
AKHIRNYA.....
"cih.. pak tua itu... baru juga 4 bulan terus bersama rose udah pamer"ketus sun diangguki setuju oleh moon.
"IRIIII~"
"coba katakan sekali lagi!"
dewa waktu berdecak lalu mendorong sun dan moon kedalam kolam menggunkan tenaga qi.
"byur!!"
"akh!"
"pak tua... ini..."
semua panik memastikan tubuh mereka apa baik? tapi mereka malah kembali terkejut melihat kedua gadis itu berendam layaknya pemandian biasa.
"hei... jangan takut apa salah nya mencoba"ajak moon membuat mereka mengangguk ragina mencoba menyentuh air yang mendidih tangan nya melepuh membuatnya menelan pil untuk memulihkan diri sakarang tofan mencoba menyentuh air es itu tangannya menggigil dan mati rasa membuat mereka shock!.
"ASTAGA!! apa ini penyiksaan!!"
"em... apa aku terlalu berlebihan?"tanya dewa waktu menggaruk kepalanya metode ini normal di akademi
dewa-dewi bahkan ia melakukan hal yang sama pada saat melatih dewa emas dan dewi perak seketika tanpa sadar semua mengangguk membuat dewa waktu memiringkan kepalanya.
"em... pak tua mari kita berbicara sebentar"sun dan moon keluar dari kolam dalam keadaan basah lalu mengeringkan tubuh mereka dengan elemen angin membuat tofan tercengang rupanya ia belum ahli menguasai elemennya sendiri.
"em... yah... ada apa?"
moon menghela nafas lalu membisikan sesuatu pada dewa waktu membuat dewa waktu mengangguk mereka bertiga keluar dari dimensi cincin lalu masuk kedalam ruangan tunggu akademi.
"ada apa?"
moon menatap dewa waktu yang kebingungan lalu menghela nafas.
"dengar pak tua jangan samakan
anak-anak itu dengan kami maupun moon mereka tak seperti kami bertiga yang memiliki tenaga dan kekuatan yang kuat jadi... latihlah mereka dengan normal"ucap moon menjelaskan membuat dewa waktu bertambah bingung sun memutar matanya malas.
"kau... terlalu sering bergaul dengan orang yang kuat maka kau mengira mereka sama kuatnya seperti kami jadi.. setidaknya perlakukan mereka secara normal"sun buka suara hanya membuat dewa waktu semakin bingung moon menghela nafas lelah pak tua ini sangat sulit mengerti normal.
"baiklah.. menurutmu latihan yang paling mudah apa?"
"em.. mengangkat bukit?"jawab dewa waktu ragu membuat sun mengusap kasar wajahnya.
"karena itu katamu maka buatlah latihan itu lebih mudah dalam tanggapan mu sendiri jadi...ah... bagaimana cara kami menjelaskannya..."
"jadi... kalian ingin aku mempermudah latihan untuk mereka?"
"ya... bisa di bilang begitu..."
"baiklah... aku mengerti oh... ya.. soal guru sebenarnya ada banyak guru di akademi ini..."
"wah... benarkah?"
"yap! dan... dari berbagai dimensi tapi.... karena akademi ini jarang kedatangan murid dan jika datang murid itu bisa saja mati sebelum sampai 3 bulan bahkan ada satu minggu jadi kami membuat taruhan"
"apa... taruhan nya?"tanya mereka penasaran membuat dewa waktu bingung apa dia harus mengatakan nya ya...?.
"jika ada murid yang masuk harus bertahan selama 5 bulan dalam pelatihan fisik ekstrim maka mereka akan datang dan mengajar dengan sungguh-sungguh"
"em... kita sudah 5 bulan berarti tinggal satu bulan lagi..."
"ya... jadi... selama satu bulan kedepan aku tak akan meruba cara latihanku lagi pula mereka masih baik-baik saja..."
"baiklah kalau begi--"
"bruk!"tiba-tiba pintu terbuka semua terjatuh membuat dewa waktu kaget sedangkan moon merasa dejavu hal ini pernah terjadi sebelumnya.
"eh... bagaimana kalian bisa keluar dari dimensi cincin"
langsung rose bangun menundukan kepalanya "maaf ayah...".
dewa waktu mengusap kasar wajah menatap segerombolan anak kecil yang terbaring di lantai saling
tindih-menindih tapi ada satu yang tak ikut terjatuh dan diam menatap kosong kearah depan membuat dewa waktu menghela nafas setelah melakukan semua latihan ini kuro masih belum berubah.
"oh.. kalian sudah mendengat ya..."
"ha.. ha.. ha.. guru kami tidak sengaja lewat..."ucap arisu diangguki oleh semua membuat dewa waktu berdecak apa anak-anak berfikir dia sebodoh itu.
"oh... kalian lewat ya... kalau begitu setelah ini lari keliling lapangan 100 putaran"
"baik... guru..."mereka langsung menghilang membuat sun memiringkan kepalanya bingung kelihatan semua temannya menuruti pak tua itu dengan baik juga dengan rasa takut.
"wah.. kelihatannya mereka sangat penurut"ucap sun membuat dewa waktu tersenyum sinis.
"ya.. mereka anak yang sangat penurut tak seperti kalian.."
"hei! jika kita tak menuruti katamu maka kami tak akan koma selama 4 bulan bukan?!"
"em..."dewa waktu berfikir benar yang dikatakan 2 gadis itu tapi... awalnya ia tak bermaksud jahat.. jadi.. ia tak merasa bersalah.
__ADS_1
"iya.. em... sudahlah kalian keliling lapangan seribu kali"
"cih.. alasan!"
mau tidak mau akhirnya sun dan moon masuk kedalam dimensi cincin dan berlari keliling lapangan 1000 kali..
lelah..? tentu saja lapangan padang rumput itu sangat luas seluas hutan kecil.
hikari dan kuro diam saja dan menerima hukuman padahal mereka tak bermaksud apapun tapi.. mereka memang misterius.
tofan tercengang melihat betapa cepatnya lari rose sekarang ia melihat kecepatan moon dan sun berlari rasanya setiap tempat yang kedua gadis itu lewati akan terhempas seperti angin besar menyapu dengan mudah.
mereka hanya pasrah... melihat rose lebih hebat dari mereka harga dirinya terasa tercabik-cabik... tapi mereka sudah mulai membiasakan diri untuk tidak membandingkan diri mereka dengan ketiga monster itu.
arisu... hanya diam ia merasa itu hal yang bermanfaat untuk saat ini sedangkan rin wang dan tofan saling salip-menyalip seakan menganggap hukuman mereka hanyalah perlombaan.
ragina hanya diam saja tak ada yang menyadari bahwa dia dari tadi tak berlari hanya menggerakkan tanah yang dibawahnya seperti.. ekskalator di dunia modern.
hal itu di sadari oleh moon lalu ia melambat dan berlari setara dengan ragina.
"jika kau terus mengandalkan kekuatan mu pondasi tubuh mu akan lemah dan bisa saja meledak saat kenaikan tahap" saran moon lalu kembali berlari cepat meninggalkan ragina yang terbengong disana ia merasa tidak enak lalu menghentikan kekuatannya tanah nya lalu ikut berlari seperti yang lain.
Semua sudah berlari saratus putaran mereka beristirahat sejenak menonton sun dan moon yang masih berlari mereka tau berapa kali hukuman lari kedua gadis itu seketika mereka merasa ngilu pada kedua kaki mereka.
"astaga... ini benar-benar tempat penyiksaan"ucap tofan membuat mereka menatap tajam kearahnya.
"ada apa?"
"kau tidak merasa malu?"tanya rin wang membuat tofan bingun apa salah nya?.
"eh.. malu apa?"
"kau tau.. guru itu membiarkan kita berlatih di dimensi cincinnya, memberikan semua peralatan, tempat yang layak tak pernah membentak juga memberi makan tanpa harus kita balas jika itu di akademi lainnya kita pasti disuruh bayar seribu keping emas setiap bulannya"jelas Arisu diangguki setuju oleh semu seketika tofan menundukan kepalanya malu.
"bruk!"
sun dan moon ambruk di samping mereka membuat mereka kaget.
"sun! moon!"
"hei... kami... ti.. dak.. ma.. ti.. hanya hosh.. hosh.. lelah"ucap kedua gadis itu dengan nafas yang tersenggal-senggal.
"kaki kalian"sizie menutup mulutnya kaki sun dan moon berdarah dan bengkak membuat mereka semua kaget.
"te.. nang.. kami.. bi.. sa.. a.. ta..si ini.."
tak lama luka mereka menghilang kaki mereka kembali seperti semula membuat yang lain makin shock.
merasa lebih baik moon buka suara
"apa kalian setiap hari berlatih seperti ini?"tanya Arisu merinding membuat semua penasaran.
"yap.. bahkan lebih parah dari pada ini jadi bisa di katakan ini luka sepele"jawab sun membuat mereka bertambah shock.
mereka akhirnya mengerti kenapa sun dan moon bahkan rose bisa menjadi kuat mereka menembus batas maksimal dan membentuk batas yang baru mereka merasa sangat malu gampang menyerah padahal ini adalah awal dari perjalanan mereka.
"baiklah.. ada pertanyaan?"
"aku.. aku.."ucap ragina mengangkat tangannya semangat membuat moon terkekeh geli.
"baiklah apa pertanyaan mu?"
"kalian berlatih apa tiap harinya?"
"em... kalian yakin ingin mengetahui ini?"
semua langsung mengangguk membuat sun dan moon saling bertatapan lalu menggelengkan kepala.
"kalian tak boleh mengetahui hal ini"
seketika semua langsung kecewa membuat moo mengangkat kedua bahunya bingun jika ia mengatakannya mereka semua pasti pingsan atau mengambil resiko.
"kenapa kalian cemberut cepat berbaris rapi!"
seketika mereka kaget mendengar suara dewa waktu lalu berbaris rapi mau tidak mau sun dan moon ikut berbaris rapi mereka merasa haru menjadi teladan bagi yang lain.
"apa kalian sudah berlari?"
"sudah guru!"
"merasa lebih baik?"
"baik guru!"
"lelah?"
"le... eh.."merasa dipermainkan
anak-anak itu bertambah cemberut termaksud rose.
sun dan moon yang menyaksikan itu hanya menggelengkan kepalanya
anak-anak yang polos kalau saja kami tidak mengingat rainkarnasi,kami bisa saja tertipu seperti mereka.
__ADS_1
dewa waktu sekuat tenaga menahan tawa nya menjaga ekspresinya yang tegas.
"baiklah... karena kalian sudah menguping tadi...--"
"benar sekali!"ucap tofa membuat semua menepuk jidat betapa bodohnya anak itu.
dewa wakti kesal lalu memenjarakan tofa dengan array membuatnya tak bisa keluar juga suaranya tak dapat tembus keluar.
"#^#*#/&@^@&@^"tofan terus berterika sambil memukul dinding array membuat semua tertawa
terbahak-bahak.
"diam!"
seketika suasana hening membuat dewa waktu bangga sedangkan sun yang tak bisa menahan ketawanya...
"puft.."
dewa waktu menatap tajam sun tapi itu tak berpengaruh sun malah terus menerus manahan tawa.
dewa waktu memandang sun dengan pandangan yang berbeda yang berartikan"eh.. bisakah kau menjaga mukaku di depan anak-anak ini"
dengan cepat sun membalas dengan tatapan yang ber arti "siap!".
"baiklah... kalian haru bertahan di pelatihan serius selama satu bulan ini"
"glek!"8 orang menelan ludah kasar dan yang lainnya santai seakan tak akan ada sesuatu yang buruk terjadi pada mereka.
"baiklah.. hari ini aku berikan waktu untuk persiapan mental atau batin besok kita mulai sebelum metahari terbit tidak boleh membangunkan satu sama lain!"
"tapi.. bagaimana cara kami tau kapan matahari belum terbit tetapi sudah fajar?"
"itu yang disebut insting! jika terlambat sedikit saja maka harus keliling lapangan sebanyak 50 kali!"
"apa kalian siap!!"
"siap"teriak sun,moo dan rose bersamaan membuat dewa waktu bingung.
"....."
"SEKALI LAGI APA KALIAN SIAP!!" teriak dewa waktu mereka seakan dihantam gelombang besar rose yang tak kuat memasang tanaman rambat di tanah agar tidak bergeser dari tempatnya
meskipun terkejut tapi sun dan moon tak bergeser sedikitpun dari tempatnya sementara yang lain terpental yang paling dekat hanya hikari dan kuro sedangkan yang lain sudah jauh kecuali tofan.
tofan bersyukur dia di kurung di dalam array dari pada harus terpental jauh yang tak tau resikonya.
"KEMBALI!"panggil dewa waktu tegas membuat mereka yang tadinya jatuh kembali berdiri dan kembali ke posisi semula hal ini sudah sering terjadi pada saat sun dan moob koma jadi mereka bertindak biasa.
entah kenapa sun dan moon melebarkan senyumnya melihat temannya kuat menghadapi setuasi seperti ini.
"baiklah silahkan kembali ke kamar kalian!"
dewa waktu mengibaskan tangannya mereka kembali keluar dari cincin dimensi segera semua berlari menuju kamarnya masing-masing termaksud rose meninggalkan sun dan moon bersama dewa waktu.
"ho.. ho.. pak tua kelihatan nya kau menjaga citra mu dengan baik di hadapan anak-anak itu"ledek sun membuat dewa waktu kesal dari dulu citranya memang selalu baik di mata semua orang kecuali orang terdekatnya.
"kalian tau citra ku selalu baik hanya kalian saja yang tidak menghargainya"
"tidak kami.. ada sloth,envy,wrath,black magic,white magic,ibuku dan ayahku dan mungkin beberapa dewa lainnya" absen sun tanpa rasa rasa bersalah membuat dewa waktu seakan tertusuk.
"juga.. pak tua kau apakan mereka kelihatan nya mereka ketakutan pada mu kecuali rose"tanya moon membuat dewa waktu berfikir selama ini ia hanya memerintahkan anak-anak itu berlari keliling lapangan 50 kali..,mengangkat bukit menglilingi lapangan 50 kali, juga memberikan 4 ember air penuh berisi air pemberat untuk diseimbangkan pada tubuh mereka... menurutnya itu hal wajar dan paling gampang jadi... di hanya menjawab.
NOTE AUTHOR:
AIR PEMBERAT ITU AIR YANG SATU TETESNYA HARUSNYA TAK MEMILIKI BERAT MALAH MEMILIKI BERAT
0.5 KG.
______________________________________
"yah.. normal-normal saja mungkin melihatku yang tegas membuat mereka takut"jawab dewa wakti santai membuat sun dan moon mengerutkan keningnya tak percaya mereka tau betul kata normal dalam sudut pandang dewa waktu itu seperti apa.
"baiklah..."ucap sun dan moon dengan pandangan tak percaya membuat dewa waktu tidak senang.
"kalian tidak percaya bukan"
"tentu saja"jawab mereka spontan langsung menutup mulut mereka tersenyum canggung.
"ah.. sudahlah... kembali ke kamar kalian"
"eh.. soal guru tadi...?"
"nanti akan kalian ketahui sendirinya" ucap dewa waktu masuk akademi lalu menuju kamar moon.
di sana sudah ada moon yanh sedang menyiram tanaman hiasnya membuat dewa waktu tersenyum lucu anaknya benar-benar mirip seperti istrinya.
"ayah--"
rose terpeleset tapi terhenti sebelum menyentuh lantai lalu kembali ke posisinya semula membuat dewa waktu bangga.
"bagaimana ayah aku hebat kan!!"
ucap rose semangat sangat ingin dipuji membuat dewa waktu mengacak rambut rose gemas.
__ADS_1
"tentu kau sangat mirip dengan ibumu"