
"tidak.. ada"lirih Rose menundukan kepala.
"wa!"
Tofan terbangun dan berteriak tiba-tiba membuat mereka terkejut.
"haih.. aku sangat ingin memukul wajah nya" gumam Rin wang terang-terangan membuat mereka manatap Tofan yang sekarang memiliki firasat yang sangat buruk di kepalanya.
"...."
"ada apa?"
>>>>>>>
"haih... aku hanya ingin bersantai"
"bersantai.. saja..."balas Lily.
"apa kau tadi tidak terlalu dingin pada mereka?" Tanya Lily khawatir membuat Moon terkekeh.
"ti... dak..."
"mereka.. hanya belum tau gelap nya dunia"
"ck.. bahkan mereka tidak pernah di berikan misi membunuh"
"tapi--"
"mereka bahkan muntah dan bergetar setiap kali melihat darah"
"apakah itu tidak memalukan?"
Lily terkekeh.
"puft... ingatan ku dan Sun menjadi satu..."
"dan... di ingatan itu ada hari dimana seorang anak gadis yang polos berusia 5 tahun ketakutan, manangis juga trauma ketika melihat darah nya..."
" menurut mu siapa itu?"tanya Lily membuat wajah Moon memerah, keangkuhan nya menurun dengan cepat membuat Lily tertawa kecil.
"tanpa nya.. latihan terasa seperti..."
"pemanasan?"tanya Lily membuat Moon terkekeh.
"aku bahkan tak pernah latihan"Ucap Moon santai.
"kau harus latihan sekarang.."suruh Lily.
"eh.. kenapa?"
"diatas langit masih ada langit!"
"langit bisa juga di sebut Atmosfer dan di atas atmosfer tidak ada langit tapi lapisan atas yang di sebut stratosfer..."
Lily terdiam sejenak "eh.., kau benar juga...."
Lily seketika tersentak "ayolah.. moon berhenti bermain-main"
"kau ingat ramalan nya"
"maksud mu yang di katakan white magic? kurasa.. ,tidak"elak Moon menatap ke arah lain.
"...."
"kamu harus latihan sekarang.."
>>>>>>>>
"hai?" panggil Tofan dari atas jurang.
"hai.."
"hai..."
"hai...."
"wah.. menggema"kagum Sizie.
"meng.. gema?"Tofan bingung.
"kau tida tau menggema?"
"Sizie diam kau tidak ingat sudah berapa kali dia di hukum hanya karena mengacaukan isi perpustakaan"Ucap Rin wang.
"em.. 1, 2 ,3..."
"aku tidak ingat.., berapa?"
"lebih dari 50 kali"Jawab Dewa Waktu membuat mereka tersentak.
"hah! 50? perasaan hanya 3 kali..."
"3 kali sebulan"Balas Arisu malas.
"baiklah ini adalah jurang monster"Jelas Dewa waktu.
__ADS_1
"....."
"sudah itu saja sekarang lompat lah"
"tunggu dulu.. guru, kau ingin kami mempertaruhkan nyawa disini?"
"yup... itu benar karena dunia array jauh lebih berbahaya dari ini"
"lalu bagaimana kalau--"
"bug!"
"lompat saja"Jawab Dewa waktu santai menendang Tofan membuat nya berteriak keras.
"BAGAIMANA... KAMI... BISA... HIDUP!!!" teriak Tofan dengan suara yang perlahan mengecil.
melihat kejadian itu Sizie hanya menggosok lengan nya merinding "seberapa dalam jurang itu?" batin nya.
"baiklah lompat atau aku yang aka--"
"Wiiii!!!"seru Rose menarik Sizie dan Ragina bersama nya, gadis itu tampak senang.
"KYAA!! ROSE!!"
"apa kita akan melompat?"tanya Rin wang menatap jurang gelap dan suram di depan nya.
"yah.. kurasa harus..."balas Arisu ragu.
mereka berdua menoleh Hikari dan Kuro sudah tak ada membuat menoleh ke bawah "sejak kapan!?"
"yah... mungkin karena perang sebelum nya mayat hidup akan bertambah banyak disana.." Gumam Dewa waktu tak sadar bahwa Rin wang dan Arisu belum lompat ke bawah.
"mayat!?"
"oh.."
Mereka saling bertatapan.
"Bug!"
Dewa waktu dengan santai menendang mereka membuat mereka terus mengumpat dalam hati.
"Waaaa!!! Guruuu! kenapa??!?"
"wah... mental mereka sangat lemah.., entah kenapa aku merasa tidak yakin.."
>>>>>>>>>
"ctak!"
"ctak!"
"entahlah? apakah dia akan kembali normal?" tanya Moon santai.
"kau kehilangan harapan?"
"yah.. aku sudah siap kehilangan dia..."
"bekukan.."
"apa?"
"Bekukan.. tubuh nya"
"Lily!? apa kau sudah gila!?"
"kenapa!?"
"Jika kau membekukan maka dentian emas nya akan berhenti lalu mengalir pada mu..."
"Untuk apa aku melakukan itu!?"
"bukan kah kau mengatakan kau siap, jika dia nanti tak ada?"
"aku..."
"baiklah..."
Moon memegang erat tangan Sun, air mata membasahi pipinya entah kenapa ia menangis untuk hal seperti ini.
"kau tidak ingin melakukan nya?"
"zrasss...."
dengan perlahan tubuh Sun membeku membuat Moon khawatir, detak jantung nya berdetak sangat cepat seakan itu bisa meledak kapan saja.
>>>>>>>>
sudah 5 jam berlalu tubuh Sun masih belum membeku sepenuh nya membuat Lily heran ada apa dengan tubuh nya?.
"seperti nya tak akan bisa.."Ucap Moon menghela nafas lega.
"yah... sayang sekali.."gumam Lily kecewa.
"grap!"
__ADS_1
cairan emas keluar dari tubuh Sun menggerogoti tangan Moon membuat nya terkejut.
cairan itu seperti ingin menelan nya membuat Lily berteriak "Kendalikan! Moon!! Kendalikan"
Moon yang mendengar teriakan itu hanya menghela nafas seketika tubuhnya habis di lahap membuat Lily panik.
percikan api kian membesar keluar dari tangan bonekanya lalu di lemparkan pada cairan itu membuat cairan itu berhenti bergerak.
Tak lama cairan itu mulai menipis dengan mudah Moon mengendalikan cairan emas itu membuat Lily bernafas lega.
"bagaimana?"
"sangat buruk.. rasa nya seperti cairan emas itu ingin menarik semua kekuatan ku"
"itu wajar karena benda yang hebat juga harus memiliki wadah yang kuat"
"jadi.. apa sekarang aku baru saja merampas kekuatan Sun?"
"yah.. itu benar juga seperti nya kau merampas kekuatan pengendali emas milik nya..."
"wah! itu bagus dong!"Seru Moon membuat Lily kaget.
"bagus!?"
"dengan begini dunia array akan sangat mudah bagi ku..."
"Moon?"
"seperti nya kau menyerap hal lain selain--"
"Apa yang kau bicarakan? aku baik-baik saja.."
"kau harus mengembalikan nya!"suruh Lily membuat Moon tertawa.
"bukan kah tadi kau yang menyuruhku?"
"kenapa sekarang panik? apa kau takut aku lebih kuat dari mu?"
"MOON! HENTIKAN!"bentak Lily membuat Moon terdiam seketika.
"apa yang!?"Moon tersadar.
"kau... kau.."
"haih.. lupakan seperti nya aku memerlukan beberapan ratus lingkaran qi untuk bergerak"Ucap Lily meninggalkan ruangan membuat Moon bingung.
>>>>>>>
"tidak-tidak-tidak!"
"harus nya tidak seperti ini?!"
"harus nya Moon bertambah kuat.."
"mengapa yang terserap justru... dia!"
"aku harus menghapus dan dan melenyap nya dia dari dalam tubuh Moon"
"hais!"
Lily terus mengumpat tanpa henti sepanjang perjalanan.
"Iblis.. hati... ku..."
"sudah ketahuan ya.. cepat sekali.."
"hei..."
"kau boneka?"
"iya! aku boneka panggil aku Lily!"
"kau terhubung dengan Sun bukan?"
"ya... itu benar sekarang apakah kau bisa menjauhi tubuh Moon?"
"hm.. bagaimana ya?"
"bukan kah Sun sendiri yang mengambil seluruh iblis hati Moon, seharusnya sih.. dengan iblis hati sekecil itu bisa ia atasi dengan Mudah seperti Sun"
"bagaimana ya..."Iblis itu berfikir.
"Sun yang terus tertawa, tersenyum bodoh itu membuat ku jijik dengan nya bagaimana kalau Moon saja? Sikap nya lebih dingin juga...."
"Diam!"
"Dia juga memiliki trauma yang sangat berbekas.."
**Note author:
cuma mau ingetin.. like 😁**
__ADS_1