
"secepat itu!"teriak dewa emas dan dewi perak tidak percaya mengingat guru mereka yang acuh tak acuh serta kepura-puraannya.
"em... iya me-"
"heh! moon kau ini lama sekali semua menunggu lama tau!"ucap sun kesal muncul tiba-tiba mendapat lirikkan tajam dari dewa emas.
"em... kurasa aku datang di waktu yang salah aku akam kembali lagi"ucap sun bersiap keluar dari pagoda"
"DUDUK!"
sun menghela nafas kasar mau tidak mau dia harus duduk.
"ada apa?"tanya sun cuek membuat rahang dewa emas mengeras.
"bisakah kalian jelaskan kejadian yang tadi kenapa kalian dengan cepat menjadi murid akademi itu setau ku pak tua itu pemilih"
"em... kami hanya bertarung lalu meminta pengawas untuk mengeluarkan kami dari turnamen pak tua yang kau maksud datang menawarkan untuk masuk ke dalam akademinya tamat!"ucap sun singkat dan padat.
"hem... jadi kami ingin bertanya apakah kalian ingin ikut"
"baiklah jika itu mau kalian kami ikut"ucap dewi perak membuat moon senang lalu mereka keluar dari pagoda ke ruangan mereka.
semua menatap dewa emas dan dewi perak kaget tak bisa berkata-kata hanya diam hening memandah dewa emas dan dewi perak membuat sun dan moon bingung.
tak biasanya mereka semua dia seperti ini em... yah kecuali kuro dia memang diam dari awal sampai akhir.
"jadi.. kalian kenapa?"
semua diam tak merespon perkataan moon.
"hei.. apa itu wajar atau tidak wajar?"tanya sun langsung di balas oleh dewa emas dengan sombong.
"tentu saja wajar! kaliannya saja yang tak tertarik"
"cih! kita lihat saja"
"De.. de.. dewi perak"
mereka semua langsung berlari menghampiri dewi perak tanpa memperdulikan dewa emas membuat moon dan sun menahan tawa sekuat tenaga.
"puft...."
tak sanggup... mereka akhirnya tertawa terbahak-bahak membuat dewa emas kesal lalu memukul kepala mereka berdua membuat mereka terjatuh saat terjatuh semua bingung kenapa kedua gadis itu terjatuh.
"sun,moon kenapa kalian terjatuh?"tanya sizie khawatir.
"ah! tidak-tidak kami hanya tergelincir!"ucap sun dan moon cepat membuat dewa emas curiga lalu mengambil koin emas lalu mengangkatnya tinggi-tinggi.
"wah! lihat koin itu terbang!"ucap Ragina membuat dewa emas menatap curiga terhadap sun dan moon.
__ADS_1
"wah... hari ini sangat cerah kami akan pergi berjalan-jalan ayo rose"ucap moon berkeringat dingin diikuti oleh sun bersiap berlari.
"oh..... begitu ya... ilmu penghilang....."gumam dewa emas tersenyum dingin membuat mereka dengan cepat berlari.
"hap!"
kedua kerah baju mereka di tangkap membuat mereka memberontak seperti anak kucing.
"em... sun,moon ada apa?"tanya tofan bingung melihat kedua gadis itu bersikap aneh kali ini.
segera dewa emas menghilangkan pengaruh ilmu penghilang dari tubuhnya segera muncul di hadapan semua anak itu membuat semua tercengang.
"wah! dewa emas!!"teriak mereka bersamaan lalu para lelaki itu menghampiri dewa emas sedang para gadis itu berbicara dengan dewi perak termaksud rose.
"hump!"
langsung dewa emas menjatuh kan kedua gadis itu dengan kasar membuat mereka mengumpat dalam hati.
"kau!"sun menunjuk dewa emas yang sedang tersenyum sombonng.
"apa?"tanya dewa emas tersenyum penuh kemenangan.
"em... tak ada ini kamar guru kami ingin melatih sesuatu"ucap moon melempar no kamar penginapan dengan mudah di tangkap dewa emas.
"oh... guru jaga rose ya...."ucap moon di tujukan pada dewi perak.
"baiklah..."ucap dewi perak tersenyum manis membuat suasana menghangat.
"em... ok da..."ucap sun menarik tangan moon menjauh.
>>>>>>>
"ah... kenapa kau menakuti mereka seperti itu meskipun itu lucu tapi... ah! sudahlah ayo berangkat" ucap sun langsung mereka menghilang dari tempat itu lalu muncul di sebuah sungai.
"em... katakan saja kau suka melihat orang ketakutan"
"yah... kau tau moon itu sangat menyenangkan apa lagi saat melihat xiao ping menangis itu sangat menyenangkan"ucap sun menjilati bibirnya senang.
"yah... aku juga itu sangat menyenangkan andai waktu bisa di ulang"ucap moon tersenyum dingin.
"eh... kenapa kau mengajak ku kemari?"tanya sun heran ini hanya sungai biasa tapi... entah kenapa ia merasakan sesuatu yang salah dengan sungai ini.
"em... entahlah aku pernah mencuci tangan di sungai ini tapi..."
moon lalu mengambil air di sungai itu dengan cepat air itu menguap lalu menghilang tak meninggalkan bekas.
"em... baiklah jika begitu...."sun lalu memegangi dagunya lalu menatap sungai lalu tersenyum.
sun tak segan-segan menarik tangan moon lalu dengan cepat melompat masuk kedalam air anehnya mereka tidak mengambang kembali tapi justru jatuh dengan cepat hingga mendarat di goa bawah sungai salah mendarat sedikit saja mereka pasti sudah tertusuk bebatuan runcing di sana.
__ADS_1
yang! benar saja saat masuk mereka dapat bernafas dengan lancar di bawah sungai.
"baiklah.... apa yang harus kita lakukan di tempat seperti ini"
"entahlah..."ucap sun membuat moon kesal.
"kalau begitu kenapa kau menyeretku untuk masuk kedalam sini"ucap moon tersenyum kesal.
"em... yah.. jika aku melompat sendiri maka pasti kau akan penasaran lalu melompat bukan..."ucap sun santai membuat moon memegangi dagunya menurutnya apa yang di katakan sun benar juga.
"em... baiklah di sini hanya ada dinding air apa yang harus kita lakukan?"
"santai saja aku akan coba mengendalikan air ini" ucap sun menyentuh dinding air itu membuat dinding itu bergetar lalu tenang kembali membuat sun kaget.
"em... ini bukan air"ucap moon membuat sun kaget.
"ini angin bertekstur air"ucap moon membuat sun tambah kaget apakah ada benda seperti itu.
"siapa kalian mengganggu istirahat ku selama beberapa tahun ini"ucap mata yang sangat besar menatap sun dan moon.
"matanya sangat besar hewan apa ini?!"ucap mereka bersamaan menbuat hewan itu tertawa.
"aku bukan hewan,tumbuhan atau manusia gadis kecil aku sang penjaga lautan dari seluruh dimensi tugasku menjaga agar lautan terbebas dari hal-hal kotor tapi karena suatu alasan aku tertidur untuk beberapa tahun ini"
"tunggu sebentar! kapan kau tidur?"tanya sun curiga banda apapun ini tak mungkin tidur sesebentar itu.
"em... sekitar tahun xxxx"
ucapan mahluk itu membuat sun dan moon kaget itu sudah berjuta-juta abad yang lalu kalau tidak salah masih zaman cahaya.
"hei sekarang tahun xxx kau tidur sudah berjuta-juta abad yabg lalu"ucap sun santai membuat mahluk itu kaget.
"APA!!!"
.
.
.
Note author:
em... gues... dah pada vote belum...
Ha.. ha.. lucu ya... aku nanya ini ke kalian padahal aku tau banyak dari kalian yang belum vote juga paling gak sedikit yang gak baca note ini btw... terserah kalian juga sih meskipun aku nulis sambil ngemis-ngemis ke kalian itu hanya akan di baca doang....
em... sudahlah ini salah author yang males up nanti author akan sering crazy up jika banyak dari kalian yang vote bahkan bisa satu minggu sekali em... itu tergantung kalian aja...
oh! iya sekarang kalian boleh nanya apapun di kolom komentar nanti author pasti jawab di chapter berikutnya....
__ADS_1
DA... JANGAN LUPA VOTE YA...