
"duar!"
batu yang menjadi senderannya hancur berkeping-keping membuat laki-laki itu ketakutan hingga mengompol di celana.
kasihan... harga dirinya jatuh dihadapan semua orang.
malu? tentu saja siapa yang tidak malu jika seperti itu.
suara hancurnya tak terlalu besar tetapi dapat di dengar semua yang ada di sana sun senang tenaga tak berkurang rupanya.
saat sun hendak memukul wajah laki-laki itu dengan cepat moon manahan tangannya lalu menggelengkan kepala membuat sun cemberut menarik kembali auranya lalu menjauh meninggalkan laki-laki itu.
sun dan moon memapah laki-laki itu menuju tempat duduk mereka desas-desus pun terjadi tapi kali ini berbisik.
"kau lihat tadi dia memukul batu dengan tangan kosong tanpa di aliri qi"
"tapi apa kalian lihat tangannya berdarah"
"ya... benar tapi dia bahkan tak meringis kesakitan"
"benar-benar monster"
benar memang tangan sun mengeluarkan darah tapi langsung di bersihkan sebelum menetes ketanah.
setelah meletakkan tubuh anak itu moon langsung menuju petugas terlihat moon dengan raut wajah yang tadi tersenyum berubah menjadi datar dan dingin membuat semua kaget.
terlihat pengawas itu ketakutan lalu mengangguk mengiyakan lalu moon kembali ke tempat duduk nya sun sangat penasaran apa yang di bicarakan oleh moon tadi.
"tadi hanya ancaman kecil hei... kau tenang saja kau tidak akan di keluarkan dari turnamen"
"kenapa kalian baik apa-"
"hei kau diam saja semua yang di sini temanmu juga bernasib sama seperti mu apa kau ingin balas dendam agar keluargamu mengemis kedatangan mu kembali di keluarga mereka"tanya sun sambil menyeringai di angguki oleh laki-laki itu.
"baiklah kalian semua dengarkan"
moon menyuruh semua berkumpul membahas sesuatu.
>>>>>>
berjam-jam berlalu banyak yang telah di eliminasi oleh turnamen sementara delapan orang yang menyaksikan itu tak peduli dan memilih saling memperkenalkan diri yah.... hampir semua.
laki-laki yang serba hitam dengan mata hitam pekat melambangkan keputus asaan itu masih diam dan tidak membuka mulut hal itu di wajari oleh mereka karena mereka juga tidak tau masa lalu laki-laki itu.
kabar baiknya mereka semua lulus ujian tahap 1 meskipun ming xing sedikit curang menggunakan kekuatan elemennya untuk mengangkat batu tapi yah... mereka tak peduli mereka senang mendapat teman juga rose.
rose sangat senang mendapat banyak kakak di saat bersamaan.
"BAIK KARENA UJIAN TAHAP INI SUDAH SELESAI SILAHKAN PESERTA KEMBALI KE KEDIAMANNYA MASING-MASING TETAPI SEBELUM ITU ADA PENGUMUMAN PENTING DI MOHONKAN PESERTA MENCARI DAN MEMBUAT KELOMPOK YANG BERANGGOTAKAN MASING-MASING 10 ORANG TIDAK BOLEH ADA KECURANGAN"
pengumuman itu membuat mereka senang mereka sudah mendapat tim dengan cepat sementara yang lain harus mencari tim dengan susah payah moon senang tak sia-sia dia mencari teman baru yah... meskipun mereka kekurangan 2 orang.
>>>>>>
"baiklah apa semua sudah kumpul di sini"
"sudah"
"hadir"
"......."
"siap"
"aku ada kak"
"sudahlah semua sudah hadir silahkan perkenalkan diri"
__ADS_1
"aku ming xing"
"aku...
"baiklah aku tau nama kalian kebanyakan sudah dicabut oleh keluarga kalian jadi pilihlah nama yang kalian suka"
"......"
mereka berfikir keras tetapi tak menemukan jawaban sun hanya tersenyum menganggap ini lucu memamg susah untuk memikirkan nama orang lain apa lagi diri sendiri jika salah maka akan menyesal seumur hidup.
moon menghela nafas ia tau hal ini akan terjadi di mengeluarkan 6 buku dari pagoda lalu meletakkan di atas meja.
"ini adalah buku setiap nama dari berbagai dimensi kalian pilih saja nama dari sini juga ada nama dari berbagai negara selain china"
"kau sudah menyiapkan ini...."
sun mulai menatap aneh moon membuat moon sangat kesal.
"ya iyalah aku sudah memperkirakan ini akan terjadi"
"aku... aku... aku boleh memilih nama"
ming xin mengangkat tangannya semangat.
"hei kau mesih memiliki nama"
"huh.... ya.... nanti aku juga akan keluar dari keluarga itu"
"kau ingin keluar kapan aku bisa bantu"
"sekarang!!!"
"apa kau yakin...."
"ya sangat amat yakin"
"baiklah moon kau urus mereka aku akan kembali bersama ming xin"
sun keluar ruangan diikuti oleh ming xin semangat.
moon lalu melirik keempat orang di depannya masih bingung memilih nama.
"aku tofan saja seperti nama kristal yang aku serap"
"oh... baiklah"
tofan kaget melihat moon tak kaget sama sekali.
"kau tidak terkejut aku bahkan tak memberi tau kalian loh..."
"lalu untuk apa kami menolong mu"
"jadi kalian sudah tau"
"iya.... tentu saja setiap kristal ini saling terikat sehingga dapat merasakan hawa masing-masing"
"kenapa aku tidak tau"
"karena kau tidak belajar"
tofan tak bisa berkata mendengar ucapan moon nyatanya moon benar ia sangat jarang menginjakan kakinya di perpustakaan.
"baiklah yang aku katakan kenyataan ternyata baiklah...."
"aku sudah"
"sebutkan...."
__ADS_1
"kaito yamahada"
"em.... itu kita tak memiliki marga ingat usahakan namanya hanya memiliki 1 kata"
Note:
sebenarnya author kagak mau capek nulisnya wkwkwk.
"em.... kalau begitu"
"ARIZU"
"wah bagus... kalo tidak salah kau memiliki elemen utama air kan..."tebak moon hanya dibalas anggukan oleh arizu.
moon menghela nafas baiklah... ini dia.
"hei.... nama apa yang kau pilih"
tanya moon ditujukan untuk anak serba hitam lagi-lagi dengan pandangan putus asanya.
anak itu membuka asal buku lalu menunjuk satu nama dengan perlahan seketika moon merinding melihat nama yang ditunjuk anak itu.
"DARKSIDE"nama yang di tunjuk anak itu moon masih merinding menggosok lengannya kuat agar lebih rilex.
"apa kau tau arti nama itu"tanya moon mengharapkan anak itu tau arti nama yang dia pilih.
anak itu menggelengkan kepala membuat moon tambah merinding.
tofan bingung ada apa? dan kenapa moon bersikap begitu seperti melihat hantu.
"kalian ingin tau..."
seketika semua mengangguk kecuali pemilik nama itu moon melirik kearah anak itu lalu mengajak semua nya kesudut ruangan kecuali dia.
"sekarang beri tahu"
"nama yang di pilihnya adalah DARKSIDE kalian tau apa artinya....."
"jangan bertele-tele beritahu saja"
moon menghela nafas berat
"artinya adalah KEGELAPAN yang membuatku merinding tadi dia hanya asal membuka buku lalu menemukan nama itu dengan cepat"
seketika semua nya merinding lalu melirik ke arah anak itu.
"HAI... AKU KEMBALI"teriak sun membuyarkan suasana mencekam itu.
"jadi... apa nama yang dipilih teman kita ini"
sun menghampiri anak itu lalu melihat kearah moon.
"nama yang dipilihnya adalah DARKSIDE"ucap moon ragu membuat sun diam.
sun langsung mendekat lalu merangkul leher anak itu.
"nama yang keren sobat"
ucap sun penuh kehangatan membuat anak itu melirik tajam kearah sun.
sun hanya tersenyum miring lalu menarik tangannya mengajak keluar anak itu menolak tapi tenaga sun terlalu besar jadi dia membiarkan dirinya di seret keluar.
"BYE... AKU MAU JALAN-JALAN DULU"
teriak sun menghilang dengan cepat dari ruangan.
"kenapa dia tidak takut"
__ADS_1