Takdir Bintang Kembar

Takdir Bintang Kembar
mulai mengakhiri pelatihan 14


__ADS_3

"tak apa"ucap xiao sun tersenyum lembut menatap shadow membuat shadow tertegun bagaimana bisa seorang anak kecil tersenyum saat penyiksaan tepat di depannya.


winter juga tida terima tapi tetap terdiam melihat tuanya tersenyum juga membuatnya berfikir sama seperti shadow.


langsung xiao mon dan xiao sun mengambil batu itu lalu mulai berlari tetapi di hentikan dengan suara dewi perak memanggil.


"ada apa guru???"


"sembunyikan dulu kobaran api dan serpihan kristal yang mengikuti kalian" ucap dewi perak mengingatkan sebenernya merasa gelisah.


"hem.... baiklah"ucap xiao sun berusaha memikirkan bagaimana caranya.


"bisakah kau bersembunyi di dalam diriku"tanya xiao mon kepada serpihan serpihan kristal itu.


lalu serpihan kristal itu berubah menjadi gelang tapi xiao mon merasa tidak puas dia tidak suka memakai perhiasan.


"hem... Kalau begitu bisakah akau masuk kedalam diriku??"tanya xiao sun membuat kobaran api itu langsung masuk seperti terhisap ke dalam simbol matahari di kening nya.


"oh... bisakah kau melakukan hal sama seperti itu"tanya xiao mon membuat serpihan itu perlahan masuk kedalam keningnya.


"baiklah mari kita berangkat da da guru"


ucap xiao sun pada dewa emas.


"da dah"ucap xiao mon pada dewi perak.


Mereka pun pergi bersama winter dan shadow bisa saja shadow dan winter menunggu tapi mereka sama sama mengkhawatirkan tuan mereka.


"lihatlah kedua gadis itu tetap tersenyum meskipun kau menyiksanya

__ADS_1


aku sangat bangga"ucap dewi perak sangat amat bangga.


"yah... aku juga sangat senang memiliki murid pertama yang sangat jenius"ucap dewa emas sebenarnya tidak senang malakukan cara yang sangat menyiksa ini tapi ini demi kebaikan mereka.


****


xiao mon dan xiao sun sama sama berlari terus berlari hingga mereka berjalan hal ini membuat mereka merasa malu dan terus berlari tak peduli dengan beban yang di bawanya hingga matahari terbenam lalu kembali ke goa dengan wajah malu.


"maaf guru"ucap mereka bersama.


"lakukan!!"ucap dewa emas dengan perasaan berat hati menangis dalam hati tetapi ia tahan dan tetap bersikap tegas.


"baik guru"ucap mereka serempak lalu menghilang.


"kemana mereka???"tanya winter khawatir


"menerima hukuman"ucap dewi perak tersenyum sendu.


tak berapa lama setelahnya xiao sun dan xiao mon kembali sambil tersenyum.


"kami datang"


lalu mereka batuk bersamaan.


"apa kalian baik baik saja"tanya dewa emas tegas.


"yap... kami baik baik saja"ucap xiao mon tersenyum tanpa sadar darah mengalir di bibirnya.


"pesh... darah di mulutmu "batin

__ADS_1


xiao sun mengingatakan.


sontak xiao mon langsung menutup mulutnya.


"he he ini hanya seteguk darah guru jangan khawatir kami baik baik saja"ucap xiao sun lalu kembali memuntahkan seteguk darah.


"apa kalian baik baik saja"tanya dewi perak khawatir.


"hi hi ini baru pertama kali kami menerima hukuman tentu saja menyakitkan sedikit lama kelamaa kami akan terbiasa"ucap xiao mon tersenyum lembut.


"yap!! benar tubuh kami masih sangat amat lemah"ucap xiao sun ikut tersenyum.


xiao sun dan xiao mon saling bertatapan lalu tersenyum.


"JADI GURU LATIH KAMI DENGAN BAIK JANGAN PEDULIKAN KAMI MENGELUARKAN SETEGUK ATAU DUA DARAH ITU TIDAK MENYAKITKAN ASALKAN MEMBUAT GURU BANGGA"


ucap xiao mon dan xiao sun sambil tersenyum berhadapan dengan dewa emas dan dewi perak.


"jadi apa latihan kami selanjutnya"ucap xiao sun bersemangat.


"minum dan saling membunuhlah"ucap dewi perak tegas lalu menyodorkan 2 pil langsung diambil dan diminum oleh mereka dan mulai berhadapan.


pil itu adalah racun tingkat tinggi yang membuat dewi perak kaget adalah kedua gadis ini langsung meminumnya seolah sangat percaya padanya hal itu membuat dewi perak menangis menahan haru nya kedua gadis ini sangat mempercayainya dalam hati.


lalu xiao sun mulai menyiapkan senjatanya dan mulai menyerang xiao mon juga xiao mon sudah menyiapkan busurnya untuk xiao sun.


"kemari"ucap dewa emas melambaikan tangan langsung shadow dan winter berada dalam array pelindung.


"aku ingin mengatakan metode anda sangat gila untuk gadis yang berusia 5 tahun"ucap winter dengan bahasa sesopan sopanya.

__ADS_1


"yah... ini untuk mereka juga bagaimana cara kami menyalurkan kekuatan kami yang besar ini pada anak sekecil mereka inilah alasanya"ucap dewa emas menunjuk panah perak xiao mon yang sedang menuju kemari langsung panah itu menembut mereka dan tertancap di dinding goa hal itu membuat winter dan shadow tersentak kaget.


"a.. nda da.. da.. pat menggunakan ilmu array.... te..mbus pandang"ucap shadow tergagap juga winter menjadi kaku.


__ADS_2