
"Baiklah masalah sudah selesai sekarang lakukan misi yang kuberikan"
"Apa itu!?"Seru mereka semangat.
"kumpulkan 1000 serangga dalam 3 hari..."
"...."
"Yang benar saja!"
Dewa Waktu terkekeh "Jika kalian tidak bisa mengumpulkan nya dalam waktu yang sudah di tentukan..."
"Kalian akan mati..."Tambah Dewa Waktu menyeringai membuat bulu kuduk mereka berdiri.
"Ma-mati"Sizie tergagap.
"Ya... aku akan membunuh kalian jika misi tidak kalian selesai kan..."
"...."
Dewa Waktu merasa sangat canggung ,tidak ada satu orang pun yang menentang keputusan nya.
"Baiklah misi kalian akan dimulai.."
"dalam..."
"3..."
"2..."
"1..."
"mulai!"
Mereka semua langsung berlari keluar akademi menuju Hutan tempat paling masuk akan untuk menemukan banyak serangga.
"...."
Suasana akademi seketika menjadi hening membuat Dewa Waktu kesal "Apa yang salah disini?!"
"hm.. kau ingin tau apa yang salah.."
Tanya seseorang dibelakang nya membuat Dewa Waktu terkejut, rupanya boneka kelinci yang sebelumnya ia tendang membuat nya terkekeh.
"Apa mau mu?"
"entahlah?"
"mengatai mu bodoh mungkin?"Tambah Boneka itu membuat Dewa Waktu tertawa kecil.
"Siapa yang menciptakan mu..."
"Sun.. dia yang menciptakan ku"Jawab Boneka itu membuat Dewa waktu terkekeh.
"pantas saja.."
"Tugas apa yang ia berikan pada mu..."
"melindungi saudari kembarnya"Jawab Boneka kelinci itu lalu menghilang.
"...."
"haih..."
"tuan dan boneka nya pun memiliki sifat yang sama..."
>>>>>>>>
Boneka itu muncul kembali tepat di pintu Kamar Moon.
banyak salju yang menumpuk di sana juga pintu yang sudah kembali membeku membuat boneka itu takjub.
"Wow... jadi seperti ini jika--"
"masuklah.."panggil Moon membuat boneka itu terkejut "bagaimana cara nya? Jika kau membekukan seluruh hati mu.."
"bagaimana cara nya aku masuk?"
seketika pintu itu hancur seperti sebilah kaca yang rapuh.
"Prang!"
"wow"
Boneka itu masuk lalu pintu kembali menyatu membuat nya kagum "kau sangat hebat mengendalikan kekuatan mu..."
"hah--"
"tapi tidak dengan kesedihan mu.."
__ADS_1
Moon menatap boneka itu tajam membuat boneka itu terkekeh "aku tak bisa memiliki tatapan seperti itu kau lihat mata ku hanya 2 biji kelereng"Ucap boneka itu menyentuh kedua mata nya membuat Moon tertawa kecil.
"lalu apa yang ingin kau ceritakan? katakan saja.." pinta boneka itu membuat Moon berfikir sejenak.
"aku mau kau menjadi sun.."
"mudah!"seru Boneka itu membuat Moon kaget.
"sekarang apa? ceritakan-ceritakan!"Seru boneka itu semangat mengelilingi kepala Moon membuat nya kesal.
Boneka itu lalu berhenti di pangkuan nya sembari menatap nya imut.
"Sial!"
Moon dengan malu-malu mengelus kepala boneka itu dengan wajah memerah.
"Sun kau tau.. aku sangat merindukan mu..."
"aku tau.. aku juga merindukan mu~"balas Boneka itu membuat Moon senang.
"kau tau aku sudah tidak takut lagi.."
"aku tidak membunuh satu orang pun..."
"dan aku bangga dengan hal itu..."
"...."
"dan.. apakah kau ingat di dalam dimensi modern.....
flashback on:
"Sun kau harus datang ke konser ini!!!"
"tapi.. bukan kah kita ada tugas"
"tak apa~"
"brak!"
suara pukulan meja mengagetkan mereka.
"kau itu ya! kenapa setiap kali aku minta jawaban kuping lu selalu budek! apa sebenarnya lu tuli!"
"ta-tapi.. kan memang itu peratu--"
"halah! jangan sok teladan! lo cuman caper kan ama guru!"
"Plak!"pukulan tepat mengenai pipi gadis itu membuat nya menangis.
"Kamu tuh ya! Udah berani teriak ke gue!"
"dasar! gatau tempat!"Ucap gadis yang lain nya lalu serempak meninggalkan kelas dengan banyak orang yang memerhatikan kelas mereka.
"hiks.. hiks..."
gadis itu terlihat sangat kesakitan tetapi hanya di tatap dengan remeh dan di tertawakan.
Sun bangun dari meja tetapi tangan nya di tarik oleh Moon "Jangan! kau harus nya tak berurusan dengan hal itu!"
"Tapi dia terluka!"balas Sun melepas genggaman tangan Moon berlutut di hadapan gadis itu.
"Kau mengatakan itu terluka!"
"Menurutku yang lebih banyak terluka itu KAU!" seru Moon tak di hiraukan oleh Sun.
"Kau itu sangat!!!"
flashback off:
"Bodoh..."
"kau orang yang paling bodoh yang pernah kutemui..."
"Itu bukan salah mu.. kau sudah berusaha menghentikan nya..."
"ya.. tapi pada saat...."
flashback on:
"Wah.. udah mulai gelap ni.. pewarna rambut pasti bakal pudar.. harus cepet-cepet ke lab"seru Sun semangat.
"Kenapa kau semangat.. kita kan hanya di siksa di sana..."
"yah.. yang penting kau baik sekarang"
"oh ya! aku mau beli roti melon kau tunggu ya!" tambah Sun tersenyum semangat lalu berlari menuju Toko roti terdekat.
__ADS_1
20 menit kemudian~
"haih.. mana ada beli roti lama bat..."Gumam Moon kesal lalu bergegas menuju toko roti biasa mereka membeli roti melon tetapi Sun tak ada di sana membuat Moon mengerinyit heran.
"apa jangan-jangan aku di tinggal?!"
"Bug! bug! bug!"
"kamu ya! lepasin! kucing kayak gitu kok di peduliin!!"
mendengar seruan itu berasal dari gang kecil di sebelah toko Moon segeran mengintip , ia terkejut melihat Sun sedang terkapar memeluk seekor anak kucing.
"Lepasin gak!"
"Jangan! kalian gila ya! di juga mau hidup!"
"ih! yaudah! tinggalin aja gyus.. gak seru!"
seketika siswa yang berada di sana pergi dengan cepat Moon berlari menghampiri Sun khawatir.
"Sun kau tak apa!?"
"Moon..."
"iya!?"
"Lihat kucing ini! lucu sekali bukan!"
"Sun kucing ini hampir merenggut Nyawa mu!!"
"tapi... dia sangat lucu..."
"Itu kucing hitam!"
"apa salah nya? apa karena dia hitam? atau karena pembawa sial?"
"atau karena... dia berbeda dari yang lain..."
"tidak semua kucing hitam pembawa sial.. bila ia.. dia juga tidak memilih takdir itu..."
"itu hanya nasib nya yang sedikit tak beruntung...."
Sun menurun kan kucing itu lalu memasukan nya ke dalam toko roti yang sebelum nya tempat ia membeli roti melon.
"kau ingin kucing itu di usir"
"ssshhh..."
pemilik toko menatap kucing itu lalu menggendong nya gemas "aww.. kau lucu sekali..."
"dan.. Ah! kau terluka ayo kita obati"tambah pemilik toko memasukan kucing hitam ke dalam ruangan tempat ia beristirahat.
"lihat... aku tau aku memang keren"Ucap Sun sombong dengan cepat memakai hoddie nya berlari mencari taksi.
"sun luka mu!"
"ah! aku baik-baik saja!"
"tapi aku belum..."
"aku baik!"Seru Sun menempel kan sesuatu pada wajah nya membuat Moon kesal menarik tangan Sun agar dapat bertatap muka dengannya tetapi Sun hanya menunduk.
"Tunjukkan!"
Sun perlahan mengangkat wajah Nya membuat Moon menatap nya marah.
"kau berdarah!"
"hah! perasaan tadi tidak ada"Ucap Sun pura-pura tidak tau.
"Itu nama nya terlambat berdarah.. kau pernah melihat darah langsung mengalir deras!"Seru Moon lalu terhenti.
"kenapa kau menempelkan perban kapas pada wajah mu jika kau tau itu tak berdarah..."
"aku.. hanya.. yah...."
"Sedikit merasa sakit..."
"DASARR!! BODOH!!"
**NOTE AUTHOR:
bagi yang kalian ngerjain tugas atau ulangan online**....
ingat selalu...
__ADS_1