Takdir Bintang Kembar

Takdir Bintang Kembar
keluarga xi li dan xi lu yang sebenarnya


__ADS_3

"eh..."langsung sun menyenggol tangan moon.


"kau tadi sedang bercanda kan"


"iya... aku tak tau mereka akan menganggap ucapan ku serius"


jawab moon berkeringat dingin.


"mereka sekarang sudah naik bagaimana ini"


"aku tidak tau kita biarkan saja air mengalir"


"kau gila"


akhinya giliran xi li meneteskan darahnya pada wadah air itu yang berisikan darah itu sungguh mengagetkan darah itu menyatu membuat prajurit itu kaget sekarang


xi lu meneteskan darahnya semua kembali kaget darahnya juga menyatu.


"wah... keberuntungan mereka bagus juga"ucap sun dan moon bersama merasa lega.


"kakak kenapa semua kaget"tanya rose polos.


"em... itu kakak xi li dan kakak xi lu itu orang penting"


"wah..."rose terkagum-kagum.


xi li juga xi lu di seret oleh prajurit di sana karena tak ingin ikut dengan mereka hal itu membuat sun kesal dan langsung manahan prajurit itu.


"apa yang kalian lakukan pada temanku"


"anak kecil kau menyingkir sana"


ucap prajurit merendahkan mendorong sun keras tetapi tak berhasil malah membuat prajurit itu terbakar hangus.


hal itu membuat semua prajurit itu kaget melepaskan xi li juga xi lu lalu mundur perlahan.


"bisa kita berbicara baik-baik"ucap pemimpin prajurit itu hati-hati.


"baiklah..."


"dengar nona kedua temanmu ini adalah anggota keluarga rong yang hilang jadi kami berencana membawanya kapada kakeknya yaitu kepala juga pemimpin keluarga rong"


"jadi... apakah temanku ingin ikut bersama kalian"tanya sun memandang tajam seluruh prajurit itu.


"kau matilah"ucap salah satu prajurit merasa di rendahkan mengarahkan pedangnya ke leher sun.


dengan cepat prajurit itu membeku dan hancur berkeping-keping.


"jika ada yang mengancam saudariku kalian akan bernasip sama dengan dia"


ucap moon dingin menunjuk serpihan darah membeku membuat semua prajurit yang tadinya ingin protes tutup mulut.


"jika kalian ingin mengantar teman kami kami harus ikut bersama kalian atau...."


"baik tak masalah silahkan naik"

__ADS_1


jawab pemimpin itu cepat dengan nada sedikit bergetar.


hal itu membuat xi li juga xi lu melebarkan senyum.


akhirnya mereka dimasukan kedalam kereta kuda mewah lalu diantarkan ke kediaman keluarga rong.


"ya ampun aku tak menyangka kalian anak keluarga rong yang hilang"


"em... ya kami juga tidak percaya jika moon tidak memerintahkan kami maka kami tak akan tau tentang hal ini"ucap xi li penuh rasa trimakasih.


"ah... tidak apa-apa"jawab moon meraa tidak enak karena perkataan sebelumnya hanya bercanda.


"hehe kau merasa tak enak ya"batin sun menggoda moon.


"shut up"batin moon dingin membuat sun menahan tawa sekuat tenaga.


"kakak... kita ingin di bawa kemana"


"kita ingin di bawa kerumah kakak xi li dan xi lu"


"apakah di sana ada makanan"


"tentu saja jika tidak ada kakak akan pukul mereka"jawab sun percaya diri.


"hore..."


kereta berhenti lalu seorang pelayang membukakan pintu.


"nona tuan sudah menunggu"


hal itu membuat semua prajurit dan pelayan kaget.


"inikah prajurit keluarga rong yang di bangga-banggakan itu"cibir sun kesal pantas saja anggota keluarga rong menghilang prajuritnya saja lemah.


"kau-"dengan cepat mulut prajurit itu dibungkam oleh prajurit lainnya.


akhirnya mereka sampai di salah satu ruangan seorang kakek tua berjanggut putih menunggu di salah satu meja penuh makanan.


"silahkan duduk bisakah kita bicara sambil makan"tawar kakek itu mempersilahkan duduk membuat rose sangat senang lalu duduk memakan-makanan disusul oleh mereka semua ikut duduk.


"jadi kalian cucuku aku sangat senang bertemu kalian"ucap kakek itu menatap xi li juga xi lu.


"iya tuan kami juga senang bertemu tuan besar rong disini"jawab xi lu cepat.


"jangan Panggil aku tuan Panggil saja kakek"


"baik kakek"ucap mereka bersama gugup.


"jadi siapa mereka yang kalian ajak"


"mereka adalah teman kami ini sun dan ini moon juga adik mereka rose"ucap


xi li memperkenalkan dengan sesopan-sopannya.


"kenapa mereka tak memiliki marga?"

__ADS_1


"mereka sebe-"


"uhuk"moon juga sun batuk bersamaan memberi tanda agar tidak memberi taukan sekarang.


hal itu membuat tuan besar rong itu curiga lalu mengarahkan seluruh tekanannya pada ketiga anak itu tetapi mereka masih tetap santai memakan-makanan mereka membuat kakek tua itu kaget.


"kakek di mana anggota keluarga lainnya"


"em.. itu mereka semua sudah mati dalam pembataian 8 tahun yang lalu kalian anggota keluarga terakhir keluarga rong"ucap kakek itu sedih.


"kepergian itu hal biasa hanya saja cara kita melepaskannya itu baru hal yang tak biasa dan di lakukan dengan cara berbeda-beda oleh setiap orang"saran moon membuat tuan rong itu kagum.


"jadi tuan rong ikhlaskan saja mereka pergi sekarang kau punya 2 cucu yang harus di lindungi mereka dengan segenap jiwa ragamu agar tak ada penyesalan atas kepergian mereka"


tambah sun membuat tuan rong kagum.


"anak sekecil ini bagaimana..."batin tuan rong bingung.


"baiklah kau sudah hidup bahagia sekarang kurasa kami harus pergi"ucap sun bangun bersiap untuk keluar di ikuti oleh moon menggandeng tangan rose.


"tunggu!! urusan apa yang lebih penting dari ini"ucap tuan rong bangun dari kursinya.


"urusan ini sangat penting jika terlambat kami akan menyesal seumur hidup"ucap sun menatap serius tuan rong membuat kaget semua di ruangan itu kecuali moon.


"oke lah kami pergi dulu da... semoga bahagia dan xi li,xi lu kalian harus semangat berlatih itu saja da..."


langsung mereka menghilang membuat tuan besar rong kaget.


"jurus.. apa itu..."


>>>>>>


"bug...."moon dan sun jatuh terduduk membuat rose kaget.


"kakak kau kenapa"tanya rose khawatir.


"kurasa kakak terlalu banyak menghabiskan lingkaran qi untuk berteleportasi kita jalan saja ya rose"


ucap moon bangun perlahan.


"tak apa rose berjalan yang penting kakak tak apa-apa"ucap rose dengan mata berkaca-kaca.


"hei tak apa mari kita berjalan"ucap sun senang lalu mangacak rambut rose.


>>>>>>


"hah... ternyata peramal itu benar jika saja aku menyayangi mereka hal ini tak akan terjadi"


"iya yang mulia benar saya juga bersalah tidak menyayangi mereka setulus hati"


******


"prang!!"


"kenapa... mereka... berpura-pura kalau saja aku tau aku pasti tidak akan bernasib seperti ini"

__ADS_1


"putri xiao ping tenanglah"


__ADS_2