Takdir Bintang Kembar

Takdir Bintang Kembar
menuju pagoda kematian 4


__ADS_3

"MON BERHENTI"


seketika mereka berhenti di tempat.


"ada apa???"


xiao sun merasa firasat nya salah hanya menjawab"tidak ada"


xiao mon tersenyum lalu menendang xiao sun hingga terjatuh ke air xiao sun bingung apa salahnya? lalu berenang menuju lapisan ketujuh yang tidak jauh lagi.


"MON blup... blup.. blup.."xiao sun dengan cepat menghilang dari permukaan air membuat xiao mon panik dan mendekati air mencari xiao sun.


beberapa saat kemudian.


"haaaaahk"xiao sun tiba-tiba muncul dari dalam air menarik nafas


dalam-dalam.


xiao sun langsung menaiki kristal xiao mon.


"CEPAT!!"


langsung xiao mon mempercepat kecepatan kristalnya lalu menembus lapisan ketujuh dengan cepat.


saking cepatnya xiao mon kehilangan kendali hingga mereka terjatuh di pasir panas membuat wajah mereka sama sama terbenam pasir.


"pueh... pueh..."mereka sebisa mungkin mengeluarkan pasir dari mulut mereka.


"ada apa??"


"hosh.. bentar hosh... beri aku hosh.. waktu untuk bernafas"langsung xiao sun menarik nafas dalam-dalam.


"tadi mahluk hitam menariku ke dasar danau dan dasarnya dalam banget nokk


aku sebisa mungkin lepas saat lepas aku naik ke permukaan deh... tamat"


"eh... mahluk hitam...."


"pertanyaannya sekarang bukan tentang mahluk itu"


"terus apa??"


"kenapa kamu ngedorong sembarangan kalau saja kau tidak mendorongku hal ini tak akan terjadi!!"teriak pelan xiao sun membuat xiao mon menggaruk kepalanya gatal.


"hm... kenapa kau tiba-tiba bilang berhenti saat aku berhenti kenapa juga kau mengatakan tidak ada itu membuat orang kesal tau..."


"entahlah seseorang membisikkan sesuatu di telingaku MEMERINTAHKAN


kita untuk berhenti dan entah kenapa aku mau menurutinya"


"memerintahkan ya.. itu semacam menghasutkan"

__ADS_1


"ya.... bisa di bilang begitu"


"baiklah... minta air"


xiao mon memberikan botol air kepada xiao sun menerima botol air lalu memasang wajah memelas hal itu membuat xiao mon memutar matanya malas lalu menyentuh botol air itu lagi hingga membeku xiao sun senang lalu mencairkan sedikit airnya dan meminumnya dengan cepat.


"baiklah sekarang kita di mana"


"padang pasir"


"wah... hutan ini benar-benar aneh"


hanya ada pasir sejauh mata memandang.


"sun bagaimana tebak-tebakan"


"apa?"


"tebak monster apa yang ada di padang pasir"


"hm.... bentar"xiao sun berhenti sejenak memikirkan jawabannya.


xiao mon terus berjalan sampai berhenti mendengar mendengar teriakan xiao sun.


"MON!!!"xiao mon berbalik melihat xiao sun sudah berkeringat disana.


"APA"


"benar sekali kalajengking"


"DI BELAKANG"xiao sun menunjuk ke arah belakangnya xiao mon mengerti lalu berbalik kembali menghadap depan.


xiao mon melihat kalajengking besar sekitar 10 meter tepat di depannya.


"um.... hai"langsung xiao mon berlari dengan cepat kesamping xiao sun.


"baiklah seharusnya kita tadi tidak main tebak-tebakan"


"em... sepertinya itu tidak ada hubungannya sun"


"kau tau hampir semua yang kita katakan terjadi bahkan pepatahku


di hutan lapisan kelima INI GILA"


"tenang aku bisa atasi ini"xiao mon menghentakan kakinya ke tanah langsung lapisan es menjalar hingga sampai kalajengking hingga seluruh kakinya membeku.


saat xiao sun mendekat tetapi dihentikan oleh xiao mon.


"biar aku yang berbicara padanya"


xiao sun hanya mengangguk dan duduk di atas pasir sambil menunggu.

__ADS_1


"apa kau akan menyerang kami?"


"iya karena setiap penyusup harus di habisi"


"bolehkah kami lewat tanpa perlawanan"


"tentu saja tapi jika pun kau masih hidup"dengan cepat ekor kalajengking itu menusuk dada xiao mon mengeluarkan sedikit racunnya tetapi xiao mon tidak merespon langsung menyentuh ekor kalajengking hingga membeku.


hal itu membuat kalajengking kaget setengah mati tidaka da yang bertahan dari serangan racunya kecuali 2 orang itu sekarang bertambah lagi anak kecil.


kalajengking merasa harga dirinya terluka bisa yang selama ini ia banggakan tak berpengaruh untuk seorang anak kecil hiks... bisa kalian bayangkan betapa terlukanya hatinya.


"hei... itu hanya bisa jangan sedih begitu"sambar xiao sun berada di samping xiao sun"


"kau kesini menghiburku"kala kalajengking merasa terharu.


"tidak juga hanya terbawa suasana"


"dasar aneh"


"eh..."


"sudahlah kalian bolehkah kami lewat karena kami masih hidup"


"sayangnya kau harus lewat sendiri karena saudarimu akan mati disini" kalajengking tertawa cekikikan lalu lapisan es pada ekornya pecah dan menusuk xiao sun dengan semua bisanya.


"uhuk.."seteguk darah lolos dari mulutnya.


"sun?!"


"sebentar aku uhuk.. "


tak lama kemudia xiao sun kembali seperti semula seolah kejadian tadi tak terjadi hal itu membuat xiao mon menghela nafas lega.


"bagaimana kau..."


"aneh "


langsung xiao mon menarik xiao sun ke atas kristalnya dan terbang menjauh meninggalkan kalajengking masih terdiam membeku.


"kau tau kristal esmu keren bisa berbah bentuk ini seperti karpet terbang kau tau"


"ya... aku tau menurutku ini juga sangat keren kapan kau bisa mengeluarkan sayap berjanjilah jika kau bisa mengeluarkan sayap ajak aku berkeliling dengan sayapmu"


"tentu pasti"


"oh apakah menurutmu perjalanan ini terlalu mudah??"


"sangat mudah sejauh ini tak sampai membuat nyawa kita hampir tercabut"


"eh... apa itu....

__ADS_1


__ADS_2