Takdir Bintang Kembar

Takdir Bintang Kembar
Kelung mutiara emas


__ADS_3

"kau yakin..."


"kenapa masih bertanya"


Sun bergerak cepat secara zig-zag sangat cepat sampai-sampai setiap tempat yang di lewati nya meninggalkan bekas buih yang lambat mengikuti langkah nya Juga membuat Usula tak bisa fokus menangkap nya.


"lihat lah baik-baik"Gumam Sun tiba-tiba berada di salah satu tentakel nya tak ragu menusukan pedang nya membuat Usula berteriak keras kesakitan.


"seorang Ratu gurita sedang kesakitan Sungguh di sayang kan padahal aku menganggap lebih dari ini"


tepat pada saat itu Moon kembali membidik mata Usula yang perlahan sembuh membuat nya regenarasi nya gagal.


"Siapa yang mengajari kalian bertindak tidak sopan seperti ini!?"


Moon tertawa mendengar pertanyaan aneh itu "seorang guru perempuan"Jawab Moon tetap fokus membidik membatalkan regenerasi di tubuh Usula.


"kau ingin mencoba nya?"Tanya Moon mengeluarkan banyak koin emas dari dalam pagoda Membuat Sun menghela nafas "aku jadi ingat pak tua sialan itu"Umpat Sun mengingat Dewa emas guru pertama nya di dalam dimensi kuno.


"one hundred of golden sword"


seketika seluruh emas itu melebur membentuk 100 pedang yang melayang berputar tepat diatas kepala Usula. membuat nya berenang menjauh tetapi dengan cepat Sun menghadang jalan nya.


"selamat kamu yang pertama"


"Zrahs! Zrash!"


semua pedang itu bersamaan menusuk setiap Tentakel Usula membuat nya kembali berteriak kesakitan "berisik sekali"


"kalian..."


Sun sengaja tak mengenai kepala atau tubuh Usula karena Ia tak ingin Ratu gurita itu mati dengan mudah.


"em... kenapa dia tidak berbicara"


Sun mendekat menatap wajah Usula kelihatan nya dia pingsan.


"ukh!"


Sun memegangi perut nya berkeringat membuat Usula tertawa "kau lupa meski aku kehilangan seluruh tentakel ku aku maih bisa menyerap kekuatan mu"


"puftt..."


"Ha.. ha.. apa- ka.. ha.. ha. ini lucu.."


Sun tak berhenti tertawa membuat Usula Marah "apa yang!?"


"haih.. aku jadi ingat sesuatu..."


Sun perlahan menjatuhkan pedang nya ia seperti melamun tak paduli apapun yang terjadi di sekitar nya...


Flashback:


"Bug!"satu pukulan mendarat dengan keras pada perut Sun membuat nya mengumpat.


"Uhk! Sial!"


"cih.. kau masih terlalu lemah"Ledek Dewa Emas membuat Sun kesal.


"oh ya.. seperti kau yang paling kuat saja"balas Sun menurunkan jempol nya membuat mereka berdua sama-sama kesal.


"eh.. sudahlah kalian.."lerai Dewi perak yang berlatih santai dengan Moon membuat Sun kesal.


"pak tua kau tak bisa berbaik hati sedikit..."


"oh.. ya kau ingin Jadi lemah!"


"astaga.. pantas saja kau tak memiliki kekasih" ledek Sun membuat Dewa emas membatu.

__ADS_1


"Ups...."


"Kau murid sialan"


"kau guru ku jadi sudah jelas aku belajar dari mana"


"astaga..."Dewi perak dan Moon hanya diam ini hal biasa yang dapat mereka saksikan dalam kehidupan sehari-hari.


"kau lihat kalung ini"


Dewa emas menunjukan kalung dengan manik yang bersinar,sinar itu berwarna keemasan membuat siapapun akan terpukau melihat nya.


"lalu?"


"Sssshhh!"


tiba-tiba seluruh lingkaran qi nya tersedot membuat membuat nya tiba-tiba kehilangan keseimbangan dan terjatuh.


"ini adalah kalung mutiara emas khusus untuk menyerap kekuatan apapun itu dan memberikan kekuatan yang diserap pada sang pemilik"


"ya.. ya..."


Sun bangun membersihkan baju nya menatap kalung itu lekat-lekat "apakah ini satu-satu nya"


"oh.. tentu saja"Jawab dewa emas sombong membuat Sun menyeringai.


"apa kau bisa menteleportasikan kalung ini? juga apakah kekuatan akan terserap hanya dengan menyentuh nya?"


"aku tidak yakin"


Dewa waktu mencoba berkonsentrasi memindah kan kalung dengan cara teleportasi.


"Bo!"


Sun mengagetkan nya membuat kalung itu seketika hilang dari tangan nya membuat nya membatu.


"Kau murid sialan!, aku bahkan tidak tau kalung itu sekarang berada dimana?!"


"astaga benarkah?!"


"Apa yang harus kita lakukan?!"


mereka berdua panik hal itu membuat Moon dan Dewi perak menghela nafas "bodoh"Ucap mereka bersamaan bertujuan untuk orang yang berbeda


>>>>>>>>>>


"eh, apa ini?"ucap Usula memegangi sebuah kalung.



Flasback Off:


"Ha.. ha.. ini lucu ternyata sampai kesini"


Sun terus tertawa memegangi perut nya membuat semua heran.


"Moon apa kau ingat insiden kalung pada saat itu?" tanya Sun menahan tawa nya diangguki oleh Moon.


Sun menunjuk kalung yang dibawa oleh Usula membuat Moon menjatuhkan busur nya.


"puft..."Moon menutup mulutnya menahan tawa ternyata kalung itu.


"apa yang kalian.tertawa kan!"


"tidak ada..."


"hm..."

__ADS_1


Sun perlahan menaikan Tangan nya membuat seluruh pedang emas itu bergerak ke atas menyebabkan seluruh tentakel Usula terlepas.


"pergilah..."Usir Sun melembaikan tangan nya.


"eh...?"


"pergilah sebelum aku berubah pikiran.. "


"tapi kita bahkan-"


"Zrash!"


kepala Usula sudah melayang darah hitam menyebar ke mana-mana membuat Sun terkekeh "aku sudah berubah pikiran"


Sun memutar telapak tangan nya seketika seluruh pedang emas itu melebur kembali berubah menjadi Koin emas yang langsung dimasukan nya kembali ke dalam pagoda.


"Hm... "


Sun mengambil kalung emas dari tangan Usula tetapi Tangan Usula kaku membuat Sun memotong telapak tangan Usula lalu mengambil kalung itu.


"crak..."


Kalung itu dihancurkan nya membuat berbagai cahaya keluar dari kalung itu bergerak dengan cepat kemana pun membuat mereka kagum.


"Ini kekuatan yang sebelum nya terserap dan sekarang akan kembali ke pemilik nya"


salah satu cahaya itu masuk kembali ke dalam tubuh Sizie membuat senang.


"ok.. ayo kembali..."Ajak Sun tiba-tiba terhenti melihat banyak orang menatap mereka termaksud Amfrite dan Poseidon.


"eh.."


"Bukan kah kalian seharus nya berada di aula rapat"


Poseidon menatap tajam mereka membuat kedua gadis itu menghela nafas.


"haih..."


>>>>>>>>>>


"hei.. ayolah.. lepaskan... "Protes Sun malas mereka sedang diikat saat ini hal itu membuat Sun Dan Moon kesal.


"em... apakah tak apa membiarkan mereka seperti itu"ucap Aredhel ragu membuat Nisa menghela nafas "entahlah semua kakek itu aneh"


"Jangan bertanya mereka memang aneh" Setuju Amfrite membuat Poseidon kesal.


"Ini semacam antisipasi mereka seperti nya tidak normal"


"hei! pak tua aku bisa mendengar mu" protes Sun kesal.


"asal kau tau saja Kami memang tidak normal" tambah Moon menyeringai membuat beberapa Prajurit yang berada disekitar mereka merinding.


"astaga.. kau lihat kedua gadis itu memang tidak normal"


"ya.. ya.. lakukan semau mu pak tua"


"siapa kalian?"


"nama ku--"


"Maksud ku identitas"


"apa kau yakin ingin mengetahui ini?"Tanya Moon tersenyum membuat Poseidon mengerutkan kening nya.


"ya?"


"oh.. ayolah kenapa semua orang penasaran dengan hal itu"protes Sun kesal Mereka sebenarnya bisa bicara baik-baik duduk bersantai dengan beberapa cemilan di atas meja tetapi sebalik nya mereka diborgol menyatu dengan dinding di penjara bawah air.

__ADS_1


__ADS_2