
mareka sampai di depan gerbang akademi mereka sedikit terkejut melihat sudah ada 10 orang yang menanti mereka dengan mata yang di penuhi hasrat membunuh.
sun menatap penjaga di depan gerbang yang tidak berkutik seakan itu sudah di rencanakan bisa di bilang kelihatan nya pak tua itu ingin membiarkan mereka mati.
"pak tua itu..."gumam sun kesal mengepal kuat kedua tangan nya.
"mereka tidak bisa di remeh kan kira-kira mereka setingkat kita atau lebih"
"pantas saja rupa mereka sudah menua"ejek sun membuat kesepuluh orang itu kesal.
"maaf... tapi kami membutuhkan kepala itu jadi serahkan baik-baik sebelum kami berbuat kasar"
"uuuu.... takut nya"seru sun memegangi kedua lengan nya berpura-pura takut sudah membuat semua orang yang disana tertipu lalu tertawa keras.
"ish.. aku hanya mencibir bukan kah itu akting terjelas yang kau lihat"batin sun heran "kau tau kebanyakan oramg di dimensi bodoh dan hanya menggunakan kakuatan"
"sebodoh itu kah..."gumam sun kesal bagaimana kakek tua yang terlihat sedikit sangat sedikit bijak sana itu tidak mengenali akting yang bodoh ini.
"baiklah nak, serah kan kepala nya"
"tentu saja... ini"
sun melempar tas rotan itu tinggi-tinggi membuat mereka terkejut sedangkan moon hanya terkekeh geli
"3 jam"
"ah.. baiklah..."
>>>>>>>>>
"guru! apakah kalian tidak ingin menyelamat kan sun dan moon!"seru Ragina diangguki setuju oleh semua.
dewa waktu dengan santai menyesap teh nya seakan tidak ada beban "tidak... biarkan saja"

"brak!"
"heh! kau yakin!! kau ini tidak kasihan dengan kedua anak malang itu!!"teriak seorang perempuan di sana kesal menggebrak meja.
"sudah lah.. nisa ameera mereka tidak akam kenapa-napa"tambah seorang vampir disana memegangi gelas wine yang berisikan darah.
"THER!!! kau juga!!"
"sudah lah nisa melihat ther begitu percaya pasti kedua gadis itu kuat..."sambar seorang manusia werewolf menggembangkan senyum nya membuat perempuan itu kesal "kau juga!!"
"em.. iya.. maksud ku aku merasa kesihan apa anak-anak itu bisa mengatasi nya?"tambah seorang elf dengan suara merdu membuat siapa pun yang mendengar pasti akan merasa tenang.
"ayolah.. eredhel! bukan kah akan seru jika melihat darah di--"
belum selesai menyelesaikan kata-kata nya satu pukulan mendarat tepat pada perut vampir itu membuat nya terjungkal jatuh ke tanah.
"SEE... RU...!! kata mu!!"
"tunggu!! tunggu!! nisa! aku hanya bercanda!!"
"anak-anak kembali ke kamar kalian"printah dewa waktu membuat wajah semua menjadi khawatir tetapi mereka terpaksa masuk ke dalam kamar mereka.
"bug! bug!"
"akan ku buat kau meminum darah mu sendiri!!"
"sudah.. lah nisa kau bisa membunuh nya..."lerai sang werewolf mencoba menjauh kan kedua mahluk itu.
"huh!"
"em.. gadis-gadis itu..."
"sudah lah.. eredhel mereka akan baik-baik saja"ucap dewa waktu meyakin kan agar tidak ada yang khawatir.
mereka semua kaget mendengar pekikan teriakan yang terdengar seseorang sangat kesakitan.
"ARRGGHHH!!!"
"murid itu lelaki atau perempuan?"
"aku mencium bau darah"
>>>>>>>>
"hosh.. hosh.. hosh..."
terdengar suara nafas tak teratur dari kedua gadis kecil yang tepat diantara tumpukan para mayat membuat penjaga gerbang merinding melihat hal itu.
"ck! sisa satu"
"ja.. jangan! me-dekat ka.. kalian monster!!"ucap salah satu kakek tua ketakutan berusaha mengambil senjatanya merangkak di tanah.
"hmm...."
"jleb..."
satu anak panah menusuk tangan nya langsung membuat kakek itu kesakitan merintih meminta ampun.
"aduh... kau mempunya pita suara yang kuat ya.. walau masih tua..."ucap moon tak segan-segan menusukan panah nya pada leher pak tua itu membuat nya tidak dapat bersuara.
darah menyebar ke mana-mana bagaikan air mancur membasahi baju kedua gadis itu tidak ada warna apapun selain merah darah pada baju mereka.
"wah.. dia balum mati..."puji sun menepuk kan tangan nya beberapa kali "kasihan juga ya.. tapi kalian yang bodoh sih.. kenapa.. berfikir bagaimana seorang gadis kecil seperti kami keluar dari tempat mengerikan seperti itu--"
"eet! aku sudah berbicara terlalu banyak..."
"sraat!!"
sun dengan mudah memenggal kepala kakek itu hingga darah itu mengenai wajah nya.
"hais..."
"bagaimana?"
"lumayan.. masih lebih sulit melawan guru kepala emas"
"yah.. kau tau mereka memang memiliki pengalaman tapi kebanyakan disini menyerang secara acak atau sekedar keberuntungan"
"ya.. ya.. kau yang paling tau.. aku ingin mandi darah ini akan mengeras"
"ah.. kau benar"
__ADS_1
>>>>>>>>>
"apa kadua gadis itu baik-baik saja?"tanya sang elf khawatir "em.."dewa waktu merasa ragu apakah dia membunuh kedua gadis itu? jika itu benar sahabat nya pasti akan membunuh nya.
pintu terbuka mereka terkejut dengan pemandangan yang mereka lihat 2 gadis kecil yang berlumuran darah sedang tersenyum sudah pasti darah itu bukan milik mereka.
"em.. mereka perempuan"jawab dewa waktu membuat perempuan elf itu sedikit kesal "kau sudah terlambat untuk menjawab pertanyaan itu.."
kedua gadis itu berjalan ke arah mereka tidak ada satu pun dari mereka yang memasang raut wajah kebingungan malah sebalik nya mereka tampak tersenyum kepada mereka.
"halo! kami saudara kembar.."
"aku sun"
"dan aku moon"
"senang bertemu kalian guru!"ucap sun dan moon memperkenalkan diri membuat sang werewolf kagun sebelum nya tidak seperti ini jika anak lain bertemu mereka.
" kalian sudah berusaha keras pergi lah.. bersih kan diri kalian"ucap dewa waktu datar membuat sun tersenyum dingin.
"bug!"
sun memukul tepat pada perut dewa waktu membuat nya terjungkal ke tanah.
"pak tua..."
"kau pak tua sialan!! kau hampir membunuh kami!! dengan misi tingkat tinggi seperti itu!!"seru sun setengah berteriak kesal membuat para mahluk itu membatu.
"em.. bukan kah kalian berhasil?"
"tentu saja!!"jawab sun kesal,moon langsung memberikan tas rotan itu lalu kedua gadis itu pergi ke tampat pemandian.
"wah.. lihat lah karma lebih cepat dari pada yang ku duga..."
"diamlah nisa..."
dewa waktu membuka tas rotan itu terdapat belati kecil yang menempel pada samping nya bertuliskan
"karma mu pak tua!"
"eh?"
dewa waktu bingung lalu membuka tas itu dia terkejut kepala zombie itu masih bergerah bahkan menggeram ke arah nya.
"AAAA!!!"
dia kaget langsung menusuk kepala zombie itu dengan belati yang sebelum nya menempel pada tas itu ia benar-benar tidak percaya ia baru saja kaget dan berteriak.
"puft..."
"ha.. ha.. ha.."
semua orang di sana menertawai nya membuat dewa waktu kesal "diam lah kalian"
"tunggu tadi.. kau puft... ha.. ha.."
"oww... siapa perempuan yang perlu di selamatkan?"
"ck! diam lah.. aku hanya kaget!"
"kalian sudah tau kenapa bertanya!?"
"tenang... lah.. kedua gadis itu hanya bercanda tapi..."
"wajah dan tingkah mereka tidak asing siapa ya?" tambah sang elf membuat mereka kaget benar juga wajah kedua gadis itu tidak asing...
dewa waktu hanya diam ia tidak akan menjawab pertanyaan itu karena ia merasa tidak perlu ketiga orang itu pasti akan tau.
"kau tau sesuatu kau kelihatan yang paling tenang" ucap wanita itu curiga dianggukin santai oleh nya "tebak lah aku akan beritahu jika benar..."
"astaga... kau mengira kami anak kecil!?"
"kalian semua kan tau jika umur ku sangat... jauh lebih tua dari pada kalian"jawab dewa waktu sombong membuat mereka kesal.
"kau...!"
"tetapi.. tingkah mu seperti...."
"anak kecil...."tambah sang elf pelan membuat mereka tertawa.
>>>>>>>>>
"aaah.... segar nya"
"em.. iya cepat lah aku akan selesai"
"ish.. sun! kau bahkan belum menggosok punggung mu!"
"sooo?"
"aku sudah mengeringkan tubuh ku jadi.. da..."
"byur!"
moon menarik tangan sun dan.. dia kembali tercebur ke dalam kolam "ugh... cobaan apa lagi ini..."gerutu sun kesal "kau harus membersihkan tubuh dengan baik seperti perempuan pada umum nya..."
"masa bodo.."
"em.. aku penasaran jika--"
"ssstttt.... mandi itu yang tenang... seperti perempuan pada umum nya..."balas sun mencibir membuat moon mengepal kan tinju nya "kau...."
setelah itu....
"em.. baiklah aku akan tidur..."
sun sebenarnya tidak mengantuk hanya saja ia tau waktu istirahat nya "kau yakin aku merasa ada yang kurang?"
"kekurangan tidur..."
"maksud ku tadi guru yang kulihat hanya 5 orang dan itu termaksud pak tua itu.. jadi.. mana yang terakhir"
setelah mengatakan hal itu air dari dalam kolah sedikit bergetar karena moon membelakangi nya ia tidak mungkin sadar akan hal itu sedangkan sun yang menatap itu berdecak "mungkin terlambat cepatlah tidur..."
"em.. kau benar tapi--"
"tunggu terlambat satu bulan?"
__ADS_1
"ya.. sekalian saja satu tahun... ayolah tidur"
"kenapa kau sangat ingin tidur..?"tanya moon curiga "jadi.. kau ingin aku apa?"tanya sun heran sudah jelas ia lelah dengan semua yang di hadapu mereka hari ini.
"em... baik--"
"boo!"seru seorang membuat moon kegt sedangkan sun mengusap kasar wajah kenapa?? sekarang.
dan... muncul juga wanita dengan sirip di tangan nya membuat sun kesal harus nya mereka pergi dari tadi.
melihat sun yang kesal wanita itu tersenyum "ho.. ho.. kau sudah tau dari awal ya..."
"tidak itu hanya perasaan mu saja baiklah selamat tinggal ayo moon kita pergi..."
sun menarik tangan moon tetapi dengam cepat di tepis oleh moon "oh.. yang benar saja..."
"apakau... athena?"
"bukan aku adalah ratu lautan AMFITRITE"

"emm... baiklah.. apa yang di lakukan de-wi lautan di sini?"tanya sun heran membiat amfitrite terkekeh geli "untuk menjadi guru kalian"
"wah.. bagus sekarang kami akan pergi tidur da--" sun menarik tangan moon dan berjalan pergi tetapi tiba-tiba segumpal air menghalangi jalan nya "astaga..."
gumpalan itu berubah menjadi perisai tipis sangat tipis menutupi jalan keluar mereka.
"wow...."kagum moon ia harus mencoba ini sesekali.
"dengar nak kau tidak dapat pergi sampai kau merusak perisai itu.."
"em.. baiklah...."
sun membakar perisai air itu tetapi tidak menimbulkan hasil memang beberapa liter air menguap tetapi itu dengan cepat di gantikan oleh air yang lain.. mereka seperti melengkapi satu sama lain.
"aku mengerti"ucap moon membekukan seluruh ruangan menyebabkan suhu menurun drastis dan perisai air membeku "sekarang...."
"crang....!"
dalam sekali pukulan perisai itu hancur dan mereka langsung dengan santai berjalan kembali ke kamar mereka membuat dewi amfitrite tersenyum puas "mereka berbeda dari anak yang lain bagus.. lah..."
>>>>>>>
"kenapa?!"
"tidak buruk kok.."
"kau serius! ini seperti... tempat sampah..."
mereka melihat kamar yang baru mereka tinggalkan selama 2 bulan tetapi... dalam sudah berisi berbagai macam benda yang bertuliskan "selamat datang kembali".
"apa mereka mengira kita pergi selama bertahun-tahun!!"
"ayolah sun... ini sangat lucu seperti nya mereka sangat merindukan kita"
"merindukan apa nya!? kita bahkan jarang bertemu mereka..."
"begini sun terkadang perasaan itu tidak membutuhkan waktu untuk tumbuh..."
"apa kau percaya cinta pandangan pertama?"tanya moon membuat sun mengangkat sebelah alisnya "ti-dak yang benar saja baru pertama bertemu jatuh cinta itu hanya ada dalam cerita novel saja"jawab sun membuat moon menghela nafas.
"pantas saja kau tidak pernah memiliki pacar atau orang yang kau suka..."
"dan.. apakah kau punya?"
"astaga.. baiklah! aku memang tidak punya..."
"bagus.. sekarang ayo beres-beres"ajak sun membuat moon terkejut "hm.. baiklah..."
beberapa menit kemudian~
"akhirnya... semua selesai..."
"puk.."sun menjatuhkan dirinya kekasur "akhirnya tidur.."
melihat sun sudah tertidur moon hanya terkekeh geli "kau ini sangat pemalas"
moon ikut tidur di samping sun mereka tidur dengan lelap sampai tak menyadari sinar bulan menerpa wajah mereka seakan sedang membela rambut mereka
"anak ku..."
"hah!"
mereka bangun bersamaan tidak menyadari hari sudah sangat terang "astaga! kita terlambat!!"
mereka berlari ke luar "maaf kami ter... lambat?"
mereka terkejut ternyata hikari mengarahkan cahaya nya pada jendela kamar mereka pantas saja sangat terang di dalam sana
"puft... ha.. ha.. ha..!"dewa waktu tertawa lepas sangat lucu mengerjai kembali ke dua gadis itu "kau...!"
"siapa yang menyuruh mu hikari?"tanya moon membuat hikari menunjuk tofan yang bersiap-siap berlari "he.. he.. maaf... aku hanya bercanda"
"baiklah lalucon mu berhasil..."
sun dan moon hanya diam saja lolucon itu tidak merugikan mereka jadi.. untuk apa mereka marah?.
"kalian tidak marah?"tanya tofan heran dia melakukan lalucon yang sama kepada Ragina tetapi dia mendapat luka langsung di wajah nya tetapi sun dan moon tanpa tenang seperti mereka tidak mempermasalahkan apapun.
"untuk apa?"
"tidak.. ada hikari kau bisa berhenti"ucap tofan membuat hikari mengangguk lalu cahaya berhenti keluar dari telapak tangan nya.
"kakak moon"rose langsung menghampiri dan memeluk moon membuat sun ingin menangis apakah dia di lupakan disini..."juga kakak sun" rose berbalik memeluk sun membuat sun senang membalas pelukan itu.
"baiklah.. anak-anak seperti yang kalihan lihat kalian memiliki guru baru yang sudah kalian kenal selama satu bulan ini"
"dan karena itu juga latihan kalian di hentikanbselama satu hanya karena perkenalan"tambah dewa waktu berwajah suram membuat mereka bergidik ngeri.
"siapa suruh perkenalan selama satu bulan"gumam sun dan moon heran mereka bahkan belum mengenal setiap guru itu.
"jadi karena itu kalian harus melawan setiap guru yang ada di hadapan kalian bisa di katakan ini pertarungan hidup dan mati..."
"APA!!"
__ADS_1