Takdir Bintang Kembar

Takdir Bintang Kembar
rumor akademin Dewa-Dewi


__ADS_3

"Sun.. berubah"Ucap Moon dengan nada bergetar, membuat Nisa dengan cepat mengarahkan senapan nya tepat pada Kepala Sun tetapi langsung dihentikan Oleh Eredhel.


"Dia belum sadar"


"apa maksud mu Er?"


"dia hanya memiliki pikiran sekarang"


"bisa di bilang ia seperti robot yang tak memiliki hati"tambah Eredhel membuat Nisa menghela nafas.


"Seperti Kuro.." Moon terkekeh.


"Hal ini terjadi lagi..."Tambah Moon tersenyum sendu membuat Nisa dan Eredhel terkejut.


"hal ini pernah.. terjadi?!"


"yah..."


"tidak membocorkan informasi pribadi"tolak Moon membuat Eredhel menatap nya dengan tatapan curiga.


Moon berenang perlahan mendekati Sun menatap nya dengan pandangan cemberut tetapi tak di pedulikan oleh Sun ia hanya diam menatap ke arah depan dengan pandangan kosong.


"Dimana yang lain?"Tanya Moon membuat Eredhel terdiam sejenak "mereka sedang merawat prajurit korban bencana kabut kegelapan tadi"


"oh!"


"yah.. banyak hal yang terjadi..."


Moon mengambil sebuah topeng dari cincin penyimpanan nya lalu memasangkan nya pada wajah Sun membuat Nisa heran "Apa yang kau lakukan?"


"mereka tidak boleh tau.."


Moon lalu menarik tangan Sun mengajak nya berenang menuju tempat perawatan para prajurit untuk ikut bergabung dengan yang lain.


"Kau tau mereka aneh seperti orang tua mereka"


"buah jatuh memang tak akan pernah jauh dari pohonya"tambah Nisa diangguki setuju Oleh Eredhel.


"APA!!"


Seseorang berteriak di belakang mereka membuat mereka tersentak.


"Kalian sudah tau identitas kedua gadis itu!?" Tanya Poseidon merasa di permainkan membuat Nisa menyalakan Jet di sepatunya lalu berenang sangat cepat menjauh tidak lupa membawa Eredhel bersama nya membuat Poseidon merasa sangat marah.


"Kalian.. anak-anak sialan!"seru Poseidon membuat Nisa tertawa keras.


"Aku tidak percaya ini..."


>>>>>>>>>


"hei~ tampan...."goda Sizie membuat Ragina berteriak "Diamlah!"


"astaga... kau marah?"tanya Sizie tersenyum jahil terus menggoda Ragina membuat wajah Ragina memerah.


"Ada apa ini?"sambar Tofan bersamangat muncul di belakang mereka membuat Ragina terkejut memukul perutnya keras.


"bug!"


"ada apa!?"tanya Tofan kesal ia hanya ingin bergabung untuk berbicara tapi apa yang ia dapat? pukulan keras tepat di perutnya!, memikirkan saja dapat membuatnya mengumpat.


"tidak ada~"


"kau--"


"hey.. lihat Sun dan Moon datang..."Tunjuk Ragina berusaha mengalihkan pembicaraan.

__ADS_1


"Ha.. ha.. usaha yang bagus"


"apa yang kalian lakukan?"Tanya Moon muncul secara tiba-tiba di belakang mereka membuat mereka berteriak.


"haih.."


Moon menatap para prajurit yang terluka tatapan itu bukan rasa simpati melainkan tatapan dingin seolah ia sangat ingin membunuh seluruh prajurit yang berada disana.


menyadari tatapan dingin itu Ragina menoleh ke arah Sun yang memakai topeng membuat nya heran "bukan kah biasanya yang menenangkan suasana dingin ini sun?"batin Ragina dapat di dengar oleh Sizie.


"Ragina.. benar ada yang tidak beres disini..."


"kau menatap seolah akan membunuh mereka saja..."tebak Tofan membuat Moon tersenyum "yah.. seperti nya begitu"jawab Moon dingin membuat mereka semua merinding.


"apa yang kalian lakukan cepat kerjakan tugas kalian, ada banyak prajurit terluka"sambar Rin wang kesal membuat Tofan ikut kesal.


"Oh ya! kami baru berbicara beberapa menit!?"


"oh ya! kau kira aku peduli!?"


"Kau!"


"astaga.. kalian..., dengar ada banyak prajurit menderita karena luka jadi ayo lakukan tugas karena telat beberapa menit saja mungkin prajurit itu akan mati"Sambar Arisu menjadi penengah membuat Sun menoleh kesekeliling nya.


"Kenapa.., tidak biarkan saja mereka mati untuk mengakhiri penderitaan mereka.."Ucap Moon dingin membuat Rin Wang terdiam.


"kalian tidak pernah tau apa itu yang dinamakan menderita"Tambah Moon membuat Tofan kesal "Apa masalah mu!?"


"masalah?"


Moon tertawa kecil "Masalah?"


"Aku punya banyak masalah..."


"um.. teman.. teman tenanglah" Ucap Hikari datamg mencoba menenangkan dengan Kuro di belakang nya yang terlihat tak peduli sama sekali.


"Kak Sizie ini tanaman obatnya"Ucap Rose memberikan tanaman herbal laut ke pada Sizie , bingung kenapa ada keributan.


"dengar ya--"


"Raja memanggil kalian semua untuk memasuki ruangan bawah tanah"sambar seorang prajurit membuat mereka semua menatap nya tajam membuat Prajurit itu berkeringat dingin langsung pergi dari sana.


"bagus.. sekarang kakek tua itu mencari kita" Umpat Moon membuat mereka heran.


"Kakek?"


"astaga..."Moon menepuk dahi nya heran.


>>>>>>>>>


"Jadi.. aku sebagai raja memanggil kalian kesini untuk--"


"Langsung saja ke intinya lagi pula hanya ada kami dan kau disini tidak usah berpidato layak nya seorang raja"Ucap Moon dingin membuat Poseidon menghela nafas.


"Kalian semua anak buangan bukan?"


"....."


seluruh ruangan seketika dipenuhi Aura ,baik itu aura kemarahan atau pun kebencian membuat Rose memiringkan kepalanya bingung.


Tofan mengepal kuat tangannya "Ya..."


"benar"Tambah Ragina hanya diangguki setuju oleh Arisu.


"Kakak anak buangan itu apa?"Tanya Rose polos membuat Seluruh Aura ruangan itu menghilang.

__ADS_1


"em..."


"apa kak?"


"brak!"pintu ruangan itu terbuka membuat mereka semua menoleh ke arah pintu.


"hey... kalian.."sapa Dewa waktu santai melebarkan tanganya menatap Rose membuat Rose berlari ke arah nya.


"Ayah!"Seru Rose lalu digendong oleh Dewa waktu sembari tersenyum mengejek manatap Poseidon.


"Ayah!?"


Poseidon membatu berapa banyak informasi yang ia lewat kan selama beberapa abad terakhir?.


"baiklah.. aku hanya menjemput seseorang sekarang aku pergi"Ucap Dewa waktu keluar dari pintu sembari terkekeh.


"Semoga beruntung..."


"Pecundan.."Ledek Dewa waktu mengacungkan Jari tengah nya lalu keluar dari ruangan.


"Tunggu du--"


"Brak!"


Suasana kembali Sunyi membuat Moon Sizie menghela nafas.


"Anggap saja kami semua anak buangan"


"Kenapa kalian di buang?"


"Karena kami lelah jadi berpura-pura lalu di usir dan sekarang kami bebas"Jawab Tofan santai.


"dari mana kalian mendapat kekuatan kalian?"


"....."


Suasana menjadi sangat amat hening sekarang.


"harus kah kami menjawa pertanyaan itu?"Tanya Rin wang menatap Poseidon heran Orang yang di hadapan nya saat ini kenapa sangat amat ingin tau informasi tentang mereka?.


"Tidak..."


"kenapa kau mengenakan Topeng?"Tanya Poseidon tak mendapat respon apapun dari Sun membuat nya kesal.


"Anak ini..."


"Buka topeng mu!"


"Nope! Nope! Nope!"Elak Moon berdiri di depan Sun menatap Tajam Poseidon.


"Buka atau-"


"Atau apa!"


"atau... em..."


Poseidon kehabisan kata-kata ia tidak mempunyai kata-kata ancaman apapun di benak nya apa lagi untuk anak gadis di depan nya, dirinya benar-benar kehabisan kata-kata.


"Jadi.. apa yang kita bahas disini?"Tanya Sizie mencoba mengalihkan pembicaraan.


"Tak ada hanya heran saja mengapa kalian ingin masuk ke dalam akademi Dewa-Dewa kalian tidak tau rumor buruk bahwa ,Akademi Dewa-Dewi telah membunuh ribuan murid nya sendiri"


"Ha.. ha.. lucu sekali kami tidak tau"


"TUNGGU APA!!??"

__ADS_1


__ADS_2