Takdir Bintang Kembar

Takdir Bintang Kembar
menengok rose


__ADS_3

"ada apa kau melihatku seperti itu"


ucap xiao sun mengangkat sebelah alisnya melihat buaya itu menatap tajam kearahnya.


xiao sun merenung sejenak lalu tersenyum licik.


"apa kau iriii....."goda xiao sun membuat buaya itu kesal lalu membuka mulutnya pertanda ia ingin memangsa kedua gadis itu tetapi malah langsung terpental hingga membentur penjara air xiao mon.


"aw.... kasian"ejek xiao sun.


"ck.. ck.. ck.. ego memang hal yang buruk"ucap xiao mon menggeleng-gelengkan kepala.


"KALIAN ANAK KECIL TAU APA"


ucapan buaya itu membuat xiao mon tersinggung lalu memperkecil ukuran penjara airnya sehingga membuat buaya itu terhimpit.


"hei... kau buaya sombong apa kau bertambah berani karena kami belum melakukan apapun padamu bagaimana jika kami menjadi jahat dan terus menyiksamu apa kau akan berlagak lagi"ucap xiao mon tersenyum dingin.


meskipun buaya itu sedikit ketakutan tetapi di menjaga harga dirinya.


"huh... coba saja"


xiao mon bertambah marah dengan jawaban itu membuat suhu di sekitarnya turun drastis bahkan air danau sedikit membeku.


"mon..."ucap xiao sun lembit mengusap punggung xiao mon.


lalu keadaan jauh lebih baik xiao mon menarik nafas.


"kurasa kau jauh lebih egois ya... kau akan tetap berada di penjara ini beberapa waktu penjara ini akan memudar dengan sendirinya"ucap xiao mon dingin dangan pandangan menusuknya.


"ayo sun"


"tunggu ada hal yang perlu aku bicarakan berdua"ucap xiao sun tersenyum bodoh.


"tapi bagaimana cara kau-"


"tenang aku bisa menggunakan elemen angin milikku"


xiao mon mengangguk lalu menghilang bersamaan dengan kristal menjadi pijakannya.


buaya itu lega setelah xiao mon menghilang.


"huh... syukurlah hanya aku dan si bodoh ini"


>>>>>>


"hem.... apa kedua gadis itu sudah mati"


"hai tuan ular aku kembali"


xiao mon muncul tiba-tiba membuat ular hijau itu menembakkan bisanya kearah xiao mon.


tetapi dengan cepat di hindari xiao mon


"hei.... apa aku salah"


"kau membuatku terkejut dimana saudarimu"


"maaf deh.. "


"xiao sun sedang bercanda dengan buaya hitam itu"

__ADS_1


"ho benarkah bagaimana dengan ujiannya"


"sangat sulit bahkan kami hampir mati disana"


"yah... tapi kalian berhasil dan kembali dengan keadaan baik bukan"


"he he trimakasih pujianya aku jadi malu"


"yo apa yang kalian bicarakan apakah tentangku"sambar xiao sun muncul tiba-tiba di samping xiao mon membuat xiao mon kaget dan langsung memukuli xiao sun.


xiao sun tak sempat menghidar terkena pukulan telak di wajah hingga terpental jauh.


"hei... apa salahku"ucap xiao sun mengelus pipinya memar langsung memar itu menghilang.


"kau bisa sembuh kan!"


"tapi itu juga menyakitkan tau"


"bla... bla.. apa aku tidak dengar"teriak pelan xiao mon menutup kedua telingannya.


"kau ¥@,^@(@^@*@£@"


perdebatan pun terjadi sang ular hijau yang menyaksikan itu hanya tertawa pelan melihat kedua saudari kembar tersebut bertengkar.


"baiklah maafkan aku telah mengagetkanmu"


"baiklah maafkan aku juga memukulmu"


"jadi... apa yang kau lakukan dengan buaya hitam itu"


"oh... aku hanya sepatah dua kata lalu pergi"


flashback:


setelah xiao mon pergi senyum bodoh di wajah xiao sun menghilang tergantikan dengan raut wajah serius tentu saja itu membuat buaya itu kaget.


"kau terkejut tentu saja hanya ada satu orang yang melihat raut wajah ini yaitu mon sendiri kau sebagai orang kedua harus nya merasa bangga dapat membuatku membuat raut wajah serius ini"


"cih... hanya raut wajah serius saja apa yang haru ku banggakan"sindir enteng buaya menganggap xiao sun hanya orang bodoh.


"he he iya benar hanya raut wajah saja"


xiao sun terkekeh geli langsung suhu sekitar naik dengan cepat membuat air di sekitar mendidih.


"ups... apa yang akan terjadi jika aku mendidihkan air jeruji ini ya atau apa yang akan terjadi padamu jika aku melakukan itu"ucap xiao sun tersenyum jahat.


"oh.. aku lupa kau tidak suka raut wajah serius maka aku akan menggantinya"


ucap xiao sun tersenyum jahat membuat buaya berkeringat dingin.


"hei.... apa kau takut aku bahkan belum memulai penyiksaanya"


buaya itu hanya diam sedikit menggigil ketakutan.


"ck... benar-benar katakutan ya ini hanya seperkecil dari amarahku juga tadi juga amarah kecil mon jadi kau jangan macam-macam"


"oh ya sama kau sangat sombong apakah karena kulit berlian hitammu itu apa aku harus menguliti kulitmu dulu untuk menghilangkan kesombonganmu tunggu menguliti sesuatu bukan keahlianku tapi keahlian mon ck... sayang sekali mon terlalu baik jadi tidak mungkin dia mengulitimu ck... sayang sekali... sayang sekali..."


"hm... kurasa hanya itu saja yang kukatakan aku akan membebaskanmu jadi camkan perkataanku tadi ok"


xiao sun menghilang bersamaan dengan penjara air xiao mon sehingga membuat buaya itu jatuh tiba-tiba.

__ADS_1


flashback off:


"oh... jadi kenapa kalian kemari kalian bisa langsung keluar dari hutan kan"


"yap kau benar tapi sebelum itu kami ingin menjengukmu karena kau adalah mahluk baik"ucap xiao mon lembut membuat ular itu tersentuh.


"benarkah trimakasih"


"hei... jangan sungkan kita sudah jadi satu keluarga boleh kah aku bilang buaya itu tak termaksud dari keluarga ini"


perkataan xiao sun membuat xiao mon dan ular hijau itu tertawa kecil.


"baiklah kurasa kita harus menjenguk adik kita di lapisan keempat"


ucapan membuat ular hijau itu sedih membuat xiao merasa kasihan.


"tenang saja jika nanti kami berhasil di luar sana kami akan sering-sering kesini"ucap xiao mon tersenyum lembut membuat ular itu lebih tenang.


"baiklah sampai ketemu lagi..."


langsung keduanya menghilang membuat suasana di sana hening.


"kurasa aku bisa menunggu"


>>>>>>


"halo...."panggil xiao mon melihat keadaan disini sangat sunyi.


"apa yang kau lakukan mon tak mungkin rose menunggu kita selama ini mengingat sudah 4 tahun bahkan hampir 5 tahun kita tak bertemu dengannya"


ucapan xiao sun membuat xiao mon berfikir sejenak.


"bagaimana kita ke sarang mereka"


celetuk xiao mon tiba-tiba.


"baiklah ayo"


"jangan gunakan ilmu teleportasi"


"loh kenapa?"


"buang-buang tenaga sarang mereka kan tak jauh dari sini"


"ya... ya ayo"


mereka berjalan hingga sampai di sarang yang mereka tujui saat masuk tiba-tiba sulur melilit tubuh mereka.


"ais..."langsung xiao mon dan xiao sun dengan mudah membebaskan diri dari sulur tipis itu.


"siapa kalian"teriak tumbuhan pemakan manusia itu.


"bibi kau tak mengenali kami"


ucap xiao mon tersenyum lembut membuat tumbuhan itu berubah mejadi wanita cantik dengan mahkota bunga di atasnya.


"heh... apa pelatihan kalian sudah selesai"tanya rufta lembut diangguki oleh keduanya.


"jika kalian ingin menjenguk rose kalian harus menunggu hingga besok"


"LOH.... KENAPA....

__ADS_1


__ADS_2