Takdir Bintang Kembar

Takdir Bintang Kembar
menuju pagoda inti hutan 3


__ADS_3

"siapa sebenarnya kalian....


"itu... rahasia he... he.."


"pletak!!"


"maaf tapi kami tidak bisa memberitahu kan anda karena identitas kami belum kami tau pasti"xiao mon menundukan kepala meminta maaf.


"ah... sudahlah karena kalian masih anak gadis aku sarankan pergi dari sini untuk


nyawa kalian kalau kalian tidak sayang nyawa pikirkan orang-orang yang menunggu kalian pulang"saran bijak ular hijau itu.


xiao sun hanya memasang senyum mengejek dan tertawa keras xiao mon tau itu bukan tawa canda xiao sun hanya tersenyum sedih melihat saudarinya.


"ha.. ha.. ha.. pulang,orang yang kami sayangi ha.. ha.. ha.. lucu sekali-lucu sekali bisa-bisa nya kau ular punya selera humor yang bagus"


reaksi xiao sun membuat ular hijau itu terkejut.


"maafkan saudariku sebenarnya kami tidak punya siapa-siapa lagi"xiao mon tersenyum kecut membuat ular itu merasa iba.


ular itu hanya menghela nafas


"pergilah lanjutkan jalan kalian"


"trimakasih banyak..."langsung xiao mon menarik tangan xiao sun menuju lapisan keenam.


mereka terkejut hanya ada air disini bagaimana bisa??? air sedalam dan sebanyak ini tidak merembes ke lapisan lainnya.


"baik....lah.. bagaimana cara kita melewati semua genangan air besar ini tak mungkin berenang kan pasti ada monster asing di bawah saja dan kita juga tidak tau apa monster itu bergerak secara individu atau kelompok"


"diamlah sun aku sedang berpikir"


saat mereka sedang melamun dengan cepat mulut buaya hampir memangsa kepala xiao sun dengan cepat xiao sun menghindar mengeluarkan pedangnya


lalu menebas kepala buaya itu tetapi tidak berhasil buaya itu memiliki kulit berliar hitam membuat pedang emas xiao sun tak dapat menembusnya.


"ah.... sial"

__ADS_1


saat xiao sun mundur xiao mon dengan cepat menembakan anak panahnya ke arah buaya itu tetapi semua anak panahnya patah.


membuat kedua gadis itu kaget.


buaya itu berukuran sangat besar sekitar 30 meter sangat besar xiao sun bahkan harus mundur dangan sangat cepat untuk menghidari moncong mulutnya yang panjang.


langsung xiao mon menarih baju xiao sun untuk naik ke atas kristalnya mereka naik setinggi yang mereka bisa


saat mereka naik lumayan tinggi buaya itu masuk kembali ke dalam air membuat xiao sun lega tetapi xiao mon sebaliknya.


"ada apa?"


"ada yang tidak beres"


beberapa detik setelah xiao mon mengatakan itu buaya itu keluar dengan cepat dari bawah air dengan mulut terbuka hampir melahap mereka lalu buaya itu jatuh kembali ke dalam air


kejadian ini mirip scene jurassic world.


"eh.. buaya sialan"


"sempat sekali kau mengumpat"


saat-saat mereka sedang mengobrol


datang lagi buaya dari dalam air kali ini buaya itu lebih cepat tetapi usahanya gagal xiao mon memindahkan kristal tempat dia berpijak hingga buaya itu melesat cepat melewati xiao sun dan xiao mon.


xiao mon tersenyum mengejek seakan berkata "kau pikir kita akan diam di tempat untuk menjadi santapan mu begitu"


buaya itu sangat kesal santapannya menghindar lalu dia kembali jatuh keair


siapa yang tidak tau jatuh keair dalam kondisi terlentang itu menyakitkan.


"ya ampun...."


lagi-lagi buaya melakukan hal yang sama membuat xiao sun geram lalu mengarahkan tangannya ke buaya itu kemudian mengepal kuat-kuat tangannya sekita kobaran api muncul di sekitar buaya dan mengekangnya di atas air.


xiao mon pun mendekatkan diri kearah buaya itu xiao sun hanya mengikuti saja.

__ADS_1


"wah... kau sedikit berat ya"xiao sun mengeluarkan senyum mengejek membuat buaya itu kesal dan meronta ronta tetapi tidak berhasil.


"baiklah.... bicara"


"......."


"kau mengacuhkan saudariku cih... kau ini di suruh bicara malah tidak mau oklah kalo itu maumu byee...."


xiao sun mengibaskan tangan lalu melepas kepalan tangannya membuat buaya itu terpental hingga terdampar ke lapisan keempat.


"**hei.... apa yang kau lakukan disini tumben berkunjung"


"diamlah ular harga diriku jatuh dan aku harus mempertahankannya"


"ouh... kau di kalahkan oleh 2 gadis itu"


"kau bicara seakan-akan kau tidak dikalahkan"


"yap kau benar aku biarkan saja mereka lewat tanpa perlawanan sengit yang membuat harga diriku tidak jatuh seperti mu..."ular memasang senyum mengejeknya membuat buaya itu mengumpat dalam hati.


"ah... sudahlah berdoalah agar kedua gadis itu selamat agar harga diriku tidak jatuh"


"itu salahmu selalu berfikir menggunakan perut**"


kedua hewan itu saling berdebat satu sama lain tanpa pertarungan yah.... tidak mungkin mereka membunuh satu sama lain jika itu terjadi siapa yang akan menjaga setiap lapisan hutan ini.


*****


"kenapa buaya itu tidak kembali mengejar kita ya"ucap xiao sun heran.


"mungkin si buaya dan ular sedang mengejek satu sama lain"


"maksud semacam bertarung?"


"tidak... hanya berdebat tak mungkin sesama penjaga membunuh satu sama lain"


"oh.. begitu"

__ADS_1


"MON BERHENTI.....


__ADS_2