Takdir Bintang Kembar

Takdir Bintang Kembar
gabungan elemen


__ADS_3

"hah! kalian tak memaksa kami atau semacamnya"


"kalian ingin dipaksa baiklah..."


"PERGI DARI SINI DASAR HANTU ANEH!!"usir sun dan moon membuat bayangan itu kaget.


"lah! kenapa kalian memaksa kami untuk pergi!!"


"eh! bukankah kalian ingin dipaksa!!"


"tidak! juga kami kan hanya bertanya!!"


"TERUS!! kita salah kamu benar gitu!!"


"ya! iyalah kami elemen yang paling diinginkan tau!!!"


"oh ya!! ada nampak kami peduli!!"


"pokoknya kami tak mau pergi!!"


"ish!! gimana cara kami keluar kalau begitu!!"


"bukankah! kalian sendiri yang ingin pergi tadikan!!"tambah moon membuat mereka tertegun.


"kami mengerti perasaan kalian tak ingin di kendalikan dengan paksa jadi kami membiarkan kalian pergi jadi kalian mau bagaimana tinggal atau pergi?!"tanya moon tegas membuat kedua bayangan itu berfikir.


"aduh... cepatlah pak tua itu sudah menunggu kami"protes sun membuat moon memukul kepalanya kesal.


"sabarlah semua butuh proses ini pilihan sulit untuk mereka kita juga masih kecil bukan?"


"ya.. ya.."


5 jam kemudian~


"ish! kalian mau dibunuh ya lama bat sih!"protes sun kesal membuat moon menepuk jidatnya kesal saudarinya tak bisa sabar memang bukan keahliannya.


"em... kami...."


"apa kalian ingin pergi!?"tanya sun bersemangat membuat moon terpaksa memukul kembali kepalanya.


"kami akan tinggal dengan kalian tolong kendalikan kami"ucap mereka berlutut membuat sun membatu sedangkan moon tersenyum lembut lalu menyentuh bayangannya.


"mohon kerja samanya...."


"sun...."panggil moon menatap sun membuat sun berdecih sebal.


"hei bangun! jangan turunkan harga dirimu seperti itu!"ucap sun tersenyum hangat mengulurkan tangannya membuat bayangan itu tertegun.


2 bayangan itu saling menatap ragu lalu menarik dan melukai tangan sun juga moon hingga berdarah 2 bayangan itu menghisap darah sun dan moon membuat mereka kaget rasanya sakit ketika seluruh darahmu berubah jalur dan mengalir keluar.


setelah beberapa menit akhirnya kedua bayangan itu menghentikan aksinya lalu berubah menjadi clon sun juga moon membuat mereka kaget.


"mulai sekarang kami adalah bagian dari tubuh kalian mohon bantuannya"


"em... bisa kalian mengganti wujudnya kami sedikit tidak nyaman jika melihat diri kami sendiri bersikap formal"


"baiklah"


kedua wajud itu berganti dengan wujud anak kembar yang berumuran sama dengan mereka.


"kenapa kembar?"


"karena kami menghisap darah kalian kalian kan kembar"


"oh... maaf...."


"baiklah... apa kegunaan kalian?"tanya sun membuat mereka berfikir.


"kami bisa memberikan tekanan yang besar pada lawan kalian juga mrmbantu kalian menguasai elemen lebih jauh lagi"


"apakah kalian bisa keluar?"tanya moon diangguki cepat oleh mereka.


"tentu! kalian hanya perlu memikirkannya kami bisa menjadi apapun karena kami kami elemen bisa menjadi apapun air dan es sebagai pembentuk dan tanah sebagai clon kami bisa melapisi tubuh kalian dan merubah kalian menjadi siapapun juga senjata apapun"ucap kadua bayangan itu bersemangat membuat sun dan moon bingung.


"lalu... tak mungkin kalian ada di sini selamanya bukan?"


"yap! di karenakan itu cepatlah keluar dari sini kami ingin melihat dunia!!"


"bagaimana cara kami pergi dari sini?"


"astaga ini dimensi batin kalian kalian bisa masuk dan pergi tanpa diperintahkan"


"eh... dimensi batin untuk apa?"


"em... yah semacam pertemuan roh kalian misalnya kalian berada sangat jauh satu sama lain tapi... di karena kan ikatan batin yang sangat kuat kalian bisa bertemu di bawah alam bawah sadar kalian"


"wah..."


"tapi.. kami minta maaf"


"eh! kenapa?"


"di karenakan tolakan kami tubuh kalian bisa saja hancur atau roh kalian setengah hancur akan lama menyembuhkan lukanya jadi kami meminta maaf"


"em... kalian merasakan aura kuat tidak dalam diri kami"


"yap!! ada banyak aura yang ada di tubuh kalian itu hal yang luar biasa!! tapi ada satu yang unik aura itu berwarna emas!!"ucap bayangan itu bersemangat.


"yah... itu namanya dentian emas mengerti?"


"mengerti!"


"eh...."


"APA! tuan memiliki dentian emas itu hal yang sangat langka!! berarti soal luka tadi bukan masalah besar!"ucap kedua bayangan itu semangat membuat moon tersenyum canggung.


"em.. ya.. baiklah kami pergi"


"tunggu kalian bahkan belum memberikan kami nama?"

__ADS_1


"em... baiklah kimmy bagaimana?"ucap moon memberi nama pada clon sedangkan sun bingung nama apa yang harus ia berikan?.


"aha!"


"akan kuberi nama malika bagaimana?"


ucap sun tanpa ragu membuat moon menatapa aneh kearahnya.


"aku suka! trimakasih tuan"ucap malika membuat sun menatap moon dengan senyum mengejek.


"bagaimana kimmy kau suka nama itu?"


"tentu kenapa tidak...."


"apa kau yakin?"


"em... aku tidak suka...."


"puft!"sun menahan tawa sekuat tenaga ia tak ingin satu pukulan kembali melayang di kepalnya.


"ariah?"


"nah! aku suka itu!"ucap ariah memeluk moon membuat moon menghela nafas lega.


"baiklah kami pergi"


"tung--"sebelum ariah mengatakan sesuatu sun juga moon sudah menghilang dari sana membuat ariah dan malika menghela nafas.


>>>>>>>


"aduh... kenapa sakit sekali"


"kyaaa!!!"seseorang berteriak membuat sun dan moon ikut berteriak.


"bug!"sosok itu terjatuh pingsang tergantikan dengan sosok yang tak asing di mata mereka.


"kalian sudah sadar?"tanya dewa waktu membuat sun kesal.


"sud--"


"tidak! masih tidur"sambar sun meraih selimutnya kembali tidur.


"apa kalian berhasil?"tanya dewa waktu penasaran membuat moon tersenyum dingin.


"heh! pak tua kau tau tidak kami hampir mati"ucap moon dingin membuat dewa waktu merinding lalu mengingat sosok seorang yang dia kenal.


"em... yah.. aku mengira kalian em.. tak akan berhasil itu.. itu.. aku hanya mengerjai kalian.. yah.. em.. kalian tau kamus.. itu sangat besar tak mungkin seseorang bisa menghapal kamus setebal itu dalam kurung waktu satu bulan aku tak menyangkan kalian berhasil..."ucap dewa waktu tergagap salah kata saja bisa membuat kedua gadis itu mengamuk ia tak ingin menggunakan kekuatanya untuk kembali membenarkan akademi.


"baiklah... berapa lama kami pingsan? dan kenapa pelayan itu berteriak?juga dimana semua dosa dan kebajikan?"


"pingsan? kalian koma selama empat bulan penuh kalian melewatkan tahun baru padahal sangat menyenangkan loh!"


"ah! empat bulan serius!!"


"em... ya... temanmu semua sudah latihan tanpa beristirahat selama empat bulan terakhir jadi layak mendapat apresiasi karena ketekunan mereka"


"oh... kanapa orang itu berteriak?"


sizie loh.. di kaget melihat mata kalian tiba-tiba mengeluarkan cahaya dan ada simbol matahari dan bulan sabit itu menyeramkan tapi.. juga... itu hal biasa kalian kan keturunan mereka"


"em.. ya.. apakah tanda itu sudah hilang"


"eh... belum"


"hah!"


moon mengeluarkan kacanya ternyata simbol yang dimaksud sudah hilang membuat mereka menatap tajam dewa waktu yang sedang menahan tawa.


"pak tua ini..."gumam mereka kesal.


"HA... ha.. kalian harusnya melihat diri kalian sendiri sangat lucu jika panik"


"pak tua ini sudah yang kedua kalinya" gumam mereka kesal.


"dan yah... luka roh kalian sudah sembuh total meskipun begitu kalian tetap harus latihan angkat beban setiap hari"


"iya.."jawab mereka seakan tak peduli.


"pak tua cerewet"batin mereka tersenyum palsu.


"ah... tentang para roh itu mereka sudah berpencar mencari mangsa juga koin roh"ucap dewa waktu membuat mereka mengangguk mengerti.


"baiklah bangun dari tempat tidur kalian dan ikut latihan bersama yang lain di lapangan"perintah dewa waktu membuat sun dan moon turun dari kasurnya langsung menuju kelapangan meninggalkan sizie yang sedang terkapar pingsan.


"aduh..."


"heh! kau kabur dari latihan!"


"tidak! tidak! guru aku hanya ingin menjunguk sun dan moon tapi aku melihat mata mereka menakutkan" ucap sizie menunjuk kasur yang ditempati sun dan moon sebelumnya.


"mana?"


"eh.. em.. tadi ada di situ!!"


"sun dan moon sedang latihan di lapangan kenapa kau kesini?"


"tadi... jangan-jangan"


"HANTU!!"


"sudah sana kelapangan latihan akan segera dimulai!!"ucap dewa waktu tegas membuat sizie berlari menuju ke lapangan.


>>>>>>>


"hai... teman-teman"sapa moon membuat mereka kaget.


"sun!! moon!! kalian sudah sadar!!"


"ya... sekarang kami akan ikut latihan bersama kalian"

__ADS_1


"jangan! kalian baru sadar latihan ini terlalu berat untuk manusia biasa ini seperti melatih monster kalian yang baru sakit pasti tak akan kuat!"ucap tofan khawatir diangguki setuju oleh semua kecuali kuro dia nampak tenang tanpa beban.


sizie datang dengan berlari membiat mereka kaget.


"oh... kalian ingin protes...."ucap dewa waktu tiba-tiba datang menggandeng tangan rose membuat mereka kaget segera berbaris rapi.


dalam sekejap mereka berpindah dimensi yang berada pada cincin dewa waktu.


"em... baiklah.. palatihan kali ini semua akan mengangkat 2 bukit besar sambil berlari 30 kali keliling lapangan termaksud orang sakit sekalipun tetap harus mengikuti latihan!"


"oh ya! sun juga moon dikarena kan kalian tak mengikuti latihan selama 4 bulan kalian diharuskan mengangkat 2 gunung sekaligus"


seketika semua tersentak kecuali rose dia tak meragukan kekuatan kakaknya sedangkan sun dan moon hanya diam saja mereka tak peduli menurut mereka itu hal yang mudah.


"tapi... sun dan moon baru saja sembuh"ucap ragina membuat dewa waktu mengangkat sebelah alisnya.


"ya... mereka pasti akan hancur di saat mengangkat gunung sebesar itu bukit saja sudah berat apalagi gunung!!" tambah arisu diangguki setuju oleh semua.


"kalian akan tau sendiri...."


semua mengkhawatirkan sun dan moon sedangkan orang di khawatirkan santai bahkan mereka menatap dewa waktu dengan pandangan mengejek membuat dewa waktu kesal.


"lakukan!"


semua dengan sudah payah mengangkat dua bukit sekaligus sedangkan rose mangangkat bukit itu tanpa beban membuat rin ming mengumpat dia kalah dari seorang anak yang labih muda darinya.


mereka lalu melongo melihat sun dan moon saling berlari seperti berlomba menyusul rose.


"rose kami duluan ya...."ucap moon diangguki oleh rose.


"baik kak..."


"astaga apa mereka benar baru sembuh?"tanya arisu tak percaya dengan apa yang dilihatnya.


"yah... kita belum mengenali mereka lebih jauh..."ucap HIKARI disetujui oleh semua.


kuro hanya diam mengangkat lalu berjalan santai menurutnya hal itu tak penting.


akhirnya mereka selesai melakukan pelatihan duduk dibawah pohon dengan nafas tak beraturan.


moon hanya menggelengkan kepala temannya terlalu lemah untuk menghadapi perang sesungguhnya.


rose hanya diam ia tak lelah sama sekali ayahnya tak selalu mengizinkannya mengambil resiko.


dewa waktu mengusap kasar wajahnya butuh waktu yang sangat lama untuk melatih tujuh anak bawang ini dia merasa agak aneh dikarenakan murid sebelumnya dewa wmas dan dewi perak tak sesulit ini diajari ataupun menjadi kuat dimatanya murid yang di anggapnya normal hanya rose,sun dan moon dan yang lainnya jauh dari kata normal atau bisa disebut belum sempurna.


"kau kelihatan kecewa pak tua"ucap sun menyenggol lengan dewa waktu membuatnya tersadar dari lamunanya.


"anak-anak itu terlalu lemah...."


"yah... aku yakin kau bisa mendidik mereka kau hanya perlu kesabaran...."


"iya... tapi patience sudah pergi...."


"siapa peduli... kak patience hanya bertugas untuk membantu membesarkan bibit kesabaran yang ada dalam dirimu... yang menanam bibit itu adalah dirimu sendiri lagi... pula...


KAU DEWA MANA BISA ROH DOSA ATAU PUN KEBAJIKAN MEMPENGARUHI MU!!"ucap sun sebal membuat dewa waktu terkekeh geli.. merasa jauh lebih baik sekarang.


"baiklah...."


"KITA MULAI PELATIHAN KEDUA!"


"eh... ini bahkan belum sampai 5 menit" protes mereka membuat dewa waktu tidak senang lalu mengeluarkan sedikit auranya membuat mereka membeku.


"ah... ini akan sulit"gumam moon dan sun mengusap kasar wajahnya.


tanpa aba-aba dewa waktu mengibaskan tangannya muncul dua kolam yang kira-kira dapat menampung 30 orang membuat tersentak kaget bagaimana tidak salah satu kolam itu memiliki air yang mendidih dan yang lainnya memiliki air yang membeku.


"fuyo... kau dapat mengeluarkan ini..."


semua menatap sun dan moon keheranan membuat mereka ikut keheranan ada apa dengan tatapan aneh itu.


"baiklah... sekarang dalam 5 jam kalian kalian harus berganti kolam tak ada protes.... ini sangat bagus jika kalian berada di gurun atau pun tempat yang sangat dingin lainnya ini juga bagus untuk membangun pondasi tubuh supayan tubuh kalian tak hancur saat naik tahap"


"jadi... kita harus masuk kemana dulu?"


"ya... terserah kalian"


sun mendekatkan wajahnya pada kolam yang membeku lalu mengetuk air beku itu membuat air itu mencair seketika spontan sun menyembunyikan tangan nya tersenyum canggung.


"ah... es.. ini sangat cepat mencair sangat panas disini ya...."ucap sun mencari alasan sembari


mengibas-ngibas bajunya.


dewa waktu mengusap kasar wajahnya


"aku berubah pikiran sun kau harus berada pada hari yang hangat dan moon kau harus berada di air yang dingin dan yang lain... terserah kalian" dewa waktu kesal rupanya gadis itu belum bisa mengendalikan kekuatannya dengan baik seperti ayahnya dulu.


"eh... kenapa?"


"diam lah... rin wang dan mulai saja latihanya"


mereka ragu untuk masuk sedangkan sun dan moon sedang berusaha membujuk rose.


"rose kau ingin berada din kolam mana? apa kau mau ikut kakak sun mu ini...."


"em...."


"ah... adikku yang manis kau pasti sangat ingin satu kolam dengan kakak moon bukan"


"em...."


"heh... di putri ku... biarkan aku yang memutuskan"dewa waktu menarik rose lalu membuat kolam kecil untuk rose seorang membuat moon tidak senang.


"kau merebut rose dari kami..."


"salah sendiri kalian koma selama 4 bulan"


"tapi.. penyebabnya adalah kau...!"

__ADS_1


"lah... itu juga usaha kalian... kenapa iri maka jadilah kuat"dewa waktu tersenyum mengejek lalu memasukan rose kedalam kolam membuat sun maupun moon tidak senang


__ADS_2