
"Ja.. jangan pergi nona..."
"eh.. kau salah minum obat aku hanya ingin mencari Sun itu saja...."
"tuan.. Sun sudah.."
"sudah?"
"Su-sudah..."
"Tiada..." lirih Ariah sangat pelan membuat Moon membuka lebar mata nya ia teringat kejadian sebelum dirinya pingsan menyebabkan dirinya panik.
"ha.. ha.. kau jangan bercanda ayo kita cari dia.." Ajak Moon hanya bisa diangguki oleh Ariah.
Mereka berhenti di tebing jurang membuat Moon terdiam sejenak "Dia jatuh ke dalam sini?"
"i-iya jiwa ku terhubung dengan malika jadi kami mengetahui dimana letak satu sama lain"
"ha.. ha.. jika jatuh tak mungkin tiada aku hanya perlu mencari nya kedasar benar kan?"Tanya Moon tersenyum membuat Ariah bungkam tak ada kata-kata yang bisa terucap dari nya padahal ia hanya seorang roh.
"aku hanya perlu terjun..."
Moon bersiap turun tetapi diri nya langsung ditarik menjauh dari tebing jurang membuat nya kaget.
"Jangan pernah lakukan itu sayang..."Ucap Amfrite memperingatkan membuat Moon tertawa "tapi-tapi Sun disana aku harus kesana"
Poseidon mengerutkan kening nya "Kau harus bisa merelakan nya"
"Kenapa kalian menyerah semudah itu!? Bukan kah kalian itu kuat!"
Nisa terdiam menatap Eredhel dengan perasaan bersalah "Jurang itu.. bukan jurang biasa..."
"lalu kenapa kita pasti bisa!!"
"Disana jurang para mayat.. juga.. hanya ada satu orang yang bisa membuka jalan untuk masuk kesana"tambah Eredhel membuat Moon bersemangat "siapa?"
Semua mata tertuju pada Poseidon tetapi tak dihiraukan olehnya.
"Poseidon?"
"Aku tak akan membuka nya jurang itu bisa membunuh semua orang yang memasuki nya"
mendengar perkataan Itu Moon seketika membeku ia menatap jurang itu dari kejauhan "Kau.. jangan bilang.. mau membiarkan dia mati begitu saja...."
"Maaf tapi itu yang terbaik lagi pula kematian nya tak akan menimbulkan dampak besar bagi dunia"Jelas Poseidon lagi pula ia tidak peduli dan tak tau jelas identitas kedua gadis itu.
"Wah.. Dewa Poseidon..."Moon tersenyum dingin.
"Adalah seorang Sampah..."
>>>>>>>>>>>
"hm.. dimana ini?"
Sun menatap kesekitar semakin gelap tetapi sedikit pun ia tak dapat menggerakan tubuhnya membuat nya menghela nafas.
__ADS_1
"mau mati rupanya aku bahkan baru barusia 10 tahun di sini"umpat Sun kesal tak peduli tubuhnya yang terus jatuh perlahan.
"hm.. aku jadi ingat saat kami terjatuh ke dalam jurang tanpa dasar lama juga berharap tak ada apapun di bawah sana he.. he.."kekeh Sun tertawa dalam hati.
"bagus.. sekarang aku bercanda dengan diriku sendiri"
"haih...."
"seberapa dalam jurang ini?"
beberapa ikan mulai mengelilingi nya membuat nya heran "Ikan.. apa itu?"
melihat ikan-ikan kecil itu memiliki taring ia merasakan firasat buruk "Jangan bilang.."
"ggrrr..."
ikan-ikan itu mulai mencabik-cabik tubuh nya membuat Sun merasa kesakitan bayangkan saja rasanya seperti dirimu yang di kuliti hidup-hidup.
"Sial!"
Sun mencoba mengeluarkan kekuatan nya tetapi tetap tak terjadi apapun membuat nya terus mengumpat.
beruntung tubuh nya masih bisa memulihkan diri dengan baik yang membuat beberapa ikan itu terus menggigiti tubuh nya.
"Tunggu... dulu..., beruntung katanya ini lebih seperti penyiksaan tanpa akhir?!"
Pandangan matanya memburam rupanya permintaan nya terkabul ia perlahan mulai kehilangan kesadaran dan pingsan.
"He.. mati seperti ini tidak buruk"
>>>>>>>>>
"Apa kau katakan..."Tanya Poseidon sekali lagi memastikan telinganya membuat Moon tertawa memegangi perutnya.
"ha.. ha.. ini lucu..."
"Aku mengatakan bahwa Dewa Poseidon itu Sampah.. yah.. aku tidak heran apa yang bisa aku harapkan dari dewa seperti mu?"
"Lagi pula juga..."
"Aku tidak akan pernah mempercayai dewa..." Tambah Moon dingin membuat Atmosfer disekitarnya seperti perlahan membeku...
"Coba ulangi lagi!"
"Aku mengatakan...."
Moon menatap semua orang yang ada disana dengan pandangan kecewa dan merendahkan membuat Nisa yang sebelum nya selalu penuh dengan amarah menundukan kepala.
"Kau!"
Poseidon marah tetapi tak ada satu kata pun yang berhasil keluar dari mulutnya membuat Moon tertawa matanya menggelap tak disadari oleh mereka.
__ADS_1
"Ha.. ha.. aku jadi tidak heran kenapa di perang sebelum nya kalian kalah..."
Poseidon merasa sangat marah ia menyerang dengan tombak air tetapi tak ada satu pun yang berhasil mengenai Moon membuat nya terkejut.
"Karena kalian lah.. Dewi Bulan dan Dewa Matahahari mengorbankan diri mereka.."
Kalimat itu membuat Amfrite terdiam "bagaimana?"
"HANYA UNTUK TERSEGEL DENGAN PENGORBANAN YANG SIA! SIA!" seru Moon terus tertawa memegangi wajah dan perutnya.
Seruan Moon bahkan terdengar dan menggema keseluruh kerajaan membuat para prajurit kehilangan semangatnya.
"Crang..."
satu persatu pedang,busur dan senjata lainnya terjatuh membuat Poseidon lebih terkejut semua prajurit seperti kehilangan tenaga untuk mengangkat senjata mereka.
Moon terus menatap Jurang Aura kegelapan mengitari tangan nya matanya menghitam membuat Poseidon menyerah.
"Baiklah!"
"huh?"
"Baiklah aku akan membukakan jalan jurang itu tetapi sebelum nya tenang kan dirimu...."Ajak Poseidon membuat Moon menatap nya heran.
"menenangkan diri? seperti nya suasana disini cukup tenang"pikir Moon seolah ia tak sadar kegilaan yang dilakukan nya tadi.
"Baiklah.."Balas Moon menurut seluruh Atmosfer itu lenyap seolah sebelum nya tak ada membuat beberapa prajurit yang sadar heran.
"Apa yang terjadi tadi?"
"Cepat lah buka! nanti dia ketakutan disana!"protes Moon kesal membuat Eredhel merasa tak enak hati melihat gadis kecil itu terbohongi.
"ya.. ya.."
Poseidon mengeluarkan mawar berlian juga pedang biru lautan membuat Moon menebak bahwa kedua benda itu adalah kunci untuk membukan tebing jurang bawah laut tersebut.
Poseidon menghela nafas ia mengumpulkan tenaga nya sebentar membacakan mantra membuat Air disekitar nya tergerak juga pola sihir terbentuk disekitarnya membuat beberap prajurit disana terjatuh akibat tekanan yang sangat kuat itu.
Moon hanya diam ia tau proses ini akan berjalan lama entah kenapa hati nya merasa sangat gelisah.
Ia lalu mengeluarkan boneka kelinci yang sebelumnya diberikan Sun ia hanya berharap hadiah itu tidak akan menjadi hadiah terakhir yang Sun berikan kepadanya.
Energi yang sangat hangat memancar daei bonek itu membuat Moon senang saudarinya memilih hadiah yang bagus.
Moon bahkan tak sadar tekanan disekitanya sangat kuat sekarang akibat Energi dari 2 benda pusaka itu.
energi pedang dan mawar itu tanpa disadari oleh Poseidon,menghampiri dan mengelilingi Moon seolah mereka sangat menyukai keberadaan Moon membuat nya heran.
"apakah kalian mengenalku?"Tanya Moon pada energi itu yang tentu saja tak dijawab energi itu hanya terus mengelilingi Moon membuat nya merasa tenang dan memejamkan matanya perlahan.
"hah!"Amfrite terkejut melihat perubahan pada Rambut Moon yang membuat Nisa dan Eredhel ikut terkejut.
__ADS_1