Takdir Bintang Kembar

Takdir Bintang Kembar
perkenalan kelima guru


__ADS_3

"jadi karena itu kalian harus melawan setiap guru yang ada di hadapan kalian bisa di katakan ini pertarungan hidup dan mati..."ucap dewa waktu santai membuat mereka semua kaget.


"APA!!"


"kenapa?"


"ck.. pantas saja akademi ini di nobatkan sebagai tempat pembunuhan jenius"cibir sun membuat dewa waktu kesal.


"kau mengatakan anak-anak bau bawang itu jenius! kalian pasti bercanda..."


"anda lihat wajah saya ini.."sun menunjuk wajah nya yang datar "ya kenapa?"


"ada saya bertanya?"


"kau...!"


"puft..."ther dan guru lain nya berusaha menahan tawa nya membuat dewa waktu kesal.


"kalian..."


"puft.. bung kami hanya bersin.."elak sang wolf mengosok sedikit hidung nya.


"iya itu benar cuaca hari ini sangat dingin ya kan teman"tambah wanita diangguki oleh semua.


"alasan kalian sangat bagus sampai-sampai aku sangat sulit mempercayai nya"ucap dewa waktu mengepalkan tinju nya kesal.


"baiklah kalian karena dimensi cincin sedang..."


"puft... ini pasti sangat memalukan bagi nya"bisik moon berusaha menahan tawa nya.


"ada apa kalian sampai seperti itu?"tanya dewa waktu kesal kenapa semua menahan tawa saat menatap nya.


"astaga aku tidak kuat lagi...."tofan menutup mulut nya tidak kuat dengan apa yang di lihat nya.


dewa waktu tidak menyadari ada gumpalan air yang bertuliskan "aku sangat bodoh" tepat di atas kepala nya.


"tidak ada kami hanya teringat ke jadian kemarin"


"uh? baiklah.. sebelum pertarungan tiba kalian boleh latihan tapi...."


"batas waktu kalian hanya sehari..."tambah dewa waktu membuat mereka tambah putus asa.


"5 hari"tawar moon membuat mereka kaget.


"2 hari"balas dewa waktu santai membuat guru lain nya shock "dia meladeni anak gadis itu?"batin mereka heran.

__ADS_1


"ugh... 5 hari!"


"3 hari tidak kurang tidak lebih!"


"ugh!! baiklah"ucap moon menyerah membuat dewa waktu membatu apa yang baru saja dia katakan.


lalu kedua gadis itu berbisik terkekeh geli


"astaga pak tua itu termakan jebakan bodoh itu..." bisik sun manahan tawa nya dapat di dengar oleh mereka semua "kau tau terkadang jurus yang baik adalah dari pelajaran kita sehari-hari kau harus sering tawar menawar di pasar"jelas moon membuat kelima guru lain nya tertawa.


"oh.. bung kau baru saja terkena jebakan bodoh itu" ledek sang wolf membuat dewa waktu kesal


"sehari jika kalian tidak berlatih maka kalian akan di hukum"bentak dewa waktu kesal lalu menghilang dari sana.


"baiklah.. anak-anak namaku nisa ameera panggil saja guru nisa aku akan mengajari kalian memasak" ucap Nisa Ameera lalu mengeluarkan sesuatu dari cincin penyimpanan nya.


dia mengeluarkan sebuah kotak terlihat seperti cemilan lalu membuka bungkus nya memakan salah satu stik dari kotak itu.


"ada yang mau?"tawar Nisa membuat mereka ragu.



"o! o! kami mau!!"seru sun dan moon mengangkat kedua tangan nya membuat Nisa sedikit kaget.


"tentu saja siapa yang tidak ingin hal yang barbau gratis"


"kalian tidak curiga aku meletakan racun di dalam nya?"


"tidak bungkus nya masih tertutup dan tersegel rapat bagaimana mungkin kau bisa menarus racun di dalam nya"jelas moon membuat Nisa kaget.


"kau tau hal ini?"


"em... berikan saja...."


"baiklah.. ini"Nisa melempar kotak itu sangat cepat membuat mereka tercengang.


"hap! dapat"kotak itu berhasil di tangkap oleh sun membuat Nisa terkesan "wah.. bagus"


"baik sebaik nya simpan untuk di makan nanti" ujar moon memberi nasahat lalu memasukan cemilan itu kedalam cincin penyimpanan nya.


"baiklah anak-anak seperti yang kalian lihat dan sudah kalian kenal aku Ther Salvatore kaum vampir jadi.. kalian hati-hati jika tidak ingin mati sia-sia saat berhadapan dengan ku"ancam Ther mengeluarkan aura merah darah nya membuat kaki zisie lemas dia memang tidak cocok dengan darah.


"oh.. bung kau menakuti mereka"ujar sang wolf menepuk pundak Ther menyebabkan aura nya menghilang dengan cepat "kau selalu menghancurkan suasana"


"suasana menyeramkan tentu nya"sambung sang wolf terkekeh geli.

__ADS_1


"baiklah anak-anak namaku Wolf Prime aku adalah kaum serigala kalian bisa panggil aku kakak Prime"


"kau terlalu tua untuk di panggil kakak"ledek Ther membuat Prime tersenyum "ayolah sobat kita tidak jauh berbeda"seru Prime merangkul leher ther membuat kesal.


"hai.. anak.. anak.. nama ku Eredhel Aurydice seorang peri yang akan mengajari kalian cara berbaur dengan alam"ucap Eredhel menggerakan tangan nya perlahan kupu-kupu berbagai warna keluar dari tangan nya membuat mereka kagum.


saat Ragina ingin menyentuh nya tangan itu langsung di tepis oleh moon "itu beracun jangan di sentuh!"


"hi.. hi.. kalian cepat tanggap ya..."ujar Eredhel terkekeh geli membuat mereka semua merinding "alam adalah hal yang indah.. dan tenang... tetapi di balik ketenangan itu terdapat bahaya yang tersembunyi yang bisa merenggut nyawa kalian jika kalian tidak menghargai atau menguasai nya dengan baik"jelas Eredhel menjentikan jari nya kupu-kupu itu meledak dan gliter-gliter kecil memenuhi udara membuat mereka kembali kagum.


"yah.. seperti yang kalian lihat aku bukan peri kegelapan maupun cahaya melainkan setengah dari kedua nya...."tambah Eredhel membuat mereka bertambah kagum.


"baiklah.. aku adalah Amfitrite Ratu Lautan"


"jadi kalian akan bertarung dengan ku di bawah air" tambah Amfitrite membuat mereka tersentak


"di dalam air tapi.. kami tidak mungkin bernafas di bawah air..."protes tenang Arisu membuat Amfitrite terkekeh geli "maka kalian haru memikirkan cara nya..."


"baiklah perkenalan terakhir kita sampai jumpa 2 hari kedepan"ucap kelima guru itu bersamaan lalu menghilang dengan cara mereka masing-masing.


"baiklah teman-teman mari kita la.. tihan?"


mereka semua bingung kenapa tofan dan Ragina menggunakan kekuatan mereka untuk membentuk lobang di tanah.


"baiklah.. teman-teman kami mati duluan"ujar tofan dan Ragina bersamaan masuk kedalam lubang itu lalu dengan cepat Ragina menutup nya membuat mereka heran betapa bodoh nya teman mereka yang satu ini.


"Arisu"panggil moon membuat Arisu menoleh ke arah nya "iya?"


"bisa kau buat agar air bisa masuk dan memenuhi lubang itu?"


"tentu bisa"


Arisu berlutut menyentuh tanah lalu kembali berdiri membuat zisie heran "kenapa tidak terjadi apapun?"


"ssttt... sabarlah sizie lihat saja dan tunggu"gumam sun membuat sizie bingung.


"kreett....!!"


tanah kembali terbuka membuat zisie kaget.


"uhuk! uhuk! kalian ingin membuat kami mati ya!!!" protes tofan kesal diangguki setuju oleh Ragina.


"iya kenapa kalian melakukan itu!!"


"bukan kah kalian sendiri yang ingin mati duluan kami hanya membantu proses nya agar lebih cepat"balas moon dengan nada yang menyeramkan membuat mereka merinding.

__ADS_1


__ADS_2