
"ya itu benar"ucap dewa emas masih menatap pertarungan xiao mon dan xiao sun sementara winter dan shadow terkaku tak membuka suara.
xiao sun dengan ling lung menyerang xiao mon dengan pedang emasnya beberapa kali dapat mengenai xiao mon membuat xiao mon tersenyum lembut luka yang langsung sembuh dengan cepat slalu meninggalkan rasa ngilu yang membuat xiao mon menggigit bibir menahan sakit.
xiao mon dengan pandangan buram terus menembaki xiao sun beberapa kali mengenai xiao sun di tangan kanan dan juga di kedua kakinya xiao sun hanya tertawa kecil lalu melepaskan panah itu dengan wajah menahan sakit.
jelas disini keduanya sama sama berlumuran darah meskipun luka mereka sembuh bukan berarti darah mereka menghilang.
hal itu membuat shadow dan winter tertegun melihat dihadapanya kedua gadis dengan semangat api terus menyerang satu sama lain tapi tidak di organ vital.
setelah tiga jam mereka berhenti karena teriakan dewi perak.
"BERHENTI"
"baik guru"ucap mereka serempak sama sama menggunakan senjata untuk menjaga keseimbangan.
lalu tak kuasa menahannya lagi dan terjatuh membuat winter dan shadow sesegera menolong tapi dihentikan oleh oleh dewi perak.
"berhenti jangan menolong mereka" ucap dewi perak tegas.
membuat shadow menahan amarahnya bagaimana bisa seorang gadis 5 tahun diberikan latihan mengerikan seperti ini sedangkan winter hanya menghela nafas.
terus menerus setiap hari:
xiao mon dan xiao sun bangun mengambil batu dan berlari dan tak jarang mereka berjalan dan membuat mereka terus mendapatkan hukuman yang menyakitkan setidaknya dalam seminggu mereka 4 kali mereka merasakan hukuman.
setiap bulan purnama dewi perak dan dewa emas memberikan sebagian besar ilmunya langsung disimpan rapat rapat tidak pernah di lupakan oleh kedua gadis itu lalu latihan dan begitu seterusnya.
sampai bulan yang kesembilan mereka berhenti berlatih dan berkumpul:
"baiklah kalian sudah cukup bekerja keras jalan kalian masih sangat panjang dan takdir besar menunggu kalian jadi.... selama sebulan latihan kalian berhenti sementara-"ucapan dewa emas terpotong.
"jadi guru ingin mengirim kami kemana"
ucap xiao mon menangkap pembicaraan.
dewi perak hanya menghela nafas lalu "kalian akan pergi ke goa Phoenix disana adalah tempat disegelnya kedua phoenix legenda bersiaplah besok kalian berangkat"ucap dewi perak tersenyum.
__ADS_1
"tunggu dulu kenapa 2 phoenix itu disegel apa mereka membuat kekacauan besar di dunia"tebak xiao sun langsung mendapat gelengan dewa emas.
"tidak hanya besar tetapi sangat besar sebagian dunia membeku dan sebagian lagi terbakar bahkan lautan berubah menjadi darah juga tidak ada yang bisa mengendalikan mereka pada saat kekacauan itu hanya dewa matahari dan dewi bulan saja yang dapat menyegel mereka tetapi mereka kehilangan setengah dari kekuatan mereka jadi hanya anaknya saja yang dapat mengendalikan phoenix tersebut"jelas dewa emas kedua gadis bingung.
"anaknya.... berarti aha"ucap xiao sun membuat semua bingung.
"ada apa?"tanya xiao mon bingung.
"berarti anak mereka akan muncul tapi dimana ya??"ucap xiao sun menengok kekanan dan kekiri membuat xiao mon tambah bingung,dewi perak tertawa kecil sedangkan.....
"pletak!!"
"kau ini sangat bodoh jelas jelas anaknya itu kalian menurut kalian untuk apa kami megirim kalian kesana"ucap dewa emas kesal.
"hi hi hi kena kau"ucap xiao sun membuat xiao mon terkekeh geli dengan kelicikan saudarinya.
"kau!!! kau memaksaku mengatakannya" ucap dewa emas kesal.
"tidak.... murid tidak memaksa guru melakukannya"ucap xiao sun mengangkat kedua bahunya.
"jadi bisakah guru menceritakan kejadian itu"ucap xiao mon serius membuat xiao sun ikut serius.
"baiklah salahku"pasrah dewa emas.
"kalian taklukan 2 phoenix itu baru kami akan menceritakan asal usul kalian yang sebenarnya"ucap dewi perak tersenyum.
"sekarang bersiaplah"tambah dewa emas tegas.
"baik guru"
xiao mon dan xiao sun mulai menyiapkan apa yang mereka perlukan:
"heh mon kau bawa apa saja??"
"aku bawak :
-baju 5
__ADS_1
-botol air 6
-tas rotan
-daging rusa
-batu api untuk membuat api
-ranting
-cemilan
-buah buahan
-busur dah itu aja kalo kamu sun bawak apa"ucap xiao mon mengabsen barang yang dibawanya.
"hem... pedang sama baju"ucap xiao sun menggaruk kepalanya.
"hais.... botol??"
"nope"
"daging??"
"nope"
"makanan??"tanya xiao mon kesal.
"nope......."
"SEMUA GAK BAWA SANA SIAP SIAP LAGI AWAS KALAU GAK LENGKAP AKU BEKUIN BAJUMU"teriak xiao mon membuat xiao sun lari kembali bersiap siap.
shadow hanya menepuk jidatnya sedangkan winter tertawa kecil melihat kejadian itu.
besoknya:
"guru kami pergi dulu daa...."
__ADS_1
"hei... gadis kecil berhenti!!"