Takdir Bintang Kembar

Takdir Bintang Kembar
turnamen pemilihan murid akademi 2


__ADS_3

sun melihat kearah kursi khusus raja angin sedang memegangi kepalanya pusing sedangkan premaisurinya sedang menenangkannya hal itu membuat seringai muncul di wajah sun.


"hei... kau melihat apa perkenalkan aku ini ming xin putri bungsu keluarga ming"


"hei... kenapa kau tak duduk di kursi khusus keluarga ming"


"aku anak terbuang tetapi aku tak boleh melepas margaku saat keluar dari keluarga ming kenapa kau ingin meremehkanku"


"tentu saja tidak aku juga dibuang oleh keluargaku bedanya aku bisa melepas margaku dengan mudah dan menciptakan namaku sendiri"


"waao... kelihatan nya kau berpura-pura sama sepertiku untuk bebas dari keluarga terkutuk kita masing-masing"


"jelas oh ya perkenalkan aku sun ini saudariku moon dan ini adikku rose"


"woah.... kalian kabur dari keluarga kalian sendiri juga aku salut dengan kalian boleh kah aku bergabung"


"tentu kau diterima disini"jawab moon mengulurkan tanganya langsung dengan cepat di jabat oleh ming xin.


"Deg!"


dengan cepat moon menarik kembali tangannya lalu melepas balutan kain yang menutupi tangan melihat simbol yang ada di telapak gadis itu moon dengan cepat menutupi kembali tangan ming xin.


"kristal gempa elemen tanah dan batu"


ucapan sun membuat ming xin kaget.


"bagaimana.... kalian tau"


"hem.... berarti ada pengguna elemen lainnya di sini"


"ini pakai ini agar lebih nyaman"ucap moon memberikan sarung tangan membuat ming xin bingung.


"bagaimana cara menggunakannya"


tanpa basa basi dengan cepat sun melepaskan kain yang menutupi telapak tangan ming xin lalu memakaikan sarung tangan.


"wah.... ini sangat nyaman trimakasih"


"tenang saja moon sendiri yang merancangnya"


"hallo kakak cantik"


"aww.... siapa anak imut ini"


ming xin mencubit keras pipi rose membuat rose meringis kesakitan.


"ming xin kau jaga rose di sini kita akan mencari pengguna elemen lainnya"


"iya tenang saja anak imut ini akan aman bersamaku"


sun dan moon berpencar lalu mengitari seluruh area turnamen.


"sun... apa kau menemukan sesuatu"


batin moon.


"tidak..."balas batin sun terus mencari.


lalu moon melihat anak lelaki dengan mata hitam pekat seakan tak kehidupan di dalamnya membuat moon merasa kasihan lalu menyentuh pundak lelaki itu.


"Deg!!"

__ADS_1


"anak ini menyerap kristal kegelapan jika tak bisa melawan maka dia akan kehilangan emosionalnya"batin moon tak didengar oleh sun yang sibuk mencari.


"hei..."


langsung laki-laki itu menengok kearah moon dengan mata putus asanya membuat moon menjadi sedih tak terasa air matanya mengalir.


"hei... apa kau ingin berteman dengan kami"tawar moon menghapus air matanya.


anak itu hanya diam saja moon langsung merangkul tangan anak itu dan dengan cepat ada di depan rose.


"moon apa kau menemukannya siapa dia"


langsung moon membisikan apa yang terjadi pada ming xin membuat dia menutup mulutnya tak percaya.


"hei... duduklah disini dulu dan kenalan lah dengan adik dan teman barumu"


moon mendudukan lelaki itu hanya menurut dan duduk.


moon kembali mencari.


"ish... mana sih orang nya kebanyakan yang daftar sih"gumam sun kesal.


lalu ia meliha seorang anak laki-laki yang sok-sokkan duduk sambil baca buku di bangku khusus tetapi ada yang aneh kenapa seluruh keluarga memandanginya dengan tatapan benci dan menghina setidaknya itulah yang dipikirkan sun.


sekarang bagaimana cara agar ia dapat mendekati cowok itu sun


berpikir-keras.


"bug... kakak sialan kau memukulku"


"aku tidak-"


"plak kau berani sepeti itu hari ini kuumumkan di seluruh turnamen aku mencabut namamu dari keluarga wei"


"heh... bukankah itu anak terkutuk dari keluarga wei"


"ck... ck... memang terkutuk dia bahkan memukul adiknya sendiri"


"kapok... lah sekarang dia"


desas-desus terjadi membuat sun kesal kenapa ada yang menghina orang terang-terangan begitu.


langsung kepala keluarga wei mendorong lelaki itu dari kursinya hingga terjatuh.


"pergi kau tak pantas duduk disini"


"blar!!!"seluruh api yang di pasang di area itu tiba-tiba meledak tetapi tak menimbulkan kebakaran membuat seluruh penonton kaget.


"hei... kenapa kau masih disana bangun bodoh"


ucap mengulurkan tangannya langsung dijabat oleh lelaki itu.


"kau baji-"


"diam"ucap sun tegas aura mengerikan menjalar kemana-mana cukup membuat seluruh keluarga wei tutup mulut.


dengan cepat sun menarik kembali auranya agar tidak menyebar terlalu jauh.


"hei... jadilah teman kami agar kau bisa menghina balik mantan keluargamu yang sampah ini"hina sun secara terang-terangan membuat seluruh anggota keluarga wei kesal.


"baik"jawab lelaki itu datar membuat sun senang lalu merangkul leher lelaki itu.

__ADS_1


"bagus ikutlah denganku"


langsung mereka dengan cepat sampai di depan ming xin membuat ming xin kaget hampir memukul sun tepat di wajah.


"hei... aku membawa teman sesama kita"


"oh... duduk lah di sini"


"halo kakak perkenalkan aku rose adik kakak sun"


"hai... namaku ming xin aku juga anak terbuang jadi santai saja..."


"oh ini... siapa"tanya sun bingung melihat anak serba hitam dengan mata putus aja layaknya anak broken yang harus di antar ke psikiater di dunia modern.


lalu ming xin membisikkan yang terjadi tetapi sun hanya mengangguk biasa.


"kenapa kau tidak terkejut"


"yah... kerena aku-"


"ha.. ha... ha.. bodoh cuman angkat batu saja tidak bisa"suara itu sangat keras sampai seluruh turnamen dapan mendengar suara itu.


semua orang mencari dari mana suara itu ternyata dari atas seorang anak lelaki tertawa dari kursi peserta.


"ketemu kau"gumam sun dengan seringai di wajah.


"moon kau menemukan sesuatu"


batin sun memastikan.


"iya pengguna elemen cahaya kelihatannya dia sama nasibnya seperti kita tetapi agak menantang sedikit"


balas batin moon.


"baiklah sekarang berarti tinggal aku yang mencari satu lagi pengguna kristal hanya 1 lagi tofan dan aku sudah menemukannya...."batin sun tersenyum.


"ha... ha... ha... bodoh"


lelaki itu masih setia dengan tertawa nya.


"heh... bukankah itu anak dari kerajaan atas awan yang di buang itu"


"benarkah apa dia sudah jadi gila sejak di buang"


"ck... ck.. ck... dia pasti sudah gila"


disaat desas-desus terjadi moon sedang duduk berbicara dengan seorang anak lelaki yang memiliki rambut putih berkilau dan mata yang di tutupi oleh kain.


"hei.. kenapa kau menutup matamu"


"karena itu dapat membuat seseorang buta jika melihatnya"


"hai.... tak apa kau tak sengaja menyerapnya kristal cahaya bukan itu bukan salahmu karena kristal itu sendiri yang memilihmu"


"benarkah"


"benar.... apa kau ingin berteman dengan kami kami juga bernasib sama seperti mu"


"baiklah"


"berikan tanganmu aku akan menuntun mu"

__ADS_1


lalu laki-laki itu mengangguk membiarkan moon menuntun jalannya.


"hei.. hari ini aku mendapat banyak teman.....


__ADS_2