Takdir Bintang Kembar

Takdir Bintang Kembar
masa kegelapan


__ADS_3

"masa kegelapan?"


"yah... itu adalah masa yang sangat merugikan bagi semua kaum"


"kenapa kalian terlihat santai padahal masa kegelapan sebentar lagi akan tiba?"tanya moon bingung ia pernah melihat ramalan di goa pheonix tapi... dia merasa itu ramalan untuk masa depan.


"apa kami terlihat santai?"tanya patience menunjuk wajahnya yang pucat membuat moon menggelengkan kepala cepat.


"em... kami para dosa dan kebajikan sebenarnya tidak ikut terlibat dalam masalah besar ini tapi... mereka yang memulainya maka kami akan ikut menyelesaikannya"ucap white magic serius membuat moon bingung apa maksudnya bukankah mereka tak ada hubungannya dengan hal ini.


"apa maksudmu? apa kau punya dendam pada mereka?"


"bukan hanya aku tapi seluruh dosa dan kebajikan membenci mereka"jawab white magic diangguki pelan oleh patience.


"kenapa?"


"karena... mereka ingin membunuh semua roh kebajikan dan dosa agar semua jenis mahluk tak tau mana yang baik dan jahat akhirnya saling membunuh satu sama lain karena tak memiliki kepercayaan yang kuat akhirnya semua musnah dan kegelapan menguasai segalanya"lirih patience diangguki setuju oleh white magic.


"apa ada korban?"


"deg!"patience dan white magic salin menatap ragu lalu kembali menatap moon.


"banyak serpihan roh hancur juga... satu roh.. netral hampir musnah"jawab wahte magic murung membuat moon tidak enak dan memilih tidak bertanya lebih jauh.


melihat hari sudah mulai gelap patience masuk kedalam akademi membuat moon bingung.


"eh... kenapa kak patience masuk kedalam?"


"eh... pak tua itu tidak memberi tahu bahwa akademi ini juga termaksud asrama?"


"tidak... dia bahkan tak memberi tau di mana letak kamar kami"


"em... kalau begitu--"


"hei! semua aku kembali dan membawa barang rongsokkan!"teriak pelan sun menggendong dewa waktu dengan rambut berantakan dan pakaian gosong.


"HEI! SIAPA YANG KAU KATAKAN BARANG RONGSOKKAN!!"teriak wrath marah.


"hei... aku tak mengatakan apapun tentangmu? apa kau... nyadar?"tanya sun dengan wajah mengejek khasnya membuat wrath marah tapi... dia kehabisan tenaga hanya bisa marah tanpa melakukan apapun.


"sun! apa yang terjadi pada mu!"ucap moon khawatir menghampiri sun lalu melepaskan gendongan sun membuat dewa waktu terjatuh tetapi tidak bergeming kelihatannya pak tua itu pingsan.


"eh... kenapa pak tua itu bisa pingsan?"


"yah... moon begini ceritanya.....


flash back on:

__ADS_1


"dimana pak tua itu merepotkan sa--"


"bug!"satu pukulan keras mendarat di wajah sun membuatnya terpental jauh menabrak pohon kokoh hingga tumbang.


"astaga... sialnya aku bahkan baru sampai" umpat sun mengusap darah yang keluar dari sela-sela mulutnya lalu menyadari ada bau amis di pipinya.


"eh... bau apa ini?"


"heh... aku salah memukul rupanya"ucap gluttomy membuat sun kesal.


"eh! kau pukul aku pakai apa tadi!!" ucap sun setengah berteriak membuat gluttony mengangkat kedua bahunya.


"aku hanya memukul mu dengan daging empuk itu"ucap gluttony menunjuk sekumpulan daging mentah di belakangnya membuat sangat sun ingin muntah.


"huek!!"


"hei! kau... ini masih dapat di makan!!" ucap gluttony membuat sun tak berhenti muntah ini sangat menjijikan daging itu seperti monster yang bergerak atas seizin tuannya.


"meskipun kau muntah tapi kau tak menderita luka serius jadi... bersyukurlah aku tak memukulmu dengan tanganku sendiri justru menggunakan daging empuk ini"


perkataan gluttony membuat sun tersedak muntahannya sendiri lalu kembali mengeluarkan isi perutnya.


ya... gitu aja terus sampe upin ama ipin sma.


>>>>>>>


"eh... coba tangkap"


gluttony melempar sesuatu langsung di tangkap oleh sun melihat itu adalah daging mentah langsung sun menatap gluttony dengan pandangan aneh.


"apa? coba kau sentuh perlahan apakah empuk?"ucap gluttony membuat sun menyentuh itu perlahan benar! itu empuk.


"coba kau tinju"


sun memukul daging itu dia kaget daging itu seakan mengeras seperti batu yang dia kagetkan lagi KENAPA DIA MAU MELAKUKAN SEMUA PERCOBAAN BODOH INI!!.


"bagaimana?"


"bau amis"jawab sun dengan nada mengejek membuat gluttony kesal.


"nah.. aku kembalikan"


sun melempar daging mentah itu kembali ke tangan gluttony.


"hei... kalian marah hanya karena hal itu"


sun mendengar suara yang tak asing di telinganya.

__ADS_1


"DIAMLAH PAK TUA KAU MEMPERMALUKAN KAMI!!"teriak wrath marah melemparkan bola api pada array pelindung dewa waktu.


"em... tunggu ya... aku ada urusan"ucap glottony ikut menyerang dewa waktu ia mengumamkan suatu mantra monster daging itu mengeluarkan cairan yang membuat array itu meleleh dewa waktu kaget saat ia ingin lari tiba-tiba kakinya terasa kebas.


"kau... ingin berlari mimpi!"ucap wanita berjubah hitam membawa dan menusuk kaki boneka menggunkan paku yang diikat dengan rambut? membuat sun berfikir apa itu ilmu santet?!.


"hah! dari mana kau mendapat rambutku!?"


"aku tawar menawar dengan lust awalnya aku menyesal tapi sekarang sudah tidak.."jawab penyihir berjubah hitam itu tersenyum membuat dewa waktu merinding.


"lust?"gumam sun berfikir bukankah lust itu sang hawa nafsu seketika sun merinding langsung mengerti mengapa dewa waktu tiba-tiba merinding.


"kami akan membunuhmu pak tua!" ucap wrath marah sun sebenarnya menyetujui ide itu tapi... mereka masih membutuhkan dewa waktu untuk berbagai hal jadi terpaksa ia harus membantu.


saat wrath mengarahkan tinjunya


tinju itu langsung di tangkap oleh sun.


"bisakah kita bicara baik-baik?"tanya sun tak merubah keadaan wrath justru mengarahkan apinya pada sun segera baju sun terbakar tapi dengan cepat sun memadamkannya bahkan ikat rambutnya ikut terbakar membuat rambutnya berantakan.


"ASTAGA!! aku tanya sekali lagi bisakah kita bicara baik-baik kalian tau pak tua ini masih bisa diandalkan!"ucap sun kesal tetapi sepertinya tak dihiraukan mereka malah bertarung lagi membuat kelopak mata sun berkedut.


ia seperti melihat anak kecil berkelahi yang saling tak mau mengalah.


"tunggu... dulu...."sun menyadari ada yang janggal... DIMANA ENVY!?.


tiba-tiba dari atas pohon envy menyerang dewa waktu dengan kristal hijau miliknya.


merasa lelah dewa waktu menyilangkan kedua tangannya lalu bergumam.


"speed up time"gumam dewa waktu lalh tiba-tiba segalanya berubah langkah semua semakin cepat.


hal itu terjadi hingga 2 jam akhirnya mereka berhenti mereka terlihat lelah keringat membasahi tubuh mereka.


dewa waktu menghela nafas lalu pingsan di tempat dengan cepat sun menangkap dan menggendong dewa waktu di punggungnya.


"baiklah... kalian terlihat lelah ayo kembali"ajak sun mau tidak mau mereka menyetujuinya.


flashback off:


"jadi... begitu ceritanya...."ucap sun membuat white magic bingung.


"ada pertanyaan?"tanya sun dengan cepat white magic mengangkat tangan.


"ada apa?"


"bagaimana bisa rambutmu tidak terbakar?"

__ADS_1


__ADS_2