
"aku harus membunuh mereka harus!!"
"tapi putri me-"
"DIAM"
******
"apa kau tak merasa bersalah adik keempat"
"entahlah bukan kah kakak pertama selalu mengabaikan dia jadi aku tanya kembali apakah kakak merasa bersalah"
"aku juga tidak tau mereka sangat cepat berubah"
"tapi kakak pertama,adik keempat jika mereka tidak berubah apakah kita akan peduli pada mereka juga mereka tak berubah mereka menguji kita dengan berpura-pura jika saja kita tau mereka berpura-pura kita pasti akan berpura-pura baik"
"itu lah kenapa mereka menguji kita itu karena mereka ingin melihat ketulusan kita tetapi sampai sakarang kita tak pernah tulus kepada mereka itu sebabnya mereka muak berpura-pura"
"yang dikatakan kakak ketiga benar jadi kita hanya punya 2 adik perempuan yang tersisa itupun aku benci salah satu dari mereka karena wataknya"
"yah.... kita berempat di tambah 2 adik perempuan kita"
"semua diantara kita ingin memiliki tahta bahkan anak perempuan sekalipun"
"jadi... siapa adik perempuan yang kalian benci"
"xiao ping!!"ucap mereka bersamaan.
>>>>>>
"yah... akhirnya kita sampai"
" gerbang kerajaan atas awan ini besar sekali pasti dalamnya luas tak heran di jadikan tempat turnamen pemilihan akademi"
"kakak apa itu akademi"
"akademi ialah tempat untuk kita belajar dan mencari teman"jelas moon mengelus wajah rose lembut.
"aku jadi tak sabar melihat pengguna elemen lainnya"
"em... sun apa kau lupa apa yang dikatakan guru emas"
"apa?"
"hanya ada 0,5 persen pengguna elemen di dimensi ini"
"ah.... sedikit sekali"
"kakak aku tidak ingin berteman dengan siapapun"
"ya tidak apa-apa kakak akan jadi temanmu"ucap sun penuh percaya diri.
saat mereka masuk pejaga memerintahkan agar membayar
1 keping emas perorang dengan berat hati moon memberikan 3 koin emas pada penjaga itu lalu mereka masuk.
"ais... mahal sekali pantas saja kerjaan ini tidak kesusahan"batin moon tertekan.
"moon kau ini pelit sekali bukankah di dalam pagoda uang semacam itu tak terbatas kita bisa ambil sepuasnya" batin sun bingung.
"jangan sia-siakan uang itu emas sun emas!!"batin moon tegas membuat sun menyerah.
"kakak di sini sangat ramai...."
"iya jalan-jalannya nanti dulu kita harus mencari penginapan yang tersisa"ucap moon tegas.
akhirnya mereka berkeliling mencari penginapan tetapi semua penginapan penuh hal itu membuat moon lesu.
"hei... bukankah kita bisa menginap di dalam pagoda"
__ADS_1
"sun setelah perjalanan kita yang panjang ini kau baru mengatakan itu sekarang"ucap moon sangat kesal memegangi bahu sun.
"kau tidak bertanya pendapatku"
"sebentar kau jaga rose di sini aku akan menanyakan sesuatu dulu pada sisi"
langsung moon menghilang meninggalkan sun lalu muncul kembali dengan cepat.
"mereka bilang rose boleh masuk kerena penghuni hutan kematian"
telepati moon senang.
sun hanya mengangguk lalu memegang tangan rose masuk kedalam pagoda.
"wah.... kakak tempat apa ini keren sekali"
"tentu saja kita akan menginap di sini dulu ya rose"
"baik kak"
"rose kau harus latihan dulu untuk perlombaan apakah kau ingin ikut kakak latihan"
"ya kak rose ingin ikut"
mereka sampai di ruang latihan saat memasuki ruang latihan rose hampir terjatuh tetapi langsung di tangkap oleh sun.
"ka... kak... ada benda berat di atasku"
"tenang rose... kau harus semangat"
"em.... sisi bisakah kau menghilangkan tekanan rose"
"tentu nona"
setelah sisi mengatakan itu langsung rose bisa berdiri seperti semula.
"maaf tuan tidak tau"
"eh... kalau begitu"
"rose kau pernah mengangkat beban"
"pernah kak ibu menyuruhku untuk mengangkat 5 pohon mangga raja lalu melompat berkali-kali"
"satu pohon mangga raja setara dengan
5000 kg kalau 5 berarti 25000"ucap moon memperkirakan membuat sun menyipitkan matanya.
"luck berapa kg tekanan yang di berikan rose tadi"
"50000 kg tuan"
"yaampun itu berat untuk anak seusia rose bisa berikan tekanan hanya
30000 kg saja"
"baik tuan"
langsung rose serasa di timpa benda berat di pundaknya.
"kakak ini berat tetapi ini jauh leboh baik"
"baiklah sekarang kau ingin latihan apa"
"aku ingin latihan memanah"
"toh... kan ia akan selalu memilihku" batin moon membuat sun kesal.
"baiklah sebelum kita latihan memanah kita keliling lapangan ini 10 kali ya"
__ADS_1
"baik kak"
mereka berkeliling lapangan sun juga moon seperti berjalan tanpa beban walau sebenarnya mereka tetap merasa tekanan yang kuat hampir menjantuhkan mereka sedangkan rose dia berusaha mengejar kakaknya.
"kakak sangat kuat jadi aku harus jadi kuat juga"batin rose mengejar sun dan moon sambil keringat membasahi bajunya.
hingga sampai 10 putaran akhirnya mereka berhenti.
"rose apa kau kelelahan"
"tidak aku kuat"
ucapan rose membuat sun dan moon terkekeh geli"adik mereka sudah besar ya" pikir mereka.
"ini"
moon memberikan busur dan panah kepada rose.
"tarik busurmu dan bidik ke arah sana"
ucap moon menunjuk papan sasaran yang ada di sana.
rose membidik memang mengenai papan tetapi tak mengenai tepat sasaran.
"yah... kak"
"tenang lihat dulu contohnya"
"sun"moon memberi tanda sun hanya mengangkat sebelah alisnya lalu menganguk.
sun mengambil busur lalu menembakan anak panahnya tepat pada sasaran membuat rose kagum.
lalu rose mencoba lagi tetapi gagal hal itu membuat rose sedih.
"hei... bagaimana kalau contoh sekali lagi"
moon mengambil busur yang berada pada tangan sun lalu menembakkan panahnya panah itu tepat pada sasaran juga berhasil membelah panah sun di tengahnya.
"wah..."
"cobalah"
rose mencoba kembali keringat membasahi wajahnya tangannya bergetar takut ia tak mengenai sasaran.
moon menghela nafas lalu melap keringat rose lalu memeganggi tangan rose mengarahkan panahnya pada papan.
"jangan takut bayangkan apa yang akan kau dapatkan jika kau berhasil mengenai sasaran jangan pernah bayangkan apa yang terjadi jika kau tak mengenai sasaran"
"bayangkan... apa yang akan terjadi... aku tau kakak sun juga kakak moon pasti akan bangga padaku"batin rose lalu menarik nafas dalam-dalam lalu menghembuskannya bersamaan dengan dia melepaskan panah hasilnya panah itu tepat sasaran bahkan sampai membelah panah moon hal itu membuat rose sangat senang lalu melompat kegirangan.
"wah... rose kau hebat"ucap sun mengangkat rose lalu
memutar-mutarnya.
"iya kakak aku berhasil"
moon hanya tersenyum.
sisi dan luck melihat itu hanya menghela nafas sebenarnya kejadian itu tak sepenuhnya benar sebenarnya saat rose menghempaskan panah memang tepat sasaran tetapi tak sampai membelah panah moon
sun melesatkan jarum tipis bersamaan dengan panah di lepaskan sehingga dapat membuat panah itu terbelah sempurna memudahkan rose tepat sasaran.
tetapi dapat melihat senyuman tuan dan nonanya itu membuat mereka senang.
Note author:
oh ya... guess.... tolong ya.... like coment mungkin aku bakal susah balas coment kalian soonya tugas numpuk jadi cuman bisa up 1 chapter perhari soal visualnya hilang itu karena sedang mau masa revisi sama.... soal crazy up mungkin agak susah tapi tak usahain bakal bisa crazy up dah itu aja yang ingin saya sampaikan.
sekali lagi trimakasih yang udah vote terutama peringkat 1 nya serasa didukung banget makasih yah yang udah vote....
__ADS_1