
"ADA APA KALIAN MENATAPKU SEPERTI ITU"
sun dan moon kesal lalu berlari tetapi anehnya saat melihat keadaan sekitar sun dan moon saling bertatap lalu mengangguk saat hampir menyentuh pria itu mereka langsung membeku.
seketika pria itu tak bisa menggerakkan
meskipun ia menggunakan seluruh kekuatannya tetapi masih tak dapat bergerak, saat ia melihat daun yang sedang terjatuh dari atas pohon melihat daun itu tak sampai menyentuh tanah ia langsung mengerti apa yang terjadi pria di hadapannya sedang menghentikan waktu.
segera dewa waktu menggendong rose lalu berjalan menghampiri pria itu.
"huwa.... ayah aku takut"
rose menangis memeluk erat dewa waktu tak berani menatap pria yang menyeramkan itu.
pria itu kaget mengapa anak kecil itu tak terpengaruh dengan waktu dan lebih kagetnya lagi KENAPA ANAK ITU MEMANGGIL DEWA WAKTU ITU DENGAN SEBUTAN AYAH!? seketika ia sangat ingin bertanya tapi ia tak bisa menggerakkan mulutnya.
melihat mata pria itu penuh dengan pertanyaan dewa waktu mengangkat sebelah alisnya.
"oh... dia anakku ,darahku mengalir di dalam tubuhnya jadi.. jangan macam macam atau aku tak akan segan menyakitimu jadi... ganggu dia!"ancam dewa waktu penuh penekanan membuat pria itu
kaget-sekaget kagetnya.
pria itu shock orang seaneh dewa waktu memiliki anak seimut itu.
"bug!"
sun dan moon sama-sama jatuh ketanah membuat pria itu merasa waktu sudah di jalankan kembali lalu memberontak sekuat tenaga tetapi tidak bisa APA YANG SEBENARNYA TERJADI DI SINI?!.
dewa waktu juga bingung apa yang terjadi dia belum menjalankan kembali waktu kenapa sun dan moon tidak terpengaruh ya?.
"aduh.... kenapa kita harus melakukan hal bodoh seperti ini?!"protes moon membuat sun menggaruk kepalanya yang tidak gatal.
"kau tak bisa hargai pak tua itu"
"yah... aku masih ingin menghinanya lagi sih... kau terlalu baik"
"bagaimana pun kau tak bisa menyangkal kalau dia ayahnya rose"
"tapi... rose kecilku akan pergi..."lirih moon membuat sun memiringkan kepalanya.
"kau ini... dia tak mungkin membawa rose pergi jauh kita akan laporkan itu pada bibi rufta"saran sun membuat moon tersenyum jahat.
"kau... boleh juga"
dewa waktu sangat ingin berteriak
"AKU MENDENGAR NYA!!"tapi melihat rose yang ketakutan ia dengan cepat mengurungkan niatnya.
ia memijat kening nya pusing
bagaimana bisa ia lupa kalau sun dan moon juga keturunan dewa berdarah murni.
"yah... kita harus mengurus si rambut merah itu"
"hei! aku juga berambut merah!"
"itu berbeda kau.... em... kau merah berapi mungkin? dan dia berwarna merah darah"ucap moon bingung menatap sun dan pria itu secara bergantian membuat pria itu marah melihat pria itu marah rose kembali takut.
"kakak... aku takut"ucap rose yang saat ini berada di pelukan dewa waktu.
"tenang manis kakak datang"
lalu moon dengan cepat berada di sebelah dewa waktu.
"berikan dia padaku..."
"tidak!"
"hump!"moon mengembungkan pipi kesal harusnya ia tak memberi tau soal rose pada dewa waktu.
"sudahlah moon dia itu ayahnya dan... kapan kau memulai waktu kelihataannya ini menghabiskan banyak lingkaran qi"
"yah... kau benar aku akan memulainya sekarang"saat ingin memulai kembali waktu moon langsung menghentikan dewa waktu.
"ada apa!"
segera kristal es melapisi pria membuat dewa waktu kaget sementara sun hanya mengangguk setuju.
tanpa memikirkan apa pun lagi langsung waktu berjalan seperti semula.
rose melepas pelukan nya lalu turun mencari kakaknya.
melihat pria itu tak berkutik membuat sun dan moon bingung.
"hei... melihat kekuatannya tadi harusnya dia dengan mudah memecahkan kristak ini"ucap sun bingung membuat moon ikut bingung benar ia hanya ingin menguji seberapa kuat pria yang ada di hadapannya tapi... melihat pria itu tak berkutik membuat moon bingung apa pria di hadapannya tak sehebat yang dia bayangkan?.
"em... yah kau benar ini aneh"
"hah? kakak kenapa orang itu berada di dalam sana"ucap rose bingung mengetuk kristal itu beberapa kali tapi tak ada respon.
moon memperhatikan wajah pria itu bukannya mengagumi ketampanan nya hanya memperhatikan mata saja
tiba-tiba pria itu tersenyum sinis membuat moon kaget.
"AWAS!"
segera kristal itu hancur
berkeping-keping tanpa memikirkan apapun pria itu berjalan kearah dewa waktu melihat moon sudah memasang pelindung es membuat ia terkekeh geli memegangi wajahnya.
"anak-anak yang manis..."
"eh... ada apa?"tanya dewa waktu santai membuat pria itu kesal.
"HAH! KAU KAN YANG MEMANGGILKU KESINI!"
"hei... aku hanya menyuruhmu keluar dari ruangan kenapa kau semarah itu aku tak menyuruhmu keliling dunia bukan.."
"apa yang kau inginkan?"
"em... ada 3 anak yang lolos dari 10 anak salah-satunya putri ku"
"mengerti jadi kau memintaku menguji mereka apa kau tak takut aku membunuh anakmu"
"yah... lagi pula ia tak akan mati"
__ADS_1
"kau terlalu percaya diri... lihatlah tadi bahkan dia ketakutan melihatku"
dewa waktu menghela nafas
"lakukan saja..."
sun dan moon yang mendengar pembicaraan itu saling manatap apa pak tua itu tau apa konsekuensi nya.
"hei! pak tua apa kau tidak takut dengan istrimu!"ucap sun dan moon bersamaan membuat dewa waktu kesal.
"DIAM! ikuti saja ujian kalian!"teriak dewa waktu kesal membuat sun dan moon saling berbisik.
"hei... apa kita harus melaporkan ini p!da bibi?"tanya sun diangguki cepat oleh moon.
"yap! jika rose kalah kita harus melaporkannya kita harus merebut rose kembali dari tangannya"
tanpa mereka sadari 2 orang pria dapat mendengar pembicaraan mereka yah.... mau bagaimana lagi mereka tidak berbisik tapi hanya mengalihkan pandangan dan mengobrol biasa.
pria berambut merah itu menatap aneh dewa waktu.
"baiklah... perkenalkan ini wrath salah satu satu dosa besar"
"em... apa yang di lakukan dosa besar di sini"tanya moon tidak peduli membuat wrath marah.
"em... dia memang senang di dimensi ini"
"tidak usah di jelaskan kami mengerti"
"baiklah siapa yang bertahan selama 5 menit melawanya maka akan lulus"
mendengar kata 5 menit sun juga moon
kaget.
"apa dia sekuat itu?"
"yah... kalian tau kemarahan ada di dalam seluruh umat manusia bahkan dewa jadi... dia adalah lawan yang berat"
"baiklah siapa yang mau mulai duluan"
saat mereka ingin mengangkat tangan rose mengangkat tangannya tinggi.
"biar aku yang memulainya"
dewa waktu ingin menangis terharu putrinya benar-benar pemberani seperti ibunya.
melihat dewa waktu terharu sun sangat ingin tertawa,ayah yang satu ini memang baru mengenal putrinya.
langsung dewa waktu memasang array pelindung di sekitar arena ia tau akan ada kehancuran besar dengan adanya pertarungan ini.
"bersiap!"
"MULAI!"
saat kata itu keluar dengan cepat rose sudah menabrak dinding array seteguk darah lolos dari mulutnya.
dewa waktu melihat itu dengan pandangan datar dia benar-benar menyembunyika kekhawatirannya dengan sempurna sampai-sampai moon tak percaya dengan apa.. yang dia lihat dewa waktu bahkan tidak panik sedikitpun.
"ayolah! mana ada seorang ayah membiarkan putri imutnya terluka!"protes sun tiba-tiba membuat moon kaget.
"em... beri pengecualian pada ayahku"
"kretek..."
dinding array pelindung itu retak membuat mereka kaget seberapa keras pukulan yang diberikan hingga membuat dinding array buatan dewa waktu retak bisa di pastikan itu bisa sampai berjuta-juta kg.
melihat rose dalam keadaan mengenaskan membuat mereka marah dewa waktu hanya mengambil nafas dalam lalu menghembuskan nya kembali untuk menenangkan amarahnya.
"oh... oh... oh... ini kah anak sang dewa waktu"
"ck.. ck.. ck.. lemah sekali"
wrath mendekat lalu memegang dagu rose.
"kalau... seperti ini kau akan menjadi beban untuk mereka"ucap wrath melempar rose kembali membentur dinding array.
dengan pandangan buram rose kembali berdiri lalu mengarahkan sebelah tangannya pada wrath.
"AKU BUKAN BEBAN AKU ROSE KAKAK KU SUDAH MEMBERIKAN NAMA DAN KAU MENGGANTINYA DENGAN MUDAH!!"teriak rose rambut yang sebelumnya hijau muda menghitam setengahnya membuat mereka kaget termaksud wrath.
lalu rose membuka lebar tangannya lalu mengepalkannya dengan kencang hingga mengeluarkan darah.
"tingkat pertama"lirih rose membuat wrath tersenyum sinis anak ini ingin melawannya dengan jurus tingkat pertama.
"FLORES CURSE!!"
seketika tanaman rambat melilit tubuh wrath membuat wrath kaget berulang kali dia mematahkan tapi justru tanaman itu semakin banyak dan erat melilit tubuh wrath meskipun dihancurkan percuma tanaman rambat itu akan semakin banyak.
darah rose tetap mengalir memasuki sela-sela tanah membuat dewa waktu panik.
"5 MENIT TELAH BERAKHIR"teriak dewa waktu membuat rose tersenyum tipis lalu jatuh pingsan.
dengan cepat dewa waktu melepas array nya lalu melilit tangan rose agar tak kembali jatuh ketanah.
rambut rose kembali seperti semula membuat dewa waktu menghela nafas lega.
dewa waktu meminumkan suatu pil berwarna biru tua membuat sun dan moon kaget apa pak tua ini ingin meracuni putri nya.
segera rose masuk kedalam ruang dimensi buatan milik dewa waktu membuat moon berfikir kenapa rose tidak dikirim keruang medis saja?.
"baiklah... dia sudah lulus"
"krak!"
semua tanaman rambat itu hangus meninggalakan bekas abu di tanah.
"ho.. ho.. pak tua putri mu tidak buruk juga"ucap wrath menepuk pundak dewa waktu sembari terkekeh geli.
"yah... kau masih harus menguji 2 orang sekaligus"
"aku tidak keberatan ini menyenangkan membunuh... seseorang ini juga baik untuk menambah aura ku..."
"em.. kau yakin... kurasa 2 anak itu akan membuatmu kewalahan"
"yah... itu juga bagus... untuk pemanasan"
__ADS_1
"baiklah... terserahmu saja.. "
"hei! kalian kemari"panggil dewa waktu membuat sun dan moon dengan cepat berada di hadapannya.
"kalian berdua boleh melawan nya bersama..."
pernyataan itu membuat mereka senang saling menyatukan tangan mereka membuat wrath terkekeh geli.
"tapi... kalian harus bertahan selama 30 menit"tambah dewa waktu sembari tersenyun membuat mereka kaget.
"aku ing-"
"tidak ada protes!!"bentak dewa waktu membuat kedua gadis itu cemberut.
dewa waktu lalu memasang array nya dan berjalan menjauh untuk jaga-jaga suatu hal buruk akan terjadi padanya pertempuran ini bukan main-main kedua belah pihak sudah saling menatap tajam ini awalnya buruk untuk bisa saling mengalah ataupun memisahkan mereka.
"ho.. ho.. ada pertandingan seru ni..."
"iya... aku tak pernah melihat kak wrath sesenang itu"
"ASTAGA! apa yang kalian lakukan disini!!"
"em... yah... kak wrath bilang kau kedatangan murid lagi... jadi aku datang melihat berapa banyak nyawa yang dirampas olehnya eh... tak kusangka akan mendapat pertunjukan sebagus ini jadi...."
"jangan bilang kau memanggil lust"
"em... yah.. aku juga memanggil kak envy"
"ah... kau bisakah jaga rahasia!"
"e... ada apa ini kau tidak membiarkan kami menonton pertunjukan yang bagus aku benci denganmu!"
"eh... maksudku bukan--"
"WOE! PAK TUA!!"teriak wrath membuat dewa waktu menghela nafas kenapa kakak beradik ini harus ada di tempatku.
"baiklah..."
dewa waktu menghela nafas melihat situasi di arena sedang panas dingin ia menelan ludah lalu melapisi array nya lagi dan lagi untuk berjaga-jaga.
"MULAI"
"huh... kuharap kau tak menyesal gadis kecil"
"oh ya... kami belum membalas dendam adik kami"ucap sun dan moon bersamaan tersenyum sinis.
"kalian... benar-benar unik.."
ucap wrath tersenyum jahat segera tangannya dilapisi baja yang sedang berapi membuat para penonton kaget.
"ASTAGA KAK WRATH SERIUS!!!"
dengan berkeringat dingin dewa waktu kembali melapisi array untuk mengantisipasi bencana yang datang.
"khu... khu.. aku akan membuat kalian menyesal"
"huh! menyesal ya...."
sun mengeluarkan pedang emasnya juga diikuti oleh moon mengeluarkan busur peraknya membuat wrath tertawa.
"huh! dengan senjata seperti itu kalian ingin mengalahkan ku"
"hei.. apa salahnya di coba"ucap moon segera busur itu dilapisi es membuat beberapa orang yang menonton kaget.
segera moon menembakkan panah esnya kearah wrath dengan mudah wrath menghindar sambil tersenyum.
"oh..."
sekali lagi moon menembakkan panah dengan mudah di tangkap oleh wrath.
"cih... mainan seperti ini tak ada
apa-apa"
"oh... benarkah"
segera panah itu mengeluarkan hawa dingin membuat wrath kaget lalu melemparnya terlambat es itu sudah membekukan tangan wrath terkekeh geli.
"kau sangat licik gadis kecil"ucap wrath tersenyum mengejek lalu menepuk tangannya membuat es itu hancur berkeping-keping.
"yah... aku saudari ku bisa lebih licik di bandingkan ini"ucap moon santai membuat wrath kaget mencari keberadaan sun.
"hei!"
segera wrath menoleh kebelakang sun sudah membawa banyak anak panah es ditanganya.
"bye~"
sun tersenyum nakal dengan cepat panah itu menusuk ke dada wrath membuat seluruh tubuh wrath membeku.
dengan cepat moon melapisi wrath dengan es yang berlapis-lapis sebelum dengan mudah dapat diretakkan oleh pria itu.
"eh... kurasa ini tak segampang yang kuta kita"
es itu pecah sun gagal menghindar pecahan es menusuk dadanya.
"ho.. ho.. pembalasan yang setimpal iya kan gadis kecil"ucap wrath mendekati sun dengan mata merah penuh ambisi.
"uhuk!"satu liter darah kembali lolos dari mulut nya membuat sun terkekeh geli.
"tapi... sayangnya pembalasan ini tak berpengaruh padaku"
es itu mencair tanpa meninggalkan bekas membuat wrath tersenyum sinis anak ini punya kemampuan menyembuhkan diri yang bagus.
"maaf.... karena kami senang menyerang dari belakang"ucap sun tersenyum mengejek membuat wrath menoleh kearah belakang.
**NOTE AUTHOR:
MAAF LAMA UPDATE KARENA AUTHOR HARUS BANTUIN SESEORANG BENERIN KERAN YANG TIBA-TIBA PATAH EM... YAH... ITU AJA SIH... ALASANYA JANGAN MARAH YA..
OH YA! JANGAN LUPA VOTE KARENA ITU GRATIS KALO... SOAL CRAZY UP BAKAL AUTHOR SIAPIN KHUSUS UNTU YANG SUDAH VOTE!!
UDAH... VOTE?
THANKS**!!!
__ADS_1