
"Brak!!!"
"TOFAN!!"
Tofan bergegas berlari mengahampiri Sizie dengan wajah memelas.
"katakan pada guru aku buang a--"
"Kau.. menghamburkan seluruh buku yang berada pada perpustakan lagi!"seru Nisa Kesal membuat Tofan tersentak.
"Dari mana guru tau!?"
Ragina perlahan muncul di belakang Nisa sebari tertawa mengejek membuat nya mengumpat.
"Sudah berapa kali dikatakan gunakan kekuatan mu dengan baik jangan dengan main-main!"
"tapi.. guru.. pelajaran itu... sangat membosankan...."Gumam Tofan dapat di dengar jelas oleh Nisa.
"oh! sudah berani ngelawan kamu ya!"
"Puft..."
"Udah guru hukum saja..."Ucap Ragina menaik turunkan alisnya.
"Ada apa ini?"Tanya Ther muncul di belakang Tofan membuat nya berteriak.
"e.. gu-guru.. ther.. sebenernya..."Tofan tergagap.
"GURU BESAR MENCURI PERSEDIAAN DARAH MU!" seru Tofan cepat lalu berlari secepat angin menjauh meninggalkan ther yang masih berusaha mencerna perkataan nya.
"Tapi.. aku menemukan Dewa Waktu berada... di danau.. apa hubungan nya...."
"Tunggu Dulu!"
>>>>>>>>>>>
"baiklah.. untuk pelajaran kali ini belajar lah menangkap Ikan dengan hanya menggunakan kedua tangan"
"tapi.. guru bagaimana caranya? ikan-ikan tak mungkin muncul dengan cepat..."tanya Hikari.
"Itulah sebabnya kita memakai kantung darah manusia ini untuk memancing beberapa ikan-ikan pelangi di sekitar danau..."Jawab Dewa Waktu mengeluarkan kantung darah dari cincin penyimpanan nya.
"yang harus kalian ingat adalah Jangan sampai kalian membunuh meski ikan itu menyerang kalian.."
"Itu sangat berlaku untuk mu Kuro"tambah Dewa Waktu hanya membuat Kuro hanya mengangguk malas.
"Tidak ada pertanyaa--"
"Guru boleh aku keluar sekarang..."
"kau boleh keluar sekarang Arisu"
tak lama gelombang air mendekat ke arah mereka dengan perlahan Arisu keluar dari dalam air menuju pinggir danau membawa sebotol kaca yang berisikan kertas juga sebatang ranting.
"bagaimana guru?"
"sangat lambat... poseidon bahkan bisa menemukan nya hanya dalam beberapa detik"
"Jangan dirasakan.. tetapi menyatulah dengan air.. maka kau akan mengerti dan melihat apapun yang di rasakan air"
"tapi.. guru.. perkataan mu..."
"tidak selaras? aku tau.."
Dewa Waktu menyentuh pundak Arisu "Maka coba pahami lah.."
"Sekarang kau boleh ke perpustakan, pelajari apa yang ingin kau pelajari"Suruh Dewa Waktu.
Arisu mengangguk lalu pergi dari sana.
"Jadi.. sampai mana kita?"
"Guru.. kau bahkan belum memulai nya.."
"Hikari kau harus belajar bekerja sama dengan kuro.. karena tanpa salah satu dari kalian kelompok kalian pasti akan hancur"
"baik guru.."
Dewa Waktu menuangkan darah pada air danau lalu melapisi array pada pinggiran danau.
"Baik kalian bo--"
"DEWA WAKTU!"seru Ther membuat Dewa Waktu tersentak.
"Tangkap lah dengan cepat!"ucap Dewa Waktu cepat mendorong Hikari dan Kuro masuk ke dalam Danau.
"ada apa ther?"
"Kau mencuri! persediaan darah ku lagi! bukan!"
"ha.. ha.. cendaan yang bagus.."
"siapa yang memberi tau mu?"
"Tofan!"
"Akan ku hukum dia"batin Dewa Waktu berusaha tersenyum.
>>>>>>>>>>
"hachu!"
__ADS_1
"seseorang berbicara tentang ku?"batin Tofan mengusap hidung nya gatal.
"Bug..."
"ouch!"
"sebagai anak dari Dewa kau harus bisa menjadi kuat"
"baik.. aku mengerti.."Ucap Rose bangkit dari tanah mempersiapkan kuda-kuda nya.
"Hiat!"
"Bug!"
Rose kembali terpental jauh membuat Tofan panik dengan cepat menangkap nya.
"guru prime.., tidak kah kau melatih nya terlalu keras?"
"tidak.. itu adalah syarat yang wajar sebagai anak Dewa"
"kau melihat Sun ataupun Moon.. kalian bahkan tidak sampai memiliki 20 persen kekuatan mereka"
"eh... aku tak pernah melihat Moon berlatih semenja--"
suasana menjadi dingin membuat Tofan dan prime seketika merinding "ha.. ha.. guru aku mengerti"Ucap Tofan berlari pergi dari sana.
"nak, apa kau masih mau lanjut?"
"Ten... tu saja.."Ucap Rose semangat berusaha bangkit membuat Prime menyeringai.
"Bagus!"
>>>>>>>>>>
"...."
"hei.. bangun..."
"...."
.
.
Ilusi:
"hiks.. moon aku sangat.. takut..."
"kenapa kita setiap hari disiksa..."
"tenang.. hiks.. aku juga takut... jadi jangan kau takut.. agar .. hiks.. aku tidak ikut... takut..."
>>>>>>>>>
.
.
"ha.. ha.. Moon... setelah.. di pikir-pikir.. tidak buruk juga.."
"Jika kita terbiasa kita pasti tak akan menganggap itu siksaan.."
"Sun.. apa kau yakin!?"
"tentu saja.. bukan kah kau sudah tak di hukum lagi?"
"iya juga ya.. aku juga sekarang sangat jarang di suntik"
Sun menangkap tangan Moon tersenyum "Tuh kan.. asal kau tak apa, meski aku mengalami siksaan yang paling menyakitkan.."
"Aku pasti tetap akan merasa senang..."
Ilusi.. berhenti sejenak:
"Saat.. itu aku tak mengerti maksud mu..."
"Aku hanya tertawa mengira itu hanya candaan..."
Ilusi kembali:
"Sun! kau memotong rambut mu!"
"yup! agar tak repot lagi!"
"tapi bukan nya--"
"sshhh...."
"tenang saja..."
>>>>>>>>>
"SUN! RAMBUT MU MEMUTIH!"
"huh?"
__ADS_1
Sun menatap cermin tertawa "puft.. pasti karena efek samping obat.."
"apa kau yakin tak apa?"
"tentu saja! aku kan lebih kuat dari mu!"
>>>>>>>>>
"aku.. takut..."
"Sun kau kenapa?"
"Moon? Syukurlah kau baik"
"Kau ini kenapa?"
"tidak.. hanya mata ku berkeringat"
"Kau ini aneh!"
"puft.. hiks.. tentu saja, aku menangis tanpa alasan"
>>>>>>>>>>
.
.
"Sun Rambut mu kembali memanjang,
juga... warna rambut mu kembali!"Seru Moon girang.
"Ini bunga... hadiah!!"
"plak!"Sun menepis tangan Moon membuat nya terkejut.
"S-sun?"
"hump..."
Sun hanya pergi menjauh dari nya membuat Moon mengejar nya tetapi Sun semakin jauh dari hadapan nya.
"Jangan.. pergi!"
>>>>>>>>>
.
.
.
"Moon.. ini.. sakit.. sangat sakit...."
"Tolong.. selamat kan aku..."
ilusi.. off:
"SUN!"
Moon membuka matanya ia hanya melihat ruangan hampa dan boneka kelinci kecil yang menatap nya khawatir.
"hah! hosh.. hosh..."entah kenapa nafas nya tersenggal-senggal membuat boneka itu membawai nya air minum.
"Sudah ku katakan berlama-lama di ruang memori pagoda itu berbahaya!"
"maafkan aku lily.. tapi aku sangat merindukan nya..."
"yah... sudah 2 tahun dia belum kembali ke keadaan normal nya"
"kenapa kau memaksakan diri mu, kau masih bisa bertemu dengan nya di dalam kamar nya"
"itu berbeda..."
"dia yang selalu tersenyum dan selalu melindungi apa yang ia sayangi tak akan bisa digantikan dengan tubuh tanpa jiwa yang hanya memiliki kecerdasan, tanpa kasih sayang"
"yah.. kalung yang berada pada leher ku ini juga bagian darinya maka dari itu kau merasa nyaman pada saat di dekat ku"Sombong Lily memamerkan kalung giok merah nya.
"cih.. kau hanya sebagian kecil dari nya"
"tapi moon setiap tantangan yang kau lewati..."
"Dia pasti akan selalu ada untuk mu..."Tambah Lily menatap Moon dalam membuat Moon terkekeh "kau benar dia akan selalu berada di hati ku"
"oh.. ya.. mari keluar.. Dewa waktu berkata bahwa pembukaan array kuno akan di buka sebentar lagi.. kita semua harus masuk ke dalam array kuno"
"puft.. untuk apa? Untuk membunuh semua yang berada disana"Canda Moon diangguki oleh Lily.
"Iya.. kita akan membunuh semua binatang atau pun manusia.. yang masuk ke dalam Sana.."
NOTE AUTHOR:
Em.. mungkin sementara Sun gak bakal muncul jadi...
bagi yang suka sama Sun mesti sabar
__ADS_1