah.... hari ini aku mendapat banyak teman hai... perkenalkan namaku
ming xin senang berkenalan denganmu"
"PESERTA NO 1501 SAMPAI NO 2000 DIHARAPKAN MENUJU AREA TURNAMEN"
"sial... aku akan berbicara denganmu nanti"gumam sun menuju area turnamen.
mereka tak menunggu karena sangat cepat seseorang di eliminasi yah... padahal cuman angkat batu doang ya.. setidaknya itu yang dipikirkan mereka.
hingga tiba giliran mereka karena rose sedikit gugup moon membiarkan rose mencoba duluan saat rose mendekati batu banyak cibiran terdengar dari bangku penonton.
"heh... anak sekecil apakah bisa mengangkat batu sebesar itu"
"cih... tak mungkinlah anak yang lebih besar dari dia saja bersusah payah mengangkat batu apalagi dia"
desas-desus itu berhenti saat melihat rose dengan mudah mengangkat batu dengan kedua tangan lalu membawanya keliling lapangan dengan mudah.
"jangan pernah menilai buku dari sampulnya"suara keras itu lagi-lagi berasal dari anak laki-laki yang sudah berisik sejak tadi.
tak ada yang menghinannya karena ucapannya benar semua penonton tadi mencibir rose mentah-mentah sekarang harus menanggung malu karena semua ucapan mereka salah.
"kakak aku berhasil"
"wah... kau hebat rose"ucap moon mengangkat tubuh rose tinggi-tinggi.
"NO 1738 MAJU"
lalu membisikan sesuatu di telinga pengawas,pengawas itu mengangguk mengizinkan lalu sun dan moon masuk ke arena bersamaan membuat semua orang bingung.
"apakah mereka ingin mengangkat batu berdua"
"tidak mungkin itu tak akan diizinkan oleh pengawas"
"lalu apa yang mereka ingin lakukan"
langsung mereka mengangkat
masing-masing satu batu dengan satu tangan membuat semua tercengang.
"MULAI"
langsung mereka berlari keliling lapangan saling salip memyalip layaknya lomba lari.
"mereka ingin adu kekuatan"
"iya kau benar mereka sangat kuat siapa yang mencapai satu putaran paling cepat"
sun dan moon masih salip-menyalip.
"yang kalah harus minum air 10 gelas"
"eh... itu penyiksaan namanya kau curang kau pasti menguapkan air itu jika kalah"
mereka hampir mencapai garis awal langsung melompat tinggi hingga mencapai garis awal secara bersamaan membuat semua orang kembali tercengang.
"astaga bisa melompat sambil membawa batu sebesar itu"
"mereka sangat hebat"
******
__ADS_1
"yang mulia bukankah itu xiao sun dan xiao mon"
"ya... kau benar permaisuri mereka memang berpura-pura lemah"
"tak ada kata menyesal jika tidak terlambat untuk mengembalikan mereka ke keluarga"
"kurasa kau benar"
>>>>>>
"kita seri tos"
mereka menyatukan tangan mereka dengan keras.
"kakak kalian hebat"
"tentu saja adikku yang manis"
ucapan itu membuat riuh penonton.
"astaga mereka bersaudara"
"pantas saja adiknya hebat kakaknya saja seperti ini apalagi orang tua mereka"
>>>>>>
"wah... ada murid hebat tahun ini"
"jangan memasukan mereka dalam akademimu karena akademi chi long akan mendahului kalian"
"cih.... mimpi akademi bai huzai akan memasukan mereka dulua terlebih dahulu"
"Aku tidak ingin mengecewakan kalian tapi akademi qi long kekekurangan murid jadi bisakah kalian mengalah"
"pokoknya aku tidak akan mengalah"
teriak keempat ketua akademi itu bersamaan.
"hei.... akademi dewa-dewi belum memiliki murid apakah kalian ingin mengalah"
"kau tidak memiliki murid karena semua murid yang kau latih semuanya akan mati karena pelatihan tak masuk akalmu"
"ish.... ada 2 murid yang berhasil kalian tau"
"ya.. ya... aku tau mereka sudah menjadi dewa berhenti ngelantur dasar kau kakek tua jangan membunuh seorang jenius lagi"
"kau ini bukankah juga kakek tua"
"KAU!!"
>>>>>>
setelah selesai mereka kembali ke tempat duduk mereka.
"wah... kalian hebat padahal aku berencana menggunakan elemen batu untuk mengangkat batu itu agar gampang"
"ya.. ya.. lakukanlah tak apa"
"kau serius"
"ya kenapa kekuatan elemen itu susah untuk terdeteksi aura qi baru gampang"
__ADS_1
"wah... aku kira kau akan melaporkanku ke pengawas"
"mana ada kau kan teman kami"
perkataan moon membuat ming xin terharu hingga matanya berkaca-kaca.
"hei... jangan menangis malu sama teman baru kita"
"hei... siapa namamu"
tanya sun pada anak dengan rambut putih bercahaya meskipun tak terlihat jelas tetapi energinya sangat terang setidaknya itu yang di rasakan sun dan moon.
"namaku..."
"NO 2001 SAMPAI NO 2500 DIHARAPKAN MASUK KEDALAM ARENA"
akhirnya no itu di sebutkan dan seorang anak lelaki yang tadi membuat keributan masuk kearena membuat tak sedikit orang mencibirnya.
"heh... dia tadi mencibir kita"
"kita lihat bagaimana cara dia mengangkat batu"
langsung lelaki itu mengangkat batu dengan mudah tetapi tetap tak bisa berlari yah.... kurasa dia kurang latihan pikir sun sambil menyeringai.
"wah... dia bisa mengangkat batu itu dengan mudah"
"cih...."
semua peserta tadi merasa terhina tidak senang melihat lelaki itu mengangkat batu dengan mudah ada yang nekat melompat keatas batu yang sedang di angkat oleh lelaki itu untuk membuat lelaki itu terjatuh melihat aksi nekat itu banyak orang mencobanya membuat lelaki itu diam di tempat kakinya bergetar bisa-bisa dia akan mati tertindih batu.
bukan aneh lagi jika ketua yang melihat itu diam saja karena tak ingin mencari masalah hanya satu nyawa anak terbuang saja oh ya... belum ada krban jiwa pada lomba ini kurasa lelaki itu akan jadi yang pertama pikir semua senang khususnya keluarga kerajaan atas awan mereka bahkan
menanti-natikan lelaki itu jatuh juga bersiap-siap bertepuk tangan.
"apa kalia diam saja melihat hal ini"
protes ming xing membuat moon tersenyum.
"tenang saja nikmati pertunjukannya"
ming xin bingung dengan apa yang di katakan oleh moon sekuat tenaga menahan diri agar tidak membantu.
moon masih tenang ia tau yang akan terjadi sedangkan sun tak bisa diam saja melihat anak laki-laki itu mati konyol dengan hanya mengangkat batu emangnya kenapa kalau dia anak buangan.
melihat anak itu sudah tak kuat lagi dan hampir terjatuh sun langsung melompat ke arena membantu lelaki itu membuat semua kaget.
"dasar bodoh apa susahnya meminta bantuan sih"teriak sun keras dapat di dengar oleh semua yang ada di sana.
dengan satu tangan dia mengangkat batu itu tinggi-tinggi lalu melemparnya membuat semua yang ada di atasnya terjatuh.
banyak orang jatuh berserakan di arena yang mejadi biang kerok kali ini tengah bersandar diatas batu memegang kepala sakit.
melihat sun menghampirinya dia panik ingin berlari tetapi tidak bisa aura yang dikeluarkan sun menguras habis energinya membuat nya lemas dia bergetar ketakutan membuat sun tertawa kecil.
"khu... khu... takut"
"ck... ck... ck aku tak akan bisa melihat ketidak adilan terjadi jadi...."
tangan sun melesat cepat kerahnya membuat laki-laki itu menutup mata ketakutan apakah hidupnya akan berakhir sekarang.
Note author:
__ADS_1
yo gues... jangan lupa di vote gues... karena vote itu gratis... biar author semangat crazy up kalau sedikit yang vote author seperti kehilangan tenaga untuk up novel.
ok lanjut.