
"hah.... guru ada apa tumben memanggil kami gadis kecil"ucap xiao sun menengok ke belakang melihat dewa emas memanggilnya.
"entahlah....."ucap xiao mon bingung sambil menengok ke belakang.
setelah itu mereka berbalik menghadap gurunya.
"guru ada apa???"tanya xiao mon.
"kalian melupakan sesuatu"ucap dewi perak mengingatkan.
"hm... sepertinya tidak guru apa kami melupakan sesuatu"tanya xiao mon.
"yah.... kalian melupakan sesuatu"ucap dewa emas mengingatkan.
"bisa bilang saja ke intinya apa yang kami lupakan!"ucap xiao sun mulai kesal dengan pembicaraan ini.
"kalian melupakan kristal kalian"ucap dewa emas menunjukkan kedua kristal yang mengambang.
"oh baiklah"ucap xiao sun mengambil kristal miliknya lalu sekalian mengambil kristal milik xiao mon.
"SUN!!!"ucap dewa emas khawatir.
"apa???"ucap sun polos sambil memegangi kedua kristal itu.
ia melihat salah satu tangannya membeku tapi melihat itu dengan tatapan biasa dan menyerahkan kristal itu pada xiao mon.
"thanks"ucap xiao mon lalu mengambil kristal di tangan xiao sun.
"kalau tidak ada apa apa lagi kami pergi dulu percaya saja pada kami guru da....."
ucap xiao sun menarik tangan xiao mon lalu pergi winter dan shadow pun setia disisi mereka.
"ah.... anak itu.."ucap dewa emas kesal.
"hi.. hi.. hi.. kau khawatir"dewi perak tertawa kecil.
"huh... sudahlah"
****
"tuan majikan"panggil shadow.
__ADS_1
"apa??"jawab cepat xiao sun.
"kristal apa yang berada di tangan anda???" tanya shadow bingung.
"oh.. ini kristal api pelangi surgawi
kenapa kau tidak mengetahui nya bukankah kau sudah hidup berabad abad???"tanya balik xiao sun.
"jangan meledeknya sun"ucap xiao mon
membela shadow.
"heh... siapa mengejeknya aku hanya bertanya coba saja tanya winter apakah dia mengetahui kristal yang kau bawa"
ucap xioa sun kesal di salah pahami.
"win..... yap kurasa di sudah mengetahui nya"ucap xiao mon melihat raut wajah pucat winter.
melihat raut wajah winter xiao sun menoleh kearah shadow ternyata memiliki raut wajah serupa
"eh..... "
melihat tuannya menjadi cemas winter buka suara.
"ah tidak tuan majikan kami hanya terkejut melihat kristal yang melengenda"ucap winter menenangkan xiao mon.
"hanya itu?? ini hanya kristal kenapa kalian menjadi sepucat itu???"tanya xiao sun sedikit kesal.
"tapi tuan kristal ini membunuh siapa saja yang menyetuhnya sembarangan" ucap winter berkeringat dingin melihat reaksi xiao sun yang tidak masuk akal.
"baiklah.... mari kita bermalam di sini" ucap xiao mon semangat.
"mau saya buatkan gubuk tuan"tanya winter.
"tidak usah"tolak xiao mon lembut.
"benar itu memakan waktu kita tidur saja disini beratapan langit dan beralaskan tanah"ucap xiao sun semangat.
"eh...... kenapa dengan mu"ucap xiao sun menggoyangkan tubuh shadow membuat shadow tersadar.
"ah ada apa tuan??"tanya shadow bingung.
__ADS_1
"ada apa gimana!! kau ini membuatku khawatir tau!!"ucap xiao sun kesal.
membuat shadow menggaruk pipinya bingung "em..... maaf.....".
"baiklah apa yang kau pikirkan"
"em......"
"jangan katakan ini tentang kristal di tanganku dan mon"
".........."
"ekh... baiklah katakan"
"kristal itu tak pernah memiliki tuan baru kali aku mendengar kristal ini memiliki tuan"ucap shadow bingung.
"tak usah dipikirkan sekarang kita makan mon dan winter sudak menyiapkan daging rusa pasti enak" ucap xiao sun tersenyum menarik tangan shadow.
"kalian lama sekali nanti habis loh" goda xiao mon dibalas gelak tawa xiao sun.
"he he mana ada aku melihat kalian belum makan"
"ya sudah makan"
"eh... kalian tidak makan?? tanya xiao mon di arahkan pada shadow dan winter.
"tidak kami tidak memakan makanan manusia tapi kami bisa coba sedikit"
ucap winter menjelaskan diangguki oleh kedua gadis itu.
"kalian makan apa binatang spirit atau manusia aku akan carikan banyak ada bandit di sekitar sini juga aku tidak keberatan membunuh mereka semua untuk kalian"ucap xiao sun santai menyantap daging rusa.
kata kata itu membuat shadow dan winter bergidik ngeri melihat majikannya yang masih dibilang anak polos di usianya dengan mudah mengatakan kata membunuh dengan santai tetapi mereka belum menyaksikan xiao mon dan xiao sun membunuh tetapi melihat latihan mereka yang bagaikan neraka membuat mereka yakin kedua gadis itu dapat membunuh dengan mudah.
tiba tiba satu panah melesat ke arah xioa sun.
"hap!!! tertangkap kau"ucap xiao sun tersenyum jahat lalu melempar balik panah ke arah sang penembak.
"ahk....... bugh..." seseorang berteriak lalu terjatuh di semak semak membuat xiao sun mendekat kearah semak semak.
xiao sun melihat hal yang sedikit.........
__ADS_1