
"tuan... bangun..."suara lembut membuat moon terbangun dari tidurnya.
"hooaam... selamat pagi...."
moon bangun lebih awal dia melihat kearah jendela masih sangat gelap jika ini dunia modern kira-kira sudah jam 4 pagi.
moon ingin membangunkan sun tapi niat itu diurungkan mengingat bahwa peraturan nya berkata tidak boleh membangunkan satu sama lain.
"ah... 5 menit lagi...."gumam sun dalam tidurnya membuat moon bingung ia bahkan belum mengucapkan atau pun menyentuhnya yah.. kurasa ini akibat karena terlalu sering tak ingin bangun saat di bangunkan.
"baiklah.. aku bangun...."ucap sun bangun duduk di atas kasurnya.
melihat moon berada jauh dari nya sun heran? mengusap matanya yang berair.
"eh... bukan kah peraturannya berkata tak boleh membangunkan satu sama lain?"tanya sun membuat moon heran ia tak ada membangunkan sun kenapa sun bisa berkata seperti itu?.
"eh... aku tak ada membangunkan mu kau terlalu banyak bermimpi..."
"eh... benarkah.. aku seperti mendengar ada seseorang berbisik di dalam pikiranku"
"mungkinkah itu hantu?"tebak sun heran mana mungkin hantu tertarik untuk membangunkan mereka hanya hantu tak ada kerjaan melakukan hal itu.
"tak mungkin... mungkin itu malika atau ariah"tebak moon segera suara kembali muncul di kepala mereka "benar sekali tuan!"
"AKH!"teriak mereka kaget ada suara muncul tiba-tiba di benak mereka ini benar-benar menyeramkan.
"ada apa tuan?"
"bisakah kalian tak muncul tiba-tiba?" tanya moon sedikit kesal tapi.. ia sangat terbantu untuk bangun hari ini.
"lalu kami harus seperti apa?"
"ah... lupakan biasakah kalian masuk kedalam ruang pegoda kematian?"
"kami bisa karena kami sudah jadi bagian dari tubuh atau pun batin tuan tapi... kami tidak bisa menikmati energi tuan di dalam pagoda kematian...."
"eh... seperti itu kah?"
sun dan moon saling bertatap lalu menggelengkan kepala tak percaya apa ini namanya pelindung pribadi? entahlah di kehidupan yang lalu mereka tak pernah di lindungi melainkan melindungi jadi mereka tak tau rasanya di lindungi oleh seseorang.
"em... jadi... bagaimana kalian bisa keluar?"
"itu mudah kami bisa keluar kapan saja... tapi... kali ini kami perlu memulihkan kekuatan akibat terlalu sering bersembunyi"
"kami mengerti kaliab bisa istirahat sekarang"ucap moon segera tak ada suara yang muncul di kepala mereka membuat mereka bernafas lega.
"baiklah ini masih sangat pagi... apa kita harus keluar?"tanya moon mrmbuat sun mengerutkan keningnya ia juga tidak tau apakah boleh atau tidak jadi.. ia hanya mengangguk mengiyakan membuat mereka berjalan dengan
hati-hati keluar.
mereka sangat terkejut di karena kan setiap pintu kamar di pasangi array kedap suara mereka merasa sia-sia berjalan mengendap-ngendap seperti pencuri akhirnya mereka memilih berjalan seperti biasa.
"huh! pak tua itu... terlalu khawatir bahkan harus memasang array pelindung segala"protes sun kesal tau begini mereka tak akan
mengendap-ngendap seperti itu lagi!.
moon menghela nafas "jangan dipikirkan bukan kah bagus seperti ini kita tak akan di salahkan karena tak sengaja membangunkan mereka"
sun mendengus kesal apa yang di katakan moon ada benarnya "ya... kau benar mungkin ini bagus untuk mengurangi ketidak beruntunganku"
"eh... kau mangakuinya..."
"tentu saja jika sekali dua kali mungkin kebetulan tapi ini berkali-kali sungguh mengesalkan apa dewi keberuntungan hanya mitos?"
moon menghela nafas"berapa kali sudah ku katakan tak ada yang namanya ketidak beruntungan atau kesialan hanya ada karma dan cobaan"ucap moon terus menatap ke arah depan.
"hah... baiklah.. kau benar.."
saat mereka keluar dari akademi mereka terkejut mendapati mahluk yang menatap tajam kearah mereka seperti menatap mangsa nya... mata itu seperti mahluk buas yang terus menatap tajam kearah mereka dari dalam kegelapan.
"em... moon... itu bukankah gerbang? kenapa bisa mahluk itu lolos dari penjaga dengan mudah?"ucap sun merasa aneh dengan tatapan haus darah tersebut.
"em... aku tidak tau mungkin.. dia guru akademi?"tebak moon terus memandangi mahluk itu dengan seksama di karena kan gelap nya
pagi-pagi buta membuat mereka sedikit kesulitan mengenali mahluk itu.
"apa kau yakin? matanya merah menyala seperti lampu lalu lintas"
"yah... apa salah nya jika di dekati"ucap moon lalu mendekati mahluk aneh itu sun mau tidak mau menuruti saja.
mereka mendekat belum sampai 5 langkah mahluk itu melesat dengan cepat menyerang mereka dengan cepat mereka menghindar.
__ADS_1
mahluk itu menyerang dengan cakarnya membuat moon heran hewan apa ini? atau kah itu manusia? seperti mutan?.
"apa itu cakar....?"tebak sun diangguki benar oleh moon.
mereka terus menerus menghindari serangan mahluk itu dengan gesit membuat mahluk itu terus menambah kecepatan nya membuat sun bingung apa mahluk ini merasa diremehkan hingga terus menerus menambah kecepatan seperti sekarang?.
"em.. melihat ciri-ciri nya kurasa dia mahluk nokturnal..."tebak moon membuat sun bingung "maksud mu dia mahluk yang aktif di malam hari?"
"iya.. terlihat kulitnya pucat... seperti tak pernah terkena sinar matahari"
sun hanya mengangguk setuju mahluk itu terus menambah kecepatannya membuat mereka semakin kesulitan.
"moon.. apakah itu berarti tenaganya tak akan berkurang hingga pagi nanti?" tanya sun membuat moon berfikir sembari menganalisa keadaan melihat mahluk itu belum ada tanda-tanda kelelahan moon hanya menyetujui kesimpulan itu sekarang.
akhirnya karena manganalisi keadaan moon lengah hingga lengan nya terkena goresan cakar mahluk tersebut membuat sun kaget.
"ish..."
moon meraba lengannya bertujuan agar darah tak keluar begitu banyak setelah beberapa saat luka itu kembali menutup membuat mahluk itu tersentak kaget.
"ah... kelihatannya kau kaget?"ucap moon dingin membuat mahluk itu berhenti bergerak dan tertawa geli.
"ho.. ho.. kelihatannya kalian memang murid yang dimaksud tutu ya..."
"tu.. tu...?"sun bingung siapa lagi itu seingatnya tak ada di sini yag bernama aneh seperti itu apa mungkin itu salah satu penjaga?.
"ah.. kita langsung saja pada intinya.." ucap mahluk itu lalu mengucapka sebuah mantra.
"the black rope.."
segera kabut hitam muncul lalu mengekang kuat mereka membuat mereka kesal apa setiap orang yang mereka temui harus mengikat mereka seperti ini mereka berfikir kami binatang apa!!.
"em... kalian lumayan imut.. tapi sayang kalian masih kecil dan belum cukup kuat untuk berhadapan dengan ku"ucap mahluk itu tersenyum jahat matanya yang merah menyala terus menatap kedua gadis itu seakan hendak membunuh mereka.
sun dan moon hanya diam saja mereka sudah sering berurusan dengan mata itu di kehidupan mereka yang lalu tapi.. yah.. mereka seorang anak kecil sekarang jadi mereka tak bisa mengelak fakta itu.
mahluk itu kaget melihat kedua gadis itu tak merespon apapun padahak ia sudah berusaha menakuti mereka
"hah.. aku kira kalian akan menangis seperti anak perempuan pada umumnya"
"kau.. terlalu meremehkan kami"ucap sun tegas menatap tajam terlihat kilatan cahaya di matanya membuat mahluk itu kaget.
"bagaimana jika suatu hari kami membunuhmu apa kau akan berhenti meremehkan kami"ucap moon dingin mata yang membekukan itu membuat mahluk itu semakin kaget tapi selalu berusaha terlihat tenang.
mahluk itu teesenyum sinis "lihat sekarang kalian sudah berada dalam kegelapan yang kuciptakan apa yang kalian lakukan..."
"maka kami akan menambah cahaya di dalam nya..."
"baik tuan"
segera cahaya menyelimuti kabut hitam itu membuat kabut yang mengekang mereka musnah seperti angin lalu membuat mahluk itu kaget.
"agar kegelapan itu musnah"ucap mereka dengan tatapan membunuh membuat mahluk itu tersentak.
saat ingin melangkah maju gerakan itu justru dengan cepat dihentikan oleh dewa waktu.
"sudah berhenti aku tak ingin akademi ku kembali rusak"
mahluk itu menatap dewa waktu curiga "sudah jelas dia memperhatikan mereka sejak tadi tapi.. dia tak ada niatan membantuku sama sekali!"batin mahluk itu kesal menatap dewa waktu.
sedangkan dewa waktu yang sudah menebak isi pikiran mahluk itu hanya mengangkat kedua bahunya tanpa rasa bersalah ini bukan salahnya sepenuhnya.
segera mahluk itu terpikirkan cara yang sangat licik yang khusus ia siapkan untuk dewa waktu.
mahluk itu tersenyum sini"tutu rupanya kau tidak berubah ya..."ucap mahluk itu dengan senyum mengejek membuat sun dan moon membeku.
"......"
"APAAA!!!"
"tutu itu...."sun menatap dewa waktu yang kesal keget lalu kedua gadis itu tertawa menghancurkan suasana serius.
"puft.. tu.. tu.. ya.. lucu sekali!!"
dewa waktu hanya dia mengusap kasar wajah nya yang sudah memerah karena malu membuat mahluk itu tersenyum puas.
"t.. ther...."gumam dewa waktu lalu manarik kerah baju ther tinggi-tinggi.
ther tersenyum sinis
"eh... apa yang kukatakan salah?"
__ADS_1
"ITU PANGGILAN KHUSUS ISTRIKU KAU TAK BOLEH MENGGUNAKAN PANGGILAN ITU PADA KU!!"
"eh... apa salah nya bukan kah semua sudah mengetahui hal itu..."
"kau... VAMPIR SIALAN!!"
moon tersentak rupanya mahluk itu adalah vampir tidak heran sorotan mata dan serangan nya sangat mirip seperti buku yang ada di pagoda kematian.
"heh! aku serius sekarang..."
dewa waktu menghela nafas lalu melepaskan kerah baju itu.
"baiklah... apa mau mu ada di sini... ini bahkan belum mencapai 5 bulan?"
"em.. apa salahnya aku hanya ingin menjenguk calon murid ku...."
"kau tidak bermaksud menghisap darah mereka seperti biasanya bukan!?"tanya dewa waktu curiga membuat ther menghela nafas.
"aku serius aku bosan berurusan dengan kertas-kertas itu..."
"eh... aku mengira kau menikmati jabatan mu menjadi pahlawan di sana.." cibir dewa waktu membuat ther kesal.
"heh! aku ini adalah salah satu vampir terkuat dan paling bijak sana di sana lagi pula mana warewolf bodoh itu apa dia juga tak lari dari kertas-kertas itu"
"eh... dia tak seperti dirimu meskipun ia terlihat ceroboh tapi dia menyelesaikan tugasnya dengan baik..."
"eh.. kau meremehkan diriku!"
"yap! maksudku lihatlah dirimu sekarang kau semakin tua..."cibir dewa waktu membuat amosi ther semakin memuncak.
sementara sun dan moon yang berada di sebelah mereka hanya diam menonton kejadian itu mereka terlalu malas untuk ikut campur mereka tak ingin menyia-nyiakan energinya di pagi-pagi buta seperti ini.
"ah.. aku dengar kau mempunyai sepuluh murid ya.... dimana mereka?" tanya ther membuat dewa waktu menghela nafas lelah.
"mereka masih tidur harusnya mereka sudah bangun seperti kedua gadis itu tapi... mereka agak susah di atur"ucap dewa waktu menghela nafas lelah membuat ther heran apa anak-anak itu begitu susah diajari hingga dewa waktu yang energik menjadi lesu seperti ini?.
"em.. kelihatan nya kau mempunyai beberapa murid yang hebat"
"iya... beberapa...."
"hoaam... ayah... aku sudah bangun" ucap rose muncul tiba-tiba membuat ther kaget apa maksudnya dengan panggilan ayah itu?!.
di mata ther dia melihat seorang gadis imut mengusap matanya dan membawa boneka kelinci hijau dan berduri? apa anak zaman sekarang punya selera aneh seperti itu?.
"kakek itu menyeramkan apa kakek itu menyakiti ayah dan kakak!!"batin moon menggenggan erat boneka nya membuat ther kaget sepertinya duri tak menyakiti gadis itu apa duri itu palsu?.
"ayah... apa kakek itu menyakiti kalian?" tanya rose polos membuat ther seperti tersamabr petir apa ia setua itu hingga bisa di panggil kakek.
dewa waktu terkekeh geli melihat ther yamg sedang shock serasa ada kepuasan tersendiri melihat wajah shock itu.
rose manatap tajam ther dengan mata lucunya membuat ther merasa gemas tapi dengan sudah payah menahanya agar image nya tida hancur di hadapan ketiga anak kecil ini.
rose melempar bonekanya ke arah ther membuat dewa waktu kaget belum sempat mengingatkan ther sudah menangkap boneka itu.
"ah.. boneka ini sangat lucu seperti pemiliknya"ucap ther membuat rose mengembungkan pipinya kesal.
"li san! seribu duri beracun!" teriak rose segera banyak duri mencuat dari dalam boneka itu.
ther kaget segera melempar boneka tersebut kearah rose aneh nya saat hendak di tangkap oleh rose boneka itu kembali seperti semula membuat ther kaget.
"ah... aku belum memperingati dirimu..."
"jadi... siapa anak itu?"ucap ther merinding ketiga anak ini sangat menangkutkan.
dewa waktu menghela nafas saat ingin mengatakan sesuatu dengan cepat moon membuka suara.
"itu anak nya"ucap moon membuat tjer kaget lalu menatap dewa waktu dan rose secara bergantian lalu menggelengkan kepalanya tak percaya tidak mungkin anak seimut ini memiliki ayah seperti.....
"tidak.. tidak... ini tidak mungkin!!"elak ther membuat sun terkekeh geli jika dia tak mengetahui kebenaranya mungkin ia juga tak akan percaya melihat perbedaan wajah dan sifat ayah anak ini berbeda 180° tapi.. jika soal kemiripan dengan ibunya rose lebih domina mirip dengan ibunya dari pada ayahnya.
"heh.. kenapa kau tak percaya?"tanya dewa waktu mengerutkan kening nya heran.
"heh!! lihat perbedaan wajah dan sifat kalian!! itu sangat amat berbeda seperti langit dan bumi"cibir ther mash tak menerima kenyataan itu membuat dewa waktu menghela nafas terpaksa.
"baiklah rose siapa aku...?"tanya dewa waktu pada rose membuat rose memeluk dewa waktu.
"Ayah..."jawab rose singkat membuat ther membatu.
"bagaimana?"tanya dewa waktu menaik turunkan alisnya.
"ini.. tidak... MUNGKIN!!!!"
__ADS_1