
"airnya kenapa.."tanya xiao mon khawatir
"sangat menyegarkan sekarang luka
ku sudah menutup sempurna"ucap xiao sun membuka balutan kain xiao mon.
"huh.. syukurlah"ucap xiao mon menghela nafas.
"ayo saatnya kita mulai pertapaanya"ucap xiao sun dengan semangat.
"meditasi lo kira kita petapa apa"ucap xiao mon kesal.
"ya ya yok"ucap xiao sun malas.
mereka pun ke tempat meditasi mereka bingung kenapa ada dua batu.
"wah kukira kita meditasi bergantian"ucap xiao mon senang.
"same"ucap xiao sun sedikit bingung.
"kenapa bingung gitu harusnya kau senang dong kita gak usah gantian yok..."ucap xiao mon menarik tangan xiao sun untuk duduk.
akhirnya mereka bersila lalu memejamkan mata perlahan dan masuk ke dalam pikiran masing masing tapi....
zonk... kalian tertipu.....
wkwkwk okay back to the story.
"wah..."ucap xiao mon di ruangan serba putih.
"wah apanya kau buta ya putih doang gini bilang wah sejak kapan standar penilaian mu menurun mon"
cibir xiao sun.
"eh xiao sun kenapa kamu bisa disini inikan pikiranku"ucap xiao mon sedikit terkejut.
"kau lupa pikiran dan batin kita terhubung"ucap xiao sun mengangkat sebelah alisnya.
"oh aku tau sih tapi siapa yang menduga hal ini akan terjadi"ucap xiao mon mengangkat kedua bahunya.
"aku sudah menduganya gimana dong"ucap xiao sun tersenyum menaik turunkan alisnya.
"kau..."ucap xiao mon geram.
__ADS_1
"heh kalian"ucap sosok putih menggunakan topeng tiba tiba muncul.
tanpa menghiraukan sosok itu xiao sun dan xiao mon masih terus berdebat.
"woi.... kalian!!"teriak sosok putih itu marah.
"diam!!!"bentak xiao mon dan xiao sun bersamaan membuat sosok putih tersebut tertegun.
"hiks.. ini pertama kalinya aku sebagai penjaga batu elemen di bentak seperti itu oleh dua anak kecil lagi hiks.. aku harus marah atau menangis"batin sosok putih tersebut bingung.
Setelah perdebatan yang panjang akhirnya mereka berhenti.
"ok kakak putih apa yang kakak putih lakukan di sini"tanya Xiao mon.
"apa kakak penjaga di sini"sambar xiao sun.
"hiks... aku terharu selama beberapa abad aku disini tak ada yang memanggilku kakak biasanya paman atau lebih buruknya lagi kakek"batin sosok itu terharu.
"ck ck ck kasian kakak pasti bosan disini"ucap xiao sun merasa kasihan.
"iya kak kami janji akan sering sering mengunjungi kakak"
"hiks... ternyata mereka mengerti keadaan ku"batin sosok tersebut terharu.
"iya yah hihihi"ucap xiao mon ikut tertawa kecil.
"aku tarik lagi perkataan ku tadi"batin sosok tersebut kesal.
"kami bercanda kak soal janji kami tadi kami pasti tepatin kok"ucap xiao mon sambil tersenyum.
"iya kak tenang saja kakak gak akan kesepian kok"tambah xiao sun juga tersenyum tulus.
"huh aku hampir saja salah menilai mereka meskipun mereka sedikit menyebalkan tetapi aku merasa nyaman dengan mereka ternyata ramalan itu benar"batin sosok tersebut.
"kakak kenapa kau pakai topeng coba lepakan topeng mu kan kami mohon"ucap xiao mon dengan mata kucing memelas.
"ya kak kami mohon"ikut xiao sun.
"huh baiklah"ucap sosok itu melepaskan topengnya dan ruangan menjadi gelap gulita hanya tubuh sosok tersebut yang mengeluarkan cahaya menyilaukan.
"silau"ucap xiao sun dan xiao mon bersamaan sambil menyipitkan matanya.
tak lama sosok putih tersebut memakai kembali topengnya.
__ADS_1
"bagaimana??"tanya sosok tersebut.
"bagaimana apanya"tanya balik xiao sun.
"wajahku..."ucap kesal sosok tersebut.
"Oooo bentar"jawab mereka bersamaan.
xiao mon dan xiao sun saling bertatap
berdiskusi dalam hati.
"bagaimana pendapatmu???" tanya batin xiao mon.
"kau gila ya wajah saja kita tidak lihat karena silau gimana kita menilainya tapi aku kasih nilai 9/10 untuk lampu berjalan"jawab batin xiao sun menilai.
"kau ada benar nya juga sih aku kasih 10/10 kan lumayan kalo gelap tinggal buka topeng terang hemat lilin disini"batin xiao mon tersenyum geli.
"wkwkwkwk iya juga kenapa aku gak kepikiran"batin xiao sun tertawa.
mereka lalu kembali menatap sosok putih itu sambil tersenyum.
"kakak sangat luar biasa"ucap mereka bersamaan sambil menahan tawa.
"benarkah trimakasih"ucap sosok tersebut sambil tersenyum.
"baik lah kita mulai penentuan elemennya"tambah sosok tersebut lalu mengibaskan tangannya dan muncul 8 batu di depan xiao sun.
didepan xiao mon juga terdapat 8 batu yang sama.
"lalu kita harus meneteskan darah kita di batu ini "tebak xiao mon.
"yap sekarang lakukan"ucap sosok tersebut.
"ah bisa pinjam belati kecil"tanya xiao sun.
"bisa ini.."ucap sosok tersebut sambil memberikan sebuah belati kecil kepada xiao sun.
"untuk apa "tanya xiao mon bingung.
"untuk....
untuk apa hayo lanjut baca kalo mau tau kelanjutanya.
__ADS_1
tolong like karena like itu gratis.