Takdir Bintang Kembar

Takdir Bintang Kembar
zombie dengan palu


__ADS_3

"huu.. uuf..."sun menghela nafas lalu jatuh terduduk mengusap keringatnya "apa itu?"


"sepertinya mereka buta pada malam hari"jawab moon "tapi..." moon merasa tidak yakin lalu melempar array dengan batu menimbulkan suara.


"buk.."


sun kaget sangat ingin protes tetapi di tahan nya saudari nya pasti punya alasan tersediri untuk hal ini.


tak lama dua zombie mendekat seperti memastika ada apa pada suara itu merasa tak ada apapun mereka kembali pergi menjauh dari array membuat moon memegangi dagunya mengerti.


"lemah pada malam hari dan.. sensitif pada suara"


"kau punya rencana?"


"tidak juga tapi ayo kita buat sekarang"ajak moon membuat sun ingin manangis ia sangat malas membuat rencana alasan yang pertama adalah takut rencana itu tidak sesuai dengan hasil nya.


"jika benar zombie itu lemah pada malam kita harus menyerangnya pada malam hari tanpa suara dan tanpa gerakan yang tiba-tiba"


"ya.. aku mengerti tetapi kita bahkan belum tau apakah pemimpin mereka memiliki kelemahan yang sama"


"jika seperti itu kita harus keluar sekarang sebagai pembuktian"


"moon aku tau penglihatan mu sangat baik pada malam tapi.. apakah kau ingin menjadi seperti mereka! sudah jelas kultivator ranah surga saja tidak ada yang selamat..."


"em.. ya.. aku tau tapi kita ada...."


moon mengeluarkan sesuatu dari cincin penyimpanan nya meembuat sun kaget.


"jeng! jeng! jeng! buah ini kan ada aku belum sempat memakan nya"


"oh.. ya aku bahkan tidak tau apa dampak nya aku tidak ingat kau kan tau jika kau memakan nya aku juga akan terkena dampak nya..."


"yap! aku tau bagaimana rasanya!!"


"em..manis?"jawab sun bingung sejujurnya ia tidak ingat sama sekali rasa buah aneh itu yang jelas ia tak membenci nya.


"krauk.."


"em.. iya kau benar ini sangat manis"


"bagaimana rasanya?"


"tidak ada yang terjadi ini mungkin karena--"


tak lama seluruh tubuh moon mengeluarkan cahaya putih terang dan.. kelihatan nya cahaya itu memancing para zombie kearah mereka.


"astaga.. mungkin setiap hari adalah hari sial ku" umpat sun dengan cepat menuju array menambah dan menguatkan array dengan energi lingkaran qi yang tersisa tapi...


"aneh aku tidak kehabisan sama sekali?"


sun menoleh kearah moon yang masih di kelilingi cahaya putih lalu menyeringai ia mengerti apa yang terjadi disini "yos! ayo kita mulai!"


sun duduk bersimpuh di atas tanah dengan cepat menggerakan tangan nya seperti tengah menulis sesuatu "바람을 불러"


tulisan itu menyebar dengan cepat bagaikan pisau angin menebas membuat seluruh zombie disana terbelah dua.


"khu.. khu.. kuat juga"gumam sun senang menatap para zombie itu dengan seringai.


dan tentu saja para zombie itu tidak punya otak untuk mengerti apa pun yang di katakan oleh sun.


'boo.."


"ahk!?Moon!"

__ADS_1


"hi.. hi.. hi.."


"kau merasakan nya?"tanya moon membuat sun mendesah"iya aku tau kiya belum makan sejak tadi" jawab sun dengan senyum bodoh nya membuat moon kesal.


"bukan itu!!"


"lah?"


"apa kau merasakan energi hebat?"


"tentu saja itu semua berasal dari mu"


"apa kau merasakan energi mu semakin meningkat"


"sedikit"


"kretek.."moon meregang kan jari-jari nya membuar sun berkeringat dingin "ok! ok! banyak"


"puas.."


"apa katamu!"


"ha.. ha.. maksud ku apakah kau merasa puas kita bisa pergi sekarang..."


"oh! bagus ayo berangkat"ajak moon semangat menyeret sun bersama nya membuat sun ingin menangis harusnya ia tak mengatakan hal itu.


moon melewati array dengan santai lalu berteriak


"WOI! KALIAN KEMARI"


"moon.. apa kau gila!!!!"


"kau juga berteriak?"


zombie-zombie itu berlari ke arah mereka membuat sun menghela nafas memasang posisi siap bertarung nya diikuti oleh moon yang tersenyum mengeluarkan panah nya.


mereka menembak ataupun menebas seperti biasa panah atau pun pedang mereka tidak menggunakan energi qi atau pun sama sekali.


yah.. mereka tidak merasa perlu menggunakan energi yang berlebihan hanya untuk menghadapi zombie tingkay rendah hanya menyerang kepala maka mereka akan tamat.


"ahk!"sun kaget salah satu zombie itu menggigit lengan nya.


"sraat.."dengan cepat kepala zombie itu sudah berada di tanah.


"kau baik-baik saja?"


"iya aku baik tidak terluka tapi..."


"apa?"


"aku benci ini air liur berbau seperti air sampah"


"puft..."


"jangan tertawa ini tidak lucu di sini tidak ada sungai!"


sun sangat kesal berlutut sebentar menggosokan tangan nya dengan pasir untuk membersihkan air liur di tangan nya.


>>>>>>>>


terlihat sudah tidak ada lagi zombie yang tersisa hanya mayat yang sudah seperti tanah yang menjadi pijakan mereka sekarang.


"sudah?"

__ADS_1


"belum masih ada pemimpin nya"


"kenapa pemimpin harus mati belakangan"protes sun kesal "kau tau.. film tidak akan di buat jika sebaliknya"


"em...😑"


sun bahkan tak bisa protes kembali karena semua ucapan itu benar.


"tapi... aku lelah ayo kita lanjut kan besok saja"


"sun.. kau lupa kita keluar untuk apa!?"tanya moon berdecak pinggang kesal"tidak... untuk apa.."


"kau... ini..."


"grap!"


moon meraih kerah sun menyeretnya diatara pasir dan bebatuan membuat sun menghela nafas "hoooaaammm"


"nope! aku tidak dengar apa? aku tidak dengar?"


"cih..."


moon menyeringai lalu membanting keras sun membuat nya mengumpat keras "SIALAN!!"


"dah bangun?"


"IYA! IYA!!!!"


sun terus mengumpat kerah baju nya bahkan hampir robek saat pembetingan yang tidak manusiawi itu.


"DUAARRR!!"


hampir saja sedikit lagi jika mereka terkena serangan itu sudah pasti mereka akan menderita beberapa patah tulang di tubuh mereka.


'astaga! apa itu!?"


"em..."


moon bingung harus berkata apa secara logis seharusnya zombie tidak bisa menyerang secara langsung seperti ini karena tak memiliki kesadaran apapun tapi kali ini.


"apa itu palu? atau... gada?"


"sudah lah itu tidak penting sekarang caro cara untuk menyerang nya"


"KAU GILA!! kita tidak bisa membuat rencana yang sempurna secepat itu!"


"pernah di coba kan?"


"em.. 4 kali"


"berhasil?"


"diam!! baik ayo kita lakukan"


"cih! bisa-bisa pak tua itu memberikan kami misi sesulit ini! apakah dia mau membunuh kita"batin sun terus menyumpah serapahi dewa waktu membuat moon menghela nafas itu benar ini misi yang sangat sulit.


"groaar..."


zombie besar itu terus menyerang serangan itu tidak lemah kira-kira memiliki kekuatan 50.000 ton menyebabkan batu besar pun hancur berkeping-keping.


kedua gadis itu terus menyusun rencana sembari terus menghindari serangan maut itu dengan cepat.


"kau siap?"tanya moon membuat sun kesal "kalau tidak siap kita juga akan mati bukan!!"seru sun heran kenapa semua orang menanyai hal bodoh seperti itu.

__ADS_1


__ADS_2