Takdir Bintang Kembar

Takdir Bintang Kembar
ANIR


__ADS_3

"APA!!!"


"kau telat bung kebanyak lautan dari berbagai dimensi sudah kotor apa lagi dimensi modern"ucap sun santai diangguki oleh moon membuat mahluk itu bertambah shock.


"em... kurasa tak ada benda berharga di sini maka kami akan pergi"ucap moon menyiapkan kristalnya lalu naik keatas anehnya dinding air itu tak dapat di tembus membuat moon menelan ludah kasar mahluk ini tak membiarkan mereka pergi.


"aku belum memerintahkan kalian pergi~"


"cih! baiklah.... apa yang kau ingin kan" ucap sun santai membuat mahluk itu kaget mengingat seseorang.


"kau... kau... mirip bocah sombong itu"


"em... maksudmu dewa matahari dia ayah kami jadi... jangan samakan kami dengan dia"ucap sun acuh tak acuh membuat mahluk itu teringat suatu kejadian yang membuatnya tertawa terbahak-bahak membuat moon dan sun bingung.


"maaf... maaf... hanya mengingat masa lalu dia dulu hanya bocah kecil tak menyangka dia akan menjadi dewa matahari"


"benarkah! kau bisa menceritakan kejelekkannya!"ucap sun bersemangat membuat moon kesal lalu satu pukulan melayang ke atas kepala sun membuat sun meringis kesakitan.


"kau ini! dia ayah kita jadi... hargai dia!" ucap moon mengembungkan pipi kesal membuat mahluk itu tersenyum lebar dia seperti bernostalgia.


"eh... aku hanya bertanya"ucap sun memegangi kepalanya sakit.


"untuk apa kau menanyakan kejelekan nya"


"yah... agar saat aku bertemu dengannya aku bisa mengejeknya sepuas hati ku ha... ha... aku ingin tau apa reaksi nya nanti"ucap sun tertawa jahat membuat mahluk itu ikut tertawa


kedua anak ini memang mirip seperti orang tua mereka.


"baiklah jika kalian sangat ingin tau maka aku katakan pada kalian"


"hump!"


"hanya sun yang ingin tau... aku tak ingin dimarahi oleh ayah dan ibu untuk hal ini"ucap moon mengembungkan pipinya kesal membuat mahluk itu terkekeh geli.


"baiklah siapapun yang ingin tau lihat kedalam mataku"ucap mahluk itu membuka lebar matanya moon menutup mata takut hal itu jebakan sedangkan sun...


moon kaget melihat sun diam saja menatap mata mahluk itu kemudian membuka matannya ia melihat kembali monster itu matanya sudah tertutup tapi sun masih belum tersadar membuat sun panik lalu menampar sun keras membuat sun sadar lalu memegangi pipinya sakit darah mengalir di sela-sela bibirnya.


"apa kau punya cara lain untuk menyadarkan seseorang lagi pula aku baik-baik saja!"ucap sun sangat kesal apa ada sasaran lain selain wajah.

__ADS_1


sun lalu mengusap darah yang mengalir di bibirnya menatap moon kesal.


"em.. ya.. kau tau aku... aku panik jadi.. ya.. begitulah.."ucap moon berkeringat dingin berusaha menjelaskan bahwa ini hanya salah paham.


mahluk itu tertawa terbahak-bahak membuat sun dan moon bingung.


"kalian mirip sekali dengan orang tua kalian"


"trimakasih aku akan menganggap hal itu pujian"ucap moon tersenyum lembut.


"tapi aku ti-"


dengan cepat moon membungkam mulut sun membuat sun memberontak.


"jangan mengelak kau sama angkuhnya seperti ayah mu"


ucapan mahluk itu membuat sun tambah tidak terima lalu turun dari kristal moon membuat moon menghela nafas terpaksa mengikutinya.


"aku tidak seperti ayahku!"ucap sun tegas membuat mahluk itu ingin tertawa kembali.


"em... sebenarnya mahluk apa kau?" tanya moon membuat mahluk itu tak kembali tertawa suasana kembali serius.


"em.... kenapa sekarang sudah tidak ada lagi?"tanya moon bingung harusnya elemen ini di jaga turun temurun.


"em... soal itu memang ini termaksud elemen terkuat tapi tak ada yang pernah mengendalikannya tanpa seizin ku meskipun para dewa angkuh itu meminta ku memberikan kekuatan itu aku tetap tak akan memberikannya" ucap mahluk itu dengan nada kesal mengingat masa lalunya.


"em... kalau begitu bisakah Biarkan kami pergi?"tanya moon khawatir guru mereka sudah menunggu mereka sedangkan sun nampak cuek mendengar percakapan mereka berdua.


"ka... kalian tak ingin meminta kekuatan itu kepada ku?"tanya mahluk itu tak percaya membuat sun berdecak dan moon bingung.


"tentu saja tidak itu keputusan mu sendiri kami tak perlu ikut campur bukan"jawab moon tersenyum lembut membuat mahluk itu tersenyum.


"baiklah aku akan memberimu hadiah moon~"


segera cahaya berwarna putih kebiruan masuk kedalam tubuh moon membuat moon kaget.


"hanya itu yang bisa kuberikan sekarang kalian boleh pergi"


segera mereka terlempar hingga keluar dari sungai dan jatuh dengan cepat beruntung mereka dapat mendarat dengan baik.

__ADS_1


sun ingin sekali turun kembali dan protes tapi dengan cepat moon men- teleportasikan mereka kembali keruangan membuat dewa emas dan dewi perak kaget.


"em... kalian... kenapa?"


"em... tak ada di mana yang lain?"tanya moon tersenyum canggung.


"mereka ada di kamar mereka,kalian pergi... terlalu lama jadi... mereka kembali ke kamar dan tidur"jawab dewi perak.


"eh... kenapa guru tak kembali kamar guru?"tanya sun membuat wajah dewi perak dan dewa emas memerah.


"kau! kenapa kami harus sekamar!" ucap dewa emas kesal membuat sun dan moon saling bertatap bingung.


"loh! bukan kah guru pasangan!?"ucap sun dan moon spontan membuat wajah kedua guru mereka tambah memerah.


"TIDAK! kami bukan pasangan!"ucap dewi perak dan dewa emas bersamaan membuat sun dan moon saling bertatap lalu mengangguk mengerti.


"Ooooh~~"


"apa-apaan reaksi kalian itu!"ucap dewa emas kesal.


"em... kasur nya di pisah tenang saja" ucap moon diangguki oleh sun.


"em... ba... ba.. baik aku ke kamar sekarang!"ucap dewi perak berlari menutup wajah nya yang sudah memerah.


"hump! dasar.... perjaka"cibir sun dengan senyuman mengejek lalu menghilang masuk kedalam pagoda.


dewa emas sangat kesal menghentak-hentak kakinya ke tanah membuat lantai remuk.


"eh! guru jangan! ada orang di bawah lantai ini!"ucap moon menenangkan.


"kenapa! kalian..."


"em... yah... kami kira guru sudah menikah jadi... begitulah guru semoga mengerti ini demi guru juga bukan"ucap moon menjelaskan dengan keringat dingin bercucuran di punggungnya.


"em... masa.... guru mau di cap sebagai dewa lajang seumur hidup"tambah moon membuat dewa emas bertambah kesal.


"eh... seperti nya aku salah bicara"batin moon berkeringat dingin.


tiba-tiba sun kembali membawa sesuatu di tangannya.

__ADS_1


__ADS_2