
"hoam... selamat pa--"
"bug!!"
sesuatu yang besar menabrak array mereka membuat mereka kaget beruntung array mereka cukup kuat untuk hal semacam ini.
"apa itu?"tanya sun bingung di dalam array menjadi gelap hanya karena benda besar itu menutupi seluruh array mereka membuat mereka bertanya-tanya benda apa itu?.
"hm... batu?"jawab moon ragu mereka ingin melepas array tapi ragu hal aneh apa ini?.
"ya.. kali batu tiba-tiba loncat hingga kesini..."elak sun heran apa ini sebenar nya nya.
moon meraba dinding array terasa hangat dia mengerti sekarang lahar gunung itu sudah sampai kemari "ini lahar...".
"em... bagaimana caranya tak ingin mandi secepat ini"protes sun heran mereka sudah berulang kali mandi dan itu pun salah satu karena berlumuran darah!.
"mau tak mau kau harus mandi!!"
"tidak mau!!"
sun mendengus sebal akhirnya mau tidak mau dia menyetujui hal itu saudarinya terlalu rajin mandi memang penyakit apa yang akan datang pada mereka?!.
"baiklah bersiap lah.."moon melepas array dengan cepat mereka melompat melewati lahar yang panas tetapi sebelum itu mereka sudah memasukan semua barang mereka pada cincin menyimpanan.
lahar seperti ini tak ada apa-apa nya di banding kan lahar yang masih mendidih di gunung neraka api ini rasa nya tak lebih seperti mereka berenang dalam kolam semen yang hampir mengeras.
akhirnya mereka berhasil keluar dengan tubuh berlumuran lahar dingin ini sangat aneh mereka seperti moster batu berukuran mini.
mereka mau tidak mau mencari sungai untuk mandi sekaligus memakai baju bagaimana tidak baju mereka hangus di karena lahar dingin itu.
"hem... baiklah... kelihatanya sungai ini tenang"ucap moon meraba air sungai merasakana hawa binatang sekitar hanya ikan bergigi gergaji cukup gunakan aura untuk menakuti mereka maka masalah selesai.
mereka akhirnya mandi dengan tenang tapi.. ketenangan itu tak bertahan lama melihat ada seseorang yang datang mereka bergegas menyelesaikan mandi mereka segera naik ka atas dahan pohon.
mereka merasa aneh melihat seorang anak yang berusia sama seperti mereka mandi di sungai itu mereka tak merasakan hawa yang kuat bahkan anak itu belum mempunyai aura apapun sama sekali.
"apa kita melupakan sesuatu?"tanya sun merasa aneh
"ikan bergigi gergaji?"jawab moon ragu membuat mereka tersentak segera menghampir anak itu memberi peringatan.
"hai!! ada bahaya!! teriak sun tapi tak dapat di dengar oleh anak otu tetap melanjutkan mandi nya membuat mereka mengumpat seperti nya anak itu tuli!.
"woi!!"
tanpa aba-aba sungai itu mengering membuat kedua gadis itu membatu mahluk apa itu? tau begini mereka tak akan menyia-nyiakan tenaga mereka untuk membuat peringatan.
"em... anak itu normal?"
"hem... kau buta sun jelas-jelas anak itu tak normal dari sisi mana pun"ucap moon tak percaya dengan apa yang di lihat nya.
"hai.."panggil seseorang dari mereka dengan santai membuat kedua gadis itu menoleh ke belakang mereka tidak kaget ada yang lebih mengagetkan dari pada di sapa tiba-tiba.
"ah.. kau baju mu bahkan tak basah"balas sum heran mengamati anak itu ke atas hingga bawah ini aneh dia bahkan tak bisa membedakan apa kah ini anak perempuan atau lelaki secara teknis di dimensi kuno ini lelaki bisa memamjangkan rambut nya sama seperti wanita pada umum nya.
"hem.. kau perempuan?"tanya moon membuat anak itu tersentak"TIDAK AKU LELAKI!!"teriak anak itu tak terima mengapa semua orang mengatakan bahwa ia perempuan!!.
"ohhhh....."
"aneh"batin sun heran lelaki sekecil dan sepolos ini bisa ada di tengah hutan.
"kalian berdua sangat mirip dengan rembulan--"
"bug!!"moon memukul lelaki itu dengan keras hingga membuat nya terlempar ke udara.
"aku akan..."teriak lelaki itu tak dapat di dengar oleh kedua gadis itu hanya melambaikan tangan melihat lelaki itu terbang seperti burung di udara.
moon menghela nafas "masalah selesau ayo lanjutkan perjalanan"
"ah.. kita makan saja dulu ya..."tambah moon membuat mereka menelusuri kerajaan terdekat lagi-lagi harus membayar biaya masuk seperti jalan tol saja.
"1 koin perak"
"nah.."
setelah menyerahkan koin mereka masuk mereka sedikit terkejut melihat kedalam kerajaan yang tidak bisa di bilang ramai atau pun sepi.
mereka tidak peduli makan tetap makan mereka pergi ke pedagang bakpao untuk memesan bakpao daging juga kacang.
mereka cukup merindukan nasi tapi... yah... begitulah mereka berusaha hidup tanpa pagoda sementara ini bukan karena apa-apa hanya mencoba lagi pula mereka menargetkan selama 2 minggu saja.
"baiklah.. kerajaan apa ini?"tanya sun membuat moon membuka kembali peta nya "kerajaan manchu"jawab moon menegok ke kanan dan ke kiri rasanya ada seseorang yang mengwasi mereka.
melihat tak ada yang mecurigakan moon mengusir pikiran itu jauh-jauh,sun merasakan hawa aneh tapi.. tak ia pedulikan untuk apa? mereka pasti bisa mengatasi nya.
"ah.. baiklah mari kita lanjutkan perjalanan"ajak sun senang merasa kenyang lalu menoleh kearah moon yang sedang menyimpan banyak makanan di dalam cincin penyimpanan nya.
"bentar..."moon memasukan makanan terakhir lalu menghampiri sun untuk pergi dari sana "ayo.. pergi"
mereka kembali keluar dari kerajaan itu membuat penjaga gerbang bingung anak zaman sekarang memang tak menghargai nilai koin ya.
__ADS_1
"em.. moon senjata kita sudah kita berikan pada kedua demon itu semoga saja mereka tak menyalah gunakan nya ya..."
"iya.. juga kita memerlukan senjata baru...."
"baiklah.. mari kita lihat apa yang di berikan pak tua itu"sun memeriksa lalu menemukan dua belati biasa lalu menyerahkan salah satu nya kepada moon.
"nah.. belati mi tadi sudah di berikan bukan ambil punya ku saja.."
"thanks!"
moon kembali membuka peta nya "mari kita lihat..." moon tersentak lalu memutar balikan peta nya "em.. sun petanya terbalik..."
"APAAAA!!"sun kaget lalu merampas peta itu melihat dengan teliti ia menyadari sesuatu ternyata ia sudah di kerjai!! ingin rasanya sun meremas peta itu tapi tidak bisa peta ini satu-satu nya petunjuk arah di dunia kuno ini.
"puft...."moon menahan tawa sekuat tenaga
"moon..."sun manahan amarah nya membuat moon berkeringat dingin "ups.."moon berlari dengan cepat secepat angin langsung dapat terkejar oleh sun.
"saudari laknat! kamari kau!!"
"wek!! tidak mau!!"
mereka menabrak batu membuat batu itu hancur sungguh malang nasib batu itu siapa suruh ia menghalangi jalan?.
"tunggu saja sampai aku menangkap mu!!"
"he.. he.. coba aja kalo bi--"
"Aaaaa!!"
mereka terjatuh ke dasar sumur ini sungguh aneh kenapa sumur ini tidak di berikan pembatas!! dan kedalaman nya sangat dalam... juga airnya yang dingin membuat siapa pun tak akan mau berada di dalam nya.
"em... okay.. ayo kita naik"ajak moon mengeluarkan kristal nya tapi tak kunjung keluar membuatnya menghela nafas seperti nya ada yang salah dengan sumur ini.
"hem.. sejauh ini masih baik.."gumam sun tiba-tiba mereka merasakan kaki mereka di lilit oleh sesuatu membuat mereka mengumpat dalam hati mereka belum berlatih ilmu pernafasan penyu dan sudah berurusan dengan air.
"jangan berfikir negatif!"gumam mereka terus menerus dalam hati berharap kajadian buruk tak akan terjadi.
mereka mulai di tarik oleh benda itu membuat mereka mengumpat dalam hati hari ini bukan hari keberuntungan mereka.
sun mengambil belati lalu memasukan tangan nya kedalam air berusaha memotong lilita itu tapi tak berhasil seperti benda ini kebal terhadap senjata.
sun menggelengkan kepala barmakna tak berhasil membuat moon mengeluakan aura pembeku nya suhu turun drastis tapi itu tak membuat air itu membeku sedikit pun.
"sial air apa ini!!"umpat sun kesal lalu menarik-narik kakinya tapi justru mereka malah langsung di seret kebawah air mereka bahkan belum mengambil nafas.
"ah.. syukurlah ada anak-anak semoga darah mereka bisa membantu"
"bur.. bur.."
mereka ingin berbicara tapi tidak bisabawah air belum dapat di kuasai oleh mereka jadi mereka memanfaatkan oksigen sebaik-baik nya.
"ah.. sayang sekali kalian masih kecil..."ucap mahluk itu kecewa mengiriskan wajah sun dengan pisau tapi dengan cepat luka itu menutup membuat mahluk itu tersentak lalu menyeringai.
"yah.. seperti nya aku menemukan mangsa yang bagus"
mereka bingung harus melakukan apa persedian oksigen menipis dan mereka mulai kehilangan kesadaran.
"tuan.. biar kami saja..."
>>>>>>>
"hah! hosh.. hosh.."
mereka bangun dalam keadaan abaik dan.. kering? mereka bingun apa sebenar nya yang terjadi?.
"em.. hallo?"ucap sun menutup lalu mulutnya kaget mereka bisa berasuara di dalam air?.
"eh.. mana mahluk tadi?"
"tuan?"
"eh.. ariah apa yang terjadi tadi?"
"itu..."
flashback on:
mereka kehilangan kesadaran membuat mahluk itu tertawa terbahak-bahak memang mahluk daratan selalu payah!.
"*kau..."malika mengendalikan tubuh sun dengan sempurna tak ada kecacatan sedikit pun.
"berani nya kau menyakiti tuan kami"geram ariah kesal segera rumput yang melilit kaki mereka lenyap membuat mahluk itu tersentak*.
"si.. si.. siapa kalian!!"
"kau bertanya pada kami? untuk apa kami beri tahu?"
ucap ariah santai membuat mahluk itu geram.
__ADS_1
"iya toh juga kau akan mati...."
"KALIAN!!"
"HIKARI WA YAMI...!!"
"AKH!! CAHAYA APA INI!!?!?"
"KIERU!!"
"ahk!! sakit! sakit!! hantikan!"cahaya itu seakan memaksa masuk kedalam tubuh mahluk itu membuat mahluk itu beruaaha menutup tubuhnya tetapi gagal.
mahluk itu hancur mehilang menjadi kabut hitam lalu menghilang kabut itu terhirup oleh kedua gadis itu lalu di netralisir oleh tubuh mereka menjadikan mereka dapat bernafas di bawah air.
flashback off:
"oh... kalian habat ya..."puji sun membuat malika senang "tentu saja kami adalah gabungan elemen yang paling diinginkan!!"
"eh.. aku memilih tak akan memuji mu lagi..."ucap sun heran cepat sekali elemen itu besar kepala ya?.
"yah.. apapun itu trimakasih kalian sudah melindungi kami"ucap moon membuat ariah sangat senang "itu memang sudah kewajiban kami tuan"balas ariah dengan hati meledak-ledak mereka sangat senang jika berhubungan dengan pujian.
"baiklah... apa yang ada di sini?"tanya sun bingung kenapa kertas tidak hancur di sini? air ini memang sangat aneh.
"ini... memang air hanya... air ini seperti nya di sihir" jelas moon heran penyihir seharusnya tak berada di dimensi kuno seperti ini?.
"sihir? tapi itu tadi terlihat seperti duyung bukan penyihir"
"yah... aku juga tidak tau... tapi memang aneh sih..."
"bagaimana cara kita keluar?"tanya sun malas mereka tak memerlukan simbol-simbol terkutuk ini.
"dengan cara menual?"
>>>>>>>
"baiklah.. masih jauh..."ucap sun menaiki tembok sumur dengan hati-hati.
"ya... lumayan...."jawab moon yang berada dalam gendongan sun membuat sun sangat ingin mengumpat.
"sudahlah... ini nasib mu..."
"oh! ya..! andai saja aku gak kalah suit dengan mu ini tak akan terjadi!!"
"eh.. salahmu tak dapat menganalisi keadaan lagi pula kita sudah mengulang nya dan hasilnya sama"
"em...."
<<<<<<<<<
flashback on:
"baik... apa kah kita benar-benar harus memanjat nya?"
"tuan hati-hati karena hanya ada satu orang yang bisa keluar dari sumur ini" ucap malika membuat moon berfikir keras bagaimana cara nya agar mereka bisa keluar bersama.
"apa ada cara?"tanya sun membuat moon tiba-tiba mendapat ide "ada cara nya..."ucap moon tersenyum membuat sun sudah yakin itu bukan cara yang bagus.
"kita harus menggendong--"
"sudah cukup aku mengerti! bagaimana cara nya kita menentukan?"tanya sun tiba-tiba firasat nya tidak enak melihat senyum moon yang menatap nya dengan senang.
"ssuuu.... iitttt"
"sial!"umpat sun dalam hati ia tak pernah menang suit dengan moon tapi... itu di dimensi modern mungkin sekarang bisa!!.
"baiklah! kita lakukan aku punya firasat bagus"
>>>>>>>
"akh!! kenapa ini kau membaca pikiran ku!!"protes sun kesal ini sudah kekalahan nya yang kesepuluh kali!!.
"tidak hanya saja kau mudah di tebak"balas moon tersenyum kemenangan membuat sun mengumpat kutukan kalah suit nya bahkan mengikuti hingga sampai ke dunia ini!.
flashback off:
>>>>>>>>
"akh!!! ok! ok! kau menang!!"ucap sun kesal membuat moon terkekeh geli "eh.. udah hampir dekat"ucap moon senang lalu mereka kaluar dari sumur itu.
"ah... akhirnya bebas...."ucap moon senang lalu mengeringkan tubuh nya.
"ya.. ya... kau bahkan lebih berat dari pada gunung" ejek sun kesal ia seperti alat pengangkut sekarang.
"eh.. alu masih kurus-kurus saja... perasaan mu saja sebab... kau menampung rasa kesal mu yang lebih berat dai pada 2 gunung itu"balas moon santai membuat sun marah hingga tanah yang di injak nya memanas dan menghitam.
"ah.. sudah lah.. ayo berangkat"ajak sun kesal mungkin jika di dunia modern ia akan menandai hp nya dengan bertuliskan hari sial ke-300 ia melakukan itu karena ia mengoleksi setiap hari sial nya setiap tahun yah... hobi yang aneh bukan?.
"baiklah... kemana lagi?"tanya sun membuat moon mengecek petanya kembali "em... kurasa kita harus melewati desa nagoya untuk sampai ke perbatasan kerajaan tanah dan... perjalanan nya memakan waktu... kalo tidak salah 3 hari"balas moon kembali memasukan peta nya pada cincin penyimpanan.
__ADS_1