
"em... yah.. kau benar aku belum membalas penghinaan yang mereka berikan kepadaku dan ibu ku"ucap Arisu membuat suasana bertambah mencekam.
"huh! aku sangat ingin menuangkan besi panas di wajah mereka"tambah tofan menyeringai jahat.
"huh... aku akan membuat mereka terkubur di tanah hidup-hidup"ucap Ragina dengan pandangan menyeramkan.
"kelihatannya seru kami ikut"tambah moon dingin membuat mereka tersenyum jahat hanya kuro yang diam saja dalam kejadian ini.
"em... apa kalian yakin ingin membalas dendam"tanya Hikari membuat semua menatap tajam kearahnya.
"tentu saja apa kau tidak ingat kau di perlakukan seperti apa?"ucap sizie yang sudah membaca pikiran Hikari.
Hikari tertegun lalu memikirkan masa kecilnya yang dikucilkan dan selalu dianggap buta dilempari batu layaknya sesuatu yang menjijikkan.
"ha.. ha.. ha.. anak buta! anak buta!" kata-kata itu terus menggema di pikiran Hikari membuat raut wajahnya berubah.
"baiklah ayo kita balaskan dendam!" ucap Hikari penuh kebencian membuat semua mengangguk.
"baiklah sekarang sasaran kita adalah tim anak bangsawan selain itu kita hanya akan lumpuhkan saja"
"ya! aku setuju anak lain jangan diikut campurkan dalam masalah ini"ucap sun diangguki oleh semua.
"tapi jika dia merendahkan kita duluan maka kita akan melakukannya"tambah sun tersenyum bodoh.
perlombaan di mulai mereka keluar dari ruangan melihat peraturannya saling menantang satu sama lain mereka sangat senang lalu menunggu sampai mereka di tantang oleh seseorang.
"BAIKLAH SEMUA HANYA BOLEH 10 KELOMPOK YANG BERTARUNG HARI INI "
ucapan itu membuat semua orang kecewa.
"BAIKLAH SAYA AKAN MELEMPERKAN BOLA MASING-MASING KETUA MENGAMBIL MEMPEREBUTKAN BOLA SIAPA YANG DAPAT MENGAMBIL BOLA INI MAKA DIA BOLEH MENOLAK DAN MENERIMA TANTANGAN DARI BERBAGAI KELOMPOK TERMAKSUD KERAJAAN SEKALIGUS JUGA DAPAT MENANTANG SIAPAPUN TANPA HARUS MENERIMA PENOLAKKAN"
"wah! kita harus mendapat bola itu"
desas-desus terjadi semua bersiap untuk berlari.
bola di lempar semua langsung terjun kelapangan untuk mengambil bola itu sambil berlari kencang moon hanya menyeringai tak lama di sudah berada di arena dengan bola di tangannya.
"BOLA BOLEH DI PEREBUTKAN SEBELUM SANG PEMEGANG KEMBALI KETEMPAT DUDUKNYA"tambah pengawas itu tersenyum menguji membuat moon menyeringai lalu dengan cepat ada di tempat duduknya memegang bola itu tapi pengawas itu tak mau kalah.
__ADS_1
"BOLA HARUS LANGSUNG DI PECAHKAN"ucap pengawas itu percaya diri karena bola sudah di lapisi dengan pelindung khusus yang pasti tak munkin di pecahkan oleh anak seumuran moon.
sun tersenyum lalu mengambil bola yang ada di tangan moon lalu memecahkan dengan mudah membuat semua ketua akademi kaget.
"bagaimana pengawas apa ada lagi?" tanya sun tersenyum bodoh membuat pengawas tak dapat berkata.
"wah! aku bahkan tak melihat dia berlari!"
"mereka hebat! sekali"
"aku melihat bola itu di lapisi perisai khusus loh!"
"gila! mereka dengan mudah menghancurkan bola itu"
"aku tak ingin bergadapan dengan mereka"
desas-desus pun terjadi biasa netizen mulut ember membuat ketua setiap kelompok yang susah berlari tadi memandang moon dengan pandangan benci.
"em.. itu bukannya xiao mon dan xiao sun"ucap permaisuri luo membuat raja wei terkejut entah kenapa hatinya sangat sakit melihat kedua gadis itu sangat hebat juga semua mantan kakak sun dan moon memandang mereka dengan pandangan sedih.
menyesal? tentu saja siapa yang tidak menyesal membuat berlian yang berlumpur lalu melihat berlian itu tak sengaja terkena air lalu bersinar itu membuat mereka menyesal.
"em... benar ya... apa sekarang kalian menyesal"tanya raja bei membuat pangeran itu kaget.
"huh! siapa yang menyesal mereka hanya sampah batu yang berlumpur"
"benar batu yang berlumpur tak akan bisa menjadi berlian!"
"tapi berlian yang dipenuhi lumpur bisakan"ucap raja wei membuat kedua pangeran itu bungkam.
mereka tak bisa membohongi diri sendiri bahwa mereka menyesal dan ingin sun dan moon kembali menjadi tunangan mereka bisa di bilang mereka sekarang sangat menginginkan sun dan moon disisi mereka.
"xiao mon,xiao sun"gumam xiao ping penuh kebencian yang tengah duduk di kursi perserta.
"AH... BAIKLAH SEKARANG KITA MULAI SAJA ACARANYA"
langsung pengawas mengambil sesuatu dalam kotak khusus yang berisikan kertas dia membuka kertas itu berisikan tulisan saat membaca tulisan itu wajah pengawas itu menyeringai.
"KELOMPOK KARMA MELAWAN KELOMPOK RANAH"
__ADS_1
"cih! kakek tua itu"ucap sun kesal.
kolompok mereka turun melihat kelompok ranah tak ada hubungannya dengan mereka hanya bangsawan biasa mereka saling bertatap lalu mengangguk.
"MULAI"
"bug!"semua anggota kelompok itu terjatuh membuat semua kaget membulatkan mata tak percaya.
"BABAK INI DIMENANGKAN OLEH KELOMPOK KARMA"
"Gila! mereka terlihat diam di tempat tak melakukan apapun tapi kelompok itu sudah terjatuh tanpa perlawanan"
semua penonton bingung harus berkata apa sebab di kelompok itu terdapat 5 anak terbuang dari berbagai bangsawan tentu saja mereka tak ingin memuji karena itu.
"hem... jarum pelumpuh"
"yap! ia terlihat profesional menggunakan jarum itu!"
benar! moon menembakkan sepuluh jarum yang dilumuri obat pelumpuh saking kecilnya sangat sulit untuk di lihat mata biasa.
semua Raja yang hadir tentu terkejut mereka tak habis pikir belum sampai 5 dtk perlombaan di mulai sudah ada yang kalah oleh kelompok karma mereka tidak bisa membiarkan kelompok itu berhadapan dengan anak mereka.
setelah selesai dengan pertandingan pertama yang mereka pikir tidak perlu mereka langsung duduk di kursi mereka tak ada yang berani menatap mereka.
karena aura kebencian sangat pekat di sekitar mereka tak ada yang berani mendekat atau duduk bersebelahan dengan mereka hingga bangku di sekitar mereka kosong hal itu di manfaatkan mereka untuk bersantai menikmati ketenangan tak jarang ada mantan keluarga mereka melirik sebentar ke arah mereka lalu dengan cepat mengalihkan pandangan ke arah lain.
pertarungan hari ini selesai mereka kembali ke penginapan dan kembali berkumpul di ruangan khusus.
"hah! ini membosankan"ucap Ragina menempatkan dagunya di meja.
"iya... bahkan kita tak ada melakukan apapun..."tambah tofan ikut menempatkan dagunya di meja.
"em... aku tak habis pikir pak tua itu menempatkan kita untuk bertarung di awal permainan"ucap sun membuat semua menggangguk.
"hem... sebenarnya aku sudah menduga hal ini akan terjadi"ucap Hikari membuat semua menatapnya.
"aku meliha ada raut wajah penasaran di matanya juga ketua akademi lainnya yang berada di kursi khusus kelihatannya di juga termaksud salah satu dari pemimpin akademi itu"tambah Hikari membuat moon tersenyum miring.
"tepat! kau benar dia memang salah satu dari pemimpin dari 4 akademi besar"
__ADS_1