
"kenapa dia tidak takut"
moon menghela nafas kasar.
"em... ceritanya panjang"
"apa kau berniat menceritakannya"
"tidak biarkan dia sendiri yang akan memberi tau kalian aku juga akan beritahukan atas seizin nya"ucap moon sambil menggelengkan kepala membuat tofan kecewa.
"ah... kau tidak seru...."
"hei.... apa yang terjadi di sini"
"oh... ming xin apa kau berhasil keluar dari keluarga terkutuk itu?"
tanya Arizu penasaran.
"jelas..... aku lega sekarang apa aku bisa memilih nama?"tanya ming xin semangat hanya di angguki oleh moon.
"seperti apa kejadiannya?"tanya kasu sangat ingin tau.
"tak ada yang spesial aku hanya datang mengatakan bahwa aku keluar dari keluarga dan mereka mengizinkanku tanpa perlawanan ada yang menertawaiku dan lain-lain ada yang ingin menendangku tapi kakinya di patahkan oleh sun itu saja"jelas ming xin sambil membolak-balik halaman buku.
"yah...."
"o yah... apa kau sudah memilih nama?"
tanya moon tertuju pada pria beraura terang dengan mata yang ditutupi oleh kain hitam.
"em... sebentar ah ini dia"
"aku memilih nama HIKARI"
Note author:
bagi yang tidak tau HIKARI berarti cahaya btw.
"wah.... bagus"
>>>>>>
"hah.... anak ya bisa santai begini bagaimana denganmu"tanya sun melipat kedua tangannya di belakang kepala.
anak itu diam saja membuat sun memiringkan senyumnya.
"hei... lihat ada tunghulu ayo kita beli"
sun merangkul tangan anak itu membawanya ka tempat tunghulu.
"tolong dua..."
"iya cu... ini 2 koin perak"kata nenek itu membuat anak itu manatap tajam nenek itu membuatnya ketakutan.
"ah... tanghulu ini sangat enak ini nenek bayarannya trimakasih ya.."sambar sun memberikana 10 koin perak membuat nenek itu kaget.
"tapi ini...."
"ah.... sudah lah ambil saja nek"
"tri.. trimakasih banyak..."
__ADS_1
"he.... nek... kenapa kau bersikap formal begitu ah sudahlah mari kita cari makanan lain"
sun menarik tangan anak itu berkeliling anak itu melotot ke arah sun meminta jawaban sun hanya tersenyum bodoh.
"hai... kau ini merasa di tipu ya... memang harga yang sebenarnya 2 keping perunggu tapi lihat di belakang nenek itu"
sun menunjuk kearah punggung nenek itu terdapat anak kecil yang bersembunyi di belakangnya anak itu terlihat sakit wajahnya merah dia demam.
"kau mengerti apa salahnya sedikit berbagi"ucap sun tersenyum bodoh entah kenapa membuatnya tersenyum.
senyuman anak itu sangat tipis untuk di sadari oleh sun.
"oh ya.. apa kah aku boleh memanggilmu Dark"
anak itu hanya mengangguk membuat sun tersenyum lalu merangkul leher Dark.
"bagus.. sekarang kita teman dekat"
"HAI... PENGEMIS... KAU TAK USAH BELAGU YA.... BISA-BISANYA INGIN MENCURI DARI TUAN MUDA KAMI"
"aku bukan pencuri aku tidak sengaja!"
"heh... kamu ya.. ah... sudah lah jugaan hidupmu tak akan bertahan lebih dari seminggu apa gunanya kau hidup"pria itu lalu ingin memukul anak gadis itu langsung dihentikan oleh sun.
"ah... paman ada apa jangan memukulnya nanti malah kau yang mati loh"ucap sun tersenyum bodoh membuat pria itu kesal.
"kau gadis kecil tau apa"
"he... he.. maaf paman aku tidak ingin melihat siksaan atau pukulan jadi...."
kata-kata sun tidak di gubris pria itu lanjut memukuli gadis kecil itu sun hanya tersenyum dingin.
tak sampai 5 detik kedua tangan pria itu sudah berada di tanah darah mengalir kemana-man tenang saja tak ada yang melihat karena sun melewati gak sepi.
partner nya kaget lalu dengan cepat menyerang sun tak sampai 10 dtk keduanya sudah tak bernyawa.
tubuh sun berlumuran darah ia tak jijik sama sekali ia... menjulurkan tangannya sambil tersenyum hangat.
"hai perkenalkan namaku sun dan ini temanku Dark dan kau..... siapa"
anak itu awalnya ragu tapi melihat sun tadi membantunya gadis itu langsung menerima uluran tangan sun dan berdiri tegak.
"Aku zisie mantan anggota kamp bertahan hidup senang bertemu denganmu sun"ucapan anak itu seperti seorang tentara di dimensi modern sun tersenyum lalu memegang bahu zisie.
"hei... santai saja kita sesama gadis harus saling menolong"
"ngomong-ngomong di mana kampmu"
"itu.. kampku sudah di serang oleh bintang roh mengamuk di bulan purnama yaitu sekelompok serigala bertanduk rusa hanya aku yang selamat"
"dan... bagaimana cara kau bisa selamat"
"pada saat itu aku... sedang..."
wajah gadis itu memerah membuat sun bingung lalu gadis itu menarik sun lebih dekat lalu membisikan sesuatu mendengar bisikan itu wajah sun langsung memerah.
Darkside bingung apa yang di bicarakan oleh kedua gadis itu memilih untuk diam.
"uhuk! baiklah apakah kau ikut turnamen pemilihan akademi?"
"iya dan aku lulus tapi aku tak memilliki kelompok..."
__ADS_1
"tenanh saja di kelompok kami masih kekurangan anggota apa kau ingin bergabung?"
"tentu saja"
>>>>>>>
"kenapa mereka lama sekali..."
"apakah kau yakin... tidak ingin membicarakannya"bujuk tofan memelas hanya di balas gelengan kepala oleh moon membuatnya kembali kecewa.
"ish.... ming xin kau sudah selesai memilih nama kau ini lambat sekali"
"diamlah tofan kau ini berisik sekali"
"hei aku kan hanya berta-"
"BRAK!!!"pintu ruangan mereka terbuka dengan keras membanting dinding terlihat seorang anak lelaki dengan luka parah di sekujur tubuhnya wajahnya memakai topeng kayu dia terjatuh di ruangan darah menghiasi lantai dengan cepat mereka menghampiri lelaki itu.
ming xin menutup pintu ketika melihat beberapa pria berbaju hitam lewat di depan ruangan.
"ada orang berbaju hitam di sekitar sini mereka berjumlah 20 orang sepertinya sedang mencari anak ini"ucap Hikari memandangi sekitar.
Arisu langsung membersihkan luka pria itu dan juga racun di tubuhnya.
moon mengampil pil penyembuh dari sakunya lalu memasukannya kedalam mulut laki-laki itu melihat pil itu tidak tertelan ming xin panik.
"Astaga pilnya tidak tertelan"
"tenang serahkan ini padaku"
Arisu mengambil air lalu di tuangkan kedalam mulut lelaki itu lalu ia mengendalikan airnya agar pil itu dapat masuk kedalam tubuhnya.
setelah melihat semua luka lelaki itu menutup semua bernafas lega.
"hais... susah ya... jadi orang baik"
"ish... apa kau tidak ikhlas membantunya"cibir ming xin kesal membuat tofan merasa bersalah dia tadi tak membantu apa-apa.
"ah... ya aku sudah menemukan nama"
"apa itu"ucap mereka serempak.
"RAGINA"
"lumayan untuk gadis bodoh seperti mu"
moon melamun di sana membuat tofan bingung.
"moon ada apa?"
"tidak... aku.. aku hanya terpikirkan nama cemilan setelah mendengar nama itu"ucap mengelak membuat semua curiga.
"moon apa kau baik?"tanya Hikari khawatir.
"apa yang kau lamunkan sebenarnya?" tanya Arissu curiga membuat moon menghela nafas.
"sebenarnya aku khawatir bagaimana keadaan sun ya?"
NOTE author:
Btw gues... author terinspirasi dan animasi Boboiboy dan Naruto kartun kesukaan author sejak kecil jadi... jangan protes ya.. gues... oh ya! jangan lupa untuk vote ya...
__ADS_1