Takdir Bintang Kembar

Takdir Bintang Kembar
pergi lagi (-_-)


__ADS_3

sun dan moon bangun bersamaan sebelum matahari menampakkan dirinya lalu keluar kamar perlahan takut membangungkan sloth ataupun patience yang sedang tidur nyenyak lalu mereka keluar mencari udara segar.


"ah... kurasa kita melupakan sesuatu...." ucap moon mengingat-ngingat kejadian kemarin.


"em... kau benar tapi apa ya...."


"kalian gadis sialan!!"teriak seseorang berjalan kearah mereka.


"ah! pak tua itu masih tidur di tanah" ucap sun membuat moon memegangi kepalanya pusing bagaimana bisa mereka melupakan hal seperti ini.


dewa waktu menatap tajam sun dan moon bergantian.


"apa kalian tau apa yang terjadi padaku!!"teriak pelan dewa waktu menunjuk wajah yang dipenuhi tanah.


"em... kau berguling di tanah sambil mencium-cium tanah"tebak sun datar membuat dewa waktu tambah kesal.


"YA!!"


"wah! aku benar moon ayo tos!"ucap sun bersemangat lalu menyatukan telapak tanganya dengan moon membuat dewa waktu bertambah kesal.


"kalian tidak melihat wajahku yang kotor!"


"ya cuci"ucap moon datar membuat dewa waktu membatu gadis itu benar kenapa ia memperbesar masalah ini dulu dia sering tidur di hutan yang di penuhi lumpur dan serangga kenapa sekarang seperti ini?.


melihat dewa waktu ling-lung moon menghela nafas kasar


"pada saat kau bangun di pagi hari otak mu belum bangun atau bekerja secara sempurna jadi wajar kau seperti itu" ucap moon memaklumi reaksi dewa waktu yang tak wajar itu.


"em... apa kah ada ruang pemandian di sini?"tanya sun membuat dewa waktu tersadar.


"yah... ada nanti white magic bisa memberi tahu kalian dimana letaknya"


ucap dewa waktu lalu pergi dari sana tapi langkahnya terhenti lalu menatap sun dan moon.


"ingat berkumpul di sini pada saat kalian selesai membersihkan diri"ucap dewa waktu lalu menghilang dari sana membuat mereka menghela nafas lelah.


"apa kita melupakan hal lain?"tanya sun membuat moon berfikir lalu menepuk jidat kesal.


"kedua guru kita belum datang apa mereka dalam masalah"ucap moon memegangi kepalanya pusing.


"em... aku akan melupakan mandi untuk sementara ini"gumam sun datar ia tak terlalu menginginkan mandi.


"apa kita harus mencari nya?"tanya sun membuat moon terpaksa mengiyakannya.


"tapi... kita tak tau dimana mereka sekarang?"ucap sun membuat moon kesal.

__ADS_1


"jika kita tau di mana keberadaan mereka sekarang kita tak perlu mencari mereka!!"ucap moon kesal membuat sun menghela nafas kasar di berencana mengawali hari dengan damai tapi kenapa selalu seperti ini.


"baiklah ayo kita cari"ajak moon diangguki oleh sun saat mereka hendak berjalan SATU LANGKAH SAJA!!.


"sun,moon ada sesuatu yang ingin kami beritahukan pada kalian!!"ucap dewa emas dan dewi perak datang tiba-tiba membuat sun dan moon manahan amarah sekuat tenaga.


"iya ada apa?"tanya moon dengan senyum terpaksa.


"kami akan di panggil lebih cepat ke alam baka"ucap dewi perak membuat sun juga moon bingung harus bereaksi bagaimana.


"kalian tidak sedih?"tanya dewa emas kesal.


"tidak juga kami hanya lelah menangisi kepergian kalian"ucap moon dan sun bersamaan membuat dewa emas membatu.


"baiklah da~ nanti kami akan ke alam baka kembali menjemput kalian"ucap moon melambaikan tangan membuat dewa emas kesal.


"dasar murid durhaka!"


"eh.. sebelumnya kami terlalu dramatis karena kami mengira kalian tak akan kembali lagi sekarang kami mengetahui kalian bisa saja kembali lagi membuat kami tak tau harus kesal atau marah" ucap moon datar diangguki setuju oleh moon.


"em... baiklah"


"cup! cup!"


"kami percaya kalian pasti akan menjemput kami"ucap dewi perak lalu menghilang diikuti oleh dewa emas ikut menghilang hanya menyisakan 2 boneka latihan di hadapan mereka.


"cih!"


sun langsung memukul kedua boneka itu membuatnya hancur berkeping-keping.


"baiklah saat nya latihan"ucap moon datar diangguki oleh sun.


"kakak~"panggil seseorang yang tak asing bagi mereka.


"rose!"


moon langsung menghampiri dan memeluk erat rose.


"wah... padahal baru satu hari kau sudah pulih total!"ucap sun tersenyum mengelus kepala rose.


"lebih tepatnya 5 hari"ucap dewa waktu tiba-tiba muncul diagguki oleh mereka.


tidak heran ternyata dewa waktu memasukan rose pada cincin dimensi yang selama ini mereka kira cincin penyimpanan.


"ah... 5 hari sama dengan satu hari di cincin dimensi mu ck.. ck.. cepat sekali" cibir sun membuat dewa waktu kesal.

__ADS_1


"ya.. ya.. terserah apa kata kalian...." ucap dewa waktu malas berdebat membuat sun menutup mulutnya.


"kenapa!?"


"aku tak percaya pak tua yang selalu marah bisa bersikap cuek"ucap sun tak percaya membuat dewa waktu kesal perdebatan sengit pun kembali terjadi.


moon hanya terkekeh geli sedangkan rose memiringkan kepala bingung.


"kakak?"


"ah! ada apa rose?"ucap sun dan dewa waktu bersamaan membuat rose kaget.


"sudahkah kalian seperti anak kecil" ucap moon menyilangkan tangan di dada kesal.


"ya...."


"baiklah kita mulai latihannya!"ucap dewa waktu tegas membuat mereka berbaris rapi.


dewa waktu melempar cincinnya keudara segeran mereka berpindah kedalam dimensi kecil dalam cincin tersebut.


terlihat padang rumput luas sejauh mata memandang membuat mereka kagum.


"baik kita akan mulai di sini dan untuk pemanasan kalian berdua angkat 2 gunung disana dan rose angkat 1 bukit kecil"ucap dewa waktu membuat mereka bingung.


"gunung? tapi kami tak--"


belum sempat menyelesaikan kata-kata sudah ada banyak gunung di depan mereka membuat sun dan moon jengkel sedangkan rose masih terkagum-kagum dengan apa yang ia lihat.


"baiklah angkat yang kalian tak bisa angkat"


"what!! gagasan aneh itu tak cocok untuk rose apa kau yakin"protes moon kesal membuat dewa waktu menaikan sebelah alisnya.


"jika cocok untuk kalian kenapa rose tidak apa kalian meremehkannya?"


"ekh...."mereka bungkam membuat dewa waktu tersenyum penuh kemenangan.


rose mengangkat bukit yah... cukup mudah sedangkan sun dan moon harus mengangkat gunung satu persatu dan yah... mereka bisa mengangkat semua gunung yang ada di sana dengan mudah yah... latihan di pagoda kematian jauh lebih sulit dari pada hal sepele ini.


dewa waktu terkejut ia awalnya mengira kedua gadis itu akan sulit mengangkat gunung terakhir tapi hasilnya bahkan melebihi ekspetasinya 2 gadis ini sangat jauh lebih kuat dari perkiraannya membuatnya berfikir latihan apa yang cocok.


"hei... apa yang kau pikirkan pak tua?" tanya sun bingung.


"em... aku bingung harus memberi latihan apa pada kalian jadi... mungkin kalian latihan sendiri saja...."ucap dewa waktu santai membuat mereka kaget menjatuhkan rahang mereka.


"APAAAA!!!!!"

__ADS_1


__ADS_2