
"bagaimana bisa rambutmu tidak terbakar?"
keadaan hening seketika semua menatap sun dengan tatapan bertanya membuat sun jengkel hanya masalah rambut saja busa serunyam ini.
"em... yah... bagaimana cara aku memberitahu kalian ya....?"
"mudah"jawab moon mengambil ranting lalu membisikan sesuatu kepada wrath.
wrath mengangguk lalu membakar ujung ranting membuat ranting itu terbakar.
"sini...."
sun hanya pasrah lalu membiarkan moon mengotak-ngatik rambutnya.
moon lalu mencoba membakar rambut sun membuat semua kaget rambutnya tak terbakar sama sekali gosong pun tidak.
"yah.. begitulah tubuh kami memang unik"ucap moon menghela nafas lelah untuk apa dia melakukan percobaan bodoh ini hanya untuk meyakinkan semua orang.
"tapi... tidak kah kalian merasakan dejavu"ucap white magic membuat semua menoleh keatas
mengingat-ngingat .
"ah! orang itu...."
"dewa matahari"ucap sloth dari kejauhan masih bersandar pada dinding akademi membuat semua kaget bukan karena kalimat yang di ucapkan melainkan sloth yang biasanya cuek menjawab pertanyaan tidak penting seperti ini.
kurasa yang disini merasa biasa cuman sun saja menurutnya selama mengobrol dengan sloth tak ada sikap cuek darinya sama sekali.
"kau... kau.. barusan menjawab!"ucap gluttony menutup mulutnya tak percaya.
sloth cuek tak mengatakan apapun lagi setelah itu.
"sudahlah kembali saja ke kamar kalian" saran white magic membuat semua termaksud moon meninggalkan tempatnya masuk kedalam akademi meninggalkan sloth dan sun disana.
sun menghampiri sloth
"eh... kau tak masuk?"tanya sun membuat sloth menghentikan permainannya.
"tidak... kenapa kau tidak masuk?"
"yah... moon sudah satu kamar dengan kak patience jadi kamar penuh aku kesini bertanya apa aku bisa tidur di kamarmu?"
"terserah"jawab sloth membuat sun senang.
"apa kau tak ingin kekamarmu aku tak tau dimana letak kamarmu?"
"aku terlalu malas untuk mengantarmu"
"kalau begitu naiklah kepunggungku bagaimana?"
__ADS_1
sloth diam tak menjawab lalu melanjutkan permainannya sun tersenyum bodoh lalu mengangkat sloth dipunggungnya lalu berlari menuju asrama.
sloth kaget tapi dia malas berteriak memilih diam saja.
berbagai kamar telah di lewati sun kamar yang penuh aura kemarahan, kerakusan,keirian,kesabaran juga lab percobaan sampai dia berhenti di salah satu kamar yang memiliki aura malas yang pekat sun membuka kamar itu sangat berantakan.
sun ingin mencibir tapi melihat sloth sudah tidur dia menghela nafas lalu menidurkan sloth di tempat tidurnya lalu membereskan kamar sun kagum melihat banyak action figur limited adition di kamar sloth meskipun terlihat tak terawat tetapi terlihat tersusun tapi di dalam rak kaca sloth seperti seorang kolektor.
setelah selesai beres-beres ia lalu tidur di sebelah sloth mereka tidur sangat nyenyak.
>>>>>>>
terlihat patience bermain seluring di kamarnya membuat moon kagum.
"kak... patience kenapa kakak sangat menyukai alat musik"tanya moon membuat patience menghentikan permainan sulingnya.
"karena musik sangat bagus untuk meredakan amarah"
"apa jika kak wrath lepas kendali kak patience akan menggunkan alat musik untuk memenangkannya?"
"yah... benar itu disebut elemen musik elemen yang dimainkan secara lembut bisa menjadi penawar dan jika dimainkan secara kasar bisa menjadi penderitaan"
saat mereka tengah asik mengobrol tiba-tiba seseorang membuka pintu kamar secara kasar.
"brak!"
"w.. wrath! ada apa kau kemari?" tanya patience gugup membuat moon menatap wrath tajam.
"woe!! bukak!! sialan!!"teriak wrath dari luar sambil memukul-mukul dinding array menyebabkan getaran tetapi tak dapat membuat sedikitpun getaran pada dinding array.
"moon apa tak apa membiarkan dia seperti itu di luar?"tanya patience khawatir.
"kak kau terlalu baik! biarkan dia seperti itu selama beberapa saat!"
"tapi... bisakah biarkan dia masuk dia memang selalu ingin mendengarkanku setiap bermain musik"
"ugh! baiklah...."
moon membuka arraynya membuat wrath terjatuh.
"KAU!!!"
"wrath...."lirih patience membuat wrath tertegun.
"oho...."goda moon membuat wajah wrath memerah.
"wrath! wajahmu apa kau sakit?"tanya patiance menyentuh kening wrath.
"panas!"gumam patiance panik.
__ADS_1
"hei! aku tak apa!"ucap wrath setengah berteriak membuat moon kesal bagaimana dia bisa membentak kak patience seperti itu.
"jadi... apa kau ingin mendengar lagu?" tawar patience membuat wrath mendengus lalu duduk santai di kasur membuat moon kesal.
"astaga setiap hari seperti ini memang kak patience memiliki kesabaran yang tak terbatas"batin moon kesal.
"wah... aku ditonton oleh dua orang kuharap kalian menyukainya"ucap patience bersemangat lalu memainka serulingnya membuat moon merasa nyaman sedangkan wrath terus menatap patience seperti nya itu tak disadari oleh patience karena dia menutup mata menikmati nadanya sendiri.
tapi... sayangnya hal itu tak luput dari pandangan moon yang sangat ingin menggoda wrath
"oho.. matamu melihat kemana?"bisik moon membuat wrath tersentak kaget lalu menatap tajam moon.
"ada apa? menatapku seperti itu bukankah itu kenyataannya?"goda moon membuat wrath sekuat tenaga menelan amarah di depan patience.
moon tertawa pelan sangat menyenangkan menggoda wrath di depan kak patience nya.
"bagaimana?"tanya patience tersenyum lembut membuat moon tersenyum.
"huh! kurang menarik!"jawab wrath ketus membuat moon tersenyum dingin menendangnya keluar kamar kembali.
"jika tidak suka kenapa datang!"teriak pelan moon lalu menutup pintu kamar kasar lalu kembali memasang array pelindung.
"hei...."wrath bingung harus berkata apa memang dia mengejek tapi... biasanya patience tak masalah diejek seperti itu.
dia mendengus lalu kembali kedalam kamarnya.
mendengar keheningan di luar moon membuka sedikit pintu kamar memastikan jika wrath sudah tak ada lalu ia bernafas lega.
"moon"panggil patience membuat moon kaget.
"kak kenapa kakak tak marah saat kak wrath mengatakan hal yang menjelekkan dirimu!"
"em... bukankah dia memberi saran agar tak membuatku besar kepala"ucap patience polos membuat moon kesal.
"itu bukan saran tapi hinaan tak mendasar!"protes moon membuat patience tersenyum lembut.
"trimakasih tapi... tak apa jika dia mengatakan hal itu aku tau dia tak bermaksud mengatakan hal itu"ucap patience membuat moon tertegun astaga jika bisa aku akan nobatkan kak patience sebagai orang tersabar di seluruh dimensi meskipun itu kebajikan tapi... ini sudah keterlaluan besok ia pasti akan memberi wrath pelajaran.
"baiklah... waktunya tidur"ucap patience lalu mrnyelimuti moon untuk tidur lalu ikut tidur di sebelah moon mereka tidur sangat nyenyak.
>>>>>>>
"apa kah aku salah ya...?"
"akh! sudahlah dia tak mungkin memikirkan hal seperti itu sekarang kau harus tidur wrath!!"ucap wrath berbicara pada dirinya sendiri sambil mengacak-ngacak rambutnya ia berusaha tidur tetapi tak bisa.
<><><><><><><><><><>><><><><><><
NOTE AUTHOR:
__ADS_1
OK JANGAN LUPA VOTE YA....